Penolong Keluarga Tuntunan Ibadah Anak 6 Juli2025

23 June 2025

Tahun Liturgi: Bulan Keluarga
Tema: Menjadi Yusuf Sang Penolong Keluarga

Bacaan Alkitab: Kejadian 45:1-28
Ayat Hafalan: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6 : 9)

Lagu Tema: Kidung Siwi  No.121 “Kasih Yesus”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Saudara-saudara Yusuf telah memperlakukannya dengan sangat buruk. Rasa iri karena kasih sayang yang berlebih dari Yakub, ayahnya, kepada Yusuf. Kemudian mimpi Yusuf yang diartikan sebagai penghormatan dari kakak-kakaknya kepada Yusuf, membuat kakak-kakaknya sangat ingin menyingkirkannya. Bahkan muncul keinginan untuk membunuhnya. Namun Ruben kakak yang tertua mencegahnya dan akhirnya mereka hanya melemparkannya ke dalam sebuah sumur kering dan kemudian menjualnya kepada orang-orang keturunan Ismail.

Penderitaan Yusuf masih berlanjut ketika ia sampai di Mesir hingga ia harus berada di penjara selama 2 tahun. Namun hal tersebut tidak membuat Yusuf terus menerus tenggelam dalam kebencian, luka batin dan kepahitan. Ketika ia bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, tidak ada rasa dendam atau ingin membalas perbuatan jahat mereka, tetapi perjumpaan itu justru membuat Yusuf semakin  menyakini bahwa semua peristiwa yang terjadi dalam hidupnya adalah rencana Tuhan yang mempersiapkan dirinya, supaya bisa menolong keluarganya.

Ketika memperkenalkan dirinya sebagai saudara yang pernah mereka jual, Yusuf tidak bermaksud untuk membuat suadara-saudaranya takut karena telah melakukan kesalahan, tetapi Yusuf ingin membuat mereka yakin dan percaya bahwa ia benar-benar saudara mereka (kemungkinan saudara-saudara Yusuf tidak lagi mengenalinya karena Yusuf menggunakan nama Mesir yang diberikan kepadanya yaitu Zafnat Paaneah). Dengan penuh kasih Yusuf memeluk dan mencium saudara-saudaranya. Ia tidak ingin mereka bersedih atau menyalahkan diri mereka sendiri. Yusuf mengatakan kepada saudara-saudaranya bahwa ada campur tangan Tuhan dalam semua peristiwa yang terjadi. Tuhan mengirimkan Yusuf untuk mendahului mereka ke Mesir, supaya Yusuf bisa memelihara kehidupan keluarga besarnya, dan untuk menggenapi rencana Tuhan menjadikan sebuah bangsa yang besar. Kedudukannya sebagai pejabat tinggi di Mesir dan sikapnya yang menimbulkan rasa kasih sayang Firaun, membuat Yusuf bisa menyelamatkan ayah, saudara-saudaranya beserta seluruh anggota keluarga  dari  bencana. Mereka bahkan bisa tinggal dengan nyaman dan menikmati semua hasil yang terbaik yang ada di Mesir. Mereka tinggal di tempat yang bernama Gosyen yang artinya hujan atau bisa diastikan sebagai tempat yang subur.

Refleksi untuk pamong:
Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, pasti pernah terjadi peristiwa atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Bahkan dengan anggota keluarga bisa juga timbul permasalahan yang menimbulkan luka batin dan kepahitan. Jika perasaan sakit, marah, kecewa, sedih bahkan kebencian itu tidak diselesaikan dengan baik, maka hal tersebut akan mempengaruhi sikap atau perilaku kita kepada orang lain.

Sebagai pamong, kita mempunyai tugas untuk mendampingi anak-anak untuk bertumbuh secara khusus dalam iman mereka. Dan untuk itu diharapkan seorang pamong adalah seseorang yang “sudah selesai” dengan dirinya (tidak lagi menyimpan kepahitan dalam hati) supaya tidak berdampak  yang kurang baik dalam membimbing anak-anak.

Dengan belajar dari peristiwa Yusuf dan saudara-saudaranya, siap dan maukah kita sebagai seorang pamong untuk menerima dan memaafkan (jika pernah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan) serta memulai “hidup baru” ( meskipun harus melalui proses dan membutuhkan waktu) dengan keyakinan bahwa Tuhan menyertai dan menolong kita, untuk meningkatkan kualitas hidup yang akan memberikan dampak  positif  bagi kehidupan pribadi maupun pelayanan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak-anak dapat mendengar dan mengingat cerita tentang Yusuf yang menolong keluarganya.
  2. Anak-anak dapat menyebutkan cara sederhana menolong orang tua dan saudara di rumah.

Alat Peraga
Gambar-gambar kisah Yusuf dan saudar-saudaranya. Alat peraga dapat diunduh di sini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa yang pernah menolong ibu di rumah? Apa saja yang kalian lakukan? (Pamong bisa mengembangkan pertanyaan dengan anggota keluarga yang lain, menolong ayah, kakak dan adik sesuai dengan situasi keluarga masing-masing anak)

Wah semuanya pernah menolong ya…. dan caranya juga bermacam-macam.

Di dalam Alkitab ada juga cerita tentang seseorang yang menolong keluarganya. Siapa dia? Menolong melakukan apa ya? Ceritanya ada di dalam kitab Kejadian pasal 45:1-28 (meskipun Pamong tidak membacakan seluruh isi kitab tersebut, dan anak-anak juga belum bisa membaca, tetapi pamong tetap membuka Alkitab, supaya anak-anak tahu bahwa cerita tersebut benar-benar dari Alkitab dan mereka juga belajar mengenal nama-nama Kitab). Yuk, kita dengarkan….

Inti Penyampaian
Ini adalah Yusuf. (ajak anak- anak mengulang kata Yusuf).  Yusuf adalah anak dari bapak Yakub. Yusuf mempunyai 10 orang kakak laki-laki.  Pada suatu hari kakak-kakak Yusuf berbuat jahat, mereka ingin menyingkirkan Yusuf. Mereka menjual Yusuf sehingga Yusuf tidak bisa lagi bertemu dengan bapaknya, yaitu Bapak Yakub. Akhirnya Yusuf sampai di Mesir. Meskipun Yusuf tidak pernah melakukan kesalahan, Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Kasihan sekali ya …

Tetapi Tuhan Allah selalu menyertai Yusuf. Tuhan menolong Yusuf mengartikan mimpi raja Firaun.  Apa sih mimpinya. Raja Firaun bermimpi melihat 7 lembu yang kurus memakan 7 lembu yang gemuk dan melihat gandum yang layu dan kering memakan gandum yang subur. Mimpi itu artinya akan ada 7 tahun masa banyak makanan berlimpah-limpah dan 7 tahun berikutnya terjadi kelaparan. Firaun kemudian mengangkat Yusuf menjadi seorang pemimpin di Mesir. Yusuf diberi tugas untuk memimpin orang-orang Mesir  menyimpan gandum yang sangat banyak di gudang, dan itu dilakukan selama 7 tahun. Setelah itu ada masa kekeringan. Banyak orang yang tidak mempunyai makanan lagi, dan mereka membelinya ke Mesir.

Suatu hari datanglah 10 orang yang akan membeli bahan makanan. Yusuf mengenali mereka. Itu adalah kakak-kakak Yusuf.  Tetapi kakak-kakak Yusuf tidak mengenalinya. Sampai akhirnya Yusuf berkata,” ini aku, Yusuf saudara kalian.” Kakak-kakak Yusuf menjadi takut. Tetapi Yusuf tidak marah. Tuhan Allah menolong Yusuf untuk memaafkan atau mengampuni kakak-kakaknya. Kemudian saudara-saudara Yusuf menjemput bapak Yakub dan semua anggota keluarga yang lain. Dan mereka  tinggal di Mesir dengan bahagia.

Penerapan
Anak-anak, sekarang kita semua tahu kalau di dalam Alkitab ada cerita tentang orang  yang bernama Yusuf yang dengan pertolongan Tuhan mau memaafkan saudara-saudaranya, dan dengan senang hati menolong mereka dan seluruh anggota keluarganya. Yusuf tidak marah meskipun kakak-kakaknya pernah berbuat jahat kepadanya. Yusuf menolong mereka dengan cara mengajak mereka semua tinggal di Mesir dan memberikan mereka tempat tinggal serta makanan yang cukup. Jadi mereka tidak akan kelaparan.

Aktivitas
Yuk, kita  sebutkan  apa saja yang bisa kita lakukan untuk menolong  ayah, ibu, kakak, adik ( bisa disebutkan juga anggota keluarga yang lain )

(dengan menggunakan gambar atau barang atau benda secara langsung, pamong membimbing anak-anak untuk menyebutkan aktivitas yang bisa mereka lakukan untuk menolong anggota keluarga mereka)

Contoh:
Dengan menunjukkan gambar sepatu ( atau sepatu yang sesungguhnya ) pamong bisa berdialog dengan anak  Balita : gambar apa ini? kalau mau pakai sepatu siapa yang menggambil? Mulai sekarang kita tolong ibu yuk, kalau pakai sepatu, kita ambil sendiri, terus kita juga belajar pakai sepatu sendiri. Kalau pulang dari gereja atau sekolah, kita juga belajar melepas sepatu sendiri dan meletakkan kembali ke tempatnya ( pamong bisa mengembangkan dengan berdialog dengan anak balita)

Dengan menunjukkan gambar  makanan (atau snack yang sesungguhnya) pamong bisa berdialog dengan anak Balita : gambar apa ini? kalau mau camilan atau permen siapa yang menggambil? Mulai sekarang kita tolong ayah yuk, kalau makan jajanan, kita ambil sendiri, tidak perlu teriak-teriak (pamong bisa memberi contoh). Kalau sudah habis makanannya, bungkusnya kita dibuang ke tempat sampah ya… (pamong bisa mengembangkan dengan berdialog dengan anak Balita)

Dengan menunjukkan gambar atau foto bayi, pamong bisa berdialog dengan anak Balita : gambar apa ini ? kalau di rumah ada adik bayi atau adik yang masih kecil, kita bisa menolong ayah dan ibu dengan mengambilkan popoknya, menemaninya bermain..(pamong bisa mengembangkan dengan berdialog dengan anak balita)

Catatan Untuk Pamong:
Pamong bisa menggunakan gambar atau benda yang lain sesuai kreativitas pamong dan sesuai dengan situasi dan kondisi anak balita di jemaat masing-masing.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan :

  1. Anak-anak dapat menjelaskan mengapa Yusuf memilih untuk mengampuni dan menolong keluarganya.
  2. Anak-anak dapat mempraktikkan sikap menolong keluarga, seperti membantu pekerjaan rumah.

Alat Peraga

Gambar-gambar kisah Yusuf dan saudar-saudaranya. Alat peraga dapat diunduh di sini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

(Pamong mengajukan pertanyaan dan berdialog dengan anak-anak tentang kebiasaan menolong) Siapa yang senang menolong? Siapa  anggota keluarga yang sering kalian tolong? Pertolongan apa yang kalian lakukan? Wah semuanya pernah menolong ya…. dan caranya juga bermacam-macam.

Di dalam Alkitab ada juga cerita tentang seseorang yang menolong keluarganya. Siapa dia? Pertolongan apa yang dilakukannya? Mengapa dia melakukannya? Ayo kita simak ceritanya yang ada di dalam kitab Kejadian pasal 45:1-28

Inti Penyampaian
Ini adalah Yusuf. Yusuf adalah salah seorang anak dari bapak Yakub. Yusuf mempunyai 10 orang kakak laki-laki.  Saudara- saudaranya tidak menyukai Yusuf karena mereka merasa bapak Yakub lebih menyayangi Yusuf dibandingkan dengan anak-anak bapak Yakub yang lainnya. Bapak Yakub membuatkan jubah yang sangat bagus kepada Yusuf. Kakak-kakak Yusuf juga marah karena Yusuf mengatakan bahwa ia bermimpi saudara-saudaranya tunduk menyembah kepadanya.

Pada suatu hari ketika  kakak-kakak Yusuf sedang mengurus domba-domba ayah mereka, bapak Yakub meminta agar Yusuf menengok dan melihat keadaan mereka. Ketika saudara-saudaranya melihat kedatangannya, timbul niat jahat mereka. Mereka ingin menyingkirkan Yusuf. Beberapa kakaknya  ingin membunuh Yusuf . tetapi Ruben, kakak yang tertua mencegahnya.  Lalu Mereka menjual Yusuf. Akhirnya Yusuf bekerja di rumah Potifar di Mesir. Meskipun Yusuf tidak pernah melakukan kesalahan, Yusuf dimasukkan ke dalam penjara karena difitnah oleh istri Potifar.  Istri Potifar  mengatakan bahwa Yusuf mengganggunya. Padahal Yusuf tidak pernah melakukannya.  Ia berada di penjara selama 2 tahun. Kasihan sekali ya …

Tetapi Tuhan Allah selalu menyertai Yusuf. Tuhan menolong Yusuf mengartikan mimpi raja Firaun.  Apa sih mimpinya. Raja Firaun bermimpi melihat 7 lembu yang kurus memakan 7 lembu yang gemuk dan melihat gandum yang layu dan kering memakan gandum yang subur. Mimpi itu artinya akan ada 7 tahun masa banyak makanan berlimpah-limpah dan 7 tahun berikutnya terjadi kelaparan. Firaun kemudian mengangkat Yusuf menjadi seorang pemimpin di Mesir.  Firaun menunjuk Yusuf untuk memimpin orang-orang  menyimpan gandum dan bahan makanan  yang berlimpah. Dan hal itu dilakukan selama 7 tahun. Setelah itu ada masa kekeringan. Banyak orang yang tidak mempunyai makanan lagi, dan mereka membelinya di Mesir.

Suatu hari datanglah 10 orang yang akan membeli bahan makanan.  Yusuf mengenali mereka. ya..itu adalah kakak-kakak Yusuf.  Bapak Yakub yang menyuruh mereka ke Mesir karena bahan makanan telah habis di tempat tinggal mereka di Kanaan. Tetapi kakak-kakak Yusuf tidak mengenalinya. Sampai akhirnya Yusuf berkata,” ini aku, Yusuf saudara kalian.” Kakak-kakak Yusuf menjadi takut. Tetapi Yusuf tidak marah. Tuhan Allah mengajari Yusuf untuk memaafkan atau mengampuni kakak-kakaknya. Yusuf berbicara dengan ramah kepada mereka,” janganlah menyalahkan diri karena telah menjual saya. Sebenarnya Allahlah yang telah mengirim saya ke Mesir, agar dapat menyelamatkan banyak orang.” Kemudian Yusuf memeluk saudara-saudara nya, dan meminta mereka menjemput bapak Yakub serta semua anggota keluarga yang lain. Dan akhirnya mereka  tinggal di Mesir , di tempat atau tanah yang subur.

Penerapan
Anak-anak, mengapa Yusuf tidak memiliki dendam  kepada kakak-kakaknya yang telah berbuat jahat kepadanya? Sebab Yusuf yakin bahwa semua peristiwa yang terjadi itu adalah bagian dari rencana Tuhan.  Setelah Yusuf dijual, Yusuf  bisa bekerja di Mesir. Kemudian  Yusuf bisa bertemu dengan Firaun dan diangkat menjadi pejabat di Mesir dengan kedudukan yang tinggi. Dengan jabatannya  sebagai seorang pejabat tinggi itu, Yusuf bisa menolong seluruh anggota keluarganya.  Yusuf menolong mereka dengan cara mengajak mereka semua tinggal di Mesir dan memberikan mereka tempat tinggal serta makanan yang cukup. Jadi mereka tidak akan kelaparan.

Seperti Yusuf yang mau menolong saudaranya kita juga harus menolong anggota keluarga kita, ayah, ibu, kakak, adik, kakek atau nenek (Pamong bisa menyebutkan anggota keluarga yang lain yang tinggal bersama dengan anak-anak, sesuai dengan kondisi keluarga masing-masing anak), ketika mereka memerlukan pertolongan kita.

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk membuat atau mengisi daftar  “SIAP MENOLONG” (penamaan atau judul ini bisa diganti dengan yang lebih menarik sesuai kreativitas pamong )

Contoh

Ayah pulang kerja

  • Menolong mengambilkan minuman hangat
  • Menolong melepaskan sepatunya
  • Menolong memijit kakinya

 

(Pamong bisa berdialog dengan anak, sesuai dengan pekerjaan ayahnya dan pengalaman dalam keluarganya)

Ibu sedang sibuk

  • Menolong merapikan mainan
  • Menolong menjaga adik

 

(Pamong bisa berdialog dengan anak, sesuai dengan pekerjaan atau aktivitas ibunya  dan pengalaman dalam keluarganya)

Pamong bisa melanjutkan sesusai dengan situasi anak di jemaat masing-masing.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak