Dengar dan Lakukan Firmannya Tuntunan Ibadah Anak 25 November 2018

BacaanAlkitab: Markus 4:1-20
Tahun Gerajawi : Kristus Raja
Tema : Perumpamaan
Ayat Hafalan : “Penabur itu menaburkan firman” (Markus 4:14)
Lagu Tema :

  1. Kidung Ria 17 : Kusiapkan Hatiku Tuhan
  2. Kidung Sekolah Minggu 136 : Firman-Mu Pelita Bagi Kakiku
  3. Special Songs For Kids 82 : Baca Kitab Suci

Penjelasan Teks

Tuhan Yesus sering menggunakan perumpamaan di dalam pengajarannya. Perumpamaan adalah metafora yang diambil dari kehidupan sehari-hari atau juga hasil kebudayaan yang dekat dengan para pendengarnya, supaya apa yang diajarkan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh para pendengarnya dan akhirnya mereka mengerti akan penerapannya. Perumpamaan-perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus adalah Perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang mengundang kepada pertobatan. Pada perumpamaan pertama di dalam Markus 4, Yesus menceritakan tentang seorang penabur yang menaburkan benihnya. Markus ingin mengajak pendengar mengerti bahwa sesuatu yang kecil (seperti benih) dapat berkembang atau tidak berkembang dan menghasilkan atau tidak menghasilkan gandum yang banyak tergantung apakah tanahnya bagus, berduri, berbatu atau tandus.

Secara rinci, perumpamaan dalam Markus 4:1-20 adalah sebagai berikut :

Ayat 4 dan 15

Benih yang ditaburkan jatuh di pinggir jalan lalu datanglah burung memakannya sampai habis. Mereka adalah orang yang mendengar firman Allah, tidaklah bertahan lama Iblis datang dan mengambil firman yang ditabur itu. Walaupun sudah mendengarkan firman Allah tetapi masih membiarkan diri disesatkan oleh Iblis.

Ayat 5-6 dan 16-17

Benih yang ditaburkan dan jatuh ditanah berbatu-batu yang tidak banyak tanahnya. Setelah matahari terbit, layulah dia dan menjadi kering karena tidak berakar. Mereka adalah orang yang mendengar firman Allah, menerima dengan gembira tetapi tidak berakar dan tahan sebentar saja. Sehingga saat datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Tekanan dan penganiayaan yang dialami menjadikan mereka tidak lagi yakin dan percaya akan firman Allah.

Ayat 7 dan 18-19

Benih yang ditaburkan dan jatuh di semak duri, mati terhimpit oleh semak duri itu. Mereka adalah orang yang mendengar firman Allah tetapi kuatir akan kehidupan dunia, kekayaan dan pemenuhan keinginan akan hal yang lain. Sehingga semuanya itu menghimpit firman Allah sehingga tidak berbuah. Uang, barang duniawi, kekayaan, kekuasaan lebih mengesankan untuk mereka dibandingkan firman Allah.

Ayat 8 dan 20

Benih yang ditaburkan dan jatuh di tanah yang baik, tumbuh subur dan berbuah berlipat-lipat. Ada yang 30 kali lipat, 60 kali lipat dan 100 kali lipat. Mereka adalah orang yang mendengar firman Allah, menyambut dan melakukan firman itu serta menjadi pengikut Yesus yang setia sehingga mereka dapat berbuah lebat.

Anak-anak juga seperti tanah yang ditaburi oleh benih-benih firman Allah. Firman Allah itu akan menjadi pedoman dan pegangan mereka dalam menjalani kehidupannya baik sekarang maupun ke depannya. Jika mereka dapat mendengar, menyambut dan melakukan dengan baik tentu mereka dapat berbuah dengan baik juga. Menjadi anak-anak yang setia kepada Yesus, bisa menjadi berkat bagi sesama, menjadi teladan bagi sesama. Dibalik semuanya itu tentu dibutuhkan peran serta orangtua, guru, pamong dan semua orang-orang yang dekat dengan sang anak supaya dapat mempersiapkan diri anak menjadi tanah yang subur (bukan jalan raya, tanah berbatu atau bersemak duri). Sehingga mereka benar-benar akan menjadi anak-anak yang membanggakan dan setia kepada Tuhan, memuliakan Kristus sebagai Raja mereka.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA & PRATAMA

Tujuan : Anak dapat menceritakan ulang perumpamaan Yesus tentang penabur.

Alat Peraga

  • Persiapkan benih yang bisa ditaburkan dan 4 media yang dibutuhkan (jalan, tempat berbatu, semak duri dan pot berisi tanah), sebagai peraga cerita.
  • Jika tidak memungkinkan bisa menggunakan gambar-gambar yang ada di CD alat peraga.
  • Cerita hari ini akan menggunakan metode dongeng dengan bermain peran. Oleh karena itu mohon disiapkan pamong yang akan bertugas sebagai narator, penabur dan suara Allah. Jika pamong tidak banyak bisa meminta tolong kepada orang tua anak-anak yang mengantarkan ibadah anak.
  • Untuk aktivitas ajak anak-anak untuk membuat Pembatas Alkitab, bahan dan cara pembuatan secara rinci ada di CD alat peraga.

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak, siapa yang mau mendengar cerita? Hari ini kita mau mendengarkan cerita tentang seorang penabur. Apakah anak-anak tahu siapakah penabur itu? Penabur itu kalau jaman sekarang seperti pak atau ibu petani yang sedang menaburkan benih-benihnya supaya bisa tumbuh dan menghasilkan buahnya. Ayo semuanya siapkan diri untuk mendengar cerita ya.

Inti Penyampaian

Ceritakan Perumpamaan Yesus tentang penabur
Siapkan setting tempat. Ada 4 tempat yang berisi pot. Tempat pertama pot yang kosong, tempat kedua pot yang berisi batu, pot ketiga berisi tumbuhan berduri dan pot yang keempat berisi tanah yang subur. Jika tidak memungkinkan di 4 tempat itu bisa ditempel gambar pinggir jalan, tanah berbatu, tanah penuh semak duri dan tanah subur (bisa dilihat dan diprint dari CD peraga).

Narator : Pada suatu hari ada seorang petani yang keluar dari rumahnya, dia hendak menaburkan benih-benih gandumnya supaya dia bisa mendapatkan hasil dari gandum yang ditaburkan itu. Petani ini berjalan, berjalan sampai jauh untuk mencari di mana benih itu cocok ditaburkan. Sesampainya di sebuah jalan yang lebar, dia berhenti.

Penabur : Wah, ada jalan yang lebar sekali. Aku mau mencoba menaburkan benihku disini saja, siapa tahu benih gandumku bisa tumbuh baik. (sambil menaburkan benihnya di pot yang tidak berisi apa-apa).

Narator : Lalu apa yang terjadi denngan benih yang ditaburkan di pinggir jalan itu anak-anak? Ternyata setelah ditaburkan, benih itu habis dimakan burung.

Petani : (dengan muka sedih) Yah, aku sudah bersusah payah menaburnya tetapi benih yang kutabur dimakan burung semua. Sedih sekali aku.

Suara Allah : Anak-anak apakah kalian tahu, benih yang ditabur di pinggir jalan dan dimakan burung itu sama dengan anak yang tidak mau mendengarkan cerita Firman Tuhan. Saat cerita Firman Tuhan, anak-anak malah asyik ngobrol sendiri dengan temannya, asyik bermain sendiri dan juga malah menggoda temannya. Kira-kira baik tidak ya?

Narator : Petani itu berjalan lagi sampai jauh untuk mencari tempat di mana kira-kira dia bisa menaburkan kembali benihnya.

Petani : Wah ada tanah ini, tetapi kenapa tanah ini banyak batunya. Kira-kira kalau aku menaburkan benih disini bisa tumbuh tidak ya? Ah, aku mau mencoba saja lah. (sambil menaburkan benih di pot yang penuh dengan batu).

Narator : Kira-kira apa ya yang terjadi dengan benih yang ditabur di tanah yang berbatu? Benih itu ternyata bisa tumbuh lho. Ah tetapi lihat anak-anak, benih yang tumbuh itu tidak bisa tumbuh lama. Saat ada matahari bersinar, tumbuhan itu layu dan kering karena tidak memiliki akar.

Petani : (dengan sedih) Padahal aku sudah senang sekali karena kemarin benih yang kutabur bisa tumbuh dengan baik. Tetapi ternyata hari ini tumbuhan itu kering dan layu. Sedih sekali hatiku.

Suara Allah : Tahukah anak-anak benih yang ditabur di tanah berbatu itu memang bisa tumbuh tetapi hanya sebentar kemudian kering dan layu karena tidak punya akar. Itu sama halnya dengan anak yang mau mendengarkan cerita Firman Tuhan, tetapi sebentar kemudian anak itu melamun atau mengantuk sehingga tidak lagi tahu apa yang diceritakan tadi. Suka marah kepada teman. Wah kira-kira yang seperti itu baik atau tidak ya anak-anak?

Narator : Ternyata Petani itu tidak berputus asa. Dia kembali berjalan lagi untuk mencari tempat dimana kira-kira dia bisa menaburkan kembali benihnya.

Petani : Wah ada tanah lagi ini, tetapi kenapa tanah ini banyak semak durinya. Kira-kira kalau aku menaburkan benih disini bisa tumbuh tidak ya? Ah, aku mau mencoba saja lah. (sambil menaburkan benih di pot yang penuh dengan tumbuhan berduri).

Narator : Kira-kira apa ya yang terjadi dengan benih yang ditabur di tanah yang penuh semak duri? Benih itu ternyata tidak bisa tumbuh. Mengapa? Karena semak duri itu bertumbuh lebat dan menghimpit benih itu sehingga benih itu tidak bisa tumbuh.

Petani : (dengan sedih) Aduh, kenapa benih yang aku tabur tidak bisa tumbuh lagi ya? Sedih sekali hatiku. Bagaimana aku bisa panen kalau seperti ini.

Suara Allah : Tahukah anak-anak benih yang ditabur di semak duri itu tidak bisa tumbuh karena terhimpit, kalah dengan semak durinya. Itu sama halnya dengan anak yang mau mendengarkan cerita Firman Tuhan, tetapi sebenarnya dia tidak mendengarkan cerita Firman Tuhan itu dengan baik. Pikirannya melayang kepada film yang pingin dia lihat pagi ini tapi tidak bisa dilihatnya karena harus ibadah, pikirannya melayang ingin segera beli jajan atau ingin segera bermain game. Sehingga saat pulang ke rumah ditanya orang tua, dia tidak tahu cerita apa yang didengarnya tadi di Gereja. Wah kira-kira yang seperti itu baik atau tidak ya anak-anak?

Narator : Petani itu ingin mencoba sekali lagi untuk menaburkan benihnya. Kali ini dia kembali berjalan dan berjalan. Tiba-tiba dia menemukan tanah yang subur, banyak air dan sudah dibajak. Dia ingin menaburkan benihnya disitu.

Petani : Sebenarnya aku sedih karena sudah tiga kali benih yang aku taburkan tidak bisa bertumbuh. Tetapi aku ingin mencoba sekali lagi lah, siapa tahu aku bisa mendapatkan hasil dari tanah ini. (sambil menaburkan benih di pot yang berisi tanah yang subur).

Narator : Lihat anak-anak apa yang terjadi? Ternyata benih itu bertumbuh dengan baik dan berakar kuat. Sehingga gandum itu bisa bertumbuh besar dan berbuah banyak.

Petani : (dengan senang hati) Terima kasih Tuhan. Akhirnya usahaku tidak sia-sia, benih yang aku taburkan bisa bertumbuh subur dan berbuah banyak. Wah, aku bisa panen gandum banyak sekali ini. Istri dan anakku dirumah pasti senang sekali. Wah aku mau segera pulang dan memberitahu keluargaku berita gembira ini.

Suara Allah : Anak-anak benih yang ditabur di tanah yang subur bisa berakar dan bertumbuh besar sehingga dapat berbuah lebat. Itu sama halnya dengan anak yang mau mendengarkan cerita Firman Tuhan dengan baik, mengerti dan mengingatnya. Setelah pulang bisa menceritakan kepada orang tua apa yang menjadi cerita di gereja tadi dan bahkan anak itu bisa melakukan cerita Firman Tuhan itu setiap hari lalu dia mendapat berkat dari Tuhan. Wah kira-kira yang seperti itu baik atau tidak ya anak-anak? Tentu sikap yang seperti inilah yang baik sekali. Setiap beribadah, anak-anak harus mendengarkan cerita Firman Tuhan dengan baik, supaya anak-anak mengerti dan dapat melakukannya dengan baik sehingga anak-anak bisa bertumbuh besar dengan berkat Tuhan.

Narator : Wah, tampaknya anak-anak sudah mengerti cerita hari ini. Jika anak-anak mau bertumbuh dengan baik, disertai Tuhan dan mendapat berkat Tuhan berarti anak-anak pun harus mau mendengar Firman Tuhan dengan baik. Karena anak-anak semua sudah hebat mendengarkan cerita hari ini. Sekarang mari kita menyanyikan sebuah lagu bersama-sama. (lagu ada di CD peraga)

Penerapan: Anak-anak diajak membuat Pembatas Alkitab (detail bahan dan pembuatan bisa dilihat di cd peraga).

Membuat Pembatas Alkitab

Bahan :

  1. Gambar alkitab.
  2. Pensil warna atau crayon, gunting dan lem.
  3. Kertas Manila.
  4. Pita

Cara Membuat :

  1. Print gambar Alkitab. Atau gambar bisa menyesuaikan.
  2. Tempelkan pada kertas manila, lalu gunting sesuai pola dan warnailah.
  3. Beri lubang pada bagian atas.
  4. Pasang pita dan pembatas Alkitab siap digunakan.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menyebutkan unsur-unsur benda yang dipakai Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang penabur.
  2. Anak dapat menyimpulkan bahwa orang yang mau mendengarkan dan menyambut Firman Tuhan adalah sikap yang paling tepat dalam menerima Firman Tuhan.
  3. Anak dapat membiasakan diri untuk mendengarkan pesan firman Tuhan dan melakukannya

Alat Peraga

  • Ajak anak-anak membaca Markus 4:1-20 secara bergantian.
  • Ajak anak-anak berdiskusi tentang bacaan Alkitab hari ini.
  • Aktifitas hari ini membuat Daftar Bacaan Alkitab Seminggu :
    • Print daftar bacaan Alkitab seminggu yang disediakan di aktifitas.
    • Tempel di kertas manila.
    • Sediakan kertas kado warna warni, kertas lipat warna warni, crayon, gunting dan lem untuk menghias Daftar Bacaan Alkitab Seminggu.

Pembukaan

  • Siapkan bacaan Alkitab yang akan dibaca anak-anak secara bergantian. Pembacaan tidak dilakukan secara berurutan satu persatu sesuai tempat duduk. Tetapi pamong bisa menunjuk siapapun untuk membacakan ayat-ayat di Markus 4:1-20, supaya anak-anak tetap memperhatikan bacaan Alkitab sambil menunggu mereka ditunjuk untuk membacanya.

Inti Penyampaian

  • Ajak anak-anak berdiskusi tentang bacaan hari ini
    Hari ini kita membaca cerita tentang seorang penabur. Ada beberapa hal yang akan saya tanyakan kepada anak-anak :

    • Apa yang ditaburkan oleh sang penabur tadi? (benih)
    • Dimana sajakah penabur itu menaburkan benihnya? (di pinggir jalan, di tanah berbatu, di semak duri dan di tanah yang subur).
    • Bagaimana benih yang jatuh di pinggir jalan? (benih itu mati karena dimakan habis oleh burung).
    • Bagaimana dengan benih yang jatuh di tanah berbatu? (benih itu segera tumbuh tetapi keesokan harinya layu karena tanahnya tipis).
    • Bagaimana dengan benih yang jatuh di semak duri? (benih itu mati karena terhimpit semak duri)
    • Bagaimana dengan benih yang jatuh di tanah yang subur? (benih itu tumbuh subur dan berbuah banyak).
  • Jelaskan kepada anak-anak sikap yang tepat dalam menerima Firman Tuhan.
    Anak-anak tahukah kalian bahwa benih yang ditaburkan itu sama seperti Firman Tuhan yang diajarkan kepada kita. Tadi kitapun sudah membaca arti dari perumpamaan itu :

    • Benih yang dipinggir jalan itu sama dengan saat kita mendengarkan Firman Tuhan tetapi sebentar Iblis sudah menggoda kita. Lalu kita asyik bermain handphone, menggoda teman, berbicara sendiri. Kalau sudah seperti itu kira-kira mengerti tidak ya akan cerita Firman Tuhan?
    • Benih yang jatuh di tanah yang berbatu sama dengan saat kita mendengarkan Firman Tuhan dengan sukacita, tetapi saat ada permasalahan lalu kita melupakan Tuhan. Ada teman yang mengganggu lalu marah, orangtua meminta tolong tidak mau.
    • Benih yang jatuh di semak duri sama dengan kita yang sedang mendengarkan Firman Tuhan tetapi tidak fokus dengan Firman itu. Pikiran kita melayang-layang mengingat film yang akan ditonton, memikirkan akan beli makanan apa setelah ibadah selesai, pingin cepat-cepat selesai ibadah supaya bisa main game. Intinya kita tidak fokus dengan Firman Tuhan tetapi fokus kepada keinginan diri sendiri, sehingga memang sebenarnya kita tidak mendengarkan Firman itu.
    • Benih yang jatuh di tanah yang subur adalah kita yang benar-benar mendengarkan dengan sungguh-sungguh Firman Tuhan itu, mengerti apa yang disampaikan dalam Firman itu dan kehidupan kita bisa menunjukkan dan melakukan apa yang diinginkan oleh Firman Tuhan tersebut.

Nah, anak-anak kira-kira selama ini kalian menjadi benih yang mana ya?

  • Ajak anak-anak untuk membiasakan diri mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup mereka.
    Kalau anak-anak ingin bertumbuh dengan baik dan berbuah lebat tentulah anak-anak harus seperti benih yang jatuh di tanah subur. Supaya bisa bertumbuh dengan baik dan berbuah lebat, kira-kira apa saja ya yang harus anak-anak lakukan? (biarkan anak-anak menjawab sebebas mereka dan jawaban anak-anak itu ditulis di papan).
    Contoh jawaban :

    • Rajin membaca Alkitab.
    • Mendengarkan cerita Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.
    • Tidak ramai sendiri di ibadah.
    • Melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
    • Dst…

Anak-anak, jawaban yang ditulis di depan ini adalah komitmen kalian untuk setia dan rajin dalam mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan sehari-hari. Biar komitmen ini benar-benar kalian lakukan sehari-hari tidak akan hilang atau lupa walaupun tulisan di papan ini sudah dihapus. Saya yakin kalian bisa melakukannya supaya hidup kalian sebagai anak-anak Tuhan bisa bertumbuh dan berbuah lebat.

Penerapan

  • Aktifitas hari ini membuat Daftar Bacaan Alkitab Seminggu (untuk bahan dan cara membuat bisa dilihat di cd peraga)

Membuat Daftar Bacaan Alkitab

Bahan :

  1. Daftar Bacaan Alkitab yang diprint.
  2. Kertas Manila
  3. Gunting dan Lem.
  4. Kertas Lipat, Kertas Kado, crayon atau pensi warna.

Cara Membuat :

  1. Printlah daftar bacaan Alkitab yang sudah disediakan.
  2. Tempel pada kertas manila dan beri jarak sekitar 5cm pada masing-masing sisi.
  3. Hias bagian yang kosong sesuai dengan kreasi anak-anak.
  4. Daftar Bacaan Alkitab siap dipasang dan diisi setiap hari.

Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: