Tahun Gerejawi: Pra Paskah 1
Judul: Makin kenyang Firman Tuhan
Tema: Puasa
Bacaan Alkitab: Matius 4 : 1 – 11
Ayat Hafalan/ Nats: “Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4 : 4)
Lagu Tema: Allah Ditinggikan
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Pada Minggu Pra Paskah pertama, kita diajak semakin dekat dengan Tuhan melalui kisah pencobaan Yesus di padang gurun. Yesus mengajari kita bagaimana menghadapi pencobaan yang kita alami. Kisah ini menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus yang begitu jelas. Ia melakukan olah batin, yaitu puasa selama 40 hari. Hal ini sama dengan yang dilakukan tokoh besar sebelumnya, seperti Musa. Kemudian Yesus menjadi lapar. Saat ketika Dia nampak lemah dan Allah yg menjadi kekuatan satu-satunya, Dia justru dicobai.
Olah batin dalam puasa yang dilakukan oleh Tuhan, senyatanya telah menolong-Nya untuk menghadapi berbagai pencobaan yang datang kepadaNya, baik itu melalui : (1) godaan untuk menggunakan kekuasaan-Nya hanya untuk kebutuhan dan kepentingan diri sendiri (Mengubah batu menjadi roti), (2) godaan untuk menampilkan hidup populer dan menjadi besar (Jatuhkanlah diri-Mu..), (3) godaan untuk bersahabat dengan iblis demi dan kompromi dengan dunia (menyembah iblis dengan iming-iming akan memberi upah besar yaitu semua kerajaan di dunia).
Oleh karena itu selama masa Pra Paskah, umat Tuhan dipanggil untuk mengolah batinnya melalui puasa atau pantang yang harapannya membawa seseorang semakin dekat Tuhan dengan sungguh, merasa lapar dan haus akan Firman Tuhan, sehingga itu membuatnya siap dalam memberitakan Injil melalui kehidupan. Pamong dan anak-anak dipanggil untuk yakin dan percaya, jika Tuhan Yesus yang menang melawan godaan iblis setelah menjalani puasa, Dia juga bersama orang-orang yang tetap setia fokus kepada Allah di tengah godaan hidup.
Bahasa Indonesia
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak dapat menceritakankembali kisah Yesus berpuasa sebagai tanda kesungguhan untuk mempersiapkan diri memberitakan Injil kepada semua orang.
Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan roti atau makanan lain. Air atau sirup atau yang lain.
Pendahuluan:
(Pamong dapat membagi makanan itu kepada anak-anak balita)
Pamong tertanya pada anak-anak,“Mengapa kita perlu makan? Atau mengapa kita perlu minum?” (Beri waktu anak-anak menjawab) Supaya sehat dan kuat serta bisa berkegiatan dengan baik. Jadi, makan atau minum adalah persiapan supaya bisa melakukan suatu pekerjaan.
Namun, ada juga persiapan melakukan suatu kegiatan yang penting justru tidak makan atau minum. Namanya puasa. Puasa itu tidak makan dan minum untuk beberapa waktu. Lho kan lapar kalau tidak makan? Betul. Orang yang lapar itu biasanya menjadi lemah badannya. Orang yang lemah akan membutuhkan kekuatan. Karena Tuhan itu sumber kekuatan, maka hanya kepada Dialah manusia meminta.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Pada awal mula sebelum Tuhan Yesus melayani, Tuhan Yesus berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam. Mengapa Yesus berpuasa? Karena Yesus akan memberitakan Injil, Kabar keselamatan. Yesus perlu dekat dengan Tuhan supaya semakin kuat batinnya. Puasa adalah persiapan Yesus menghadapi tugas pentingNya. Dengan berpuasa, tidak makan dan minum, orang akan menjadi lapar akan firman Tuhan, haus dan menginginkan kekuatan dari Tuhan. Hidupnya hanya bergantung kepada Tuhan. Hal itu yang membuat Yesus menjadi kuat, tidak jatuh dalam pencobaan yang menyerangnya.
Teman-teman balita pernah nggak merasa lapar sekali seperti orang puasa? Ketika lapar sekali itu badannya kuat atau lemah? Orang yang tidak makan pasti menjadi lemah. Ketika makan, ia akan tetap lemah atau menjadi kuat? Pasti menjadi kuat lagi, bisa bermain-main kembali. Oleh karena itu, teman-teman balita harus tetap semangat untuk dekat dengan Tuhan, rajin ke ibadah anak setiap Minggu, memuji Tuhan dan mendengarkan Firman Tuhan supaya selalu kuat dalam hidup.
Aktivitas
Anak-anak Balita diajak untuk makan bersama roti yang tadi disiapkan. Bersamaan dengan itu pamong mengungkapkan, “mari tidak hanya memasukkan roti ke dalam mulut dan perut kita, namun juga memasukkan firman Tuhan pada hati kita”.
—-
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukkan puasa sebagai tanda kesungguhan yang dilakukan oleh Yesus mempersiapkan diri memberitakan Injil.
- Anak dapat membiasakan diri berpuasa sebagai bentuk kesungguhannya dalam beriman.
Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Pernahkah kalian mengalami kesulitan yang rasanya sangat berat? Apa contoh kesulitan besar itu? (dorong anak-anak untuk menceritakan kesulitan yang mereka alami, baik di rumah maupun di sekolah). Apa yang kalian lakukan ketika mengalami kesulitan? (mungkin anak-anak akan menjawab mencari pertolongan atau bantuan).
Inti Penyampaian
Mengalami kesulitan yang besar itu juga pernah dialami oleh Tuhan Yesus setelah dibaptis dan sebelum memulai pelayanan-Nya. Yesus mengalami pencobaan oleh iblis. Kalau memperhatikan bacaan kita tadi, ada 3 pencobaan yang dialami oleh Yesus. Apa sajakah itu? Mari kita mendaftarnya.
- Mengubah batu menjadi roti. Melalui pencobaan itu Tuhan Yesus digoda untuk menggunakan kekuasaan-Nya hanya untuk kebutuhan dan kepentingan diri sendiri sendiri.
- Menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah ke bawah. Melalui pencobaan itu Tuhan Yesus digoda untuk menampilkan hidup yang wow, yang populer dan menjadi besar
- Menyembah iblis. Melalui pencobaan itu Tuhan Yesus digoda untuk bersahabat dengan iblis demi mendapatkan upah di dunia.
Menghadapi pencobaan yang berat itu, kira-kira Tuhan Yesus berhasil atau gagal? Menang atau kalah? Tuhan Yesus berhasil dan menang. Tuhan Yesus tidak hanyut mengikuti perintah Iblis. Apa yang membuat Tuhan Yesus kuat menghadapinya. Mari kita baca bersama-sama ayat 2 “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus” Di situ kuncinya, pada berpuasa. Teman-teman tahu apa itu berpuasa?
Berpuasa itu berarti tidak makan dan minum untuk beberapa waktu. Lho kan lapar kalau tidak makan? Betul. Ayat tadi juga menceritakan kalau akhirnya Yesus menjadi lapar. Orang yang lapar itu biasanya menjadi lemah badannya. Orang yang lemah akan membutuhkan kekuatan. Karena Tuhan itu sumber kekuatan, maka hanya kepada Dialah orang bergantung, dekat dan meminta pertolongan. Orang yang berpuasa, tidak hanya lapar akan makanan, tapi harusnya juga lapar akan Firman Tuhan. Orang semakin dekat dengan Tuhan.
Mengapa Yesus berpuasa? Karena Yesus akan memberitakan Injil, Kabar keselamatan. Yesus perlu sungguh-sungguh dekat dengan Allah Bapa supaya semakin kuat batinNya. Puasa adalah persiapan Yesus menghadapi tugas pentingnya. Hidup Yesus hanya bergantung kepada kekuatan yang dari Allah. Hal itu yang membuat Yesus menjadi kuat, tidak jatuh dalam pencobaan yang menyerangNya. Hal itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh siap menghadapi pelayanannya kemudian.
Tentu kalian juga pernah merasa lapar sekali seperti orang puasa? Ketika lapar sekali itu badannya kuat atau lemah? Orang yang tidak makan pasti menjadi lemah. Ketika makan, ia akan tetap lemah atau menjadi kuat? Pasti menjadi kuat lagi, bisa bermain-main kembali. Oleh karena itu, kita perlu mencontoh Tuhan Yesus. Harus tetap semangat untuk dekat dengan Tuhan, rajin ke ibadah anak setiap Minggu, memuji Tuhan dan mendengarkan Firman Tuhan supaya selalu kuat dalam hidup.
Aktivitas: Anak-anak Pratama diajak mencari 7 perbedaan gambar. Lembar aktivitas terlampir

—-
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukkan puasa sebagai tanda kesungguhan yang dilakukan oleh Yesus mempersiapkan diri memberitakan Injil.
- Anak dapat membiasakan diri berpuasa sebagai bentuk kesungguhannya dalam beriman.
Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, pernahkah kalian mengikuti sebuah kegiatan yang sangat penting? Apa contohnya? (dorong anak-anak untuk menceritakan kegiatan yang sangat penting itu seperti ujian, perlombaan atau pentas). Apa yang kalian lakukan sebelum menghadapi kegiatan yang sangat penting itu? (dorong anak-anak untuk menjawab yang mengarah pada persiapan yang matang atau latihan-latihan).
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Sebelum memulai pelayanan-Nya, Yesus melakukan persiapan. Adapun persiapan yang dilakukan-Nya adalah melakukan olah batin, menyiapkan hatinya/batinnya agar sungguh-sungguh siap dalam memberitakan Injil. Setelah Tuhan Yesus dibaptis dan sebelum memulai pelayanan-Nya itu, bacaan kita menceritakan bahwa Yesus mengalami pencobaan oleh iblis. Kalau memperhatikan bacaan kita tadi, ada 3 pencobaan yang dialami oleh Yesus. Apa sajakah itu? Mari kita mendaftarnya.
- Mengubah batu menjadi roti. Melalui pencobaan itu Tuhan Yesus digoda untuk menggunakan kekuasaan-Nya hanya untuk kebutuhan dan kepentingan diri sendiri,
- Menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah ke bawah. Melalui pencobaan itu Tuhan Yesus digoda untuk menampilkan hidup yang wow, yang populer dan menjadi besar
- Menyembah iblis. Melalui pencobaan itu Tuhan Yesus digoda untuk bersahabat dengan iblis demi mendapatkan upah di dunia.
Menghadapi pencobaan yang berat itu, kira-kira Tuhan Yesus berhasil atau gagal? Menang atau kalah? Tuhan Yesus berhasil dan menang. Tuhan Yesus tidak hanyut mengikuti perintah Iblis. Apa yang membuat Tuhan Yesus kuat menghadapinya. Mari kita baca bersama-sama ayat 2 “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus” Di situ kuncinya, Tuhan Yesus melakukan olah batin, melatih hidupnya untuk kuat dan siap dengan berpuasa.
Berpuasa itu berarti tidak makan dan minum untuk beberapa waktu. Lho kan lapar kalau tidak makan? Betul. Ayat tadi juga menceritakan kalau akhirnya Yesus menjadi lapar. Orang yang lapar itu biasanya menjadi lemah badannya. Orang yang lemah akan membutuhkan kekuatan. Karena Tuhan itu sumber kekuatan, maka hanya kepada Dialah orang bergantung, dekat dan meminta pertolongan. Orang yang berpuasa, tidak hanya lapar akan makanan, tapi harusnya juga lapar akan Firman Tuhan. Orang semakin dekat dengan Tuhan.
Mengapa Yesus berpuasa? Karena Yesus akan memberitakan Injil, Kabar keselamatan. Yesus perlu sungguh-sungguh dekat dengan Allah Bapa supaya semakin kuat batinNya. Puasa adalah persiapan Yesus menghadapi tugas pentingnya. Hidup Yesus hanya bergantung kepada kekuatan yang dari Allah. Hal itu yang membuat Yesus menjadi kuat, tidak jatuh dalam pencobaan yang menyerangNya. Hal itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh siap menghadapi pelayanan kemudian.
Karena itu, bagi kita, memasuki masa Pra Paskah yang ditandai dengan perayaan Rabu Abu, kita dipanggil untuk mengolah batin melalui puasa atau pantang yang harapannya membawa seseorang semakin dekat Tuhan dengan sungguh, merasa lapar dan haus akan Firman Tuhan, sehingga itu membuatnya siap dalam memberitakan Injil melalui kehidupan. Kita diajak untuk berlatih diri, berpuasa dan berpantang dari hal yang selama ini mengenyangkan kita. mungkin bukan makanan, tapi kebiasaan dan kesenangan. Contohnya : jajan setiap hari, main gadget berjam-jam sehari, nge-game atau nonton cukup lama setiap hari. Mari belajar berpuasa atau berpantang dengan membatasi atau menguranginya. Tujuannya, supaya teman-teman punya waktu lebih lama untuk melakukan kebaikan, seperti : membaca Alkitab, memuji Tuhan dan melakukan kebaikan.
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk menuliskan pada selembar kertas, rencana mereka untuk berpuasa dan berpantang serta melakukan komitmen lebih baik selama masa pra paskah. Misalnya : mengurangi waktu nonton, main gadget dari sekian jam menjadi sekian jam sehari, membaca Alkitab setiap malam, membantu orang tua setiap hari, dsb.
Basa Jawi
JENJANG BALITA
Pendahuluan
(Pamong isa andum panganan marang adik-adik balita) “kanca-kana kenapa kita butuh mangan utawa ngombe? Iya sing cetha iku supaya sehat lan tumindak kanthi apik. Dadi , mangan lan ngombe iku cawisan supaya isa nglakoni penggawean. Nanging, ana uga cawisan nglakoni penggawean iku kanthi nolak mangan lan ngombe. Jenenge pasa. Pasa iku ora mangan lan ngombe nganti sawetara wektu. Rak ya luwe yen ora mangan? Bener. Wong kang luwe iku biasane awake lungkrah. Mulane, namung Gusti kang dadi sumber kekuatan. Marang panjenengane kabeh manungsa nyenyuwun.
Inti Penyampaian
Kanca-kanca, sakdurunge Gusti Yesus leladi, Gusti Yesus nindakake pasa suwene 40 dina 40 wengi. Kenapa Gusti Yesus pasa? Karana Gusti Yesus bkal martakake Injil, kabar kawilujengan. Yesus perlu celak karo Allah Rama supaya tansaya kuat batine. Pasa iki minangka cawisane Gusti Yesus ngadhepi tugas penting. Kanthi pasa ora mangan lan ngombe, wong bakal luwe bab pangandikane Gusti, lan ngelak kekuatan saking Gusti. Uripe tansah gumantung marang Allah. Bab iku kang ndadekake Gusti Yesus kuat, ora dhawah ing pacoben kang nerjang. Kanca-kanca balita nate ngrasakna luwe banget kaya wong pasa? Nalika luwe banget iku awake kuat apa lemah? Wong kang ora mangan mesthi bakal lemah. Nalika mangan, bakal malih kuat apa tetep lemah? Mesthine bakal kuat maneh, isa dolanan maneh. Mulane, ayo kanca-kanca dho tetep semangat raket karo Gusti Allah, kanthi sregep neng greja, ngluhurake Gusti lan mirengake pangandikan Gusti supaya tansaya kuat ngadhepi urip.
—-
JENJANG PRATAMA
Pendahuluan
Kanca-kanca, apa nate nglami kangelan kang angel tenan? Apa contone? (paring wektu marang anak-anak supaya cerita). Apa kok lakoni nalika ngalami kangelan? (mbokmenawa para bocah bakal mangsuli golek pitulungan.
Inti Penyampaian
Kanca-kanca, Gusti Yesus uga nate ngalami kangelan ing urip sawuse kabaptis lan sakdurunge miwiti pakaryane. Gusti Yesus nampa pacoben saka Iblis. Menawa digatekake wacanan Minggu ini, ana telung jenis pacoben kang kaalami dening Gusti Yesus. Pacoben iku contone :
- Ndadekake watu malih roti. Lumantar pacoben iku, Gusti Tuhan Yesus kagoda nggunakake pangwasa-Ne kanggo kepentingan diri pribadi,
- Nibakke awak saka bubungan Bait suci. Lumantar pacoben iku, Gusti Tuhan Yesus kagoda dadi wong kang adigang, adigung, adiguna, dadi gedhe lan populer.
- Manembah iblis. Lumantar pacoben iku, Gusti Tuhan Yesus kagoda kekancan karo iblis murih oleh upah gedhe ing donya.
Ngadhepi pacoben abot iku, Gusti Yesus isa kasil apa gagal? Menang utawa kalah? Ya, Gusti Yesus kasil lan menang. Gusti Yesus ora keli melu prentahe Iblis. Apa kang njalari Gusti Yesus kuat ngadhepi? Ayo kita waca ayat 2 bareng-bareng. Kuncine ana kono, karana Pasa. Kanca-kanca mangerti apa iku pasa?
Siyam utawa pasa iku ateges ora mangan lan ngombe. Lho rak ya luwe ora mamgan? Bener. Ayat iku mau nyaritakake yen Gusti Yesus kerapan, luwe. Wong kang luwe iku biasane lesu lang lungkrah sarta butuh kekuatan. Malune, banjur namung isa gumantung lan nyuwun pitulungan marang Gusti Allah. Wong kang siyam, ora mung luwe bab panganan, nanging sejatine uga luwe bab pangandikane Gusti lan tansaya raket karo Gusti.
Kenapa kok Gusti Yesus siyam? Iku kabeh amarga Gusti Yesus bakal martakake Injil, Kabar keslametan. Mulane, Gusti Yesus perlu tumemen anggone cedhak karo Allah Sang Rama supaya saya kuat batine Panjenengane. Siyam iku cawisane Gusti Yesus mapag tugas penting. Uripe Gusti Yesus mung gumantung dhumateng kekutane saka Gusti Allah. Iku kabeh kang njalari Gusti Yesus tansaya kuat, ora tiba ing panggoda kang nerjang lan tatag leladi.
Kanca-kanca Pratama nate ngrasakna luwe banget kaya wong pasa? Nalika luwe banget iku awake kuat apa lemah? Wong kang ora mangan mesthi bakal lemah. Nalika mangan, bakal malih kuat apa tetep lemah? Mesthine bakal kuat maneh, isa dolanan maneh. Mulane, ayo kanca-kanca nyonto Gusti Yesus. Kudu tetep semangat raket karo Gusti Allah, kanthi sregep neng greja, ngluhurake Gusti lan mirengake pangandikan Gusti supaya tansaya kuat ngadhepi urip.
—-
JENJANG MADYA
Kanca-kanca, apa nate melu kegiatan kang penting banget? Kira-kira apa contone? Apa kang kok lakoni sakdurunge ngadhepi kegiatan kang penting iku? Mesthine persiapan apa cawisan.
Kanca-kanca kang dak tresnani, sadurunge nindakake peladosan gedhe ing donya, Gusti Yesus nindakake cawisan utawa persiapan. Gusti Yesus nindakake olah batin, nyawisake batin lan ati supaya tumemen anggone martakake Injil kang ndadekake Gusti Yesus bakal nemoni kangelan gedhe. Sawise Gusti Yesus kabaptis lan sakdurunge miwiti peladosan, kacarita Gusti Yesus ngalami pacoben saka iblis. Lumantar carita kang kawaca iki mau, ana telu pacoben kang kaalami dening Yesus. Coba digatekake, apa wae wujuding pacoben iku.
- Ndadekake watu malih roti. Lumantar pacoben iku, Gusti Tuhan Yesus kagoda nggunakake pangwasa-Ne kanggo kepentingan diri pribadi,
- Nibakke awak saka bubungan Bait suci. Lumantar pacoben iku, Gusti Tuhan Yesus kagoda dadi wong kang adigang, adigung, adiguna, dadi gedhe lan populer.
- Manembah iblis. Lumantar pacoben iku, Gusti Tuhan Yesus kagoda kekancan karo iblis murih oleh upah gedhe ing donya.
Ngadhepi pacoben abot iku, kira-kira Gusti Yesus kasil utawa gagal? Menang utawa kalah? Ya, Gusti Yesus kasil lan menang. Gusti Yesus ora keli manut prentahe Iblis. Apa kang njalari Gusti Yesus kuat ngadhepi kabeh mau? Ayo kita waca ayat 2. Ana ing kono kuncine, Gusti Yesus nindakake olah batin, ngatih lan ngladhi diri supaya kuat lan sumadya kanthi siyam utawa pasa. Kanca-kanca mangerti apa itu siyam?
Siyam utawa pasa iku ateges ora mangan lan ngombe. Lho rak ya luwe ora mamgan? Bener. Ayat iku mau nyaritakake yen Gusti Yesus kerapan, luwe. Wong kang luwe iku biasane lesu lang lungkrah sarta butuh kekuatan. Malune, banjur namung isa gumantung lan nyuwun pitulungan marang Gusti Allah. Wong kang siyam, ora mung luwe bab panganan, nanging sejatine uga luwe bab pangandikane Gusti lan tansaya raket karo Gusti.
Kenapa kok Gusti Yesus siyam? Iku kabeh amarga Gusti Yesus bakal martakake Injil, Kabar keslametan. Mulane, Gusti Yesus perlu tumemen anggone cedhak karo Allah Sang Rama supaya saya kuat batine Panjenengane. Siyam iku cawisane Gusti Yesus mapag tugas penting. Uripe Gusti Yesus mung gumantung dhumateng kekutane saka Gusti Allah. Iku kabeh kang njalari Gusti Yesus tansaya kuat, ora tiba ing panggoda kang nerjang lan tatag leladi.
Mulane, awake dhewe kabeh ing masa Pra Paskah kang kawiwitan ing Rabu Abu, uga kaajak olah batin lumantar pasa utawa pantang, supaya uripe awake dhewe siap ngadhepi kangelaning urip lan tansaya cedhak karo Gusti, krasa luwe lan ngelak bab pangandikae Gusti. Kanca-kanca kabeh uga kaajak nglatih diri, pasa lan pantang saka bab kang mung nyenengake. Contone bab panganan atawa kebiasaan lan kasenengan. Kaya ta : jajan saben dina, dolanan gadget utawa nge-game utawa nonton saben dina, suwe banget. Ayo, padha sinau pasa lan pantang lumantar mbatesi apa ngurangi. Kabeh mau supaya kanca-kanca duwe wetu luwih akeh kanggo nglakoni kabecikan. Kaya ta : maca Kitab, ngluhurake Gusti lan nglakoni kabecikan.