Makanan Rohani Tuntunan Ibadah Anak 4 September 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema:
Tuhan Yesus Rajin Membaca Kitab Suci

Bacaan: Lukas 4 : 16-30
Ayat Hafalan: “Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (
Matius 4 : 4)

Lagu: Baca Kitab Suci

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Tuhan Yesus memulai pekerjaan-Nya saat berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3 : 23). Sebelumnya, Yesus tinggal di kota Nazaret dan menjadi tukang kayu seperti ayah-Nya. Ia belum dikenal orang karena tidak banyak tampil di depan umum. Yesus datang ke sungai Yordan untuk menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis. Roh Allah berkenan dan turun atas-Nya, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,” firman-Nya (Matius 3 : 17).
 

Setelah dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus, Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai iblis. Setelah itu Yesus berdiam di Kapernaum (Matius 4 : 12 – 17). Ia tampil sebagai Pribadi yang diurapi Allah dengan Roh Kudus. Ia berjalan berkeliling sambil melakukan mukjizat, menyembuhkan orang sakit dan juga mengajar, maka tersiarlah kabar tentang Dia. Setelah Ia kembali ke Nazaret dan mengajar di sana, banyak orang yang dulu mengenal-Nya menjadi heran. Mereka ingin mukjizat yang dilakukan Yesus di Kapernaum juga dilakukan di daerah asal-Nya tetapi Yesus mengatakan bahwa nabi sering kali justru tidak dihargai di tanah asalnya dan dipakai Allah untuk menolong orang di daerah lain. Orang-orang Nazaret tersinggung mendengar itu lalu menghalau Yesus ke luar kota dan hendak menyelakai-Nya.

Tuhan Yesus adalah pengajar yang istimewa. Selain cara-Nya mengajar yang cenderung ‘berani’, Yesus juga memiliki pemahaman yang dalam pada isi Kitab Suci. Hal ini terlihat jelas dalam Kotbah di Bukit, khususnya saat Yesus berbicara hukum Taurat (Mat 5 : 17 – 48). Atau saat menang berdebat dengan iblis sewaktu dicobai di padang gurun. Dalam Lukas 2 : 41 – 52 diceritakan bahwa Yesus sudah berdiskusi dengan tokoh-tokoh agama di Bait Allah pada usia 12 tahun. Membaca Kitab Suci memang masuk dalam pendidikan dasar bagi anak-anak Yahudi. Setelah sudah pandai membaca dan menulis, mereka diperkenalkan pada teks-teks Kitab Suci. Jika ia adalah seorang yang sungguh pandai, ia mungkin akan dibimbing secara khusus oleh seorang Ahli Taurat untuk belajar tentang makna dan penerapan Hukum Taurat dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Untuk Pamong :
Seperti halnya tubuh jasmani manusia yang memerlukan makanan agar bisa bertumbuh dan tetap sehat, rohani manusia juga memerlukan firman Tuhan sebagai ‘nutrisi’ utamanya. Firman Tuhan dalam Alkitab adalah makanan yang dapat membentuk rohani menjadi sehat dan kuat. Rajin membaca Alkitab bukan hanya memperkaya pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa alkitabiah saja, tapi memberi hikmat pada manusia dalam berpikir dan bertingkah laku.

Penting bagi pamong untuk membiasakan diri membaca firman Tuhan setiap hari, supaya bisa mengajar dan menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Kebiasaan membaca Alkitab juga harus dipupuk pada anak-anak sejak dini, supaya bisa menjadi kebiasaan yang melekat. Mungkin pada awalnya itu adalah sebuah rutinitas semata, tapi seiring waktu mereka akan merasakan dan memahami bahwa firman Tuhan adalah kebutuhan dasar dalam menjalani kehidupan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:  Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus sebagai tokoh yang senang membaca Alkitab.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan Alat Peraga berupa :

  • Sebuah roti dan susu kemasan
  • Pamong menyiapkan gambar di bawah ini:

Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus.

Siapa yang tahu ini apa? (Pamong menunjukkan roti dan susu). Siapa di sini yang suka roti? Siapa yang suka susu? Siapa yang suka dua-duanya? Bagaimana rasanya? Enak ya? Selain enak, roti dan susu ini juga bergizi, loh. Jika rajin makan dan minum ini, anak-anak akan cepat bertumbuh tinggi dan besar. Jadi, jika anak-anak ingin cepat besar dan tinggi maka setiap hari harus makan makanan yang bergizi. Coba siapa yang tahu makanan bergizi itu apa saja, selain roti dan susu? 

Inti Penyampaian
Nah, tahukah anak-anak kalau Alkitab juga adalah ‘makanan’ bergizi? Tapi bukan makanan untuk tubuh kita ya, melainkan makanan untuk hati kita. Jika setiap hari kita rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, maka kita akan tumbuh menjadi anak yang baik dan menyenangkan Tuhan. Sama seperti Yesus yang sejak kecil suka membaca Alkitab. Setelah besar dan dewasa, Yesus bertumbuh menjadi Pribadi yang pandai, suka menolong orang dan suka mengajarkan firman Tuhan pada banyak orang.

Coba perhatikan gambar berikut!

(pamong menunjukkan gambar ilustrasi Tuhan Yesus yang sedang duduk membaca kitab dan dikelilingi banyak orang. Sebelum menceritakan tentang gambar tersebut, pamong lebih dulu memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menebak tentang cerita pada gambar tersebut).

Kira-kira, siapa tokoh yang duduk ini ya? Lalu, sedang apa tokoh itu? Siapakah orang-orang yang ada di sekitar tokoh itu? Iya betul sekali. Jadi ini adalah gambar Tuhan Yesus yang sedang mengajar banyak orang. Sebelum mengajar, Tuhan Yesus membaca Alkitab lebih dulu. Setelah itu, baru Ia mengajar tentang apa yang baru saja dibaca-Nya. Yesus sudah terbiasa membaca Alkitab sejak kecil. Makanya, saat dewasa, Yesus bisa mengajar dengan sangat baik sampai-sampai semua yang mendengar-Nya terheran-heran.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Firman Tuhan pada pagi hari ini mengajak kita semua untuk rajin membaca Alkitab. Siapa di sini yang rajin membaca Alkitab? Wah, pintar sekali. Bagi yang belum, ayo mulai sekarang setiap hari minta tolong papa, mama, atau kakak untuk membacakan Alkitab ya. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan membaca PAH Junior supaya lebih seru. Membaca Alkitab itu bisa membuat kita menjadi pintar, jadi tahu mana yang baik dan mana yang tidak. Jadi, jangan lupa untuk membacanya setiap hari, ya anak-anak supaya kita tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai Tuhan.

Aktivitas

  • Pamong menempelkan alat peraga gambar tadi di karton yang lebih besar, lalu menempelkan karton tersebut di papan tulis.
  • Anak-anak diberi kertas origami bergambar bintang, bunga, matahari, hati, dll.
  • Anak-anak mewarnai gambar-gambar tersebut.
  • Jika sudah selesai, anak-anak maju ke depan untuk menempelkannya di karton sebagai hiasan di sekeliling gambar peraga.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus sebagai tokoh yang senang membaca Alkitab.
  2. Anak membiasakan diri untuk membaca Alkitab setiap hari

Alat Peraga
Pamong menyiapkan Alat Peraga berupa :

  • Sebuah roti dan susu kemasan
  • Pamong menyiapkan Alat Peraga yang terdapat di Jenjang Balita

Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus.

Siapa yang tahu ini apa? (Pamong menunjukkan roti dan susu). Siapa di sini yang suka roti? Siapa yang suka susu? Siapa yang suka dua-duanya? Bagaimana rasanya? Enak ya? Selain enak, roti dan susu ini juga bergizi. Jika rajin makan dan minum ini, anak-anak akan cepat bertumbuh tinggi dan besar. Jadi, jika anak-anak ingin cepat besar dan tinggi maka setiap hari harus makan makanan yang bergizi. Coba siapa yang tahu makanan bergizi itu apa saja, selain roti dan susu?

