Berdiri Teguh Pancaran Air Hidup 16 Juni 2026

16 June 2026

Bacaan: 2 Tesalonika 2 : 13 – 3 : 5  |  Pujian: KJ. 413
Nats: “Sebab itu, Saudara-saudara, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik melalui pemberitaan maupun surat.” (2:15)

Rani menemukan selebaran berisi peringatan bahwa daerahnya akan diterjang gelombang tsunami. Jika ingin selamat, warga harus membuat bubur merah putih dan menaburkan beras kuning serta bunga di sepanjang jalan. Hampir seluruh penduduk kampungnya percaya dan melakukan ritual tersebut. Bagi Rani, peristiwa itu mustahil karena letak desanya sangat jauh dari pantai. Berita bohong itu menebarkan ketakutan dan memperdayai penduduk sehingga tidak mampu mencerna informasi dengan logika berpikir sehat.

Jemaat Tesalonika terus mengalami penganiayaan sehingga Paulus kembali mengirimkan surat untuk meneguhkan pengharapan mereka. Mereka percaya Kristus akan datang membawa keadilan. Jika penantian itu harus disertai berbagai-bagai penderitaan, Paulus berharap ketaatan mereka semakin terbentuk. Di tengah penderitaan mereka, kehadiran guru-guru palsu kian meresahkan. Mereka menentang ajaran yang benar dengan menyatakan bahwa Kristus sudah datang dan mereka ditinggalkan dalam ketakutan serta ketiadaan harapan. Padahal kedatangan Kristus seharusnya tidak menimbulkan ketakutan, melainkan membawa pengharapan. Karena itu, Paulus menasihati agar mereka mengingat kemurahan dan anugerah keselamatan Kristus serta berdiri teguh dalam iman, berfokus pada ajaran yang benar, dan tidak mudah disesatkan. Paulus berdoa agar mereka dikuatkan, beroleh penghiburan dan pengharapan baik, serta hati mereka tertuju kepada Allah dan ketabahan Yesus.

Kita hidup dalam konteks pertumbuhan zaman yang kian pesat. Perkembangan teknologi dapat menumbuhkan kreatifitas pelayanan, tetapi juga rentan menggoyahkan fondasi iman. Memelihara iman di zaman sekarang memerlukan kegigihan, kewaspadaan, memahami dan mengakar pada ajaran yang benar. Akal budi yang diterangi hikmat Tuhan adalah benteng untuk tidak mudah terombang-ambing oleh pencobaan. Menjadi pengikut Kristus yang taat dan setia tidak mungkin bebas dari resiko menderita karena banyak nilai-nilai iman Kristen yang bertentangan dengan cara hidup dunia. Dalam ancaman penderitaan dan kesulitan, kita rentan berpaling pada pilihan-pilihan kemudahan yang ditawarkan dunia. Namun kiranya dalam perjuangan iman ini kita diteguhkan, dikuatkan, dan dituntun Roh Kudus, sehingga pencobaan tidak serta-merta menggoyahkan iman kita. Amin. [wdp].

“Berdiri teguh adalah ketika kita belajar menalar pesan dengan akal budi dan kewaspadaan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak