Tahun Gerejawi: Natal
Tema: Sikap Menghamba: menerima kelahiran Sang Juruselamat
Judul: Ketaatan seorang hamba
Bacaan: Lukas 1:26-38
Ayat Hafalan: Lukas 1:38 – “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
Lagu Tema: Kidung Jemaat 103 “Dengarlah Kdung”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Lukas lebih mengekspos Maria daripada menggunakan Yusuf meskipun keturunan Daud ada dalam diri Yesus. Tradisi patriakal (budaya laki-laki menjadi unggulan) sangat kental dalam tradisi Yahudi. Namun, Lukas lebih memilih Maria.
Maria dalam perspektif Lukas menggambarkan sikap hamba (doulos). Sikap hamba inilah yang menjadi pembeda dan menjadi inti dari perikop 1:26-38. Sikap menghamba adalah sikap yang menyerahkan dirinya kepada tuannya baik secara tubuh dan jiwa. Lukas lebih sering menggambarkan sikap hamba pada wanita terlebih lagi wanita di luar Israel. Mungkin Lukas ingin menggambarkan bahwa sikap menghamba lebih banyak dimiliki orang-orang marginal (tersingkirkan: perempuan, perempuan sundal, perempuan di luar Israel) dari pada mereka yang sudah memiliki status seperti orang-orang Farisi dan Saduki. Pengakuan dan sikap penerimaan lahirnya Sang Juruselamat di dahului oleh sikap menghamba yang dilakukan oleh Maria, tanpa sikap menghamba seorang Maria, kabar kelahiran Sang Juruselamat tidak akan pernah terjadi.
Refleksi untuk pamong
Sebagai seorang pamong, semestinya kita mempunyai “dorongan” yang kuat untuk menjadi seorang hamba, yang mempunyai sikap menghamba yaitu sikap taat pada sang “Majikan”, yaitu Tuhan Allah. Karena kita mempunyai tanggungjawab untuk mengajar anak-anak bukan hanya secara lisan pada saat ibadah anak setiap hari Minggu saja, tetapi kita juga harus mengajar (menunjukkan) melalui sikap hidup kita sehari-hari.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap Maria ketika menerima kabar kelahiran Tuhan Yesus
Alat Peraga
- Gambar malaikat menjumpai Maria (pamong dapat membuat gambar tersebut menjadi wayang atau menjadi bentuk yang lain yang menarik).

- Tulisan / huruf M A R I A yang tampilannya dibuat semenarik mungkin. Selain dibuat dengan warna-warna yang cerah, atau bisa juga ditempelkan pada bola-bola plastic atau mainan yang lain. (disesuaiakan dengan situasi dan kondisi masing-masing jemaat).
Catatan : Pamong bisa juga menceritakan / mengisahkan percakapan malaikat dan Maria dalam bentuk drama.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Wah…, semuanya sehat dan merasa senang ya pagi ini. Siapa yang merawat kita setiap hari ? orang tua ya yang merawat kita. Nah, siapakah sih nama orang tua / ayah ibu kalian ?
(pamong menanyakan ke anak-anak langsung. Misalnya , “ Susi, siapakah nama ibumu ?”)
Bagus ,semuanya tahu ya nama ibunya.
Nah, sekarang siapa yang tahu nama ibu Yesus ? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab)
Ya nama ibu Yesus adalah M A R I A (pasanglah huruf-huruf yang sudah disiapkan).
Inti Penyampaian
Nah, hari ini kita akan bersama-sama mendengarkan cerita tentang Maria sebelum melahirkan Yesus.
Pada suatu hari, Maria sedang berada di rumah.
Tiba-tiba ada suara yang menyapanya, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria terkejut mendengar perkataan itu, wah, apakah arti salam itu.
Lalu malaikat itu berkata lagi “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Maria berkata kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Karena Maria adalah orang yang patuh, manut pada Allah, maka Maria menjawab: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Penerapan: Maria adalah orang yang patuh atau manut pada Tuhan, maka Maria mau menerima dan melakukan perintah Allah.
Aktivitas:
Ajak anak-anak membuat wayang Maria dan malaikat. ( pamong memperbanyak gambar Maria dan malaikat, kemudian mengguntingnya. Anak-anak tinggal menempelkan saja gambar-gambar tersebut pada stik ice cream / sumpit / sedotan atau bahan-bahan lain yang tidak berbahaya bagi anak-anak )
Ajak anak-anak mengulang secara singkat percakapan Maria dan Malaikat dengan menggunakan wayang tersebut.
Sarankan pada anak untuk mengulang cerita tersebut di rumah.
Lagu Tema: Dengarlah kidung (Kidung Jemaat 103).
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Lagu Tema: Dengarlah kidung ( Kidung Jemaat 103 )
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap Maria ketika menerima kabar kelahiran Tuhan Yesus
Alat Peraga: – Gambar malaikat menjumpai Maria (Sama dengan jenjang Balita).
Pamong dapat membuat gambar tersebut menjadi wayang atau menjadi bentuk yang lain yang menarik.
Pamong bisa juga menceritakan / mengisahkan percakapan malaikat dan Maria dalam bentuk drama.
Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak,
Apakah kalian mengenal ibu kalian masing-masing ? siapakah namanya ( beri kesempatan pada masing-masing anak untuk menyebutkan nama ibunya )
Nah siapa yang mengenal ibunya Tuhan Yesus ? Ya, namanya Maria.
Sebelum Maria hamil dan melahirkan Yesus, ada peristiwa apa ya ?
Inti Penyampaian
Pada suatu hari, ketika Maria sedang berada dirumah, tiba-tiba datanglah malaikat yang menyapa Maria,
“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Maria menjadi semakin bingung dan kemudian kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia
Penerapan
Maria adalah orang yang patuh pada Allah. Meskipun pada awalnya dia terkejut dan bingung, tapi akhirnya mau menerima dan menjalankan perintah Allah.
Aktivitas
Ajak anak-anak membuat wayang Maria dan malaikat. ( pamong memperbanyak gambar Maria dan malaikat, kemudian mengguntingnya. Anak-anak tinggal menempelkan saja gambar-gambar tersebut pada stik ice cream / sumpit / sedotan atau bahan-bahan lain yang tidak berbahaya bagi anak-anak )
Catatan: jika memungkinkan situasi dan kondisinya, anak-anak bisa menggunting sendiri gambar-gambar tersebut. Kemudian ajak anak-anak mengulang percakapan Maria dan Malaikat dengan menggunakan wayang tersebut.
Sarankan pada anak untuk mengulang cerita tersebut di rumah.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Lagu Tema: Dengarlah kidung ( Kidung Jemaat 103 )
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan ciri-ciri Natal dilingkungan keluarga dan gereja.
- Anak dapat mengerti bahwa sikap Maria yang menghamba adalah sikap yang diperlukan ketika menerima kelahiran Tuhan Yesus.
- Anak dapat menerapkan sikap menghamba dalam kehidupan keluarga dan gereja.
- Anak dapat merencanakan salah satu kegiatan yang membutuhkan sikap menghamba.
Alat Peraga: Gambar malaikat menjumpai Maria (sama seperti jenjang Balita).
Pamong dapat membuat gambar tersebut menjadi wayang atau menjadi bentuk yang lain yang menarik. Pamong bisa juga menceritakan / mengisahkan percakapan malaikat dan Maria dalam bentuk drama.
Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak,
Sebentar lagi, kita akan merayakan Natal. Dalam perayaan atau cerita natal, ada tokoh-tokoh yang sering atau bahkan selalu disebut. Siapa sajakah mereka? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab).
Tokoh-tokoh yang selalu disebut ketika kita merayakan Natal adalah Yesus, Maria, Yusuf, gembala (sebutkan tokoh-tokoh yang disebutkan anak-anak)
Pada hari ini kita akan belajar dari salah satu tokoh tersebut. Yaitu Maria.
Apa yang bisa kita contoh atau teladani dari Maria ?
Yuk kita lihat apa yang terjadi pada Maria sebelum melahirkan Yesus.
Inti Penyampaian
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Malaikat itu diutus untuk menemui seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Pada suatu hari ketika Maria sedang berada di rumah., malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Tentu saja Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Lalu malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Tentu saja Maria menjadi semakin heran, takut dan bingung . Mariapun bertanya kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Akhirnya Mariapun berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Lalu malaikat itu meninggalkan dia
Penerapan
Setelah kita mengetahui kisah Maria yang menerima pesan dari Tuhan, sikap apakah yang bisa kita teladani dari Maria ?
Ya, sikap menghamba Maria yang harus teladani. Sikap menghamba artinya sikap patuh atau taat . yaitu ketaatan pada Tuhan.
Meskipun pada awalnya Maria takut, tetapi Maria akhirnya menyadari bahwa apa yang diperintahkan oleh Allah pasti adalah sesuatu yang baik. Jadi harus dilakukan.
Demikian juga kita, sebagai hamba Allah juga harus mau taat pada perintah Allah.
Aktivitas
- Ajak anak-anak berdiskusi tentang ketidaktaatan mereka ( dalam hal apa saja mereka biasanya tidak taat, apa alasan ketidaktaatan mereka, apakah mereka ingin berubah menjadi taat, dsb),
- Ajak anak-anak menuliskan komitmen untuk menjadi taat
- Tempelkan komitmen tersebut pada hiasan natal ( hiasan natal ini bisa juga dibuat sendiri. Bentuk dan bahan bebas, disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing jemaat
- Pasang / gantungkan hiasan natal bertuliskan komitmen tersebut pada pohon natal / dekorasi natal di ruang ibadah anak / gereja.