Inti Penyampaian
Nah, tahukah anak-anak kalau Alkitab juga adalah ‘makanan’ bergizi? Tapi bukan makanan untuk tubuh kita ya, melainkan makanan untuk hati kita. Jika setiap hari kita rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, maka kita akan tumbuh menjadi anak yang baik dan menyenangkan Tuhan. Sama seperti Yesus yang sejak kecil suka membaca Alkitab. Setelah besar dan dewasa, Yesus bertumbuh menjadi Pribadi yang pandai, suka menolong orang dan suka mengajarkan firman Tuhan pada banyak orang.

Coba perhatikan gambar berikut!

(pamong menunjukkan gambar ilustrasi Tuhan Yesus yang sedang duduk membaca kitab dan dikelilingi banyak orang. Sebelum menceritakan tentang gambar tersebut, pamong lebih dulu memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menebak tentang cerita pada gambar tersebut).

Kira-kira, siapa tokoh yang duduk ini ya? Lalu, sedang apa tokoh itu? Siapakah orang-orang yang ada di sekitar tokoh itu? Iya betul sekali. Jadi ini adalah gambar Tuhan Yesus yang sedang mengajar banyak orang. Sebelum mengajar, Tuhan Yesus selalu membaca Alkitab lebih dulu. Setelah itu, baru Ia mengajar tentang apa yang baru saja dibaca-Nya. Yesus mengajar dengan sangat baik sampai-sampai semua yang mendengar-Nya terheran-heran.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Firman Tuhan pada pagi hari ini mengajak kita semua untuk rajin membaca Alkitab. Siapa di sini yang rajin membaca Alkitab? Wah, pintar sekali. Bagi yang belum, ayo mulai sekarang setiap hari menyediakan waktu untuk membaca Alkitab ya. Misalnya, setelah bangun tidur di pagi hari, atau di sore hari setelah mandi, atau saat malam hari sebelum tidur. Bisa juga meminta bantuan papa, mama atau kakak untuk membacakan Alkitab. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan membaca PAH Junior supaya lebih seru. Membaca Alkitab itu bisa membuat kita menjadi pintar, jadi tahu mana yang baik dan mana yang tidak. Jadi, jangan lupa untuk membacanya setiap hari, ya anak-anak.

Aktivitas

  • Pamong membagikan gambar ilustrasi Tuhan Yesus duduk membaca kitab dan dikelilingi banyak orang (yang belum diwarna) pada anak-anak.
  • Anak-anak mewarnai gambar-gambar tersebut.
  • Jika sudah selesai, anak-anak diberi kesempatan untuk memilih waktu membaca Alkitab setiap harinya. Apakah setelah bangun tidur di pagi hari, atau di sore hari setelah mandi, atau saat malam hari sebelum tidur.
  • Jawabannya ditulis di bawah gambar yang sudah diwarna.
  • Tulisan tersebut adalah bentuk komitmen anak-anak untuk membaca Alkitab setiap hari.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus sebagai tokoh yang senang membaca Alkitab.
  2. Anak menyadari bahwa Kitab Suci adalah sumber hikmat.
  3. Anak dapat membiasakan diri membaca Alkitab secara rutin.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan Alat Peraga berupa :

  • Sebuah roti dan susu kemasan
  • Gambar ilustrasi Tuhan Yesus duduk membaca kitab dan dikelilingi banyak orang (seperti alat peraga di jenjang Balita).

Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus.

Siapa yang tahu ini apa? (Pamong menunjukkan roti dan susu). Siapa di sini yang suka roti? Siapa yang suka susu? Siapa yang suka dua-duanya? Bagaimana rasanya? Enak ya? Selain enak, roti dan susu ini juga bergizi, karena mengandung karbohidrat, protein dan vitamin-vitamin. Jika rajin makan dan minum ini, anak-anak akan cepat bertumbuh tinggi dan besar. Jadi, jika anak-anak ingin cepat besar dan tinggi maka setiap hari harus makan makanan yang bergizi. Coba siapa yang tahu makanan bergizi itu apa saja, selain roti dan susu?

Inti Penyampaian
Nah, tahukah anak-anak kalau Alkitab juga adalah ‘makanan’ bergizi? Tapi bukan makanan untuk tubuh kita ya, melainkan makanan untuk hati kita. Jika setiap hari kita rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, maka kita akan tumbuh menjadi anak yang baik dan menyenangkan Tuhan. Sama seperti Yesus yang sejak kecil suka membaca Alkitab.

Di dalam Lukas 2 diceritakan bahwa saat berumur 12 tahun, Yesus sudah bisa berdiskusi dengan ahli agama di Bait Allah. Setelah besar dan dewasa, Yesus bertumbuh menjadi Pribadi yang pandai, suka menolong orang dan suka mengajarkan firman Tuhan pada banyak orang.

(pamong menunjukkan gambar ilustrasi Tuhan Yesus yang sedang duduk membaca kitab dan dikelilingi banyak orang).

Apakah ada yang tahu cerita dari gambar ini? Kira-kira, siapa tokoh yang duduk ini ya? Lalu, sedang apa tokoh itu? Siapakah orang-orang yang ada di sekitar tokoh itu? Coba baca Lukas 4 : 16 – 30. Minta tolong tiga orang untuk membacanya bergantian. Jadi ini adalah gambar Tuhan Yesus yang sedang mengajar banyak orang. Sebelum mengajar, Tuhan Yesus selalu membaca Alkitab lebih dulu. Setelah itu, baru Ia mengajar tentang apa yang baru saja dibaca-Nya. Yesus mengajar dengan sangat baik sampai-sampai semua yang mendengar-Nya terheran-heran. Ia sangat pandai dalam memahami isi Kitab Suci. Masih ingat kisah Yesus saat dicobai iblis di padang gurun, kan? Saat itu Yesus menang berdebat dengan iblis karena kepandaian-Nya itu.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Firman Tuhan pada pagi hari ini mengajak kita semua untuk rajin membaca Alkitab. Siapa di sini yang rajin membaca Alkitab? Wah, pintar sekali. Bagi yang belum, ayo mulai sekarang setiap hari menyediakan waktu untuk membaca Alkitab ya. Misalnya, setelah bangun tidur di pagi hari, atau di sore hari setelah mandi, atau saat malam hari sebelum tidur. Bisa juga mengajak papa, mama, kakak atau adik untuk membaca Alkitab bersama. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan membaca PAH Junior supaya lebih seru. Membaca Alkitab itu bisa membuat kita menjadi pintar, jadi tahu mana yang baik mana yang tidak. Jadi, jangan lupa untuk membacanya setiap hari, ya anak-anak.

Aktivitas

  • Pamong mengajak anak-anak memperhatikan gambar sekali lagi sambil mengingat perikop yang sudah dibaca.
  • Anak-anak diberi kertas dan diminta untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan berikut : Saat Yesus diusir ke luar kota dan akan dicelakai oleh orang-orang, bagaimanakah sikap Yesus? (ayat 29 – 30). Kita bisa meniru sikap-Nya itu saat ada orang lain yang ingin menyakiti kita.
  • Jika sudah selesai, anak-anak diberi kesempatan menukar jawaban dengan seorang teman. Tujuannya, selain untuk berinteraksi juga untuk berbagi pendapat.
  • Kertas dikembalikan lagi pada pemiliknya masing-masing.
  • Anak-anak diminta memilih waktu membaca Alkitab setiap harinya. Apakah setelah bangun tidur di pagi hari, atau di sore hari setelah mandi, atau saat malam hari sebelum tidur.
  • Jawabannya ditulis di kertas yang sama.
  • Tulisan tersebut adalah bentuk komitmen anak-anak untuk membaca Alkitab setiap hari.

 

 

 

 

Bagikan Entri Ini: