Tahun Gerejawi: Minggu I Setelah Natal
Tema: Kelahiran Yesus: Tanda dan Kuasa Allah
Judul: Gerak cepat
Bacaan: Lukas 2:8-20
Ayat Nats & Ayat Hafalan: Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita” (ayat.15)
Penjelasan Teks
Menunggu kedatangan karya penyelamatan Tuhan adalah hal yang dinantikan oleh umat Israel. Harapan ini ada dalam harapan tentang kedatangan seorang mesias. Pastinya kedatangan Mesias harus dikabarkan oleh kehadiran kekuatan ilahi, yang diwakilkan oleh Malaikat (Gabriel: pembawa pesan).
Lukas lebih menggambarkan peran Maria dari pada Yusuf. Peran Maria dihadapkan dengan peran gembala-gembala. Maria dalam pemikiran Lukas mewakili gambaran kaum marginal (tersisihkan). Begitu juga dengan gambaran gembala-gembala. Gembala-gembala adalah kaum miskin (berbeda dengan kisah injil Matius yang memiliki gambaran orang Majus dari timur). Dengan peran Gembala, injil Lukas ingin memperlihatkan bahwa kabar kelahiran Sang Mesias diterima oleh gembala-gembala. Mungkin juga ingin mensejajarkan antara Raja Daud yang dahulu adalah gembala, begitu juga penerus Sang Mesias juga harus diterima oleh gembala.
Gembala-gembala dituntun oleh Malaikat dengan pesan yang dibawanya. Gembala-gembala melihat sukacita yang ditampilkan oleh bala tentara surga yang memuji Allah. Pujian para bala tentara surga lebih tepatnya digambarkan sebagai himne, “pujian kepada Allah di tempat yang maha tinggi, damai di bumi, dan kebaikan ada di antara manusia”. Malaikat, bala tentara surga, dan himne adalah tanda-tanda yang diperlihatkan oleh Allah bagi gembala-gembala. Tanda ini adalah kuasa ilahi, yang mungkin lebih tepat digambarkan sebagai epifani (tanda ilahi yang bisa dilihat dan dirasakan). Tanda epifani inilah yang menjadi alasan gembala-gembala untuk berangkat ke Betlehem menjumpai Maria dan Yusuf.
Kelahiran Yesus Sang Mesias, harus disertai oleh tanda Ilahi (epifani). Sukacita Natal akan kelahiran Tuhan pasti disertai oleh kuasa-kuasa Tuhan. Seringkali dalam gegap gempita natal kelahiran Tuhan, kita lupa akan tanda dan kuasa Allah yang bisa dirasakan untuk memberi pesan akan kelahiran Tuhan.
Refleksi untuk Pamong
Seperti para gembala yang segera memberi respon positif atas epifani ( tanda-tanda ilahi ) yang diterima, kitapun hendaknya juga mempunyai semangat yang sama. Panggilan / pilihan kita sebagai pamong juga merupakan salah satu respon atas epifani. Yang tentunya harus disertai juga dengan tanggung jawab yang besar. Sehingga sukacita yang kita wartakan benar-benar bisa didengar dan dirasakan banyak orang.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Lagu Tema: Hai anak semua (Kidung Jemaat No. 117)
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap gembala-gembala ketika menerima kabar dari Malaikat bahwa Juruselamat telah lahir
Alat Peraga:
- Gambar padang efata (tempelkan di papan tulis atau tembok)
- Gambar domba-domba
- Gambar gembar gembala
- Gambar beberapa malaikat yang memuji Allah.
- Gambar malaikat yang digunakan pada minggu yang lalu
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Kemarin kita sudah bersama-sama beribadah untuk merayakan Natal ya. Natal itu memperingati apa sih ?
Iya, memperingati kelahiran Yesus. Setelah Yesus Lahir, siapa saja yang mengunjungi Yesus ?
Betul, ada orang-orang Majus dan juga para gembala.
Hari ini kita akan melihat bagaimana para gembala itu bisa tahu ya kalau Yesus sudah lahir ?
Inti Penyampaian
Siapakah yang disebut gembala itu ? ( tunjukkan gambar gembala ) ya, gembala ada orang yang pekerjaannya menggembalakan / angon domba / wedus. (tunjukkan gambar domba)
Dimana biasanya para gembala ini menggembalakan dombanya supaya dombanya bisa makan ? di padang Efata (tunjukkan padang Efata)
(Tempelkan gambar gembala dan domba pada gambar padang efata yang sudah lebih dahulu ditempelkan di papan / tembok ).
Pada malam hari ketika para gembala itu sedang beristirahat, tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka ( tempelkan gambar malaikat )
Para gembala itu sangat terkejut dan takut.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah., “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi .”
Setelah malaikat-malaikat itu perggi meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Setelah itu para gembala juga membagikan kabar gembira itu kepada orang-orang lain.
Penerapan
Jadi para gembala ini mengetahui Yesus telah lahir karena diberi kabar oleh malaikat. Dan mereka segera berangkat untuk melihat Yesus.
Para gembala itu juga membagikan kabar sukacita itu kepada orang lain.
Aktivitas
Dengan gambar-gambar yang digunakan sebagai alat peraga ( yang sudah diperbanyak), ajak anak-anak untuk membuat kartu Natal untuik diberikan kepada anggota keluarga / teman ( anak diberi kebebasan untuk memilih siapa yang akan diberi kartu tersebut )
Anak-anak akan membagikan sukacita Natal melalui kartu.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Lagu Tema: Hai anak semua (Kidung Jemaat No. 117)
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap gembala-gembala ketika menerima kabar dari Malaikat bahwa Juruselamat telah lahir
Alat Peraga: Sama dengan jenjang Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Kemarin kita sudah bersama-sama beribadah untuk merayakan Natal ya. Natal itu memperingati apa sih ?
Iya, memperingati kelahiran Yesus. Setelah Yesus Lahir, siapa saja yang mengunjungi Yesus ?
Betul, ada orang-orang Majus dan juga para gembala.
Hari ini kita akan melihat bagaimana para gembala itu bisa tahu ya kalau Yesus sudah lahir ?
Inti Penyampaian
Siapakah yang disebut gembala itu ? ( tunjukkan gambar gembala ) ya, gembala ada orang yang pekerjaannya menggembalakan / angon domba / wedus. (tunjukkan gambar domba)
Dimana biasanya para gembala ini menggembalakan dombanya supaya dombanya bisa makan ? di padang Efata (tunjukkan padang Efata)
(tempelkan gambar gembala dan domba pada gambar padang efata yang sudah lebih dahulu ditempelkan di papan / tembok).
(anak-anak bisa diminta untuk memperagakan gembala yang “angon” domba. Apa saja yang biasanya dilakukan seorang gembala)
Nah, kalau malam hari, apa ya yang dilakukan para gembala di padang Efata ?
Gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka (tempelkan gambar malaikat) dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka.
Para gembala itu terkejut dan sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah,(tempelkan gambar beberapa malaikat yang memuji Allah) katanya:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Setelah itu, para gembala juga menceritakan kabar sukacita itu kepada oramg-orang yang lain
Penerapan
Jadi para gembala ini mengetahui Yesus telah lahir karena diberi kabar oleh malaikat. Dan setelah mendengar kabar itu mereka segera berangkat untuk melihat Yesus. Mereka tidak menunda untuk segera menjumpai bayi Yesus. Dan membagikan kabar sukacita itu kepada orang lain.
Aktivitas
Dengan gambar-gambar yang digunakan sebagai alat peraga (yang sudah diperbanyak), ajak anak-anak untuk membuat kartu Natal untuik diberikan kepada anggota keluarga / teman (anak diberi kebebasan untuk memilih siapa yang akan diberi kartu tersebut). anak-anak diajak membagikan sukacita kepada orang lain melalui kartu
Catatan untuk pamong: aktivitas ini bisa diganti sesuai kreativitas pamong setempat.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Lagu Tema: Di palungan dibaringkan (Kidung Jemaat No. 111)
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan tanda-tanda kelahiran Juruselamat
- Anak dapat mengerti sikap gembala-gembala ketika menerima kabar dari Malaikat bahwa Juruselamat telah lahir
- Anak dapat membedakan sukacita karena kelahiran Tuhan Yesus dengan kegembiraan menerima hadiah natal
- Anak dapat menjadi pewarta/pekabar bahwa Juruselamat telah lahir
Alat Peraga: Sama dengan jenjang Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Apa yang berkesan bagi kalian dalam perayaan Natal ? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab dan memberi alasan)
Lebih senang karena kita dapat hadiah Natal atau karena kelahiran Juru selamat kita?
Kalau kita senang dengan kelahiran Juru Selamat, lalu apa yang akan kita lakukan ?
Kali ini kita akan lihat bagaimana sikap para gembala setelah tahu kalau Yesus telah lahir.
Inti Penyampaian
(cerita / kisah ini bisa disampaikan dengan menggunakan gambar alat peraga yang ada atau “peraga/ wayang’ nya diperankan oleh pamong atau anak-anak. Seorang pamong membacakan kisahnya, sementara pelakonnya hanya memperagakan tanpa bersuara).
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka
Penerapan
Nah, dari kisah diatas, kita tahu bagimana sikap para gembala ketika menerima kabar sukacita dari malaikat.
Yang pertama mereka merespon kabar tersebut dengan segera mengunjungi bayi Yesus.
Yang kedua, mereka juga segera membagikan kabar sukacita tersebut kepada orang lain.
Kita bisa juga seperti gembala yang memberikan reaksi cepat atas kabar sukacita Natal. Misalnya kita mengunjungi teman-teman kita yang ada dip anti asuhan, atau kita berbagi makanan pada tetangga kita di hari Natal ini. Dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan
( beri kesempatan pada anak-anak untuk mengatakan / menceritakan ide mereka tentang berbagi sukacita Natal)
Aktivitas
Pamong bisa memberikan beberapa pililhan atau memberikan kebebasan pada anak-anak untuk membagikan sukacita Natal pada anggota keluarga / teman/ orang lain.
Misalnya : membuat kartu, bernyanyi, membacakan kisah Natal, dsb