Pembawa Damai Tuntunan Ibadah Anak 1 Februari 2026

19 January 2026

Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Tema: Dipanggil untuk merawat keutuhan ciptaan
Judul: Pembawa Damai

Bacaan: Matius 5 : 1 – 12
Ayat Hafalan: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5 : 9)

Lagu Tema: Kdung Siwi no 17

Alat Peraga
Dapat diunduh di sini.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Matius 5:1-12 adalah bagian dari Khotbah di Bukit. Ini adalah kumpulan kotbah Yesus di Bukit yang berisi berbagai ajaran. Bagian ini adalah bagian yang indah dalam injil yang menuturkan banyak ajaran Yesus yang lugas.  Khotbah di bukit disebut juga sebagai delapan sabda bahagia.

Khotbah ini hendak menunjukkan kepada pembaca  bagaimana pandangan Allah tentang bahagia.  Kebahagiaan menurut Tuhan tidaklah sama dengan pemikiran manusia tentang kebahagiaan.

Dalam bacaan kita ini ada ketidakwajaran dalam berfikir seperti pada umumnya orang berfikir. Biasanya orang akan berfikir bahwa kebahagiaan itu dilekatkan dengan segala keberhasilan, kekayaan dan segala kondisi yang baik-baik saja. Tapi bagian bacaan kita ini menyuguhkan situasi sebaliknya, bukan keadaan yang baik-baik saja yang dipakai sebagai ukuran orang berbahagia. Orang-orang yang keadaannya terpinggirkan menjadi wajah utama dari kebahagiaan. Ini benar-benar di luar nalar.

Di sini kita mengetahui pemikiran Yesus bahwa Yesus berkenan kepada mereka dan berpihak kepada mereka. Di mata Yesus mereka sangat berharga dan ini menuntun kita untuk merubah sudut pandang kita bahwa justru dalam situasi yang tidak baik-baik saja Tuhan hadir. Pada diri merekalah berkat Tuhan dihadirkan. Ini mendorong kita untuk menghargai setiap manusia apapun keadaannya. Demikian juga kita menghargai dan mensyukuri keadaan kita sendiri juga ketika  tidak baik-baik saja. Kita memahami bahwa Allah berpihak kepada kita dan menghadirkan kebahagiaan.

Refleksi Untuk Pamong
Di tengah situasi  sulit dan tidak baik-baik saja yang terjadi dalam kehidupan sesama,  kita dipanggil untuk menjadi seseorang yang mendatangkan kedamaian, menjadikan kebahagiaan itu nyata dalam situasi mereka. Itulah cara kita merawat kehidupan dan menghadirkan kasih Allah di tengah kehidupan bersama kita di bumi dengan ciptaan TUhan yang lainnya.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan bahwa Yesus mengajar orang banyak
  2. Anak dapat mengerti bahwa Yesus senang jika anak-anak bersikap baik dan ramah kepada orang lain

Pendahuluan
Anak-anak melihat video ini.

Inti Penyampaian
Anak-anak tadi sudah melihat video tentang Kotbah Tuhan Yesus. Di ayat 9 Tuhan Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Diikuti ya …Ayo kita ulangi sekali lagi ya …Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Sekali lagi…Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Apakah anak-anak semua adalah anak-anak Allah? coba siapa yang menjadi anak-anak Allah ayo angkat tangan. Wah luar biasa, benar kita yang percaya Tuhan Yesus adalah anak-anak Allah. Nah yang disebut anak-anak Allah itu bukan hanya yang percaya pada Tuhan Yesus saja tetapi juga anak-anak yang menjadi pembawa damai. DAMAI (tunjukkan kata ini kepada anak-anak dengan ditulis dengan huruf yang besar) D…A…M…A…I (eja kata-kata ini di depan anak-anak dan minta mereka menirukan kata-kata ini), ayo kita ulangi ya… DAMAI… DAMAI itu apa ? ya kalau anak-anak suka hidup rukun dengan keluarga, main sama-sama teman-teman dengan rukun dan berbuat baik, maka anak-anak disebut sebagai pembawa damai.

Penerapan
Apa ya kira-kira contoh berbuat baik dan hidup rukun dengan keluarga, teman dan orang lain? Mari kita melihat video ini.

Nah itu tadi adalah contoh berbuat baik dengan menolong orang lain. Ayo anak-anak memberi contoh yang lain ! (anak-anak diminta bercerita contoh sikap mereka menjadi anak-anak pembawa damai  dengan berbuat baik dan ramah )

Aktivitas
Alat dan Bahan:

  1. Kertas manila diukur besar telapak tangan anak-anak.
  2. Pensil untuk menggambar telapak tangan
  3. Spidol aneka warna, pensil warna atau krayon
  4. Lem
  5. Gunting
  6. Isolasi
  7. Sedotan besar untuk cendol

Cara membuat :
Anak-anak diminta mencetak gambar telapak tangan di kertas manila dengan pensil. Lalu minta anak-anak menggunting pola tersebut. Gambar kuku di ujung jari-jarinya. Beri warna .  lalu kertas dibalik, ditelapak tangan diberi nama anak  dan tulisan MAU MEMBAWA DAMAI. Contoh REBECA MAU MEMBAWA DAMAI. Jika anak-anak belum bisa menulis pamong bisa membantu menuliskannya. Contoh ada di file alat peraga tanggal 1 Februari 2026. Lalu ujung-ujung kuku dilipat ke arah telapak tangan dan setiap jari di lem jangan sampai menutupi tulisan. Sisakan hanya jari telunjuk yang tidak dilem sehingga menyerupai tangan yang sedang mengacungkan tangan. Lalu rekatkan dengan isolasi ke sedotan besar untuk cendol.

Jadi dengan aktivitas ini anak-anak seolah-olah sedang mengangkat tangan dan bersedia menjadi pembawa damai. Ditutup dengan menyanyi Kidung Siwi no 17

Tugas Untuk Minggu Depan:
Anak-anak Balita diminta membawa kue untuk dibagi dengan teman-teman di ibadah minggu Balita


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat mengulang beberapa bagian dari ucapan bahagia (contoh: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah);
  2. Anak dapat melakukan satu tindakan nyata menjaga “rumah bersama” seperti menjaga kebersihan atau menolong teman

Pendahuluan
Anak-anak melihat video ini.

Inti Penyampaian
Anak-anak mari kita ulangi di ayat 9 ya. Mari kita ucapkan bersama-sama.” Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” sekali lagi ya, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Dari ayat ini kita diminta untuk menjadi pembawa damai di manapun kita berada, karena kita adalah anak-anak Allah. Anak-anak Allah yaitu kita yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat kita. Jika kita anak-anak Allah maka kita akan membawa damai yang mendatangkan kesukacitaan dan kedamaian di manapun kita berada. Apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi pembawa damai? Yaitu dengan berperilaku baik, suka menolong dan menghargai orang lain. Terlebih lagi kepada keluarga kita.

Penerapan
Mari kita menonton video ini. Video hanya ditonton sampai menit ke 0:56

Didi menolong Mamanya dengan mengambilkan piring. Mungkin ini hanya kegiatan sederhana tetapi Didi mau dan memiliki keinginan untuk menolong mamanya. Itu suatu sikap yang luar biasa, karena memiliki kesadaran untuk membantu mama meringankan beban pekerjaannya di rumah. Mengapa ini sikap yang luar biasa karena rumah itu tempat tinggal bersama mama, papa kakak dan adik mungkin juga ada kakek dan nenek. Semua anggota keluarga tinggal di sana bersama-sama. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga rumah dan menyelesaikan semua tugas di rumah seperti membersihkannya, menjaganya tetap indah dan rapi.

Jika semua anggota keluarga saling bekerjasama saling membantu maka pekerjaan rumah menjadi lebih ringan. Itu bukan hanya tugas mama dan papa saja tetapi anak-anak juga. Jika ini bisa terjadi maka rumah akan menjadai damai. Mama dan papa tidak perlu marah mengingatkan kita untuk membersihkan kamar dan kalian juga tidak perlu jengkel karena dimarahi   sebab kalian sudah bisa mebersihkan kamar tanpa disuruh suruh.

Coba kalian sebutkan kegiatan apa lagi yang bisa kalian lakukan di rumah untuk menjaga kedamaian di rumah ? wah luar biasa kalian hebat sekali. Apakah anak-anak bersedia untuk selalu menjadi pembawa damai di rumah, di sekolah dan di mana saja dengan berperilaku baik dan ramah? OK kalau begitu mari kita membuat aktivitas nya.

Aktivitas
Alat dan Bahan:

  1. Kertas manila diukur besar telapak tangan anak-anak.
  2. Pensil untuk menggambar telapak tangan
  3. Spidol aneka warna, pensil warna atau krayon
  4. Lem
  5. Gunting
  6. Isolasi
  7. Sedotan besar untuk cendol

Cara membuat:
Anak-anak diminta mencetak gambar telapak tangan di kertas manila dengan pensil. Lalu minta anak-anak menggunting pola tersebut. Gambar kuku di ujung jari-jarinya. Beri warna .  lalu kertas dibalik, ditelapak tangan diberi nama anak  dan tulisa MAU MEMBAWA DAMAI. Contoh REBECA MAU MEMBAWA DAMAI. Jika anak-anak belum bisa menulis pamong bisa membantu menuliskannya. Lalu ujung-ujung kuku dilipat ke arah telapak tangan dan setiap jari di lem jangan sampai menutupi tulisan. Sisakan hanya jari telunjuk yang tidak dilem sehingga menyerupai tangan yang sedang mengacungkan tangan. Lalu rekatkan dengan isolasi ke sedotan besar untuk cendol.

Jadi dengan aktivitas ini anak-anak seolah-olah sedang mengangkat tangan dan bersedia menjadi pembawa damai. Ditutup dengan menyanyi   Kidung Siwi No.17

Tugas Untuk Minggu Depan:
Anak-anak pratama diminta membawa kue untuk dibagi dengan teman-teman di ibadah minggu PRATAMA


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan beberapa nilai dari ucapan bahagia (damai, kemurahan hati, dan keadilan);
  2. Anak dapat menganalisis contoh kehidupan sehari-hari yang menunjukkan nilai-nilai ucapan bahagia;
  3. Anak dapat menilai tindakan mereka sendiri apakah sudah mencerminkan nilai-nilai ucapan bahagia

Pendahuluan
Anak-anak membaca Matius 5 : 1 – 12 secara bergantian

Inti Penyampaian
Bacaan kita hari ini  disebut sebagai kotbah di bukit. Ini adalah kotbah dari Tuhan Yesus yang berisi beragam ajaran.  Ajaran tentang bersikap apa saja ? (tunggu anak-anak untuk menjawab) Ya….benar. Tuhan Yesus meminta kita untuk lemah lembut, murah hati, pembawa damai, bersikap adil dengan mencintai kebenaran serta sabar jika karena kebenaran itu kita dianiaya. Orang-orang yang demikian yang disebut Tuhan sebagai yang berbahagi dari hatinya.

Mengapa orang-orang yang demikian disebut orang yang berbahagia? Karena mereka adalah orang-orang yang baik. Jika mereka memiliki sikap lemah lembut, murah hati, pembawa damai, mencintai kebenaran, bersikap adil dan sabar dalam penderitaan maka mereka adalah orang-orang yang selalu mengupayakan kebaikan, tidak ada kebencian dan iri hati dalam diri mereka sehingga mereka berbahagia. Begitulah orang-orang yang disebut anak-anak Allah pengikut Tuhan Yesus.

Mengapa orang miskin di hadapan Allah juga disebut berbahagia, bukankah seharusnya orang yang kaya yang disebut berbahagia? Orang yang merasa miskin di hadapan Allah akan terus berpengharapan kepada Allah jauh dari kesombongan, maka Allah berkenan kepada mereka dan mereka pasti berbahagia karena memiliki pengharapan kepada Allah merekalah yang memiliki kerajaan sorga.

Penerapan
Tetapi terkadang kita pada posisi tidak bahagia karena merasa banyak kekurangan : merasa kurang pintar, kurang cantik atau ganteng atau keren, kurang kaya yang membuat kita tidak bersyukur. Bagaimana dengan anak-anak semua apakah tindakan kalian sudah mencerminkan orang berbahagia seperti yang disampaikan dalam bacaan kita? Coba sebutkan apa saja yang membuat kalian tidak mencerminkan sikap sebagai anak-anak Allah yang berbahagia? (tunggu anak-anak untuk berbicara) Ya benar sikap sombong, tidak mengucap syukur, marah, pendendam, curang akan membuat kita terus merasa kurang dan tidak bahagia. Maka dari itu mari kita terus percaya pada Tuhan Yesus bahwa Tuhan selalu menyertai kita maka kita akan berbahagia. Sikap ini akan mendorong kita menjadi pembawa damai dalam relasi kita dengan orang lain di manapun berada, selalu lemah lembut, sabar dan cinta damai.

Aktivitas
Anak-anak dibagi menjadi tiga  kelompok. Anak-anak diminta untuk mendiskusikan tindakan sehari-hari yang menunjukkan:

Kelompok 1 : sikap membawa damai
Kelompok 2 : kemurahan hati
Kelompok 3 : menegakkan keadilan

Lalu minta masing-masing kelompok untuk membuat drama pendek dari tindakan tersebut untuk dipresentasikan

Kesimpulan dari aktivitas:
Betapa bahagianya jika kita bisa berdampingan hidup damai dengan orang lain, maka dari itu anak-anak madya mari membudayakan sikap hidup rukun cinta satu sama lain. Ditutup dengan menyanyi Kidung Siwi No.17

Renungan Harian

Renungan Harian Anak