Tahun Gerejawi : Pra Paskah III
Tema : Kejujuran
Bahan Bacaan : Markus 14 : 66-72
Ayat Hafalan : Mazmur 32:1 – “Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar, bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!”
Lagu Tema : Kidung Ria 147 “Yang terutama di dalam hidup ini”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Petrus adalah murid Yesus yang pertama kali dipanggil. Ia adalah seorang penjala ikan. Pekerjaannya sebagai penjala ikan. Kita tahu bahwa murid-murid Yesus adalah mereka yang terus mendengarkan dan melihat sendiri bagaimana Yesus memberitakan ajaranNya. Bagaimana Yesus melakukan mujizat dan memberikan anugerahNya bagi banyak orang. Bagaimana Yesus selalu bertindak seturut kehendak BapaNya. Petrus pun menjadi dekat dengan Yesus, bukan hanya sekedar menjadi teman tetapi ia mengenal Yesus. Bahkan ia juga yang menyatakan supaya Yesus dijauhkan dari penderitaan, karena kasihnya kepada Yesus. Namun ada satu sisi yang kita lihat disini yaitu ‘penyangkalan’ Petrus akan Yesus. Sekalipun semua itu sudah diingatkan Yesus jauh sebelum Petrus sendiri menyadari perbuatannya.
Kejujuran merupakan satu sikap yang terkadang sulit untuk dilakukan manusia. Mengatakan yang sebenarnya seringkali kita hindari. Belajar dari sikap Petrus pada waktu itu, menunjukkan bahwa manusia itu lemah, masih sering memikirkan keselamatan diri sendiri. Namun, baiknya penyangkalan Petrus tidak kita ulangi. Melainkan menjadi patokan untuk lebih setia dan jujur lagi di dalam Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Petrus menyangkal Yesus
Alat Peraga
- Lagu Sekolah Minggu : Kejujuran (dalam Video)
- Atau, Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=gper2VD2oFM
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Bagaimana kabar hari ini?? Sehat? Atau ada yang merasa sakit? Ada yang merasa senang? Ada yang sedih? (berikan kesempatan kepada anak-anak untuk meresponnya. Lalu kembali tanyakan alasan dari perasaan anak-anak) euhm.. apa sih yang membuat anak-anak senang hari ini? Apa yang membuat anak-anak sedih? Lalu tadi kira-kira yang jengkel, kenapa coba?? (usahakan semua perasaan yang diungkapkan anak-anak mendapat respon dari pamong)
OK. Karena tadi anak-anak merasa senang (sedih), hayoo.. sekarang sapa dulu teman di samping kanan dan kiri.. sudah saling kenal kan? Sudah tahu kan nama teman di samping kanan dan kiri?
(pamong bisa bertanya kepada salah satu anak, siapa nama teman di kanan dan kirinya). Ada yang belum kenal?? (jika ada yang belum mengenal nama temannya, ajak untuk berkenalan dulu. Hal ini untuk melihat anak-anak yang berkata jujur adanya).
Inti Penyampaian
Anak-anak yang terkasih…..
Tuhan Yesus sayang dengan anak-anak yang jujur.. anak-anak yang berkata sebenarnya.. seperti anak-anak tadi.. kalau senang ya mengatakan senang, kalau sedih ya mengatakan sedih.. kalau mengenal teman di samping kanan kiri ya kita katakan ‘kenal’.
Kali ini ada cerita dari murid Tuhan Yesus, namanya Petrus… Petrus ini selalu ikut kemana saja Tuhan Yesus pergi. Petrus sangat mengenal Yesus..
Pada suatu hari ada seorang hamba perempuan Imam besar bertanya kepada Petrus “Hai kamu.. temannya Yesus kan?” . Tapi, karena Petrus takut, ia kemudian berbohong.. jawabnya “tidak.. aku tidak kenal Yesus..”
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Petrus berbohong sampai tiga kali.. lalu setelah Petrus mendengar ayam berkokok, Ia sangat menyesal sampai menangis.
Penerapan
Nah, anak-anak.. Yesus ingin sekali kita bisa berbuat jujur.. berkata yang sebenarnya.. Ayo! Sekarang kita belajar lagu “Kejujuran” ya..
Aktivitas: Belajar menyanyi “Kejujuran” (Lagu dan Video dalam lampiran).
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Petrus menyangkal Yesus.
- Anak dapat menunjukkan sikap Petrus setelah mendengar ayam berkokok.
- Anak dapat menunjukkan sikap jujur dalam kehidupannya sehari-hari.
Alat Peraga
- Botol Aqua (botol Plastik) 600ml (2xjumlah anak) (catatan : boleh dihias atau bisa menggunakan botol lainnya)
- Batu hias (2 warna) (catatan : boleh menggunakan peraga lain, misalnya biji-bijian, permen)
Pendahuluan
Hallo.. hai.. selamat pagi anak-anak..
Bagaima kabar hari ini? Luar biasa?? Ah.. ayo kita coba untuk mengatakan yang sebenarnya. Kalau kakak pamong bertanya bagaimana kabar hari ini, anak-anak ungkapkan perasaan dengan jujur ya.. kalau hari ini senang katakan senang.. kalau ada yang sedih katakan sedih..
Kita ulangi lagi ya.. bagaimana kabar hari ini? (berikan kesempatan kepada anak-anak untuk meresponnya. Lalu kembali tanyakan alasan dari perasaan anak-anak) euhm.. apa sih yang membuat anak-anak senang hari ini? Apa yang membuat anak-anak sedih? Lalu tadi kira-kira yang jengkel, kenapa coba?? (usahakan semua perasaan yang diungkapkan anak-anak mendapat respon dari pamong)
Inti Penyampaian
Nah, anak-anak yang dikasihi Tuhan.. hari ini kita akan belajar untuk bersikap Jujur.. artinya anak-anak harus mengatakan yang sebenarnya. Tapi sebelum itu ayo kita belajar dari Petrus lebih dulu (ajak anak-anak untuk membaca bahan hari ini).
Petrus adalah salah satu murid Yesus. Tentu saja Petrus pasti kenal dengan Yesus. Waktu Yesus dibawa menghadap Imam Besar, Petrus masih mengikutinya dari jauh. Lalu seorang hamba perempuan Imam Besar, yang melihat Petrus bertanya kepadanya “Kamu kan yang selalu bersama dengan Yesus itu?”. Tetapi, rupanya Petrus mengatakan “aku tidak mengenalNya!”. Hal itu diulangi oleh Petrus sampai tiga kali hingga ayam berkokok.
Lalu apa yang dilakukan Petrus setelah itu? (beri kesempatan anak-anak bisa menjawabnya sesuai dengan teks Alkitab) Ya! Petrus menangis tersedu-sedu.
Penerapan
Kita tahu sekarang, anak-anak. Rupanya Petrus menyesal karena sudah menyangkal Yesus. Itu kenapa anak-anak harus belajar bersikap jujur mulai sekarang.. hayooo ada yang suka berkata jujur? Kalau yang suka bohong??
Baiklah.. sekarang kita belajar bagaimana bersikap jujur ya.. anak-anak harus mengatakan yang sebenarnya.. nanti kita lihat ya “Berapa Kejujuran-mu?”
Aktivitas:“Berapa Kejujuran-mu?”
- Bagikan kepada anak, masing-masing 2 botol. (botol 1 bertuliskan ‘YA’, botol 2 bertuliskan ‘TIDAK’)
- Letakkan sejumlah batu warna secara terpisah di meja (warna 1 di kanan untuk ‘YA’, warna 2 di kiri ‘TIDAK’).
- Berikan pertanyaan kepada anak. Pertanyaan yang bisa dipakai (perbanyak dengan pertanyaan lain, disesuaikan oleh pamong)
- Apakah anak-anak marah jika menerima nasihat orangtua?
- Apakah anak-anak lebih suka bermain daripada belajar?
- Apakah anak-anak jarang membaca Alkitab?
- Apakah anak-anak selalu berdoa sebelum belajar?
- Apakah anak-anak rajin sekolah minggu?
- Minta anak untuk mengisi botol YA/TIDAK, sesuai dengan jawaban mereka.
- Hitung jumlah YA/TIDAK
- Pilih satu/dua anak untuk mengatakan alasan dari jawaban mereka.
TUNTUNAN IBADAH ANAK JENJANG MADYA
Tujuan :
- Anak dapat menunjukkan cara Petrus menyangkal Yesus.
- Anak dapat menunjukkan sikap Petrus setelah mendengar ayam berkokok.
- Anak dapat menjelaskan akibat berbohong.
Pendahuluan
Anak-anak… hallo…
Bagaima kabar hari ini? Luar biasa?? Ah.. ayo kita coba untuk mengatakan yang sebenarnya. Kalau kakak pamong bertanya bagaimana kabar hari ini, anak-anak ungkapkan perasaan dengan jujur ya.. kalau hari ini senang katakan senang.. kalau ada yang sedih katakan sedih..
Kita ulangi lagi ya.. bagaimana kabar hari ini? (berikan kesempatan kepada anak-anak untuk meresponnya. Lalu kembali tanyakan alasan dari perasaan anak-anak) euhm.. apa sih yang membuat anak-anak senang hari ini? Apa yang membuat anak-anak sedih? Lalu tadi kira-kira yang jengkel, kenapa coba?? (usahakan semua perasaan yang diungkapkan anak-anak mendapat respon dari pamong)
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan.. hari ini kita akan belajar tentang kejujuran, artinya anak-anak harus mengatakan yang sebenarnya. Ayo kita baca dulu bahan bacaan hari ini..
Anak-anak, Petrus adalah salah satu murid Yesus yang pasti sudah mengenal Yesus. Waktu Yesus dibawa menghadap Imam Besar, Petrus masih mengikutinya dari jauh. Sampai kemudian ada seorang hamba perempuan dari Imam Besar, menghampiri Petrus. Ia melihat Petrus lalu berkata kepadanya “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Tetapi, rupanya Petrus malah menjawab “aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Sampai ayam berkokok, Petrus sudah tiga kali menyangkal Yesus.
Lalu apa yang dilakukan Petrus setelah itu? Bagaimana perasaan Petrus setelah menyangkal Yesus? (beri kesempatan anak-anak bisa menjawabnya sesuai dengan teks Alkitab) Ya! Petrus menangis tersedu-sedu.
Penerapan
Anak-anak, Petrus menyesal karena menyangkal Yesus sampai tiga kali hingga ia menangis. Itu kenapa anak-anak harus belajar bersikap jujur mulai sekarang.. hayooo ada yang suka berkata jujur? Atau malah ada yang suka bohong??
Ayoo.. kita lihat bersama ya, “Katakan yang sebenarnya”!
Aktivitas: “Katakan yang sebenarnya”
- Ajak anak-anak berdiri satu garis lurus.
- Bacakan pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur oleh anak-anak.
- Jawaban YA/TIDAK.
- Minta anak-anak bergeser ke kanan jika “YA” dan ke kiri jika “TIDAK”
- Minta salah satu/dua anak untuk sharing/mengungkapkan perasaannya dengan jawaban mereka, YA/TIDAK.
- Pertanyaan yang bisa dipakai (perbanyak dengan pertanyaan lain, disesuaikan oleh pamong)
- Pernahkan anak-anak berbohong?
- Bagaimana perasaan anak-anak setelah berbohong? Menyesalkah?
- Pernahkah anak-anak mendapatkan hukuman, dari orang tua karena ketahuan berbohong?
- Kalau anak-anak belum mengerjakan PR yang hari ini harus dikumpulkan. Apakah anak-anak akan mengatakan yang sebenarnya?
- Pernahkah anak-anak dimarahi guru karena berbohong?