Tahun Liturgi: Bulan Penciptaan
Tema: Anak-AnakTerang
Judul: Anak-Anak Terang
Bacaan: Matius 4:12-22
Ayat Hafalan: Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4: 17)
Lagu Tema: Kidung Siwi no. 42 “Hidup Yang Baru”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Di bulan penciptaan ini, kita belajar bagaimana menghayati peran ciptaan-ciptaan Tuhan. Jika minggu kemarin kita menghayati peran air, minggu ini kita memahami bagaimana terang berdampak dalam kehidupan kita.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama” (Kejadian 1:1-4)
Sebelum terang ada, kegelapan di mana-mana maka Tuhan menciptakan terang di hari pertama. Terang menjadikan segalanya tampak jelas. Tuhan mengubahkan keadaan yang semula gelap menjadi terang menyenangkan.
Ketika Yohanes tertangkap, Yesus menyingkir ke Kapernaum, Galilea. Walaupun tidak sebesar Yerusalem namun Yesus menciptakan ‘terang’ dengan melayani di kota tersebut. Kapernaum adalah kota perdagangan yang sibuk, orang Yahudi dan non Yahudi hilir mudik melintasi kota itu. Sungguh Kapernaum adalah tempat yang baik untuk memperkenalkan ajaran baik Tuhan Yesus. Di sinilah Yesus memanggil para muridnya untuk pertama kali, yaitu dua bersaudara Simon dan Andreas, serta dua bersaudara lainnya yaitu Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus.
Mereka yang belum mengenal dan tidak percaya ajaranNya akhirnya bisa menyaksikan bagaimana Yesus melakukan mujizat-mujizatNya. Dari yang semula tidak kenal dan tidak percaya (tinggal dalam Kegelapan) menjadi percaya akan Yesus (Terang). Karya penyelamatan ini disinggung oleh Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” (Matius 4:15-16). Yesus membawa pesan kasih karunia dan pertobatan atau TERANG bagi mereka yang berada dalam kegelapan rohani.
Refleksi Untuk Pamong
Kalau mau jujur, sebenarnya kita semua punya kegelapan dalam diri kita. Satu-satunya cara adalah dengan mengakuinya dan bertobat. Bertobat berarti tidak akan ada kesalahan yang sama. Begitu seringnya entah karena bodoh atau ceroboh, kita mengulangi kesalahan yang sama, sampai-sampai ada istilah jawa ‘Kapok lombok’. Sudah tahu kalau rasa cabai itu pedas, tapi kita tetap saja memakan cabai. Demikian sebuah kesalahan seolah menjadi hal yang biasa, tahu tapi tak mau berubah.
Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Adalah seruan dari Yesus agar kita meninggalkan kegelapan. Mengapa? Karena Kerajaan Sorga sudah dekat. Kita semua menginginkan dunia yang terang dan penuh kasih, mari memulai dari kita sendiri dahulu.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan nama Yesus dan murid-murid yang dipanggilNya
- Anak dapat menunjukkan sikap cinta ciptaan (seperti tidak merusak tanaman, membuang sampah pada tempatnya) sebagai wujud mengikut Yesus
Alat Peraga
Pamong menyediakan kertas berwarna hitam dan kertas putih berjumlah lebih dari satu. Kertas-kertas ini akan menjadi pijakan kaki anak-anak saat melakukan permainan.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Setelah minggu kemarin kita mengenal air sebagai tanda suci dari Tuhan, hari ini kita akan mengenal Terang. Sebelum itu kita akan bernyanyi dahulu dari kidung Siwi no 46, Hidup Yang Baru.
Setelah bernyanyi, kita akan bermain ya. Anak-anak silahkan berkelompok masing-masing 4 orang. Nanti saya akan memberikan pertanyaan, anak-anak silahkan menjawab jika jawabannya benar, silahkan berdiri di atas kertas yang berwarna putih, tapi kalau jawabannya salah silahkan berdiri di atas kertas yang berwarna hitam. Apakah kalian sudah mengerti? Iya, silahkan bersiap. Ingat ya, saat berdiri harus dengan teman satu kelompok, 1 kertas harus muat untuk 4 orang. Ayo disimak pertanyaannya:
- Mencubit itu boleh (SALAH) keterangan: anak-anak harus berdiri di atas kertas berwarna hitam
- Membuang sampah di tempat sampah (BENAR) keterangan: anak-anak berdiri diatas kertas berwarna putih
- Mencuri itu boleh (SALAH) keterangan: anak-anak harus berdiri di atas kertas berwarna hitam
- Menyirami tanaman (BENAR) keterangan: anak-anak berdiri diatas kertas berwarna putih
- Membentak ibu atau ayah itu boleh (SALAH) keterangan: anak-anak harus berdiri di atas kertas berwarna hitam
- Berbagi makanan itu boleh (BENAR) keterangan: anak-anak berdiri di atas kertas berwarna putih.
- Memaksa ibu membelikan permen, kalau ibu tidak mau-menangis agar ibu mau membelikan (SALAH) keterangan: anak-anak berdiri di atas kertas hitam
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Seru sekali bermainnya ya, kira-kira apa maksud dari permainan itu? Mencubit kenapa tidak boleh atau salah? Iya, karena dicubit menyebabkan sakit, tidak ada orang yang suka dicubit. Karena mencubit itu perbuatan buruk atau sesuatu yang salah maka kaian harus berdiri di atas kertas berwarna hitam, simbol kegelapan. Kenapa berbagi makanan itu benar? Karena berbagi makanan itu perbuatan baik, itu tandanya anak-anak sudah melakukan perintah Tuhan yaitu mengasihi. Anak-anak yang berbuat baik atau benar ini berdiri di atas kertas berwarna putih simbol anak-anak yang tinggal dalam terang Tuhan.
Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, perbuatan buruk atau salah yang tadi disebutkan adalah perbuatan orang yang tinggal dalam kegelapan yaitu perbuatan orang yang belum mengenal Yesus.
Untuk membantu pelayanan-Nya, Yesus memanggil murid-muridnya yang pertama. Mereka adalah para penjala ikan. Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus. Ayo ulangi menyebutkan dengan suara nyaring, siapa saja murid Yesus yang dipanggil pertama kali! Mereka yang dipanggil ini, taat dengan panggilan Yesus lalu meninggalkan pekerjaannya sebagai penjala ikan lalu mengikuti Yesus. Karena kita ini juga murid Yesus, maka Tuhan Yesus ingin agar kita menjadi anak yang penurut dan melakukan perbuatan penuh kasih.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Dari permainan tadi, kita tahu mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk. Mana yang Tuhan Yesus suka dan sebaliknya. Tuhan ingin kita hidup dalam terang. Orang yang hidup dalam terang adalah orang yang mudah menolong orang lain. Sebaliknya Tuhan tidak igin kita hidup dalam kegelapan, sebab hidup dalam kegelapan membawa kita pada maut. Contoh orang yang hidup alam kegelapan adalah pura-pura tidak tahu jika ada teman yang membutuhkan pertolongan.
Aktivitas
Ajak anak-anak melihat ke sekeliling ruangan, jika ada sampah ajari anak-anak untuk memungut dan memasukkan ke dalam tempat sampah yang tersedia, sebagai reward sediakan jam tangan bertuliskan AKU ANAK-ANAK TERANG. Pamong dapat mencetak dan menggunting lembar berikut, di bagian tali jam tangan bisa ditempel isolasi bolak-balik agar dapat dipakai seperti jam tangan asli. Alat peraga dan aktivitas dapat diunduh di sini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan nama Yesus dan murid-murid yang dipanggilNya
- Anak dapat menunjukkan sikap cinta ciptaan (seperti tidak merusak tanaman, membuang sampah pada tempatnya) sebagai wujud mengikut Yesus
Alat Peraga
Pamong menyiapkan kertas berukuran 4×4 (atau sebesar ukuran mata anak-anak) sejumlah anak yang hadir dikalikan 2 karena jumlah mata setiap orang adalah sepasang. Jika berkenan, gambarlah bentuk mata di atasnya atau pamong bisa mencetak gambar. Alat peraga dan aktivitas dapat diunduh di sini.
Pamong menggunting mata-mata tersebut, jika nanti akan memakainya, pamong bisa menambahkan isolasi agar tertempel di sekitar mata.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa kabar minggu ini, puji Tuhan saya melihat kalian sehat dan bergembira. Kita bernyanyi bersama dulu ya, pujian dari kidung Siwi no 42, Hidup Yang Baru.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Minggu kemarin kita menghayati peran air, ciptaan Tuhan yang dipakai Tuhan simbol kekudusan dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita akan menghayati ciptaan Tuhan bernama TERANG. Nah, saya ingin kaian memakai penutup mata ini, kita ingin tahu bagaimana sebenarnya jika mata kita ditutup. (guntingan gambar mata dipasangkan ke semua anak)
Nah, sekarang semua mata sudah ditutup, bagaimana rasanya? Gelap bukan? Anak-anak tidak bisa melihat apapun, kalau berjalan pasti akan menabrak. Beginilah kondisi dunia waktu Tuhan belum menciptakan apapun. Dunia gelap gulita, maka Tuhan menciptakan Terang di hari pertama. Saat terang, semua terlihat jelas. Sekarang kalian boleh membuka penutup matanya ya.
Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, dalam cerita hari ini, Yesus menyingkir ke kota Kapernaum setelah mendengar Yohanes ditangkap. Di kota ini, penduduknya tidak mengenal siapa Yesus. Yesus ingin banyak orang mengenal ajaran baikNya, karena tanpa ajaran baik, hidup mereka sama artinya dengan berada di dalam kegelapan. Sama dengan ketika awal dunia diciptakan, tidak ada yang bisa dilihat dalam gelap gulita. Tuhan ingin agar semua orang hidup dalam terang Kristus. Untuk membantu pelayanan-Nya, Yesus memanggil murid-murid-Nya. Siapa saja mereka? Mereka adalah Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus. Mereka belum mengenal Yesus, tapi mereka menurut dan mengikuti Yesus.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Maukah kalian menjadi pengikut Yesus? hidup dalam terang Kristus? Sebagai anak-anak terang sudah pasti kita harus melakukan banyak hal baik. Tidak ada lagi perbuatan buruk seperti bertengkar dengan teman, mencuri, mengejek teman dan lainnya.
Di bulan penciptaan ini perbuatan baik yang khusus kita lakukan adalah merawat semua ciptaan Tuhan. apa saja ciptaan Tuhan? (Berikan kesempatan untuk merespon). Iya, beberapa di antaranya adalah merawat tanaman. Adakah yang tidak suka menyiram tanaman? Mulai sekarang, bantulah orang tua menyiram tanaman di halaman ya. Sekarang juga, anak-anak menjadi lebih sadar dengan sampah di sekeliling. Buanglah sampah di tempat sampah, kalau perlu tegurlah temanmu yang membuang sampah sembarangan. Ayo kita bersama merawat alam sekitar. Kalau buminya indah dan bersih, kita juga yang senang bukan?
Tahukah kalian, perbuatan baik yang kalian lakukan seperti membantu orang tua menyiram tanaman, membuang sampah pada tempatnya dan menegur teman yang membuang sampah sembarangan adalah bukti bahwa kamu hidup dalam terang.
Aktivitas
Tumbuhan memang tidak bisa berbicara kita untuk merawat dirinya agar ia tetap hidup, tetapi kita tahu kita harus merawatnya. Tumbuhan yang dirawat akan tumbuh dengan baik. Coba bandingkan dengan tumbuhan yang tidak pernah disiram, ia pasti akan kering kemudian mati. Mau tahu buktinya? Kita akan melakukan uji coba kapilaritas, proses di mana anak-anak akan tahu bahwa air bisa merayap naik ke atas, sehingga mencukupi nutrisi untuk tumbuh. Bahan yang disiapkan adalah:
- Gelas berisi air
- Pewarna makanan
- Daun sawi putih
Cara:
- Tuanglah pewarna makanan kedalam gelas berisi air, lalu aduk hingga rata.
- Masukkan daun sawi kedalam gelas
- Setelah beberapa jam kemudian, anak-anak akan tahu kalau air merambat ke atas terbukti dari daun sawi yang berubah warna sesuai dengan warna makanan yang kita tambahkan ke dalam air di dalam gelas. Untuk membantu eksperimen, pamong bisa mengamati video ini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukkan sikap cinta ciptaan (seperti tidak merusak tanaman, membuang sampah pada tempatnya) sebagai wujud mengikut Yesus
- Anak dapat menganalisis bagaimana panggilan murid berdampak pada komunitas dan lingkungan sekitar mereka
- Anak dapat merancang proyek atau media kampanye yang mengajak orang lain untuk peduli terhadap ciptaan
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kita bernyanyi terlebih dahulu ya, kita menyanyikan Kidung Siwi no 42 yang berjudul Hidup yang baru. Terimakasih sudah bernyanyi dengan gembira. Apakah kalian sudah hidup baru? Sebelum menjawabnya, saya ingin kalian berpasangan dua orang- dua orang. Silahkan berdiri berhadapan, lalu mengamati semua milik teman di hadapanmu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bagaimana rambutnya, apa yang pakai, warna baju, warna sepatu. Perhatikan dengan seksama teman yang ada di depanmu. Kalau merasa sudah cukup mengamatinya, silahkan berbalik badan. Lalu setiap anak silahkan merubah penampilannya, misalnya: mengganti belahan rambut, yang tadinya belah sebelah kiri, sekarang jadi kanan. Lalu, lengan baju tadinya dibiarkan memanjang sekarang jadi digulung, atau lainnya. Usahakan penampilanmu berubah ya. Karena nanti setelah berhadapan kembali, anak didepanmu akan menyebutkan, apa nih yang berubah darimu?
Wah, seru sekali kan? apakah merubah penampilan itu sulit? Apakah mudah melihat perubahan pada teman kalian?
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes sudah tertangkap, Ia menyingkir ke Kapernaum. Kota yang tidak sebesar Yerusalem, tapi aktivitasnya sangat sibuk. Di sana terdapat pelabuhan, sehingga banyak pedagang dan orang asing singgah. Di sana, Yesus belum dikenal. Tidak ada orang yang pernah mendengar ajaran Yesus. Yesus tahu bahwa mereka masih melakukan perbuatan buruk atau hidup dalam ‘Kegelapan’. Yesus pun berseru: Bertobatlah, sebab kerajaan Allah sudah dekat!
Yesus menyusuri pantai dan memanggil murid-muridnya yang pertama. Ada Simon yang bersaudara dengan Andreas lalu ada Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus. Sebenarnya, mereka ini nelayan, tahu kan apa itu nelayan? Iya, menjala ikan. Tanpa bertanya, mereka menurut dan segera mengikut Yesus.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Ketika Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes dipanggil Yesus menjadi murid-Nya, mereka meninggalkan kehidupan lamanya. Mereka bersedia untuk hidup baru, sama dengan lagu kita pagi ini. Apa-apa yang buruk, ditinggalkan digantikan dengan tindakan baik. Maukah kalian meneladani murid-murid Yesus ini? Mungkin ada anak-anak yang selama ini masih hidup dalam kegelapan, masih suka berbohong, masih suka mencuri dan menjelekkan teman. Ayo segera tinggalkan, berubahlah menjadi anak-anak yang baik.
Khusus di bulan penciptaan ini, mari menjadi anak-anak yang sadar dengan lingkungan sekitar. Kalau ada sampah berserakan, ayo bantu mengumpulkan, jangan karena merasa, itu bukan sampahmu, kamu tidak mau memasukkannya ke dalam tempat sampah ya?! Kalau ada tanaman bunga di rumah, bantu orangtua untuk menyirami bunga-bunga itu. Apalagi yang bisa kalian lakukan untuk membantu menjaga bumi, ayo pikirkanlah dengan baik ya. Ikut menjaga bumi, berarti menjaga ciptaan Tuhan. Itu juga berarti bahwa kalian ini anak-anak yang hidup dalam terang Tuhan. amin.
Aktivitas
Pamong menyediakan kertas manila putih lebih dari satu lembar dan alat mewarnai.
Anak-anak berkelompok membuat poster bertema Mencintai Ciptaan Tuhan. Poster ini dipajang di madding gereja atau tempat lain yang mudah dilihat orang lain. Jangan lupa membubuhkan nama anak-anak yang membuat di poster tersebut.
BAHASA JAWA
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Bebuka
Sugeng enjing, para putraning Allah ingkang kinasih!
Sawise minggu kepungkur ngenal banyu minangka tandha suci saka Gusti Allah, dina iki kita bakal ngenalake Cahya. Kaping pisanan, kita bakal nembang saka kidung Siwi, nomer 46, “Urip Anyar.”
Sawise nyanyi, kita bakal main game. Bocah-bocah, gawe kelompok papat. Aku bakal takon pitakonan. Mangga wangsulana. Yen sampeyan mangsuli kanthi bener, mangga ngadeg ing kertas putih. Yen sampeyan salah mangsuli, mangga ngadeg ing kertas ireng. Ngerti ta? Ya, mangga siap-siap. Elinga, sampeyan kudu ngadeg karo anggota klompok, lan saben kertas kudu pas karo wong papat. Ayo ndeleng pitakonan:
- Njiwit diijini (SALAH) informasi: bocah-bocah kudu ngadeg ing kertas ireng
- Mbuwang sampah ing tong sampah (BENER) informasi: bocah-bocah kudu ngadeg ing kertas putih
- Nyolong diijini (SALAH) informasi: bocah-bocah kudu ngadeg ing kertas ireng
- Informasi nyirami tanduran (BENER): bocah-bocah kudu ngadeg ing kertas putih
- Bengok-bengok ibu utawa bapak diijini (SALAH) informasi: bocah-bocah kudu ngadeg ing kertas ireng
- Nuduhake panganan sing diidini (BENER) informasi: bocah-bocah kudu ngadeg ing kertas putih.
- Meksa ibu tuku permen, yen ibu ora gelem – nangis supaya ibu tuku (SALAH) informasi: bocah-bocah ngadeg ing kertas ireng.
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Game iki nyenengake banget, ta? Apa gunane game iki? Yagene nyiwit dilarang utawa salah? Ya, amarga dicubit iku lara, lan ora ana sing seneng dicubit. Amarga nyiwit dianggep ala utawa salah, bocah-bocah ngadeg ing kertas ireng, minangka simbol peteng. Apa sebabe mbagi panganan bener? Merga bareng-bareng mangan iku mujudake tumindak kang becik, pratandha yen bocah-bocah wis netepi dhawuhe Gusti supaya tresna. Bocah-bocah sing tumindak becik utawa bener iki ngadeg ing kertas putih, minangka lambang bocah-bocah sing urip ing pepadhange Gusti Allah.
Inti Lan Penerapan
Para putraning Allah ingkang kinasih, tumindak ala utawi salah ingkang kasebat ing nginggil inggih menika tumindakipun lare ingkang gesang ing pepeteng, tumindakipun lare ingkang dereng wanuh kaliyan Gusti Yesus. Ing jaman biyen, Yésus durung ngerti piwulangé sing apik. Yésus kudu ngenalké piwulang sing apik iki marang wong liya. Mulané Gusti Yésus nimbali murid-muridé sing sepisanan: para nelayan: Simon, Andréas, Yakobus lan Yohanes anaké Zébédéus. Ayo baleni kanthi banter sapa sing dadi murid pisanan sing diarani Yesus!
Murid-murid sing disebut murid-murid iki nuruti dhawuhé Yésus, ninggalké gawéan nelayan lan ndhèrèk Yésus. Merga kita uga dadi muridé Yésus, Yéhuwah péngin kita dadi anak sing manut lan nindakké tumindak sing nresnani.
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Saka game ing ndhuwur, kita sinau apa tumindak becik lan ala. Apa sing ditresnani Gusti Yesus lan apa sing ora disenengi. Kita kudu dadi conto sing apik. Sumangga kita sami nggatosaken ciptaning Gusti. Ayo padha ngrawat tanduran lan mbuwang sampah ing tong sampah. Tumindak kasebut minangka wujud katresnan sing diwulangake dening Gusti Yesus.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Bebuka
Sugeng enjing, para putraning Allah ingkang kinasih!
Piye kabarmu minggu iki? Puji Tuhan, aku weruh sampeyan kabeh sehat lan seneng. Sumangga sesarengan nembangaken tembang saking kidung Siwi nomer 42 “Urip Anyar”.
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Minggu kepungkur kita njelajah peran banyu, ciptaan Gusti, digunakake minangka simbol kasucian lan uga migunani ing urip saben dina. Dina iki kita bakal njelajah ciptaané Gusti sing diarani CAHAYA. Saiki, aku pengin bocah-bocah nganggo tutup mata iki. Kita pengin ndeleng kaya apa ditutupi mata. (Kita sijine gambar mata sing dipotong ing saben bocah.)
Saiki, kabeh mripate ditutupi. Piye rasane? peteng ndhedhet ta? Bocah-bocah ora weruh apa-apa, lan yen mlaku, mesthi bakal nabrak. Kaya mengkono jagad iki sadurunge Gusti Allah nitahake samubarang. Jagad iki peteng ndhedhet, mula Gusti Allah nitahake cahya ing dina kapisan. Nalika iku padhang, kabeh cetha. Saiki, bocah-bocah bisa nyopot tutup mata.
Inti Lan Penerapan
Para putraning Allah ingkang kinasih, wonten ing cariyos dinten punika, Gusti Yesus tindak dhateng ing kutha Kapernaum sasampunipun mireng bab Yohanes ingkang dipuncepeng. Ing kutha iki, wong-wong ora ngerti sapa Yésus kuwi. Apa sing diwulangké Yésus?
Yésus péngin akèh wong ngerti piwulangé sing apik, Gusti Allah kepéngin saben wong urip ing pepadhangé Kristus. Dadi, Panjenengané nimbali sawetara nelayan sing ditemoni. Sapa padha? Yaiku Simon, Andréas, Yakobus lan Yohanes anaké Zébédéus. Wong-wong mau durung wanuh marang Gusti Yésus, nanging padha manut lan ndhèrèkaké Panjenengané.
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Apa sampeyan pengin dadi pengikut Yesus? Urip ing pepadhang Kristus? Amarga anak-anak pepadhang mesthi nindakake akeh kabecikan. Ora bakal ana maneh tumindak ala kaya gelut karo kanca, nyolong, nggodha kanca, lan liya-liyane. Ing sasi tumitah iki, amal kabecikan khusus sing kita lakoni yaiku ngrawat kabeh titah Gusti. Apa ciptaane Gusti Allah? (Menehi kesempatan kanggo nanggapi). Ya, sawetara kalebu ngrawat tanduran. Apa ana sing ora seneng nyirami tanduran? Wiwit saiki, tulung wong tuwamu nyirami tanduran ing plataran. Saiki, bocah-bocah dadi luwih ngerti sampah ing sekitare. Mbuwang sampah ing tong sampah, lan yen perlu, tegur kanca sing mbuwang sampah. Ayo padha gotong royong kanggo njaga lingkungan. Yen bumi apik lan resik, kita uga bakal seneng, ta?
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Bebuka
Putra-putra kinasihipun Gusti. Bareng Gusti Yésus midhanget yèn Yohanes wis dicekel, banjur tindak menyang Kapernaum. Iku ora gedhe kaya Yerusalem, nanging rame karo kegiatan. Ing kono ana plabuhan, mula akèh sudagar lan wong manca sing padha mampir. Ing kana, Yésus ora dikenal. Ora ana sing krungu piwulangé Yésus. Yésus ngerti nèk wong-wong kuwi isih tumindak ala utawa urip ing ”Peteng”. Gusti Yesus nguwuh-uwuh: “Padha mratobata, awit Kratoning Allah wis cedhak!”
Gusti Yésus mlaku nang pinggir pantai lan nimbali murid-muridé sing sepisanan. Ana Simon, seduluré Andréas, lan Yakobus lan Yohanes, anaké Zébédéus. Nyatane, dheweke dadi nelayan – sampeyan ngerti apa nelayan? Ya, mancing. Tanpa mangu-mangu, wong-wong mau padha manut lan langsung mèlu Gusti Yésus.
Inti Lan Penerapan
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Dadi muridé Yésus kaya Simon, Andréas, Yakobus, lan Yohanes tegesé ninggalké uripé sing lawas. Padha gelem urip anyar, kaya kidung kita esuk iki. Kabeh sing ala ditinggal lan diganti karo tumindak sing apik. Apa panjenengan bakal niru tuladhané para muridé Yésus? Mbok menawa ana bocah-bocah sing isih peteng ndhedhet, isih goroh, nyolong, lan ngece kancane. Ayo ditinggalake lan dadi bocah sing apik.
Luwih-luwih ing sasi penciptaan iki, ayo dadi bocah-bocah sing sadar karo lingkungan sekitar. Yen ana sampah, tulung ngumpulake. Aja mung mikir, “Iki dudu sampah sampeyan,” lan aja dilebokake ing tong sampah amarga sampeyan mikir yen dudu sampah sampeyan, oke? Yen sampeyan duwe kembang ing omah, tulung wong tuwamu dibantu nyirami. Apa maneh sing bisa ditindakake kanggo nglindhungi bumi? Ayo dipikir kanthi teliti. Ngrumat bumi tegesé ngrumati ciptaané Gusti Allah, lan uga tegesé kowé dadi anak sing urip ing pepadhangé Gusti Allah. Amin.