Berani Meminta Maaf Tuntunan Ibadah Anak 28 Februari 2021

23 February 2021

Tahun Gerejawi : Pra Paskah II
Tema : Mengakui Kesalahan
Bacaan Alkitab : Hosea 14 : 2-9
Ayat Hafalan : “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil dan akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”( 1 Yohanes 1: 9)
Lagu: Do…Re…Mi…

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Hosea adalah bagian dari nabi-nabi Perjanjian Lama. Ia menjadi alat Tuhan untuk menyadarkan bangsa Israel atas dosa dan pelanggaran mereka. Hosea hadir di tengah kehidupan bangsa Israel dengan menikahi seorang perempuan sundal yang bernama Gomer pada masa pemerintahan raja Yerobeam II. Perkawinan Hosea dan Gomer seperti sebuah penebusan antara Tuhan dan umat-Nya, yang digambarkan telah hidup tidak taat dan setia kepada Tuhan. Israel mendapatkan hukuman dari Tuhan sebab bangsa Israel menjadi penyembah berhala, melakukan kebohongan dan kejahatan. Dalam keadaan inilah Hosea dipakai Tuhan untuk mendampingi, menegur dan mengajak kepada bangsa Israel untuk segera bertobat kepada Tuhan dengan mengakui kesalahannya dan memohon ampun. Sebagaimana yang dituliskan dalam ayat 1, “Bertobatlah hai Israel kepada Tuhan Allahmu…..” kalimat ini terus didengungkan kepada Israel, bahkan Hosea memberikan arahan bagaimana bangsa Israel harus bertobat, yakni dengan memohon pengampunan serta tidak lagi mengulangi kesalahan dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya dalam pasal 14 : 2-9 ini seluruh pengharapan bangsa Israel akan terbebas dari belenggu dosa dapat terwujud. Mereka beroleh pengampunan dari Tuhan, dan semua orang terbebas dari murka Allah. Pengampunan yang diberikan Tuhan atas Israel ini adalah sebuah wujud nyata dari cinta kasih Tuhan. Pengampunan ini terjadi bukan karena usaha manusia yang terus memohon dan mengusahakan pengampunan, namun semuanya adalah anugerah pemberian Tuhan sebagai wujud cinta Tuhan kepada bangsa Israel. Sebagai umat Allah kita pun diajak untuk belajar dari kehidupan bangsa Israel, senantiasa dekat dengan Tuhan agar saat melakukan kesalahan kita senantiasa diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar dan mau bertobat. Sebab Tuhan akan mengampuni segala kesalahan kita. Saat kita mau dengan sungguh-sungguh mau bertobat dan tidak mengulangi lagi.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan : Anak dapat menceritakan kembali seruan Hosea kepada bangsa Isreal agar mengakui kesalahan kepada Tuhan.

Alat Peraga

  • Gambar 1. Bangsa Israel sedang menyembah berhala.
  • Gambar 2. Hosea berjumpa dengan bangsa Israel untuk menyerukan pertobatan

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak ….bagaimana kabarnya hari ini ? puji Tuhan kita semua diberi sehat oleh Tuhan. anak-anak adakah di antara kita yang pernah dimarahi oleh mama/kakak/papa/kakek karena merusak mainan atau menjatuhkan sesuatu ? biasanya setelah kita melakukan salah mama/papa langsung bertanya siapa yang tadi melakukan salah ? sesudah itu papa & mama pasti mengatakan supaya kita meminta maaf karena sudah melakukan salah.

Inti Penyampaian
Seperti kita yang pernah melakukan salah, bangsa Israel juga pernah melakukan kesalahan. (pamong menunjukkan gambar 1) Mereka menyembah berhala, dan tidak setia kepada Tuhan.

(pamong menunjukkan gambar 2) lalu datanglah nabi Hosea kepada bangsa Israel menegur mereka dan mengajak bangsa Israel memohon ampun kepada Tuhan dengan bertobat agar Tuhan tidak menghukum mereka atas kesalahan yang dilakukan. Kata nabi Hosea, “Bertobatlah hai Israel, kepada Tuhan Allahmu”. Katakanlah kepada Tuhan. “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik” itulah perintah Hosea kepada bangsa Israel. Sesudah mendengarkan apa yang dikatakan nabi Hosea bangsa Israel kemudian memohon maaf kepada Tuhan lalu mereka bertobat.

Penerapan
Nabi Hosea telah menegur dan mengajak bangsa Israel untuk bertobat dari kesalahannya. Mari anak-anak bersama nabi Hosea kita serukan ungkapan bertobat agar bangsa Israel dan kita semua tidak lagi mengulangi kesalahan. Mari bersama katakan “BER-TO-BAT-LAH”

Aktivitas
Pamong mempersiapkan sedotan dan kertas HVS yang telah di print gambar seperti di bawah ini sejumlah anak. Lalu mengajak anak mewarnai kemudian menempelkan kertas pada sedotan sambil dilambaikan dan mengatakan seruan Hosea “BER-TO-BAT-LAH”

Contoh Bendera:


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan : Anak dapat menceritakan kembali seruan Hosea kepada bangsa Isreal agar mengakui kesalahan kepada Tuhan.

Alat Peraga : Alat peraga sama dengan Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih, apa kabarnya hari ini ? ….wah puji Tuhan semua dalam keadaan sehat dan semangat. Mari pagi ini kita bersukacita memuji nama Tuhan bersama-sama dengan lagu  DO..Re..Mi. Siapa yang tidak bernyanyi nanti mendapatkan hadiah bernyanyi lagi sambil mengikuti gerakan ya.  Nah sekarang kita sudah bernyanyi, coba siapa tadi yang tidak bernyanyi atau malu-malu bernyanyi, ayo bagi anak-anak yang tidak bernyanyi atau malu sekarang bersama berdiri dan berkata “BERTOBATLAH”.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang terkasih ketika kita tidak bernyanyi lalu mendapat hukuman berdiri bagaimana rasanya ? pasti mengesalkan dan tidak nyaman ya. Seperti itulah yang dialami bangsa Israel saat mereka menjadi orang yang tidak taat pada Tuhan dan melakukan penyembahan berkala. Maka Tuhan marah kepada mereka, lalu bangsa Israel mendapatkan hukuman. Namun karena kasihan dengan bangsa Israel mereka mendapat pengampunan dari Tuhan. Nabi Hosea dipakai oleh Tuhan mengingatkan bangsa Israel untuk bertobat dengan seruan :“Bertobatlah hai Israel, kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu”. Seruan nabi Hosea ini didengarkan dan dilakukan oleh orang Israel sehingga Tuhan mengampuni seluruh dosa mereka.

Penerapan
Anak-anak yang terkasih, dalam tingkah laku hidup kita setiap hari mungkin kita seperti bangsa Israel banyak melakukan kesalahan dan dosa. Untuk itu mari kita ceritakan apa yang dialami bangsa Israel dan kita belajar memohon ampun serta bertobat kepada Tuhan seperti yang menjadi seruan nabi Hosea kepada bangsa Israel. Tuhan pun akan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita seperti bangsa Israel.

Aktivitas
Pamong menyiapkan Koran sejumlah anak-anak, lalu membentuk Koran itu menjadi membentuk segitiga lingkaran hingga bentuknya seperti corong. Lalu anak-anak diajak bersama-sama menyerukan seruan Hosea pada ayat 1.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali seruan Hosea kepada bangsa Isreal agar mengakui kesalahan kepada Tuhan.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap Tuhan ketikan bangsa Israel mengakui kesalahan.
  3. Anak dapat menunjukkan sikap mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih di dalam Tuhan senang sekali kita beribadah hari ini. Anak-anak siapa di antara kalian yang pernah dihukum oleh guru atau orang tua karena melakukan kesalahan? Bagaimana rasanya saat di hukum ya? Pasti tidak enak ya. Lalu biasanya ada sangksinya kita diminta untuk bertobat dan tidak mengulangi lagi.

Inti Penyampaian
Seperti ketika mendapatkan hukuman dari guru maupun orangtua pasti rasanya tidak menyenangkan. Namun sebenarnya hukuman itu diberikan karena mereka mau mendidik kita. supaya kita menjadi anak-anak yang lebih patuh lagi. Bila kita taat dan tidak melakukan kesalahan kita pasti tidak akan dihukum oleh guru maupun orang tua. Bangsa Israel juga pernah mendapatkan hukuman dari Tuhan karena bangsa Israel telah menghianati Tuhan dengan melakukan penyebahan berhala, melakukan kejahatan serta kebohongan. Untuk itu mereka beserta anak cucu mendapatkan hukuman dari Tuhan. hukuman ini terjadi bukan karena Tuhan tidak sayang kepada bangsa Israel. Justru karena Tuhan sayang kepada bangsa Israel maka mereka didisiplinkan hidupnya untuk menjadi orang yang taat dan setia. Untuk itu Tuhan mengutus nabi Hosea untuk hadir ditengah kehidupan bangsa Israel untuk menyerukan kepada Israel bertobat kepada Allah. Sebab, janji Tuhan akan memulihkan bangsa Israel dari penyelewengan dan mengasihi mereka dengan sukarela. Kehidupan bangsa Israel beserta anak cucu mereka juga akan terjamin selamannya. Untuk itulah bangsa Israel diarahkan oleh Hosea untuk meminta ampun dengan mau mengakui segala dosanya dihadapan Tuhan.

Penerapan
Cerita tentang pertobatan bangsa Israel kepada Tuhan, atas teguran dari nabi Hosea mari kita ceritakan kepada teman, ayah, ibu dan keluarga yang lain. Mari belajar seperti bangsa Israel berani meminta maaf bila kita melakukan kesalahan. Jangan malu dan takut meminta maaf, sebab Tuhan akan mengampuni dosa kita seperti Tuhan mengampuni Israel.

Aktivitas

  • Pamong menyediakan kertas Origami atau Kertas HVS dibagikan sejumlah anak. Lalu mengarahkan anak-anak untuk membuat surat penyesalan dan memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan.
  • Sesudah itu minta anak-anak untuk membawa pulang surat yang ditulis dan berikan kepada orang tua, teman maupun keluarga sebagai bagian dari sikap mengakui kesalahan.

Contoh surat:

Kepada :
Mama dan Papa

Dian ingin meminta maaf kepada mama dan papa. Selama ini Dian saat diminta belajar, terkadang masih suka membantah dan lebih asik bermain game dan lebih banyak melihat Youtube. Dian mau belajar untuk tidak mengulangi lagi kebiasaan Dian. Agar Dian bisa meraih cita-cita.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak