Dekat Dengan Tuhan itu Kesukaanku Tuntunan Ibadah Anak 21 Februari 2021

9 February 2021

Tahun Gerejawi : Pra Paskah I
Tema :
Puasa
Bacaan Alkitab :
2 Samuel 12 : 1-25
Ayat Hafalan:
Amsal 28 : 13
Orang yang menutupi pelanggaran tidak akan berhasil, tetapi orang yang               mengakui dan meninggalkannya akan mendapat belas kasihan
Lagu : Yesus Pokok

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Daud adalah seorang raja Israel yang senantiasa diberkati dan disertai oleh Tuhan sebagai mana yang disebutkan dalam ayat 7-8. Daud termasuk salah satu raja yang takut akan Tuhan. Namun pada suatu kali raja Daud jatuh kedalam dosa karena ia tidak mampu menahan hawa nafsunya ketika melihat Batsyeba dan jatuh cinta kepadanya. Lalu Daud merencanakan hal jahat dengan mengirim Uria, suami Betsyeba di medan perang sebagai panglima perang dan akhirnya mati di medan perang. Karena dosa yang dilakukannya itu Tuhan akhirnya marah kepada Daud, namun Tuhan masih mengasihi Daud. Untuk itu Tuhan memakai nabi Natan sebagai perantara agar menyampaikan kepada raja Daud bahwa Tuhan akan menghukumnya.

Kemudian datanglah nabi Natan kepada Daud sambil mengawali pesan Tuhan melalui sebuah perumpamaan si kaya dan si miskin. Digambarkan si kaya memiliki banyak kambing domba dan lembu sapi. Sementara si miskin tidak memiliki apa-apa selain dari seekor anak domba betina yang kecil. Lalu pada suatu waktu karena kedatangan tamu dan merasa sayang menggambil kepunyaanya. Si kaya mengambil anak domba betina dari si miskin sebagai hidangannya. Merespon cerita itu raja Daud langsung menjadi marah dan menghendaki agar di kaya dihukum. Namun kemudian nabi Natan menjelaskan kepada raja Daud bahwa perumpamaan tentang si kaya adalah raja Daud sendiri.

Kemarahan Tuhan dinyatakan dengan menghukum seluruh keturunan dan keluarga raja Daud. Segera mendengar hukuman Tuhan raja Daud menyesali segala dosa yang telah dilakukannya dan mengakuinya di hadapan Natan (ayat 13). Tuhan memang telah mengampuni Daud dan ia tidak akan mati namun hukuman Tuhan tetap diyatakan yaitu anak yang dikandung oleh Batsyeba mati. Sekali lagi Daud ingin menyesali dosanya dan memohon kepada Tuhan dengan berpuasa agar anak yang ada dalam kandungan Batsyeba tidak mati. Daud berpuasa bermalam-malam tidak makan dan minum bahkan ia tidur di tanah sebagai wujud kerendahan dirinya memohon belas kasihan kepada Tuhan. Namun pada hari yang ketuju anak yang dikandung Batyeba tetap mati. Setelah mengetahui anak itu mati, Daud menyelesaikan puasanya dan masuk ke rumah Tuhan untuk sujud menyembah. Sesudah itu ia menghibur Batsyeba istrinya dan kemudian Tuhan memberikan kembali anak kepada Daud dan Batsyeba dan dinamailah anak itu Yedija. Puasa yang dilakukan oleh raja Daud bisa menjadi teladan bagi kita. Ketika melakukan puasa yang menjadi fokus utama kita adalah Tuhan sehingga saat puasa tetap memuji dan memuliakan nama Tuhan seperti raja Daud yang datang ke rumah Tuhan. Melalui puasa kita bisa menyatakan semua permohonan dan keinginan kita kepada Tuhan. Sikap puasa yang dilakukan bisa dengan tidak makan dan minum, melakukan pantangan, dsb.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali tujuan Daud berpuasa.

Alat Peraga:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan bagaimana kabarnya ? luar biasa semua sehat, pagi ini nampaknya semua siap memuji Tuhan. Nah siapa yang pagi tadi berangkat ibadah sudah sarapan? ayo angkat tangan, wah banyak ternyata yang sudah sarapan pagi. Atau adakah yang tadi mau berangkat sengaja tidak makan ? ketika tadi ada yang mau berangkat sengaja tidak makan dan tidak minum karena ingin memohon sesuatu kepada Tuhan itu namanya berpuasa anak-anak. Hari ini kita mau belajar tentang raja Daud karena dia sedang berpuasa, apa ya yang dilakukan raja Daud sehingga ia berpuasa?.

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1 ) Pada suatu hari raja Daud bertemu dengan nabi Natan, lalu nabi Natan menceritakan tentang kisah si kaya dan si miskin ( pamong menunjukan gambar 2). Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi, sementara si miskin hanya punya seekor anak domba betina kecil. Lalu si kaya kedatangan tamu dan mengambil domba betina kecil sebagai hidangannya. Mendengar cerita itu raja Daud marah dan mengatakan supaya si kaya dihukum mati. Kemudian nabi Natan mengatakan bahwa si Kaya itulah raja Daud dan nabi Natan mengatakan kepada raja Daud bahwa Tuhan akan menghukum raja Daud karena telah mengambil ibu Batsyeba dan dari bapak Uria. Bapak Uria juga diminta berperang di medan perang lalu mati disana. Hukuman Tuhan atas raja Daud adalah anak yang ada di dalam perut ibu Batsyeba akan mati. Lalu raja Daud berpuasa memohon kepada Tuhan supaya anak yang dikandung oleh Batsyeba istrinya tetap hidup dan tidak jadi mati. (Pamong menunjukkan gambar 3) Namun setelah tujuh hari berpuasa dengan tidak makan dan minum, sambil menyembah Tuhan, ternyata anak raja Daud tetap mati. Mendengar berita kematian anaknya raja Daud datang kerumah Tuhan sambil sujud menyembah kepada-Nya lalu kemudiang menghibur hati bu Batyeba yang sedang sedih.

Penerapan
Anak-anak Tuhan sungguh luar biasa baik ya, walaupun Daud melakukan dosa dan kesalahan namun Tuhan masih mau mengingatkan, menegur dan menolong Daud melalui sahabatnya Natan. Mari kita juga belajar menyampaikan permohonan kita kepada Tuhan dengan cara berpuasa tidak makan dan tidak minum sesuai kemampuan kita.

Aktivitas

  • Pamong memperbanyak tulisan PUASA sejumlah anak dari kertas HVS atau menggunakan karton . Kemudian di buat lubang lalu dijahit menggunakan tali raffia.
  • Pamong memberikan contoh kepada anak-anak.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali tujuan Daud berpuasa.

Alat Peraga:  Alat Peraga sama dengan Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih di dalam Tuhan, apa kabarnya hari ini ? puji Tuhan semua luar biasa sehat. Anak-anak yang terkasih pasti diantara kita sering mendengar kata puasa, nah coba siapa ya yang tahu apa sih puasa itu ? … (beri kesempatan anak untuk menjawab). Puasa merupakan bentuk pengendalian diri saat meminta permohonan yang tertuju pada Tuhan. seperti yang dilakukan oleh raja Daud.

Inti Penyampaian
Raja Daud adalah salah satu raja Israel yang diberkati dan dikasihi oleh Tuhan. Karena kesalehannya kepada Tuhan apa pun yang diminta raja Daud dicukupi. Namun karena terpikat oleh keinginan untuk memiliki Batsyeba membuat raja Daud jatuh kedalam dosa dan tidak taat lagi kepada Tuhan. Dosa yang dilakukan raja Daud adalah mengambil Batsyeba, istri Uria, membunuh Uria di medan perang. Karena dosanya yang kejam Tuhan mengutus nabi Natan untuk menyampaikan hukuman Tuhan atas raja Daud. Lalu bertemulah nabi Natan bersama raja Daud (Pamong menujukkan gambar 1). Ketika bertemu dengan raja Daud, nabi Natan tidak langsung menyalahkan atas apa yang dilakukan. Namun mengajak raja Daud untuk berfikir atas kesalahan yang dia lakukan. Dengan menyampaikan perumpamaan tentang si kaya yang memiliki banyak lembu sapi dan kambing, tetapi saat ada tamu yang datang lebih memilih untuk menggambil lembu domba betina dari si miskin. Lalu kemudian raja Daud marah mendengar perumpamaan itu dan dengan tegas akan menghukum si kaya. Melihat respon raja Daud mengerti hal yang benar dan salah nabi Natan langsung menjelaskan bahwa gambaran si kaya adalah Daud sendiri. Seketika itu juga raja Daud menyesali dan mengakui semua dosanya dihadapan Tuhan.

Nabi Natan menyampaikan kepada raja Daud bahwa Tuhan akan memberikan tulah kepada keluarga dan keturunan Daud sampai selama-lamanya. Namun raja Daud tetap diselamatkan oleh Tuhan. namun anak yang dikandung oleh Batsyeba tidak akan selamat. Karena Daud telah berbuat dosa dengan menggambil Betyeba dari Uria. Sebelum langsung menyampaikan dosa apa yang dilakukan oleh Daud. Natan membuat sebuah kisah cerita si kaya dan si miskin. Yang mana si kaya mengambil anak domba betina dari si miskin untuk dihidangkan kepada para tamu. Mendengar cerita itu Daud marah, lalu ketika itu Natan menyampaikan bahwa si kaya itulah Daud. Untuk itu Tuhan marah kepada Daud, sehingga anak Daud yang di kandung Betsyeba mengalami kematian. Daud sadar bahwa ia telah membuat Tuhan kecewa dan marah. Padahal selam ini apapun yang diminta dan dilakukan Daud selalu dikabulkan dan disertai Tuhan. Karena sadar akan perbuatannya Ia merendahkan diri dengan berpuasa dan memohon ampun kepada Tuhan (pamong menunjukkan gambar 2). Untuk itu Daud melakukan puasa dengan tidak makan ataupun minum selama beberapa malam untuk merenungkan dan meyesali dosanya dihadapan Tuhan. Setelah hari ke tujuh raja Daud berpuasa anak dalam kandungan Batsyeba ternyata tetap mati (pamong menunjukkan gambar 3). Mengetahui hal itu raja Daud menyelesaikan puasanya dan sujud menyembah kepada Tuhan.

Penerapan
Tuhan sungguh baik ya anak-anak, walaupun raja Daud sudah melakukan kesalahan Tuhan tidak langsung menghukumnya. Namun memberitahukan dulu kepada raja Daud melalui nabi Natan. Nabi Natan menyampaikan bahwa Tuhan akan mendatangkan tulah pada anak raja Daud dan Batsyeba serta keluarganya. Sehingga, raja Daud menyadari kesalahanya dan ia pun segera memohon pengampunan serta belas kasihan kepada Tuhan melalui puasa agar anaknya tetap diperkenankan hidup. Nah mari kisah hidup raja Daud ini kita ceritakan pada keluarga kita, agar kita bersama menyatakan permohonan serta pengampunan kepada Tuhan melalui Puasa.

Aktivitas
Pamong memotong-motong gambar raja Daud berpuasa hingga membentuk colase. Mempersipakan lem dan kertas HVS.

Anak-anak diberi waktu untuk menggumpulkan gambar colase menjadi gambar raja Daud yang sedang berpuasa, setelah selesai membuat colase anak-anka diminta menceritakan gambar colase menurut bahasa anak-anak.


 

 

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menunjukkan tujuan Daud berpuasa.
  2. Anak dapat menyimpulkan bahwa puasa merupakan salah satu cara untuk memohon kepada Tuhan.

Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Balita

Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak yang terkasih di dalam Tuhan, bagaiman kabarnya hari ini ? Puji nama Tuhan kita semua diberi kesehatan hari ini. Anak-anak yang terkasih hari ini kita mau mendengarkan firman Tuhan tentang puasa, nah pasti anak-anak pernah mendengar tentang kata puasa, kira-kira puasa itu apa ya ? ( beri kesempatan kepada anak-anak utuk menjawab). Puasa adalah tindakan mengendalikan diri dan memohon sesuatu yang berfokus pada Tuhan. Dilakukan dengan cara tidak makan-minum, menjaga tutur kata maupun prilaku serta memperbanyak memuji Tuhan dan berdoa. Nah saat ini kita mau mendengarkan cerita tentang puasa raja Daud, seperti apa ya puasa raja Daud?.

Inti Penyampaian
Raja Daud adalah salah satu raja Israel yang diberkati oleh Tuhan. Suatu hari raja Daud bertemu dengan Natan (pamong menunjukkan gambar 1). Ketika berbicara dengan Natan diberikan sebuah perumpamaan tentang si kaya yang memiliki banyak ekor domba dan lembu sapi. Sementara si miskin digambarkan hanya memiliki satu ekor kambing domba betina. (pamong menunjukkan gambar 2) Mendengar kisah itu marahlah raja Daud dan menyampaikan agar menghukum mati si kaya. Lalu nabi Natan menyampaikan bahwa si kaya itu adalah raja Daud. Karena raja Daud melakukan kesalahan kepada Tuhan dengan menggambil Batsyeba istri Uria dan membunuh Uria di medan perang. Batsyeba kemudian menggandung anak dari raja Daud. Mengetahui hal itu Tuhan marah sekali kepada raja Daud dan Tuhan akan menghukum seluruh keluarganya serta memberikan tulah kepada anak yang dikandung Batsyeba sehingga mati. Mengetahui hal ini Daud lalu segera memohon ampun kepada Tuhan atas dosa dan kesalahannya dengan berpuasa merendahkan diri dihadapan Tuhan (pamong menunjukkan gambar 3). Dalam puasanya raja Daud memohon untuk tetap diberi kehidupan kepada anakkna, ia pun melakukan puasa dengan cara tidak makan dan minum serta senantiasa berdoa sambil memuji Tuhan. Pada akhirnya Tuhan tetap sayang kepada Daud dengan membiarkannya hidup, (pamong menunjukkan gambar 4) namun setelah tujuh hari berpuasa anakknya tetap mengalami kematian.

Penerapan
Raja Daud sungguh bijak, saat ia menyadari bahwa telah melakukan dosa dan Tuhan akan menghukum keluarga serta menulahi anak yang dikandung Batsyeba, ia segera memohon kepada Tuhan melalui puasa agar diampuni segala dosanya dan anak yang dikandung oleh Batsyeba kiranya tetap dikasihi dengan dibiarkan hidup. Walaupun telah melakukan puasa dengan tidak makan-minum senantiasa berdoa dan sujud menyebah pada Tuhan, tenyata anaknya tetap tidak dapat hidup. Namun raja Daud tetap datang kepada Tuhan dan sujud menyembah. Nah anak-anak yang terkasih puasa yang dilakukan raja Daud dapat kita lakukan dalam hidup kita seperti raja Daud yang menyatakan permohonannya kepada Tuhan melalui puasa, kita juga dapat menyatakan permohonan kita kepada Tuhan melalui tindakan berpuasa. Bisa dalam bentuk tidak makan-minum, berdoa , memuji Tuhan dan menjaga prilaku kita.

Aktivitas
Pamong membagikan lembaran permohonan dan komitmen kepada sejumlah anak. Lalu menjelaskan kepada mereka untuk membuat daftar permohonan pada kolom sebelah kiri. Sesudah itu mengajak anak-anak berkomitmen untuk melakukan puasa, bila puasa itu dilakukan silakan ditulis di sebelah kanan. Minggu depan harap dibawa lagi dan diceritakan kepada teman serta pamong dalam kelas.

 Aktivitas: Buatlah daftar permohonan kepada Tuhan dan mari berkomitmen untuk melakukan puasa.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak