Meminta Maaf Itu Memulihkan Tuntunan Ibadah Anak 25 April 2021

12 April 2021

Tahun Gerajawi: Paskah 4
Tema: Tuhan Memulihkan

Bacaan Alkitab: 2 Tawarikh 33:1-20
Ayat Hafalan: Ulangan 30:3 – Maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau

Lagu Tema: Kidung Ria 128 “Kasih Pasti Lemah Lembut”

Penjelasan Teks
Sungguh sayang. Manasye tidak hidup taat seperti ayahnya Hizkia. Hampir 50 tahun pemerintahannya, Manasye berlaku jahat di mata Tuhan. Ia mendirikan bukit-bukit pengorbanan, membangun mezbah-mezbah untuk para Baal, membuat patung-patung Asyera dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit. Ia juga mendirikan mezbah-mezbah di rumah Tuhan dan mezbah-mezbah bagi segenap tentara langit di kedua pelataran rumah Tuhan. Bukan hanya itu. Ia juga memeprsembahakan anak-anaknya sebagai korban dalam api di Lebak Ben-Hinom dan masih banyak lagi kejahatan yang bertentangan dengan perintah Tuhan.

Kejahatan yang telah dilakukan oleh Manasye membuat Tuhan sangat marah dan berencana untuk menghukumnya. Penghukuman ini membuat Manasye merendahkan diri di hadapan Allah dan berdoa kepada-Nya (ayat 12). Pertobatan Manasye itu pun mewujud secara nyata melalui tindakan penyingkiran ibadah-ibadah penyembahan berhala (ayat 14-17). Allah pun menjawab dengan memulangkan Manasye, dan memulihkan kedudukan Manasye (ayat 13). Rangkaian peristiwa dosa, penghukuman melalui pembuangan, pertobatan, pemulangan/pemulihan ini juga telah dialami oleh orang-orang Yehuda pasca pembuangan. Melalui kisah raja Manasye, tampil janji Tuhan bahwa jika mereka mau bertobat dan tetap setia, maka Tuhan akan memberkati kehidupan bangsa mereka. Hukuman Allah atas dosa umat-Nya bertujuan agar umat bertobat, dan kembali hidup dalam kekudusan, sukacita dan damai sejahtera Allah. Kebenaran ini adalah peringatan sekaligus janji bagi tiap-tiap kita orang percaya.


TUNTUNAN IBADAH ANANK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan memulihkan Manasye menjadi Raja

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan, yuk…kita dengar sebuah cerita yang berjudul :

“SARANG SANG SEMUT”

 Suatu hari, matahari bersinar sangat cerah. Para penduduk hutan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Termasuk sang kancil yang asyik makan dedaunan segar. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang sedang menangis. Kancil mencari asal suara tersebut. ternyata, suara tersebut berasal dari si Semut. Kancil pun langsung mendekatinya.

“Hei teman? mengapa kau menangis?” Tanya Kancil.

“Kancil, aku sangat sedih sekali. Sarangku baru saja dirusak oleh Jago.” Jawab Semut menangis.

Jago adalah salah satu hewan yang sangat terkenal selalu mengganggu hewan lainnya. Kancil pun merasa sangat kasihan.

“Temanku, sabarlah. Aku akan menemui Jago dan menasehatinya. Aku pun akan mengajaknya untuk membangun sarang mu bersama-sama.” Ujar Kancil menenangkan

“Terimakasih Kancil. Kau baik sekali.” Jawab Semut senang

Kancil hanya tersenyum, mereka berdua pun langsung menuju rumah Jago.

“Hei teman.” sapa Kancil

“Hei Cil, ada apa kau datang ke rumahku pagi-pagi seperti ini?” Tanya Jago heran.

“Aku ke sini untuk menemuimu Jago! Apakah kau sudah merusak sarang semut? Kasihan sekali Semut, sekarang ia tidak mempunyai tempat tinggal. Aku datang kesini untuk mengajakmu membangun sarangnya bersama-sama.” Kata Kancil.

“Apa yang dikatakan Semut tidak benar Cil. Aku hanya mencari makan, tidak merusak sarangnya.” Ujar Jago mengelak.

“Kau memang sedang mencari makan. Namun, kamu menghancurkan rumahku.” Kata Semut.

“Kamu tidak boleh seperti itu Jago! Kasihan sekali Semut, sekarang ia tidak mempunyai rumah karena mu.” Ujar Kancil.

“Baiklah, aku minta maaf Semut. Aku berjanji tidak akan mengulnginya lagi.” Kata Jago.

Mendengar Jago meminta maaf membuat semut dan Kancil merasa lega.

“Baiklah, aku akan memaafkanmu Jago.” Kata Semut.

“Semuanya sudah jelas, Jago sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadamu Semut. Sekarang, mari kita bersama-sama membangun sarang Semut yang baru.” Ujar Kancil

Akhirnya, mereka pun bersama-sama membuat sarang Semut yang baru dan berteman baik dari sebelumnya.

Diambil dari: https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-fabel-sarang-sang-semut/

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Apa yang membuat Semut dan Jiga berteman baik lagi? (Beri kesempatan anak-anak menjawab). Benar. Karena Jago mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Semut karena telah merusak sarangnya.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Raja Manasye juga melakukan kesalahan, yaitu ia tidak taat kepada Tuhan. Raja Manasye mendirikan tempat-tempat ibadah baru untuk menyembah dewa-dewa. Perbuatan raja Manasye ini membuat Tuhan sangat marah dan ingin menghukum Manasye.

Ketika Manasye tahu bahwa Tuhan sangat marah akhirnya Manasye mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Tuhan atas kesalahannya. Apakah Tuhan marah terus? Ternyata tidak. Tuhan memaafkan kesalahan Manasye.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Meminta maaf itu ternyata memulihkan keadaan. Memulihkan itu artinya memperbaiki keadaan yang buruk menjadi baik. Oleh sebab itu, jika kalian melakukan kesalahan, segeralah meminta maaf agar orang tersebut tidak marah dan mau bermain lagi dengan kita. Yuk….kita menyanyi : Kasih Pasti Lemah Lembut

Aktivitas: Pamong dapat membuat gerakan MEMINTA MAAF dan minta anak-anak untuk memperagakannya satu per satu.

Lagu Tema: Kidung Ria 128 “Kasih Pasti Lemah Lembut”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan memulihkan Manasye menjadi Raja

Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yuk…kita dengar sebuah cerita yang berjudul : “SARANG SANG SEMUT” (Cerita dapat dibaca di bagian Tuntunan Ibadah Anak Balita).

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Apa yang membuat Semut dan Jiga berteman baik lagi? (Beri kesempatan anak-anak menjawab). Benar. Karena Jago mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Semut karena telah merusak sarangnya.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Raja Manasye juga melakukan kesalahan, yaitu ia tidak taat kepada Tuhan. Raja Manasye mendirikan tempat-tempat ibadah baru untuk menyembah dewa-dewa. Perbuatan raja Manasye ini membuat Tuhan sangat marah dan ingin menghukum Manasye.

Ketika Manasye tahu bahwa Tuhan sangat marah akhirnya Manasye mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Tuhan atas kesalahannya. Apakah Tuhan marah terus? Ternyata tidak. Tuhan memaafkan kesalahan Manasye.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Meminta maaf itu ternyata memulihkan keadaan. Memulihkan itu artinya memperbaiki keadaan yang buruk menjadi baik. Oleh sebab itu, jika kalian melakukan kesalahan, segeralah meminta maaf agar orang tersebut tidak marah dan mau bermain lagi dengan kita. Yuk….kita menyanyi : Kasih Pasti Lemah Lembut

Aktivitas
Pamong dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini pada anak-anak :

  1. Siapakah nama ayah Manasye? (Hizkia)
  2. Umur berapakah Manasye menjadi raja? (12 tahun)
  3. Selama berapa lama Manasye menjadi raja? (50 tahun)
  4. Sebutkan perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan oleh Manasye dengan menyebutkan ayatnya? (ayat 3, ayat 4, ayat 5, ayat 6, ayat 7)
  5. Apa yang dilakukan Tuhan ketika melihat perbuatan jahat Manasye? (ayat 7 – Tuhan mendatangkan tentara raja Asyur)
  6. Apa yang dilakukan oleh Manasye ketika ia ditangkap oleh tentara Asyur? (ayat 12, 13a – ia berusaha melunakkan hati TUHAN dan sangat merendahkan diri di hadapan Allah serta berdoa kepada-Nya)
  7. Apa yang dilakukan Tuhan atas permohonan Manasye? (ayat 13b – Tuhan mengabulkan doanya)
  8. Coba kalian ingat-ingat. Selama seminggu ini kalian melakukan kesalahan pada siapa saja?
  9. Apakah kamu sudah meminta maaf?
  10. Jika sudah, hebat banget. Jika belum, mengapa kamu sulit meminta maaf?

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan kesalahan Manasye
  2. Anak dapat menunjukkan cara Tuhan memulihkan Manasye
  3. Anak dapat menunjukkan sikap Manasye setelah Tuhan memulihkannya
  4. Anak dapat menyadari bahwa mengakui kesalahan dapat memulihkan hubungan

Alat Peraga
Pamong dapat membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok dan minta setiap kelompok untuk menjawab pertanyaan di bawah ini :

  1. Siapakah nama ayah Manasye?
  2. Umur berapakah Manasye menjadi raja?
  3. Selama berapa lama Manasye menjadi raja?
  4. Sebutkan perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan oleh Manasye dengan menyebutkan ayatnya?
  5. Apa yang dilakukan Tuhan ketika melihat perbuatan jahat Manasye?
  6. Apa yang dilakukan oleh Manasye ketika ia ditangkap oleh tentara Asyur?
  7. Apa yang dilakukan Tuhan atas permohonan Manasye?

Jawaban :

  1. Hizkia
  2. 12 tahun
  3. 50 tahun
  4. ayat 3, ayat 4, ayat 5, ayat 6, ayat 7
  5. ayat 7 – Tuhan mendatangkan tentara raja Asyur
  6. ayat 12, 13a – ia berusaha melunakkan hati TUHAN dan sangat merendahkan diri di hadapan Allah serta berdoa kepada-Nya
  7. ayat 13b – Tuhan mengabulkan doanya

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Sebelum kita membaca bacaan hari ini, saya akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok (Beri waktu anak-anak untuk membagi diri). Okey…masing-masing kalian telah mendapatkan kelompok, sekarang mari kita baca bacaan hari ini yang terambil dari 2 Tawarikh 33:1-20. Saya memberi kalian waktu 5 menit untuk membacanya.

Inti Penyampaian
Nah….sekarang Alkitabnya ditutup ya. Saya akan membagikan selembar kertas yang berisi beberapa pertanyaan. Silahkan pertanyaan itu dijawab secara bersama-sama. Kelompok mana yang selesai duluan silahkan angkat tangan.

(Pamong memberi waktu 5 menit pada anak-anak untuk menjawab pertanyaan. Setelah waktu habis, pamong dapat memberikan pertanyaan satu per satu pada kelompok. Jika jawaban salah, maka Pamong dapat melempar pertanyaan itu pada kelompok lain. Demikian seterusnya sampai pertanyaan selesai terjawab)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Manasye ini? (Beri anak-anak yang menja-wabnya). Beberapa yang bisa kita pelajari :

  1. Sebagai anak, kita diberi bekal oleh orang tua teladan yang baik. Alangkah baiknya jika hal yang baik itu kita contoh dan kita pakai sebagai pedoman dalam hidup. Jika contoh buruk yang ditunjukkan orang tua janganlah ditiru. Memang tidak semua hal yang dilakukan orang tua itu baik, ada juga yang buruk, maka kita harus menyaringnya. Yang baik disimpan, sedangkan yang buruk dibuang.
  2. Setiap perbuatan buruk, pasti ada hukumannya. Tuhan menghukum Manasye karena perbuatan jahatnya dengan diserahkan pada tentara Asyur.
  3. Meminta maaf adalah salah satu cara untuk memulihkan keadaan yang buruk agar menjadi baik. Manasye berdoa memohon maaf pada Tuhan atas kejahatan yang dilakukannya dan Tuhan mendengar doanya. Akhirnya Tuhan mencabut hukumannya atas Manasye

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Meminta maaf itu ternyata memulihkan keadaan. Memulihkan itu artinya memperbaiki keadaan yang buruk menjadi baik. Oleh sebab itu, jika kalian melakukan kesalahan, segeralah meminta maaf agar orang tersebut tidak berkepanjangan marahnya dan mau bermain lagi dengan kita. Ingatlah bahwa Tuhan tidak menyukai perbuatan yang buruk oleh sebab itu marilah kita berhati-hati dalam berbuat agar hidup kita selalu melakukan kebaikan. Dan….jangan malu untuk meminta maaf jika melakukan kesalahan. Sebab orang yang berani meminta maaf adalah orang yang menang mengalahkan rasa malu dan gengsi. Yuk….kita menyanyi : Kasih Pasti Lemah Lembut

Aktivitas
Pamong membagikan selembar kertas dan meminta anak-anak untuk menuliskan kesalahan apa yang sulit mereka maafkan dan apa dampaknya bagi mereka ketika mereka tidak meminta maaf. Setelah itu, tulisan itu dikumpulkan. Minta anak-anak memberi nama dan pamong dapat menyimpan tulisan itu untuk didoakan setiap hari oleh pamong agar luka hati anak-anak bisa terobati oleh Tuhan sendiri. Pamong dapat membaca secara cepat tulisan anak-anak dan ajak anak-anak untuk berdoa agar anak-anak dibukakan hati untuk mengampuni orang lain.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak