Aku Menjaga Ciptaan Tuhan Tuntunan Ibadah Anak 18 Januari 2026

5 January 2026

Tahun Liturgi: Bulan Penciptaan
Tema: Aku Menjaga Ciptaan Tuhan
Judul: Aku Menjaga Ciptaan Tuhan

Bacaan: Yohanes 1 : 29 – 34
Ayat Hafalan: Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. (Yohanes 1: 33)

Lagu Tema: Kidung Siwi no.108 “Sahabat Bumi”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yohanes ini membaptis banyak orang, itulah alasan mengapa para imam Yahudi bertanya tentang siapakah sebenarnya dirinya (Perikop sebelumnya, ayat 19). Bagi Yohanes, ini adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan siapa Mesias yang sebenarnya karena Yohanes memang diutus Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus, sang Mesias sendiri.

Ketika Yohanes melihat Yesus datang, tanpa ragu ia berkata bahwa: Yesuslah korban persembahan yang akan menebus dosa manusia. Kematian Yesus menebus dosa manusia. Kristus memberi kesempatan kepada semua orang untuk hidup yang kekal. Namun, ada syarat untuk memperoleh kesempatan itu yaitu percaya dan dibabtis.

Baptisan berasal dari Bahasa Yunani baptizo, bapto dan baptisma yang berarti menutupi sesuatu dengan cairan, atau mencelupkan sesuatu kedalam cairan kemudian mengeluarkannya lagi. Air adalah simbol pembersihan diri dan kehidupan baru dalam kekristenan. Allah menggunakan air sebagai simbol untuk menyucikan diri, maka tidak berlebihan rasanya jika kita menganggap air itu suci dan kudus, karena itulah sebaiknya kita menghargai keberadaan air.

Tahun 1990 an, Masaru Emoto, seorang ilmuwan Jepang yang melakukan serangkaian percobaan terhadap air. Air dikemas dalam banyak botol dan diberi pesan berbeda yaitu pesan positif (seperti: cinta, terimakasih dan sejenisnya) atau negatif (Seperti : aku benci kamu, aku akan membunuhmu dan sejenisnya). Lalu tetesan air masing-masing ini ditempatkan pada irisan dan dibekukan supaya membentuk kristal kepingan salju. Hasilnya? Air yang diberikan pesan positif memiliki bentuk yang geometris dan estetik atau indah. Namun sebaliknya air dengan pesan negatif memiliki bentuk kacau yang tidak beraturan. Percobaan lain kepada air yang dibacakan doa dan tidak dibacakan doa, hasilnya yang dibacakan doa memiliki bentuk yang lebih bagus daripada yang tidak dibacakan doa.

Dari riset tersebut kita tahu bahwa alangkah baiknya memperlakukan air dengan istimewa. Air yang sedari awal dipilih Kristus sebagai simbol penyucian diri (dianggap suci dan kudus), sudah sepantasnya air mendapatkan perlakuan yang baik dari kita. Sudahkah kita ambil bagian dalam pelestarian air di bumi ini?

Dikutip dari nationalgeographic.co.id, terdapat fakta mengejutkan berikut ini:

  • Dari semua air yang tersedia di bumi, kurang dari 1% yang tersedia untuk dikonsumsi manusia, hewan dan tumbuhan.
  • Krisis air berada pada nomer satu sebagai tantangan global yang akan dihadapi dalam dekade mendatang.
  • Di Afrika dan Asia, perempuan dan anak-anak berjalan 3,7 mil jauhnya untuk mendapatkan air
  • Setiap 90 detik seorang anak meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan air (contohnya: Tifus, kolera dan Disentri)
  • Saat ini terdapat 630 juta penduduk dunia yang tidak mendapatkan akses ke air bersih.

Refleksi Untuk Pamong
Apakah kita masih abai dengan air setelah ini, pilihannya ada di tangan kita masing-masing. Namun sebagai pamong, bukan hanya sadar dan beraksi namun kita ini adalah pembawa pesan bagi anak-anak kita, tentang bagaimana sebaiknya menjaga bumi, menjaga air kita. Air memberi kita kehidupan. Kita pun sebaiknya membalasnya dengan kehidupan pula. Mari berhemat air dan mari ikut berperan dalam pencegahan pencemaran air. Tegurlah saudara, sahabat atau kerabat yang menyia-nyiakan air, demi kelangsungan masa depan bersama.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan nama Yesus dan Yohanes Pembaptis
  2. Anak dapat mengerti bahwa air digunakan untuk membersihkan dan Yesus juga bisa membersihkan hati kita

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini. Pamong menyediakan gambar berikut ini.
Gambar:

  1. Yesus Dibaptis
  2. Pencemaran Air

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Wah senangnya hari ini kita berjumpa lagi. Selamat hari minggu selamat bersukacita. Untuk mengawali ibadah, ayo kita menyanyi bersama lagu Sahabat Bumi. Siapa yang punya sahabat? Siapa yang punya besti? Punya sahabat itu menyenangkan bukan? Yuk Menyanyi Kidung Siwi no. 108 Sahabat Bumi.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, bulan ini kita menghayati bulan penciptaan. Selama 6 hari Tuhan menciptakan dan beristirahat di hari ketujuh. Ayo kita sebutkan satu persatu hari pertama Tuhan menciptakan….dan seterusnya…

Wah, anak-anak pintar ya, kalian bisa menyebutkan dengan benar. Nah, sekarang kita akan mendengar kisah tentang salah satu ciptaan Tuhan. Siapa yang bisa menebak, ini kisah tentang apa?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
(Tunjukkan Gambar 1). Coba lihat gambar ini, adakah anak-anak yang kenal siapa Dia? Orang yang mandi di kolam ini siapa ya? Lalu, orang yang disampingnya itu siapa juga? Iya, orang yang sedang berada di kolam ini namanya Yesus. Coba sebutkan namanya dengan suara yang keras: YESUS.  iya Tuhan Yesus yang anak-anak kenal itu. Lalu orang yang berada di sampingnya adalah Yohanes. Karena Yohanes membabtis orang banyak, maka dia disebut Yohanes Pembabtis. Ucapkan juga dengan suara keras ya: YOHANES PEMBAPTIS. Eh, kenapa ada burung di atas kepala Tuhan Yesus. Di atas kepala Yesus itu sebenarnya adalah Roh Kudus. Roh Kudus hinggap di atas Yesus karena memang Yesus-lah Allah sendiri.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, saat Yohanes membaptis Yesus, Roh Kudus hinggap di atas Yesus karena Yesus seorang Mesias, juru selamat yang akan menyelamatkan kita, orang berdosa. Kata Yohanes, ia membaptis dengan air, tetapi Yesus akan membaptis Roh Kudus.

Dulu saat kalian diantar oleh orang tua untuk baptis di gereja, bapak atau ibu pendeta memerciki kalian dengan air sambil berkata: aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Air adalah sarana yang dipakai untuk membaptis kita. Air menjadi penghubung kita dengan Tuhan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Ternyata ciptaan Tuhan yang bernama air itu penting ya! Sehari-hari kita memakai air untuk minum, memasak, mencuci, menyiram tanaman dan mandi. Bapak atau ibu pendeta membabtis anak-anak dan orang percaya dengan menggunakan air juga. Air digunakan sebagai simbol kesucian diri. Air untuk membersihkan diri kita dari hal-hal yang tidak baik agar kembali suci. Fungsi air ini sama dengan Yesus yang dapat membersihkan hati kita.

Kalau air memang sepenting itu, maka kita harus memperlakukannya dengan baik pula. Adapun cara sederhana yang bis akita lakukan untuk menjaga air antara lain :

  • Kalau ada kran air mengalir padahal tidak terpakai, bantu mematikan kran airnya ya!
  • Memakai air secukupnya saja, stop buang air kalau tidak diperlukan, kalau ada orang lain yang membuang air tanpa tujuan, tegurlah dia!
  • Mandi tidak terlalu lama. Kalau mandinya lama biasanya pemakaian airnya juga lebih banyak. Ini juga termasuk ketika sedang menyikat gigi. Pakailah gelas kumur daripada membiarkan air kran terus mengalir.
  • Kalau sedang membantu ibu mencuci buah atau sayur, lebih baik memakai baskom, air bekas cucian buah dan sayur bisa dipakai untuk menyiram tanaman.
  • Kalau ada kebocoran pipa air, cepatlah memberitahu ibu atau ayahmu.

Aktivitas
Mencetak Lembar Mewarnai berikut ini. Alat peraga dapat diunduh di sini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan nama Yesus dan Yohanes Pembaptis
  2. Anak dapat mengerti bahwa air digunakan untuk membersihkan dan Yesus juga bisa membersihkan hati kita

Alat Peraga
Menyediakan alat peraga pada kelas Balita.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya selalu gembira kalau hari minggu tiba. Saya gembira karena bertemu dengan anak-anak yang keren. Apakah ada yang sudah belajar dan mendengar lagu Sahabat Bumi dari Kidung Siwi, kidung anak GKJW? Ayo kita bernyanyi bersama. Bulan ini kita menghayati Penciptaan Tuhan. Setiap awal tahun biasanya kita menghapal dan berlatih menyebutkan apa saja yang diciptakan Tuhan sejak hari pertama hingga ke enam (Ajak anak-anak menyebutkan urutan hari penciptaan). Hari ketujuh Tuhan beristirahat. Nah, hari ini kita akan menyimak kisah tentang salah satu ciptaan Tuhan, apakah itu? Ciptaan Tuhan yang manakah?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Coba perhatikan gambar ini, (tunjukkan gambar 1). Coba tebak, siapa saja orang-orang ini, saya yakin kalian pasti sudah tahu kan? Iya. Mereka yang sedang berada di kolam ini adalah Yesus dan Yohanes. Yang mana Yesus dan yang mana Yohanes? Yang di atasnya hinggap Roh Kudus berbentuk burung itulah yang Yesus, Yohanes ada di sebelahnya. Inilah pertanda bahwa Yesus bukanlah orang biasa, ia adalah seorang mesias yang ditunggu kedatangannya. Ia menjadi penyelamat manusia dari kebinasaan.

Orang yang mengaku percaya akan menerima baptisan. Setiap kali bapak atau ibu pendeta membaptis anak yang diserahkan untuk dibaptis akan berseru: aku membabtis engkau dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, lalu beliau berkata demikian sambil memercikkan air kepada anak-anak yang dibaptis.

Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, air ini adalah simbol yang dipakai untuk menyucikan diri. Air baptisan ini diyakini membersihkan kita dari dosa dan kesalahan kita. Berbeda dengan manusia, Yesus dibaptis bukan untuk membesihkan diri sebab Ia tidak berdosa, tetapi Ia dibaptis untuk menyatakan diri bahwa Ia adalah Mesias yang diutus oleh Tuhan untuk memberitakan Injil. Melalui perantaraan air ini menjadi awal kita disucikan atau dibersihkan dari segala sesuatu yang berdosa.

Ternyata ciptaan Tuhan yang bernama air itu penting ya! Sebenarnya sehari-haripun kita menggunakan air untuk segala keperluan hidup kita. Mulai dari minum, mandi, mencuci, merawat tanaman, semuanya menggunakan air. Kalau memang air itu penting, sudah saatnya kita menghargai keberadaan air. Jangan lagi membuang-buang air untuk kegiatan yang tidak perlu. Bantulah bumi ini dengan menjaga kesediaan air.

Anak-anak pratama sudah besar dan sudah lebih mengerti, maka harus bisa memberi teladan buat adik-adiknya yang masih kecil. Kalau kakaknya sudah bertindak benar, adiknya akan mengikuti. Coba, jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar atau salah, lalu berikan alasannya:

  1. Kamu melihat air kran di kamar mandi sekolah tidak menutup dengan rapat, airnya mengalir terus. Kamu cuek saja, karena toh bukan kamu yang membuka kran dan lupa menutupnya dengan rapat-rapat. Biar saja, cuek saja. (Salah)
  2. Temanmu bermain kerumah, ia mengajak main semprot air. Kelihatannya seru tuh! Kamu menuruti ajakan temanmu itu. (Salah)
  3. Adik sedang menyikat giginya, kamu memberikannya gelas untuk berkumur. (Benar)
  4. Kakakmu sudah 1 jam mandi di kamar mandi. (Salah)
  5. Pipa dirumahmu sedang bocor, tapi itu kan urusan orangtua, lebih baik tidak usah bercerita ke mereka. (Salah)
  6. Mencuci buah dan sayur dibawah air mengalir (Kurang benar)

Aktivitas
Coba perhatikan gambar ini (Pamong menunjukkan gambar 2). Ini adalah sampah yang mengganggu kebersihan laut dan sungai. Air sungai dan laut bisa tercemar karena sampah dan limbah pabrik. Apa akibatnya? Banyak ikan dan makhluk hidup mati karena tinggal di air yang tercemar. Padahal mereka sangat berguna bagi kehidupan. Anak-anak tahu kan, penyumbang oksigen terbesar di dunia adalah dari tumbuhan mikroskopis di perairan? Kalau sudah tahu, itu berarti kita harus bersemangat untuk menjaga kebersihan air ya. Nah, sekarang kita mau bersenang-senang dengan melakukan percobaan ini.

Alat dan bahan:

  • Plastik klip/ ziplock yang cukup besar untuk sejumlah anak yang hadir
  • Kertas putih untuk menggambar
  • Pensil/spidol/crayon warna-warni
  • Ember besar berisi air

Cara:

  1. Berikan gambar contoh  yang sudah dibuat dirumah oleh pamong, inilah fitoplankton. Gambar seperti contoh atau sesuai kreasi anak-anak.
  2. Berikan waktu untuk menggambar fitoplankton.
  3. Masukkan kertas gambar ke dalam plastik ziplock.
  4. Setelah semua anak menyelesaikan cara 1-3, bersama-sama mereka mencelupkan ziplock berisi gambar fitoplankton tersebut ke dalam ember besar berisi air. Lihatlah perubahan yang terjadi. Jelaskan bahwa inilah yang terjadi jika kita tidak merawat air. Air yang tercemar akan membuat fitoplankton atau tumbuhan baik akan mati. Lihatlah, tidak ada penampakan fitoplankton di percobaan ini. Lama-kelamaan tidak ada lagi fitoplankton di dunia ini, oksigen akan menipis dan kita sesak nafas karenanya. Setelah aktivitas selesai, ajak anak untuk menyiramkan air dalam ember ke tanaman-tanaman di sekitar.

Agar lebih jelas, pamong dapat mengamati video ini (walaupun untuk tujuan berbeda), sebagai panduan untuk melakukan percobaan.
Alat peraga dapat diunduh di sini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan bahwa air dalam baptisan adalah simbol penyucian dan Yesus menyucikan hati kita melalui Roh Kudus
  2. Anak dapat menghubungkan dan mengidentifikasi tindakan untuk menjaga air sebagai simbol penyucian hati, seperti menjaga dan menanam pohon disekitar mata air, hemat air dsb

Alat Peraga
Pamong menyediakan gambar yang ada di kelas Balita. Alat peraga dapat diunduh di sini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Puji Tuhan saya punya kesempatan bertemu dengan anak-anak hari ini. Apakah kalian senang juga bertemu dengan saya? Wah, senangnya! Kita akan bernyanyi terlebih dahulu ya. Kita menyanyi dari Kidung Siwi no 108 yang berjudul Sahabat Bumi.

Bulan ini kita kenal sebagai bulan penciptaan. Saat ini kita diingatkan untuk menyadari dan merawat ciptaan Tuhan. Apa saja ciptaan Tuhan? Ayo sebutkan apa saja ciptaan Tuhan. Pandai sekali anak-anak GKJW ini. Selama 6 hari dunia dan segala isinya diciptakan Tuhan dan berisitirahat di hari ketujuh. Hari ini kita akan fokus dengan kisah salah satu ciptaan Tuhan yang disebut AAAAAAAA…(Pamong hanya menyebutkan huruf depan sambil menunggu respon anak-anak). Yang menjawab angin, anjing, apel…maaf, kalian salah semua ya. Yuk, simak saja kisah ini.

Gambar ini tentang pembabtisan di sungai Yordan (tunjukkan gambar 1). Anak-anak pasti mengenal Yesus dan Yohanes bukan? (minta anak menyebutkan yang mana Yesus dan yang mana Yohanes). Yohanes membaptis banyak orang, namun kali ini ada yang istimewa, ia membabtis orang penting, yaitu Yesus. Bagaimana Yohanes tahu kalau dia penting? Lihat saja, ada Roh Kudus hinggap di atas Yesus. Yesaya pernah bernubuat tentang Yesus bahwa Ia lahir dari seorang perawan muda (Yesaya 7:14), Ia disebut Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:6), Ia menderita dan menanggung dosa manusia dengan kematianNya di kayu salib (Yesaya 53).

Yohanes mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan dengan membaptis orang-orang yang  percaya kepadaNya. Namun kali ini Ia membaptis Yesus, Allah sendiri di sungai Yordan ini. Melalui air, menjadi tanda kesucian hati.

Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Air dalam pembaptisan dipakai sebagai tanda kesucian diri. Hati kita yang semula diisi dengan prasangka buruk, niat buruk digantikan dengan kebaikan. Tentu anak-anak menginginkan kebaikan hati bukan? Karena inilah tujuan kita pergi beribadah setiap Minggu. Kita ingin agar hati kita diubahkan. Tuhan Yesus bisa membersihkan hati kita dari yang jahat.

Dari kisah hari ini, kita tahu air punya manfaat yang sangat penting. Sebenarnya dalam sehari-haripun air punya manfaat, walaupun terlihat remeh dan tidak berarti. Coba bayangkan kalau tidak ada air untuk diminum? Tidak ada air untuk mandi dan buang air? Tidak ada air untuk mencuci baju-piring-sepatu? Pasti repot kan?

Coba kamu bayangkan bagaimana jika tidak ada air, seperti dialami oleh penduduk di Asia Afrika sana. Mereka harus menempuh jarak 3,7 mil atau 6 km jauhnya untuk mendapatkan air. Banyak tempat yang mengalami kekeringan. Sudah tempatnya jauh, mereka pun harus berhemat saat menggunakan air. Setetes air sangat berharga untuk mereka.

Bagaimana dengan kita yang ada di Indonesia. Kita patut bersyukur punya air yang berlimpah. Tugas kita sekarang adalah menjaga air agar tetap baik dan mencukupi buat semua makhluk di bumi. Beberapa cara di antaranya adalah dengan menghemat dan mencegah pencemaran terhadap air. Ada tips-tips yang bisa kita lakukan, kalau punya ide lainnya, anak-anak bisa menambahkan ya.

  • Matikan kran air jika sudah tidak terpakai
  • Informasikan kepada bapak atau ibu jika ada pipa air yang bocor walaupun Cuma menetes, agar orangtua segera bertindak
  • Pakailah gelas kumur jika sedang menyikat gigi, stop menyalakan air kran saat kamu sedang menyikat gigi.
  • Cucilah buah dan sayur dengan air yang sudah ditampung di dalam ember, air bekasnya bisa dipakai untuk menyiram tanaman. Dengan begitu tidak ada air yang terbuang percuma.

Aktivitas
Pamong menyiapkan alat dan bahan berikut ini:

  1. Botol bekas air mineral minimal berukuran 600 ml, siapkan minimal 3 buah
  2. Gunting
  3. Batu kecil yang cukup banyak
  4. Pasir
  5. Arang
  6. Kapas
  7. Air kotor yang berwarna coklat keruh

Cara:

  • Gunting botol menjadi 2 bagian. Buka tutup botol lalu balik dan masukkan kedalam potongan botol lainnya.
  • Susun bahan didalam botol dengan urutan paling bawah: kapas, arang, pasir dan batu kecil terletak paling atas.
  • Tuang air keruh kedalam susunan bahan-bahan di dalam botol, amati apa yang terjadi.
  • Idealnya air yang tersaring berwarna lebih jernih dibanding sebelumnya. Air ini bukan layak minum karena ada beberapa kriteria tentang air layak minum yaitu: jernih, tidak berbau, tidak berasa dan jangan lupa kalian harus memasaknya sebelum meminumnya ya.

Selamat beraktivitas, kiranya Tuhan selalu memberkati.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak