Siapapun bisa! Tuntunan Ibadah Anak 24 Desember 2023

11 December 2023

Tahun Gerejawi: Advent 4
Tema: Allah mempersiapkan jalan keselamatan

Judul: Siapapun bisa!
Bacaan Alkitab: Matius 1:1-17
Ayat Hafalan:“Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus” (Matius 1:16)

Lagu:

  1. Dia lahir untuk kami.
  2. ‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku (KJ 370:1).

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kisah ini mengungkapkan kesejatian identitas Yesus. Kisah kelahiran Yesus menetapkan pengakuan penting terhadap diri Yesus Kristus sebagai Sang Mesias, yang sejak lama telah dinubuatkan kehadirannya oleh para nabi.

Bagi Injil Matius, kelahiran Yesus merupakan peristiwa apokaliptik, artinya peristiwa yang menandai peralihan zaman lama menuju tatanan zaman baru. Tatanan zaman baru ditandai oleh perwujudan janji keselamatan dari Tuhan Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Sebagai Sang Imanuel, kelahiran Yesus Kristus menandai berita sukacita tentang Tuhan Allah yang setia menyertai dan selalu ada beserta kita.

Injil Matius mengawali proses kelahiran Yesus dengan terlebih dulu menguraikan silsilah Yesus (Matius 1:1-17). Nama-nama dalam silsilah disusun ke dalam rangkaian simbolis 14 generasi. Angka 14 merupakan kelipatan dari angka tujuh. Dalam tradisi Yahudi, angka tujuh adalah angka spesial, sebab angka tujuh menandai kehadiran Sang Mesias. Dengan demikian, penyebutan silsilah 14 sosok yang mewakili generasi sebelum Yesus menandaskan bahwa Yesus adalah Kristus atau Sang Mesias, yang dijanjikan Tuhan Allah dan telah dinubuatkan oleh para nabi.  Melalui Yesus Kristus, Tuhan Allah akan mewujudkan keselamatan dan Kerajaan Allah. Kendati nama-nama yang disebut di dalam silsilah, seperti misalnya Daud dan Tamar, merepresentasikan manusia yang berdosa, akan tetapi karya keselamatan Tuhan Allah ternyata dapat hadir melalui siapa pun. Artinya, kisah kelam, dan situasi yang buruk yang dialami oleh manusia tak pernah meniadakan karya keselamatan Tuhan Allah sebab Tuhan dapat memakai siapa pun, termasuk kita semua, bagi perwujudan kebaikan dan keselamatan-Nya bagi dunia.

Refleksi Untuk Pamong
Firman Tuhan pada hari ini hendak menunjukkan kepada kita bahwa Yesus Kristus adalah Sang Raja Pembawa Berkat. Tuhan Allah dapat memakai siapa pun, termasuk kita semua, bagi perwujudan kebaikan dan keselamatan-Nya bagi dunia. Sekarang pertanyaan yang patut kira renungkan adalah: “Apakah para pamong siap dan bersedia mewujudkan kebaikan dan keselamatan-NYA ditengah-tengah dunia?.”


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat dipakai Tuhan untuk menjadi saluran kebaikan bagi sekitar.

Alat Peraga
Pamong mempersiapkan bagan 1 keluarga besar atau 1 keturunan yang terdiri dari kakek, nenek, tante, om, papa, mama, kakak, adik, untuk membantu penjelasan tentang silsilah keluarga.

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, silahkan pamong memperkenalkan dan menjelaskan bagan silsilah Yesus Kristus dengan menggunakan alat peraga 1 keluarga besar atau 1 keturunan yang sudah dipersiapkan.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus…

Bacaan Alkitab kita pada hari ini yaitu tentang Silsilah Yesus Kristus. Silsilah adalah daftar urutan keturunan seseorang, yang ditulis mulai dari nenek moyang hingga generasi terakhir, sebagaimana yang tadi telah dicontohkan. Jadi misalnya anak-anak adalah anak dari mama dan papa (sebut nama). Nah, papa mama anak-anak juga punya bapak dan ibu kan. Dalam silsilah, semua nama keturunan ditulis sehingga kita dapat mengetahui asal-usul kita.

Dalam Silsilah Yesus Kristus yang terdapat di Injil Matius 1:1-17 ada begitu banyak nama yang tertulis. Jika kita cermati, ternyata Tuhan Allah memakai banyak orang untuk mendatangkan kebaikan. Walaupun nama-nama yang ada di dalam sisilah Yesus tersebut tidak semuanya memiliki perilaku yang baik. Namun orang yang memiliki perilaku tidak baik juga dapat dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan loh. Semua itu karena kemurahan dan anugerah Tuhan.

Penerapan
Dalam kisah persiapan lahirnya Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia, ternyata Tuhan Allah memakai banyak orang untuk menjadi alat dalam rencana-Nya. Di antara mereka ada raja, ada pula peternak, petani, tukang kayu, dan lain sebagainya. Mungkin orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa Tuhan Allah memakai mereka untuk tujuan yang besar yaitu sebagai jalan kelahiran Sang Juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus. Tuhan Allah ternyata sangat baik, karena Tuhan Allah tidak pilih kasih dan berkenan memakai siapa saja untuk mendatangkan kebaikan. Nah, jika Tuhan Allah saja berkenan memakai siapa pun untuk mendatangkan kebaikan, maka apakah kalian bisa mendatangkan kebaikan juga bagi sekitar? Tentu bisa dong. Lantas, bagaimana caranya agar kalian bisa melakukan kebaikan bagi sekitar? Misalnya membuang sampah pada tempatnya atau bila melihat sampah berserakan segera memasukan ke dalam tempat sampah. Atau tidak berebut mainan dengan kawan dan setelah bermain segera merapikan mainannya. Itulah contoh melakukan kebaikan.

Aktivitas
Sebagai aktivitas, silahkan pamong mengajak anak-anak membantu membersihkan atau berberes ruangan setelah selesai menggunakan ruang ibadah balita.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat dipakai Tuhan untuk menjadi saluran kebaikan bagi sekitar.

Alat Peraga
Pamong mempersiapkan bagan 1 keluarga besar atau 1 keturunan yang terdiri dari kakek, nenek, tante, om, papa, mama, kakak, adik, untuk membantu penjelasan tentang silsilah keluarga. 

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, silahkan pamong memperkenalkan dan menjelaskan bagan silsilah Yesus Kristus dengan menggunakan alat peraga 1 keluarga besar atau 1 keturunan yang sudah dipersiapkan.

Selanjutnya pamong mempersilahkan beberapa anak jenjang pratama yang tahu/hafal silsilah keluarganya untuk menceritakan secara singkat.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Silsilah adalah daftar urutan keturunan seseorang, yang ditulis mulai dari nenek moyang hingga generasi terakhir, sebagaimana yang tadi telah dicontohkan. Misalnya kalian anak dari mama dan papa (sebut nama). Nah, papa mama kalian juga punya bapak dan ibu kan. Dalam silsilah, semua nama keturunan ditulis sehingga kita dapat mengetahui asal-usul kita.

Dalam Silsilah Yesus Kristus yang terdapat di Injil Matius 1:1-17 ada begitu banyak nama yang tertulis. Jika kita cermati, ternyata Tuhan Allah memakai banyak orang untuk mendatangkan kebaikan. Walaupun nama-nama yang ada di dalam sisilah Yesus tersebut tidak semuanya memiliki perilaku yang baik. Namun orang yang memiliki perilaku tidak baik juga dapat dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan loh. Semua itu karena kemurahan dan anugerah Tuhan.

Penerapan
Tuhan Allah memakai banyak orang utuk menjadi alat bagi perwujudan rencana-Nya. Di antara mereka ada raja, ada pula peternak, petani, tukang kayu, dan lain sebagainya. Mungkin orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa Tuhan Allah memakai mereka untuk tujuan yang besar yaitu sebagai jalan kelahiran Sang Juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus. Tuhan Allah ternyata sangat baik, karena Tuhan Allah tidak pilih kasih dan berkenan memakai siapa saja untuk mendatangkan kebaikan. Nah, jika Tuhan Allah saja berkenan memakai siapa pun untuk mendatangkan kebaikan, maka apakah kalian mau mendatangkan kebaikan juga bagi sekitar? Lantas, bagaimana caranya agar kalian bisa melakukan kebaikan bagi sekitar? (Undang anak-anak untuk berpartisipasi menjawab pertanyaan). Misalnya membuang sampah pada tempatnya. Atau bila melihat sampah berserakan mau segera memasukan ke dalam tempat sampah. Atau tidak berebut mainan dengan kawan, dan setelah bermain segera merapikan mainan. Atau taat terhadap orang tua. Itulah contoh-contoh kebaikan.

Nah, jika Tuhan Allah saja dapat memakai siapa pun untuk menjadi alat bagi perwujudan kebaikan-Nya, maka anak-anak pun juga dapat Tuhan pakai sebagai sarana penyebarluasan cinta kasih dan kebaikan Allah bagi dunia. Anak-anak bersedia? Harus bersedia ya! Amin.

Aktivitas
Sebagai aktivitas, pamong dapat mengajak anak-anak membantu membersihkan ruangan setelah selesai ibadah.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan: Anak dapat menghayati kebaikan Tuhan Allah yang dapat menggunakan siapa pun sebagai sarana mewujudkan keselamatan-Nya. 

Alat Peraga
Pamong memperlihatkan gambar “bagan pohon keluarga” sebagai alat peraga di bagian pendahuluan.

Pendahuluan
Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan silsilah? Silsilah adalah daftar urutan keturunan seseorang, yang ditulis mulai dari nenek moyang hingga generasi terakhir (lalu secara singkat, pamong menceritakan silsilah keluarganya sambil memperlihatkan alat peraga “bagan pohon keluarga”) Jadi kalian sudah paham ya, apa itu silsilah? Sekarang yuk mencari tau silsilah keluargamu masing-masing. Sampai sejauh mana kalian mengenal  silsilah keluarga besar dari mama dan papamu. Siapakah yang bersedia menceritakan silsilah keluarganya (Pamong memberi kesempatan pada anak-anak untuk maju menceritakan silsilah keluarganya)

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Bacaan Alkibab kita hari ini dari Injil Matius 1:1-17, mengisahkan tentang silsilah Yesus Kristus. Mulai dari ayat pertama sampai dengan ayatnya yang ke 17, tercatat nama-nama para leluhur Yesus Kristus mulai dari Yusuf, ayah-Nya, sampai Abraham. Dalam ayat ke-1, terdapat dua hal yang menjadi perhatian di Injil Matius, Ketika dalam pembukaan Injil Matius memperkenalkan Yesus sebagai “anak Daud” dan “anak Abraham” apakah maksudnya?

Maksudnya Injil Lukas hendak menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Mesias, Sang Raja penyelamat dunia yang akan datang, sebagaimana yang Allah telah janjikan kepada Daud (Yesaya 9:5-6). Sedangkan maksud memperkenalkan Yesus sebagai “anak Abraham” adalah untuk mejelaskan bahwa Yesus juga datang sebagai Pembawa Berkat bagi segala bangsa, sesuai dengan janji Allah kepada Abraham (Kejadian 12:1-3).

Kalau kalian boleh jujur, perasaan apakah yang kalian rasakan saat membaca perikop tentang silsilah Tuhan Yesus dalam Injil Matius 1:1-17, apakah kalian merasa bersemangat, biasa saja atau bacaan dari perikop tentang silsilah Yesus Kristus ini terasa membosankan ya? Memang, bagi banyak pembaca daftar silsilah yang terdapat di Injil Matius terasa membosankan. Namun ada alasannya mengapa penulis Injil Matius menulis tentang silsilah Yesus pada bagian awal dari kitabnya. Mau tahu alasannya? berikut alasannya:

  1. Para pembaca Injil Matius adalah orang-orang Yahudi.
  2. Bagi orang Yahudi, silsilah seseorang sangatlah penting.
  3. Matius ingin meyakinkan orang Yahudi bahwa Yesus Kristus yang dikabarkan ke seluruh penjuru bumi sesungguhnya merupakan seorang Mesias, yang kedatangnnya telah ditunggu-tunggu oleh bangsa Yahudi.

Nah, yang menarik dalam silsilah Yesus Kristus, terdapat 4 nama perempuan yang tercatat meski memiliki latar belakang yang kurang baik dari sudut pandang Yahudi, yakni:

  1. Tamar (ayat 3) yang bersikap seperti perempuan sundal.
  2. Rahab (ayat 5) adalah perempuan sundal.
  3. Istri Uria-Betsyeba (ayat 6) adalah pezina.
  4. Rut (ayat 5) meski baik hati namun ia bukan berasal dari umat pilihan atau bangsa bukan Yahudi.

Penerapan
Tuhan Allah memakai banyak orang untuk menjadi alat bagi perwujudan rencana-Nya. Di antara mereka ada raja, ada peternak, petani, tukang kayu, dan lain sebagainya. Mungkin orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa Tuhan Allah memakai mereka untuk tujuan yang besar yaitu sebagai jalan kelahiran Sang Juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus. Tuhan Allah ternyata sangat baik, karena Tuhan Allah tidak pilih kasih, dan berkenan memakai siapa saja untuk mendatangkan kebaikan.

Jika Tuhan Allah saja dapat memakai siapa pun untuk menjadi alat bagi perwujudan kebaikan-Nya, maka anak-anak pun juga dapat Tuhan pakai sebagai sarana penyebarluasan cinta kasih dan kebaikan Allah bagi dunia bukan?! Berbicara tentang kebaikan Tuhan, apakah anak-anak pernah merasakan kebaikan Tuhan? Coba sebutkan! Lalu saat kalian menerima dan merasakan kebaikan Tuhan, tindakan apa yang sepatutnya dapat kalian lakukan? Tentu mengucap syukur dan menyebarluaskan kebaikan Tuhan ya.

Kiranya melalui Bacaan Alkitab kita pada saat ini, kalian mampu menghayati kebaikan Tuhan Allah dan mengingat bahwa Tuhan Allah dapat menggunakan siapa pun, termasuk kalian dan saya sebagai sarana mewujudkan keselamatan-Nya.

Aktivitas
Pamong mengajak anak mewujudkan kebaikan Tuhan Allah di dalam tindakan nyata. Misalnya ketika hendak melakukan perayaan Natal di gereja, di sekolah atau di manapun ingatlah untuk tetap menjaga kebersihan atau tidak membuang sampah sembarangan.


BAHASA JAWA

Pendahuluan
Opo sampeyan kabeh ngerti apa artine silsilah? Silsilah yaiku daftar urutan keturunan, sing ditulis mulai saka nduwur mudhun nganti generasi pungkasan.

Kanthi singkat, pamong katuran nyriitani silsilah keluarga nganggo alat peraga “pohon keluarga”

Kita wes paham ya, apa sing dimaksud karo silsilah? Ayo saiki nyritakke silsilah keluarga masing-masing. Sampeyan ngerti/ngenal ndak silsilah keluarga besar saka ibu lan bapakmu opo ora?. Sopo sing ngerti silsilah keluargane lan bisa crita secara singkat?

Inti Penyampaian
Bocah-bocah jenjang Madya sing ditrenani dening Gusti Allah …

Bacaan Alkitab kita saiki saka Injil Mateus 1: 1-17, nyritakake babagan silsilah Yesus Kristus. Mulai ayat siji nganti ayat 17, katulis jeneng-jeneng para leluhur Yesus Kristus saka garis Yusuf bapak’e, nganti Abraham. Ing ayat siji, ana loro perkara sing dadi perhatian ono ing Injil Matius, yakuwi nalika ngenalke Yesus minangka “putraning Daud” lan “putraning Abraham”, wah apa ya kira-kira artine?

Nalika nduduhake kaitane Gusti Yesus minangka anak Daud, Injil Lukas saktenane arep negesi yen Yesus Kristus kuwi tenanan Sang Mesias, Raja juruwilujeng dunya, kaya dene janji Gusti Allah karo Daud (Yes 9: 5-6). Lan maksud nduduhake Gusti Yesus minangka “putrane Abraham” yaiku kanggo njelasake yen Gusti Yesus uga mlebu minangka pembawa Berkat kanggo kabeh bangsa, miturut janji Allah karo Abrahim (Kej 12: 1-3).

Saiki, ayo podho jujur. Nalika maos perikop silisalah Gusti Yesus ana ing Injil Mateus 1:1-17 perasaan opo sing muncul?  Apa sampeyan rumangsa antusias, krasa biasa-biasa aja, utawa malah rumangsa bosen?

Pancen, wong-wong kadhangkala ngrasa bosen nalika maos daftar silsilah sing ana ing Injil Mateus. Ewadene, , ana alasane kok ngapa panulis Injil Mateus nulis babagan silsilah Yesus ing bagian awal kitabipun. Pengin ngerti ora alasane? Kaya mangkene: Sepisan. Injil Mateus iku ditujokake kanggo wong-wong Yahudi. Pindho. Kanggone wong Yahudi, silsilah keluarga kuwi wigati utawi penting banget. Telu. Matius pengin ngyakinke wong Yahudi nek Yesus Kristus sing kondang misuwur lan diwartakake nang sak idenging dunya kuwi Mesias, sing rawuhe wis diarep-arep dening bangsa Yahudi

Nah, sing menarik, ana ing silsilah Yesus Kristus, ana papat jeneng wong wadon sing duweni latar belakang kurang apik, yakuwi:

  1. Tamar (ayat 3) sing sikap’e kaya perempuan sundal
  2. Rahab (ayat 5) perempuan sundal
  3. Bojone Uria-Betsyeba (ayat 6) pezina
  4. Rut (ayat 5), masiyo atine apik, ananging dudu soko golonganne umat pilihan/dudu bangsa Yahudi.

Penerapan
Gusti Allah iso ngagem sopo wae kanggo alat perwujudan rancangan Gusti. Ana raja, ana peternak, petani, tukang kayu, lan liyane. Mungkin wong-wong kuwi ora ngerti menawi Gusti Allah ngagem wong-wong kuwi kanggo tujuan gedhe yakuwi kanggo jalaran lair’e Juru wilujeng donya yakuwi Yesus Kristus. Ananging Gusti Allah tamtu mangertos.

Kabar kabingahanne yaiku, Gusti Allah pranyata apik banget, amarga Gusti Allah ora pilih kasih, or amban cindhe mban siladan, lan kersa ngangem sapa wae kanggo nekakake kasaenan.

Nah, yen Gusti Allah wae karsa ngagem siapa bae kanggo jalaran/sarana kasaenan, anak-anak uga iso dinggo dening Gusti kanggo ngasilake kasaenan kanggo donya opo ora? Tamtunipun saged nggih!

Yen Gusti Allah bisa nganggo siapa aja kanggo jadi alat ngewujudake kebaikan-Nya, kowe kabeh uga bisa dinggo dening Gusti Allah minangka sarana kanggo nyebarluaske lan martakake katresnan lan kasaenan Gusti Allah kanggo Donya tho?

Ngenani bab kasaeanan Gusti Allah, anak jenjang madya nate ngrasakake kasaenan Gusti Allah opo ora? Coba sebutno! Lan nalika sampeyan nerima lan ngrasakake kasaenan Gusti Allah, tindakan apa sing perlu sampeyan dilakoni? Ora liyane kejawi ngucap syukur lan martosaken kasaenan Gusti Allah.

Mugia, mawi waosan Alkitab dina iki, anak jenjang Madya saged ngraosaken lan ngalami kasaenan Gusti Allah lan ngeling-eling bilih Gusti Allah bisa nganggo sapa wae, kalebu kita minangka sarana ngewujudake  kawilujenganipun kanthi macem-macem cara.

Aktivitas
Pamong ngajak anak jenjang madya supaya nglakoni kasaenan Allah mawi tindakan nyata. Contone nalika arep ngrayakake Natal ing gereja, sekolah, utawa ing panggonan liyane, eling bilih kabeh kedah njaga kebersihan utawa ora buang sampah sembarangan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak