Tahun Gerejawi: Masa Raya Undhuh-Undhuh
Tema: Masa Raya Undhuh-Undhuh
Bacaan: Yesaya 38:1-21
Ayat Hafalan: Mazmur, 150:6, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya”
Lagu: Kidung Jemaat No. 299, “Bersyukur Kepada Tuhan”
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Hizkia adalah raja atas kerajaan Yehuda (bagian Selatan) yang berhasil mengembalikan seluruh fungsi keagamaan yang sempat kacau di masa kepemimpinan ayahnya, Raja Ahaz. Beberapa fungsi keagamaan yang berhasil ditata kembali antara lain: membuka kembali pintu-pintu Bait Allah di Yerusalem; mengembalikan perlengkapan Bait Allah yang telah disingkirkan oleh ayahnya, mengatur kembali sistem keimaman menurut suku Lewi, meminta para imam untuk menyucikan mezbah, supaya bisa digunakan kembali untuk mempersembahkan korban; menyingkirkan berhala-berhala orang Asyur yang sempat ditempatkan di Bait Allah oleh ayahnya serta menghancurkan kuil-kuil penyembahan dewa-dewi Kanaan. Dalam masa pemerintahannya sebagai raja atas Yehuda, banyak hal dikembalikan sesuai fungsinya. Sekalipun kebijakan yang diambil bertolak belakang dengan yang pernah dilakukan oleh ayahnya, Raja Ahaz, namun semua ini dilakukan oleh Hizkia. Tidak lama setelah peristiwa-peristiwa ini terjadi, Hizkia sakit parah dan hampir meninggal (ay.1). Dalam menghadapi kesulitan yang demikian ini, Hizkia berdoa kepada Tuhan dan memohon. Alhasil Tuhan mendengar dan menjawab doanya dengan mengutus Nabi Yesaya untuk menyampaikan pesan kepada Hizkia. Tuhan berjanji akan melindungi bukan hanya Hizkia melainkan juga Yerusalem akan dilindungi dari Asyur. Setelah itu Nabi Yesaya meminta para hamba raja untuk melumatkan bubur buah ara untuk mengobati luka raja, sehingga Hizkia pun sembuh.
Setelah Hizkia sembuh, ia menaikkan ungkapan syukurnya kepada Tuhan. Dalam ungkapan syukurnya, Hizkia menyatakan bahwa: “Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepadaMu …..(ay. 18) … Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu,…. (ay. 19)”. Melalui ungkapan ini, dapat dipahami bahwa Hizkia menekankan bahwa ucapan syukur hanya mampu diungkapkan oleh orang yang hidup. Seperti dirinya yang hampir meninggal namun Tuhan masih mendengar doanya dan memberi kesembuhan kepadanya sehingga dia tetap hidup dan bisa mengucap syukur.
Belajar dari Hizkia, maka setiap pamong diajak untuk mengucap syukur selagi masih ada kesempatan. Mengucap syukur tidak harus menunggu mendapat sesuatu yang belum dimiliki, tetapi atas apa yang dimiliki yakni kehidupan. Bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk hidup, terlebih lagi melayani anak-anak. Demikian juga dengan anak-anak, senantiasa diajak untuk mengucap syukur atas apa yang mereka miliki. Dalam masa Raya Undhuh-undhuh ini ungkapan syukur diwujudnyatakan melalui persembahan yang terbaik bagi Tuhan. Persembahan yang diberikan bisa berupa persembahan dalam bentuk fisik (uang, parsel makanan dll) maupun yang non fisik (talenta: puji-pujian, tarian, bermain alat musik dll).
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak dapat mengulangi nyanyian Hizkia yang terdapat pada Yesaya 38:19 dalam versi Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini, “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. Orang tua menceritakan kepada anaknya betapa setianya Engkau, ya TUHAN.”
Alat Peraga:
Pamong dapat menyiapkan gambar-gambar di bawah ini yang terdapat di CD :
- Gambar 1 : Raja Hizkia memimpin pemulihan Bait Allah
- Gambar 2 : Raja Hizkia jatuh sakit
- Gambar 3 : Raja Hizkia didatangi oleh Nabi Yesaya
- Gambar 4 : Raja Hizkia sembuh dan mengucap syukur
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Anak-anak, kita ini adalah manusia yang HI-DUP. Apa ya tandanya kalau kita adalah manusia yang hidup? (beri kesempatan kepada anak untuk menjawab) Coba sekarang kita buktikan kalau kita masih hidup. Pertama, manusia hidup ditandai dengan adanya nafas. Ayo coba tarik nafas dari hidung, tahan, kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut (ajak anak-anak untuk melakukan bersama-sama) Waahh ternyata semua masih bernafas, berarti semua masih hidup! Kedua, manusia hidup ditandai dengan gerak. Coba angkat kedua tangan ke atas pelan-pelan, kemudian turunkan pelan-pelan. Selanjutnya kita melompat-lompat bersama-sama, 1-2-3… Wah semua bergerak, itu tandanya semua masih hidup ya? Kalau kita semua masih hidup, lalu apa yang harus kita lakukan?
Inti Penyampaian
Anak-anak pagi ini kita akan belajar dari seorang Raja dalam kitab perjanjian lama, namanya adalah raja Hizkia. Coba diulang bersama-sama.. HIZ-KI-A… (pamong mengajak anak untuk mengulang beberapa kali) Raja Hizkia ini adalah raja yang sangat baik. Raja Hizkia mampu membuat Rumah Tuhan dapat dipakai lagi (tunjukkan gambar 1). Lalu para imam memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan.
Raja Hizkia telah bekerja keras untuk ini semua. Sampai suatu saat Raja Hizkia jatuh sakit (tunjukkan gambar 2). Ketika Raja Hizkia sedang sakit dan hampir meninggal, datanglah seorang nabi yang bernama nabi Yesaya. Nabi siapa? YE-SA-YA.. (pamong mengajak anak untuk mengulang beberapa kali). Nabi Yesaya menyampaikan pesan dari Tuhan kepada Raja Hizkia bahwa Raja tidak akan sembuh dan akan meninggal (tunjukkan gambar 3). Saat mendengar pesan dari nabi Yesaya yang demikian ini, Raja Hizkia berdoa dan memohon kepada Tuhan. Raja Hizkia memohon supaya Tuhan menyembuhkannya sehingga Raja Hizkia bisa tetap hidup.
Tuhan menjawab doa Raja Hizkia melalui pesan yang disampaikan kepada nabi Yesaya untuk Raja Hizkia. Nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan mendengar doa Raja Hizkia dan berkenan untuk menyembuhkannya bahkan Tuhan juga memberi tambahan usia kepadanya. Setelah mendengar perkataan nabi Yesaya, maka Raja Hizkia menjadi sembuh dan ia sangat senang serta mengucap syukur kepada Tuhan (tunjukkan gambar 4). Dalam ucapan syukurnya Raja Hizkia berkata: “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. (ayat 19a)” Dari perkataan ini Raja Hizkia sangat bersyukur karena Tuhan telah menyembuhkan dan memberi hidup baginya. Oleh sebab itu Raja Hizkia akan tetap bersyukur selama masih hidup. Karena orang yang sudah meninggal tidak lagi dapat mengucap syukur.
Penerapan
Dari kisah Raja Hizkia kita diingatkan bahwa hanya orang yang hidup saja yang masih bisa mengucap syukur dan memuji Tuhan. Kita semua ini termasuk yang masih hidup, masih bisa bernafas dan bergerak. Itu semua bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan yang mengasihi kita. Coba kita ingat lagi pujian Raja Hizkia, “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. (ayat 19a)” Kalau kita hidup maka kita harus? ME-NGU-CAP SYU-KUR. Diingat baik-baik ya anak-anak, “Aku Hidup, Aku Bersyukur!” karena kita hidup, maka kita harus terus bersyukur atau berterima kasih kepada Tuhan.
Aktivitas
Lihat Aktivitas Balita 02052021 (Lihat pada CD untuk aktivitas yang hendak langsung dicetak).
Catatan:
Cetak tulisan, “Aku Hidup! Aku Bersyukur!” dan nanti minta anak untuk menempelkannya pada bagian hasil aktivitas membuat tangan yang bersyukur. Selanjutnya ajak anak untuk membaca tulisan tersebut bersama-sama selama beberapa kali.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan :
- Anak dapat menyebutkan alasan Hizkia menaikkan nyanyian kepada Tuhan.
- Anak dapat menghafal nyanyian Hizkia yang terdapat pada Yesaya 38:19 dalam versi Bahasa Indonesia Masa Kini, “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. Orang tua menceritakan kepada anaknya betapa setianya Engkau, ya TUHAN.”
Alat Peraga : Sama dengan alat peraga Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Anak-anak, kita ini adalah manusia yang HI-DUP. Apa ya tandanya kalau kita adalah manusia yang hidup? (beri kesempatan kepada anak untuk menjawab) Coba sekarang kita buktikan kalau kita masih hidup. Pertama, manusia hidup ditandai dengan adanya nafas. Ayo coba tarik nafas dari hidung, tahan, kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut (ajak anak-anak untuk melakukan bersama-sama) Waahh ternyata semua masih bernafas, berarti semua masih hidup! Kedua, manusia hidup ditandai dengan gerak. Coba angkat kedua tangan ke atas pelan-pelan, kemudian turunkan pelan-pelan. Selanjutnya kita melompat-lompat bersama-sama, 1-2-3… Wah semua bergerak, itu tandanya semua masih hidup ya? Kalau kita semua masih hidup, lalu apa yang harus kita lakukan?
Inti Penyampaian
Anak-anak pagi ini kita akan belajar dari seorang Raja dalam kitab perjanjian lama, namanya adalah raja Hizkia. Coba diulang bersama-sama.. HIZ-KI-A… (pamong mengajak anak untuk mengulang beberapa kali) Raja Hizkia ini adalah raja yang sangat baik. Raja Hizkia mampu membuat Rumah Tuhan dapat dipakai lagi (tunjukkan gambar 1). Lalu para imam memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan.
Raja Hizkia telah bekerja keras untuk ini semua. Sampai suatu saat Raja Hizkia jatuh sakit (tunjukkan gambar 2). Ketika Raja Hizkia sedang sakit dan hampir meninggal, datanglah seorang nabi yang bernama nabi Yesaya. Nabi siapa? YE-SA-YA.. (pamong mengajak anak untuk mengulang beberapa kali). Nabi Yesaya menyampaikan pesan dari Tuhan kepada Raja Hizkia bahwa Raja tidak akan sembuh dan akan meninggal (tunjukkan gambar 3). Saat mendengar pesan dari nabi Yesaya yang demikian ini, Raja Hizkia berdoa dan memohon kepada Tuhan. Raja Hizkia memohon supaya Tuhan menyembuhkannya sehingga Raja Hizkia bisa tetap hidup.
Tuhan menjawab doa Raja Hizkia melalui pesan yang disampaikan kepada nabi Yesaya untuk Raja Hizkia. Nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan mendengar doa Raja Hizkia dan berkenan untuk menyembuhkannya bahkan Tuhan juga memberi tambahan usia kepadanya. Setelah mendengar perkataan nabi Yesaya, maka Raja Hizkia menjadi sembuh dan ia sangat senang serta mengucap syukur kepada Tuhan (tunjukkan gambar 4). Dalam ucapan syukurnya Raja Hizkia berkata: “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. (ayat 19a)” Dari perkataan ini Raja Hizkia sangat bersyukur karena Tuhan telah menyembuhkan dan memberi hidup baginya. Oleh sebab itu Raja Hizkia akan tetap bersyukur selama masih hidup. Karena orang yang sudah meninggal tidak lagi dapat mengucap syukur.
Penerapan
Dari kisah Raja Hizkia kita diingatkan bahwa hanya orang yang hidup saja yang masih bisa mengucap syukur dan memuji Tuhan. Kita semua ini termasuk yang masih hidup, masih bisa bernafas dan bergerak. Itu semua bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan yang mengasihi kita. Coba kita ingat lagi pujian Raja Hizkia, “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. (ayat 19a)” Kalau kita hidup maka kita harus? MENG-U-CAP SYU-KUR. Diingat baik-baik ya anak-anak, “Aku Hidup, Aku Bersyukur!” karena kita hidup, maka kita harus terus bersyukur atau berterima kasih kepada Tuhan.
Aktivitas
Melakukan aktivitas yang sama dengan Balita, namun setelah jadi, anak-anak diberi waktu untuk menghafalkan ayatnya dan nanti diminta maju secara bergantian (Jika jumlah anak terlalu banyak maka bisa perwakilan.).
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan :
- Anak dapat menjelaskan alasan Hizkia menaikkan nyanyian kepada Tuhan.
- Anak dapat menunjukkan contoh-contoh sikap-sikap bersyukur dalam kehidupan sehari-hari.
Alat Peraga
- Kertas Manila/Kertas Panel/Papan Tulis (2 lembar)
- 1 untuk aktivitas pendahuluan dan 1 untuk aktivitas penutup
- Alat tulis (menyesuaikan media tulis)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Tahukah kamu apa tanda-tanda bahwa kita adalah manusia yang hidup? Ayo coba sebutkan!
(berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab dengan menulis di media yang telah disiapkan; kertas manila/kertas Panel/Papan tulis).
Alternatif Jawaban (untuk Pamong)
- Bernafas
- Bergerak
- Berjalan
- Bernyanyi
- Menari
- dst
(Setelah anak-anak menjawab) Jika dilihat dari jawaban anak-anak, apakah kita semua memenuhi kriteria atau tanda-tanda dari manusia yang hidup? Ya! Kita adalah manusia yang hidup, bernafas dan bergerak. Kalau kita adalah manusia yang hidup maka apa yang harus kita lakukan? Mari belajar dari pengalaman hidup Raja Hizkia..
Inti Penyampaian
Raja Hizkia ini adalah raja yang sangat baik. Raja Hizkia mampu membuat Rumah Tuhan dapat dipakai lagi. Lalu para imam memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan.Pada saat Raja Hizkia telah bekerja keras untuk ini semua. Suatu saat Raja Hizkia jatuh sakit. Ketika Raja Hizkia sedang sakit dan hampir meninggal, datanglah seorang nabi yang bernama nabi Yesaya. Nabi Yesaya menyampaikan pesan dari Tuhan kepada Raja Hizkia bahwa Raja tidak akan sembuh dan akan meninggal. Saat mendengar pesan dari nabi Yesaya yang demikian ini, Raja Hizkia berdoa dan memohon kepada Tuhan. Raja Hizkia memohon supaya Tuhan menyembuhkannya sehingga Raja Hizkia bisa tetap hidup.
Tuhan menjawab doa Raja Hizkia melalui pesan yang disampaikan kepada nabi Yesaya untuk Raja Hizkia. Nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan mendengar doa Raja Hizkia dan berkenan untuk menyembuhkannya bahkan Tuhan juga memberi tambahan usia kepadanya. Setelah mendengar perkataan nabi Yesaya, maka Raja Hizkia menjadi sembuh dan ia sangat senang serta mengucap syukur kepada Tuhan (tunjukkan gambar 4). Dalam ucapan syukurnya Raja Hizkia berkata: “Hanya orang hidup yang memuji Engkau, seperti yang kulakukan hari ini. (ayat 19a)” Dari perkataan ini Raja Hizkia sangat bersyukur karena Tuhan telah menyembuhkan dan memberi hidup baginya. Oleh sebab itu Raja Hizkia akan tetap bersyukur selama masih hidup. Karena orang yang sudah meninggal tidak lagi dapat mengucap syukur.
Penerapan
Anak-anak dari kisah Hizkia ini, apa yang pada akhirnya membuat Raja Hizkia mengucap syukur kepada Tuhan? Apakah karena Bait Allah yang difungsikan kembali? Apakah karena dia berjumpa dengan nabi Yesaya? Tentu IYA! Tapi alasan Raja Hizkia yang utama adalah karena dia masih hidup! Sekalipun sudah sempat sakit bahkan hampir meninggal, namun nyatanya kasih Tuhan Allah tetap nyata dan dirasakannya. Maka tepat jika Raja Hizkia mengungkapkan bahwa: “hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu”. Di awal tadi kita sudah memenuhi tanda-tanda bahwa kita adalah manusia yang hidup, maka sekarang kita tahu apa tugas kita selanjutnya, yakni? Mengucap syukur! Maka tetap ingat bahwa: “Aku Hidup, Aku Bersyukur!”
Aktivitas
Mendaftar hal-hal yang membuat anak bersyukur dan cara-cara atau sikap dalam bersyukur! Dikerjakan bersama dibantu oleh pamong
| Apa yang membuat aku bersyukur? | Bagaimana caraku bersyukur? |
| 1. Diberikan tubuh yang sehat. | Olahraga & makan makanan yang sehat |
| 2. Diberikan tubuh yang bisa bergerak. | Berjalan ke gereja, menari, tidak melukai tubuh. |
| 3. Diberikan teman | Bermain bersama dan tidak bertengkar. |

