Mendengarkan Kristus Tuntunan Ibadah Anak 19 Februari 2023

6 February 2023

Tahun Gerejawi: Transfigurasi
Judul: Mendengarkan Kristus
Tema: Transfigurasi

Bacaan Alkitab: Matius 17 : 1-13
Ayat Hafalan : Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menanungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia'” (Matius 17 : 5)

Lagu Tema: Allah Ditinggilan.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bacaan ini mengisahkan tentang Yesus yang berubah wujud dengan disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes. Sosok Yesus yang seharian tampil sebagai manusia biasa, berubah dengan wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Peristiwa itu semakin luar biasa, ketika dihadapan ketiga murid itu, nampak dua tokoh besar dalam sejarah iman orang Israel yaitu Musa dan Elia sedang berbicara kepada Yesus. Kejadian ini menunjukkan kemuliaan Yesus dan disebut dengan Transfigurasi. Ketiga murid merasakan kebahagiaan atas peristiwa itu, sampai-sampai hendak mendirikan tenda demi supaya merasakan peristiwa itu lebih lama.

Jika dikaitkan dengan bacaan-bacaan sebelumnya, menjadi terang bahwa situasi batin Yesus dan para murid sedang dalam pergumulan. Petrus baru saja mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, namun Yesus malah mengatakan Ia akan ke Yerusalem menghadapi penderitaan dan kematian. Tidak mudah situasi ini dinalar oleh Petrus dan murid yang lain. Bagi Yesus sendiri, masuk Yerusalem dan menderita tentu perjalanan yang berat. Yesus membutuhkan penguatan, apakah yang akan dilakukan itu sungguh demi menjalankan kehendak Allah. Karenanya, Yesus mengajak para murid naik ke gunung. Apalagi yang dilakukan jika tidak berdoa dan bercakap dengan Tuhan.

Maka, peristiwa transfigurasi ini yang ditandai dengan hadirnya dua tokoh iman yang besar ditambah suara Allah dari dalam awan yang menaungi yang berseru “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” membuat semuanya siap. Yesus siap melanjutkan misi mengasihi dan menyelamatkan manusia dan para murid siap untuk selalu percaya dan mendengarkan Yesus, apapun yang akan terjadi di depan.

Bagi kita saat ini, pamong dan anak-anak, peristiwa Yesus dimuliakan ini juga membuahkan sukacita dan harapan. Kita bersukacita dengan berita bahwa sungguh Yesus itu Mesias, Tuhan dan Juruselamat manusia yang perkataan-Nya harus didengarkan. Di dalam Dia kita beroleh pengharapan keselamatan. Mari kita belajar meneladan Dia dalam segala hal baik, mengasihi dan melakukan segala hal membuahkan damai dan sukacita.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kemuliaan Yesus di atas gunung.

Alat Peraga
Gambar gunung dan gambar Tokoh : Yesus, Elia, Musa (dapat dibuat wayang dengan ditempeli tusuk sate atau stik es krim atau langsung ditempel).

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Siapa yang pernah melihat gunung? Siapa yang pernah bermain ke gunung? Ada apa saja di gunung? Hari ini, saya akan bercerita tentang peristiwa yang terjadi di gunung. (menunjuk gambar gunung)

Inti Penyampaian
Pada suatu hari Yesus berjalan naik ke sebuah gunung (menempelkan gambar Yesus) dengan mengajak 3 orang muridnya (menunjukkan dan menempelkan gambar 3 orang murid). Murid pertama yang diajak Yesus adalah Petrus, murid kedua adalah Yakobus dan murid ketiga adalah Yohanes. Ketika mereka sampai gunung yang tinggi itu, sesuatu terjadi. Lalu tiba-tiba Yesus berubah rupa, dari biasa menjadi bercahaya. Wajah Yesus berubah menjadi bercahaya dan pakaiannya putih bersinar (ditempeli kertas silver atau disorot senter / lampu HP).

Tiba-tiba ada dua orang yang muncul dan bercakap-cakap dengan Yesus. Orang itu adalah bapak Musa (menempel gambar Musa) dan bapak Elia (menempel gambar Elia). Munculnya kedua orang hebat ini membuat ketiga murid Yesus bahagia/gembira/senang sekali.

Bagaimana wajahmu jika senang? (ajak anak-anak balita membuat ekspresi senang, entah tersenyum atau tertawa). Mereka semakin senang karena mendengar suara “Inilah Anakku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku. Dengarkanlah Dia!” (Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari) . Peristiwa itu membuat para murid semakin percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat yang harus didengarkan perkataannya. Yuk, kita setia mendengarkan Tuhan melalui hal-hal baik yang dikatakan pamong maupun orang tua kita.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak mewarnai gambar gunung dan gambar orang, lalu menempelkan gambar orang di sana.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakankembali kisah kemuliaan Yesus di atas gunung.

Alat Peraga: Video youtube Yesus dimuliakan di atas gunung.

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Siapa yang pernah pergi ke gunung? Atau melihat gunung, baik secara langsung atau dari gambar atau tayangan? Ada apa saja di gunung? Menurutmu, gunung itu tinggi atau rendah? Iya, gunung itu tinggi, dan dalam cerita Alkitab gunung itu sering digambarkan dengan pertemuan manusia dan Tuhan. Seperti cerita pada hari ini. Mari kita ikuti ceritanya melalui video berikut ini.

Inti Penyampaian
Setelah melihat tayangan video tersebut, mari kita bermain-main angka?

Berapa orang yang awalnya datang ke gunung? Empat. Siapa saja? Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes.

Ketika sampai di gunung dan wajah Yesus berubah dari biasa menjadi bercahaya, berapa orang yang terlihat bercakap-cakap dengan Yesus? Dua. Siapa sajakah? Musa dan Elia.

Jika dilihat dari bawah gunung, berapa orang yang berada di sana? Enam. Siapa saja? Yesus, Musa, Elia, Petrus, Yakobus dan Yohanes.

Peristiwa enam orang berkumpul itu membuat para murid berbahagia sekali. Bagaimana ekspresi kalian kalau bahagia? Seperti itulah kira-kira wajah Petrus, Yakobus dan Yohanes. Mengapa mereka bertiga bahagia? Karena yang berbincang dengan Yesus adalah Musa dan Elia. Keduanya adalah tokoh iman yang besar. Musa pernah menerima perintah Tuhan dalam dua loh batu di gunung Sinai, yang ketika turun wajahnya bercahaya (Keluaran 31:18, 34, 35). Sedangkan Elia, juga pernah bertemu dengan Tuhan dalam suara yang lembut di gunung Horeb (I Raja-raja 19 : 9-14). Yang lebih membahagiakan adalah ketika mereka mendengar suara “Inilah Anakku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku. Dengarkanlah Dia!” (Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari). Para murid semakin yakin dan percaya kepada Yesus sebagai anak Allah yang perkataan-Nya haruslah mereka dengarkan.

Nah, sebagaimana para murid, bagaimana caramu mendengarkan Tuhan Yesus? Iya, mendengarkan Tuhan Yesus dapat dilakukan dengan mendengarkan nasehat dari orang tua, guru, pamong atau siapapun yang mengajarkan kebaikan. Yang terpenting lagi, bisa dilakukan dengan membaca Alkitab dan membaca PAH Junior setiap hari.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak
untuk mengingat-ingat nasehat baik yang pantas untuk didengarkan. Minta mereka menuliskan pada kertas yang tersedia. Kertas itu digunting atau dihias, lalu digantung/ditempel di tempat yang sering mereka lihat.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kemuliaan Yesus di atas gunung.

Alat Peraga: Video Yesus dimuliakan di atas gunung.

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Siapa yang pernah salah sangka? Misalnya, dikiranya orang biasa eh ternyata pejabat tinggi negara. Awalnya dikira jahat, ternyata baik luar biasa. Awalnya kelihatan lemah dan akan kalah dalam pertandingan, eh, ternyata keluar sebagai pemenang. Pernahkah kalian mengalami atau menjumpai hal yang demikian?

Inti Penyampaian
Kalau kita memperhatikan sebelum bacaan kita, Petrus pernah percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Juruselamat yang akan membebaskan umat seperti seorang Pahlawan perang. Namun, kemudian Yesus malah memberitahu bahwa sebentar lagi harus ke Yerusalem untuk menderita. Mungkin, Petrus dan murid yang lain itu merasa
kecelik, atau salah sangka ya.

Enam hari setelah peristiwa itu, Yesus mengajak para murid ke gunung seperti pada bacaan yang kita baca atau video yang kita lihat. Di gunung itu, wajah Yesus berubah dari biasa menjadi bercahaya. Hebatnya lagi, terlihat ada dua orang sedang bercakap-cakap dengan Yesus. dua orang itu adalah tokoh besar dalam Perjanjian Lama. Musa pernah menerima perintah Tuhan dalam dua loh batu di gunung Sinai, yang ketika turun wajahnya bercahaya (Keluaran 31:18,34,35). Sedangkan Elia, juga pernah bertemu dengan Tuhan dalam suara yang lembut di gunung Horeb (I Raja-raja 19 : 9-14).

Kejadian itu membuat para murid berbahagia sekali menjadi saksi periswa penting itu. Yang lebih membahagiakan adalah ketika mereka mendengar suara “Inilah Anakku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku. Dengarkanlah Dia!” (Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari). Hal itu membuat para murid semakin yakin dan percaya kepada Yesus sebagai anak Allah yang perkataan-Nya haruslah mereka dengarkan.

Mereka salah sangka pada Yesus yang rasanya akan kalah dan lemah ketika masuk Yerusalem, namun ternyata Dia adalah anak Allah yang menyenangkan hati-Nya yang perkataan-Nya harus didengar. Nah, sebagaimana para murid, bagaimana caramu mendengarkan Tuhan Yesus? Iya, mendengarkan Tuhan Yesus dapat dilakukan dengan mendengarkan nasehat dari orang tua, guru, pamong atau siapapun yang mengajarkan kebaikan. Yang terpenting lagi, bisa dilakukan dengan membaca Alkitab dan membaca PAH Junior setiap hari.

Aktivitas
Pamong dapat mengajak anak-anak untuk mengingat-ingat nasehat baik yang pantas untuk didengarkan. Minta mereka menuliskan pada kertas yang tersedia. Kertas itu digunting atau dihias, lalu digantung/ ditempel di tempat yang sering mereka lihat.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak