Bersukacita Yuk! Tuntunan Ibadah Anak 17 Desember 2023

4 December 2023

Tahun Gerejawi: Advent 3
Tema: Tokoh GKJW: Ditotruno
Judul: Bersukacita Yuk!

Bacaan Alkitab: Filipi 4:4-7
Ayat Hafalan: “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak”  (Mazmur 16:9a)

Lagu:

  1. Aku anak GKJW
  2. Adalah sukacita di hatiku

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Pada Minggu Advent ke-3, tema kita mengulas mengenai salah satu tokoh GKJW bernama Ditotruno. Tema yang mengulas secara ringkas tokoh Ditotruno ini muncul karena tanggal 11 Desember merupakan hari ulang tahun Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Sebagai persekutuan jemaat-jemaat yang berbasis daerah di Jawa Timur, GKJW menegaskan kesatuannya sebagai patunggilan kang nyawiji melalui pembentukan Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan pada tanggal 11 Desember 1931 yang dilakukan di salah satu Jemaat Kristen Jawa terkemuka yakni Mojowarno, di Kabupaten Jombang. Kini, dalam rangka peringatan HUT GKJW yang ke 92 adalah baik jika kita mengenal salah satu mbah kita yang bernama Ditotruno.

Sejarah singkat Ditotruno.
Ditotruno merupakan salah satu pengikut Coolen. Ia menjadi orang kepercayaan/pembantu Coolen yang mengurusi Desa Ngoro. Ditotruno adalah salah satu perintis jemaat Kristen Mojowarno. Ia menjadi saksi Kristus dan turut melakukan penyebaran agama Kristen dengan menggunakan budaya Jawa. Setelah Ditotruno dibaptis, namanya berubah menjadi Abisai Ditotruno.

Ditotruno memiliki visi yang sama seperti Coolen, gurunya. Ia hendak mengikuti jejak Coolen yaitu ingin membuka hutan sendiri. Daerah yang menjadi pilihannya ada di sebelah utara desa Ngoro, kira-kira 10 km jauhnya. Kemudian Ditotruno menyingkir sejauh 8 km ke arah utara Ngoro. Ditotruno bersama beberapa para pengikutnya menuju hutan Keracil atau Dagangan pada tahun 1845 untuk membuka hutan (mbabat alas) dan membangun peradaban.

Sebelum dibuka Ditotruno, penduduk sekitar mengenal hutan Keracil atau hutan Dagangan sebagai tempat yang angker, dipenuhi roh jahat, dan menyeramkan karena setiap orang yang masuk ke hutan tersebut pasti tidak akan kembali dengan selamat (alas gung lewang lewung, jalma mara jalma mati). Berawal dari sebuah desa kecil yang semula hanya dihuni oleh Ditotruno dan pengikutnya, seiring berjalannya waktu, banyak yang tertarik sehingga desa ini berkembang pesat dan bertambah ramai. Nama Dagangan kemudian diganti menjadi Mojowarno dan di sinilah persekutuan umat Kristen bertumbuh.

Jadi, tokoh GKJW yang bernama Ditotruno adalah sosok yang membabat/membuka hutan Keracil/Dagangan dan turut berperan penting dalam membangun desa Mojowarno dan persekutuan umat Kristen. Orang-orang Kristen jumlahnya semakin bertambah banyak dan membentuk jemaat. Pada 11 Desember 1931 persekutuan/jemaat Mojowarno menggabungkan diri dalam persekutuan pasamuwan-pasamuwan Kristen ing tanah Djawi Wetan yang pada gilirannya berubah menjadi Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan.

Tafsir Filipi 4:4-7
Dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi pasal 4 ayatnya yang ke 4, dikatakan bahwa : “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”. Dalam ayat ini Paulus hendak memberikan nasihat kepada jemaat di Filipi agar senantiasa bersukacita di dalam Tuhan sang sumber kehidupan.

Dalam ayat berikutnya dalam Filipi 4:5 Paulus mengungkapkan, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!.” Demikianlah, Paulus menasihati jemaat di Filipi untuk berbuat kebaikan. Namun nasihat dari Paulus tersebut tidak hanya mengajak jemaat di Filipi untuk berbuat kebaikan saja tetapi memperlihatkan kebaikan hati yang dimiliki sebagai sarana kesaksian, supaya hendaknya diketahui semua orang.

Selanjutnya dalam Filipi 4:6-7 dikatakan bahwa: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Jikalau di dalam ayat sebelumnya, Paulus menasihatkan jemaat Filipi untuk bersukacita dan giat melakukan kebaikan terhadap sesama manusia. Maka dalam ayat ke 6-7, Paulus menekankan bahwa walau tidak masuk akal, kebenaran firman Tuhan tidak dapat disangkal. Walaupun sulit dipahami, janji Tuhan itu pasti. Jadi bila hari ini kita sedang menghadapi permasalahan hidup dan diri kita menjadi khawatir, maka marilah kita berdoa kepada Tuhan. Biarlah damai sejahtera yang berasal dari Allah sajalah yang melampaui segala akal senantiasa memenuhi hati dan pikiran kita. Di tengah permasalahan hidup yang sedang kita alami, kiranya setiap kita dimampukan untuk senantiasa bersukacita serta bersemangat melakukan kebaikan kepada sesama manusia.

Refleksi Untuk Pamong
Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang patut direfleksikan oleh para pamong sebelum melayani ibadah anak. Jika situasi kehidupan baik-baik saja, kita tentu akan mudah melakukan pelayanan. Tetapi saat muncul pergumulan atau permasalahan hidup, kerap kali kita pun terpuruk dan bisa jadi memilih undur. Sebab bukankah tidak mudah untuk berbuat kebaikan di tengah pergumulan bukan? Maka pertanyaannya adalah, “Hal apakah yang dapat menguatkan kita untuk setia melayani di tengah pergumulan? Apa yang dapat membuat kita tetap bersukacita di tengah derita?”

Meskipun Paulus sendiri sedang mendekam dalam penjara, ia mengingatkan untuk tetap bersukacita. Sukacita Kristen tidak bergantung pada hal-hal duniawi karena sukacita ini bersumber pada kehadiran Kristus di dalam hidup orang yang percaya kepadaNya. Orang Kristen tidak akan kehilangan sukacitanya karena ia tidak akan pernah kehilangan Kristus. Tentu bagi jemaat di Filipi yang sedang menghadapi hidup yang berat, kekuatiran pasti akan ada. Melalui surat ini Paulus menekankan bahwa kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus dapat membawa segala sesuatu kepada Allah melalui doa. Kita dapat membawa kekuatiran kita kepada Allah dalam doa dan yakin bahwa Allah tidak akan menolak kita


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat bersukacita untuk melakukan kebaikan

Pendahuluan
Pamong dapat mengawali dengan bertanya kepada anak-anak tentang nasihat, berikut ini pertanyaannya:

  • “Nasihat itu apa ya?”
  • “Siapa yang pernah mendapatkan nasihat”?
  • “Siapa yang sering menasihati kalian ketika di rumah?”

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Perjanjian Baru yaitu Filipi 4:4-7 yang mengisahkan tentang Paulus saat memberi nasihat kepada jemaat di Filipi. Wah…apa itu nasihat ya? Okey. Nasihat adalah ajaran baik. Misalnya : hati-hati kalau berjalan di jalan raya banyak kendaraan atau rajin belajar ya biar banyak ilmu yang didapat, atau yang rajin membantu ibu menyiram tanaman. Siapa yang biasanya memberikan nasihat? Biasanya nasihat diberikan oleh orang yang lebih tua, seperti papa/mama, guru, nenek/kakek.

Seperti orang tua yang sering memberi nasihat pada kita, demiian juga Rasul Paulus mau memberi nasihat pada orang-orang Kristen yang tinggal di kota Filipi. Dan inilah nasihat Rasul Paulus pada jemaat di Filipi:
(Pamong membacakan ulang per ayat dan diikuti oleh semua anak).

  • Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
  • Filipi 4:5 “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”.
  • Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
  • Filipi 4:7“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Penerapan
Anak anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus …

Dalam ayat ke-4 dan 5, dikisahkan bahwa Paulus menasihati jemaat di Filipi untuk bersukacita dan berbuat kebaikan. Namun nasihat dari Paulus tersebut tidak hanya mengajak jemaat di Filipi untuk berbuat kebaikan saja, melainkan kebaikan hati yang dimiliki hendaknya diketahui semua orang. Wah ini maksudnya bagaimana ya? Maksudnya adalah kalau kalian sedang bersukacita maka tunjukanlah ekspresi sukacitamu kepada orang-orang di sekelilingmu. Nah, anak-anak bisa atau tidak? Kalau bisa, yuk coba kita menunjukan ekspresi wajah yang sedang bersukacita!

Nah selain nasihat untuk bersukacita, Paulus juga menasihatkan kita untuk melakukan kebaikan. Apakah kalian mau melakukan kebaikan juga? Siapa yang mau melakukan kebaikan, ayo tunjuk tangan! Paulus menasihatkan supaya kebaikan yang ada di dalam hati kita jangan hanya disimpan atau diumpetin, tapi juga diketahui oleh semua orang. Wah bagaimana maksudnya ya? Maksudnya begini:

  • Jika kalian ingin berbuat baik dengan teman, maka saat lihat teman terjatuh saat bermain ayok segera membantunya. Jangan diam saja atau menertawakannya!
  • Jika ingin berbuat baik kepada mama/papa di rumah, maka saat lihat papa/mama memerlukan bantuan, ayoo segera membantu! Jangan sekadar hanya melihat saja ya!

Aktivitas
Sebagai aktivitas di akhir ibadah, Pamong mengajak anak-anak untuk berdoa kepada Tuhan

Pamong berdoa dan diikuti oleh anak:

Tuhan Yesus,

Hari ini Paulus memberi nasihat untuk bersukacita dan berbuat baik. Mampukanlah kami untuk bersukacita serta bersemangat melakukan kebaikan kepada sesama manusia, haleluya, Amin.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak selalu bersukacita untuk melakukan kebaikan

Pendahuluan
Pamong dapat mengawali di kelas dengan memberi penjelasan singkat tentang tema yaitu salah satu tokoh GKJW bernama Ditotruno yang berperan penting dalam membangun desa Mojowarno dan terlibat dalam pendirian GKJW. Tema ini diambil karena mengingat bahwa pada tanggal 11 Desember 2023 merupakan hari ulang tahun Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang ke 92 tahun.

Sejarah singkat Ditotruno
Ditotruno merupakan salah satu pengikut Coolen. Ia menjadi orang kepercayaan/pembantu Coolen yang mengurusi Desa Ngoro. Ditotruno adalah salah satu perintis jemaat Kristen Mojowarno. Ia menjadi saksi Kristus dan turut melakukan penyebaran agama Kristen dengan menggunakan budaya Jawa. Setelah Ditotruno dibaptis, namanya berubah menjadi Abisai Ditotruno.

Ditotruno memiliki visi yang sama seperti Coolen, gurunya. Ia hendak mengikuti jejak Coolen yaitu ingin membuka hutan sendiri. Daerah yang menjadi pilihannya ada di sebelah utara desa Ngoro, kira-kira 10 km jauhnya. Kemudian Ditotruno menyingkir sejauh 8 km ke arah utara Ngoro. Ditotruno bersama beberapa para pengikutnya menuju hutan Keracil atau Dagangan pada tahun 1845 untuk membuka hutan (mbabat alas) dan membangun peradaban.

Sebelum dibuka Ditotruno, penduduk sekitar mengenal hutan Keracil atau hutan Dagangan sebagai tempat yang angker, dipenuhi roh jahat, dan menyeramkan karena setiap orang yang masuk ke hutan tersebut pasti tidak akan kembali dengan selamat (alas gung lewang lewung, jalma mara jalma mati). Berawal dari sebuah desa kecil yang semula hanya dihuni oleh Ditotruno dan pengikutnya, seiring berjalannya waktu, banyak yang tertarik sehingga desa ini berkembang pesat dan bertambah ramai. Nama Dagangan kemudian diganti menjadi Mojowarno dan di sinilah persekutuan umat Kristen bertumbuh.

Jadi, tokoh GKJW yang bernama Ditotruno adalah sosok yang membabat/membuka hutan Keracil/Dagangan dan turut berperan penting dalam membangun desa Mojowarno dan persekutuan umat Kristen. Orang-orang Kristen jumlahnya semakin bertambah banyak dan membentuk jemaat. Pada 11 Desember 1931 persekutuan/jemaat Mojowarno menggabungkan diri dalam persekutuan pasamuwan-pasamuwan Kristen ing tanah Djawi Wetan yang pada gilirannya berubah menjadi Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan.

Selanjutnya pamong memberi pertanyaan kepada anak-anak sebagai berikut:

  1. Apakah tokoh GKJW yang Bernama Ditotruno memiliki sukacita dan melakukan kebaikan saat mbabat alas atau membuka hutan dan membangun peradapan desa Kristen Majawarna?
  2. Wah pasti memiliki sukacita dalam melakukan kebaikan ya, kalau tidak ada sukacita pasti saat ini kita tidak merayakan HUT GKJW yang ke 92 tahun saat ini.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Perjanjian Baru yaitu Filipi 4:4-7 yang mengisahkan tentang Paulus saat memberi nasihat kepada jemaat di Filipi.

Nasihat adalah ajaran baik. Siapa yang biasanya memberikan nasihat ya? Ya biasanya nasihat diberikan oleh orang yang lebih tua, seperti papa/mama, guru, nenek/kakek. Nah sekarang siapa di antara kalian yang pernah menerima nasihat, ayo tunjuk tangan! (pamong menanyakan beberapa anak yang tunjuk tangan). Nah sekarang apakah kalian mau tahu, nasihat apa saja yang Paulus sampaikan kepada Jemaat di Filipi?

(Pamong membacakan ulang per ayat dan diikuti oleh semua anak jenjang pratama).

  • Filipi 4:4“Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
  • Filipi 4:5 “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”.
  • Filipi 4:6“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
  • Filipi 4:7“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Penerapan
Dalam ayat ke-4 dan 5, dikisahkan bahwa Paulus menasihati jemaat di Filipi untuk bersukacita dan berbuat kebaikan. Namun nasihat dari Paulus tersebut tidak hanya mengajak jemaat di Filipi untuk berbuat kebaikan saja, melainkan kebaikan hati yang dimiliki hendaknya diketahui semua orang.

Wah ini maksudnya bagaimana ya? Maksudnya adalah kalau kalian sedang bersukacita maka tunjukanlah ekspresi sukacitamu kepada orang-orang di sekelilingmu. Nah, anak-anak bisa atau tidak? Kalau bisa, yuk coba kita menunjukan ekspresi wajah yang sedang bersukacita!

Nah selain nasihat untuk bersukacita, Paulus juga menasihatkan kita untuk melakukan kebaikan. Apakah anak-anak mau melakukan kebaikan juga? Siapa yang mau melakukan kebaikan, ayo tunjuk tangan! Paulus menasihatkan supaya kebaikan yang ada di dalam hati anak-anak jangan hanya disimpan atau diumpetin, tapi juga diketahui oleh semua orang. Wah bagaimana maksudnya ya? Maksudnya begini:

  • Jika kalian ingin berbuat baik dengan teman, maka saat lihat teman terjatuh saat bermain ayok segera membantunya, jangan malah menertawakannya!
  • Jika ingin berbuat baik kepada mama/papa di rumah, maka saat lihat papa/mama memerlukan bantuan, ayoo segera membantu! Jangan sekadar hanya melihat saja ya!

Aktivitas
Sebagai aktivitas di akhir ibadah, Pamong mengajak anak-anak untuk berdoa kepada Tuhan.

Pamong berdoa dan diikuti oleh anak:

Tuhan Yesus,

Hari ini Paulus memberi nasihat untuk bersukacita dan berbuat baik. Mampukanlah kami untuk bersukacita serta bersemangat melakukan kebaikan kepada sesama manusia, haleluya, Amin.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak selalu bersukacita untuk melakukan kebaikan
  2. Anak dapat mengetahui dan dapat menceritakan Ditotruno sebagai salah satu tokoh yang terlibat membangun desa Kristen di Mojowarno.

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, silahkan pamong mengisahkan sejarah singkat tokoh GKJW yang bernama Ditotruno. Tokoh Ditotruno diketengahkan dalam rangka mengingat salah satu pendahulu yang terlibat “mbabat alas” membangun desa Kristen, sekaligus sebagai penanda perayaan HUT GKJW ke-92 tahun.

Berikut ini sejarah singkat Ditotruno:
Ditotruno merupakan salah satu pengikut Coolen, ia menjadi orang kepercayaan/pembantu Coolen yang mengurusi Desa Ngoro. Ditotruno adalah salah satu perintis jemaat Kristen Mojowarno. Ia menjadi saksi Kristus dan turut melakukan penyebaran agama Kristen dengan menggunakan budaya Jawa. Setelah Ditotruno dibaptis, namanya berubah menjadi Abisai Ditotruno.

Ditotruno memiliki visi yang sama seperti Coolen, gurunya. Ia hendak mengikuti jejak Coolen yaitu ingin membuka hutan sendiri. Daerah yang menjadi pilihannya ada di sebelah utara desa Ngoro, kira-kira 10 km jauhnya. Kemudian Ditotruno menyingkir sejauh 8 km ke arah utara Ngoro. Ditotruno bersama beberapa para pengikutnya menuju hutan Keracil atau Dagangan pada tahun 1845 untuk membuka hutan (mbabat alas) dan membangun peradaban. Sebelum dibuka Ditotruno, penduduk sekitar mengenal hutan Keracil atau hutan Dagangan sebagai tempat yang angker, dipenuhi roh jahat, dan menyeramkan karena setiap orang yang masuk ke hutan tersebut pasti tidak akan kembali dengan selamat (alas gung lewang lewung, jalma mara jalma mati). Berawal dari sebuah desa kecil yang semula hanya dihuni oleh Ditotruno dan pengikutnya, seiring berjalannya waktu, banyak yang tertarik sehingga desa ini berkembang pesat dan bertambah ramai. Nama Dagangan kemudian diganti menjadi Mojowarno dan di sinilah persekutuan umat Kristen bertumbuh.

Jadi, tokoh GKJW yang bernama Ditotruno adalah sosok yang membabat/membuka hutan Keracil/Dagangan dan turut berperan penting dalam membangun desa Mojowarno dan persekutuan umat Kristen. Orang-orang Kristen jumlahnya semakin bertambah banyak dan membentuk jemaat. Pada 11 Desember 1931 persekutuan/jemaat Mojowarno menggabungkan diri dalam persekutuan pasamuwan-pasamuwan Kristen ing tanah Djawi Wetan yang pada gilirannya berubah menjadi Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan.

Kalau di awal kita telah mendengar kisah tokoh GKJW yang bernama Ditotruno, yang ikut terlibat dalam mbabat alas dan membangun desa Kristen, maka mari mengingat bahwa perjuangannya membuka hutan adalah hal yang melelahkan, sangat sukar, dan tidak mudah bukan?

Nah berbicara tentang kondisi sukar yang tidak mudah, ternyata rasul Paulus mengalami dan merasakannya juga. Pada saat menulis surat untuk jemaat di Filipi, Paulus ternyata sedang mendekam di dalam penjara di Roma. Pada saat itu, Jemaat di Filipi juga sedang mengalami pergumulan kehidupan yang berat. Sebab selain memang harus berjuang untuk hidup sehari-hari yang memang berat, mereka juga harus menghadapi tantangan dan permusuhan dari orang-orang yang tidak menyukai mereka karena iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus. Baik Paulus maupun jemaat di Filipi sedang mengalami kondisi yang berat. Meskipun ada dalam kondisi yang berat, Paulus mengingatkan jemaat di Filipi untuk tetap bersukacita. Kualitas hidup Kristen akan terlihat ketika orang itu bersukacita. Meskipun Paulus sendiri sedang mendekam dalam penjara, ia mengingatkan untuk tetap bersukacita. Sukacita Kristen tidak bergantung pada hal-hal duniawi karena sukacita ini bersumber pada kehadiran Kristus di dalam hidup orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui surat ini Paulus menekankan bahwa kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus dapat membawa segala sesuatu kepada Allah melalui doa. Kita dapat membawa kekuatiran kita kepada Allah dalam doa. Paulus juga menekankan bahwa doa dan permohonan kita harus disertai dengan ucapan syukur. Mengucap syukur harus dilakukan dalam segala hal, tidak hanya saat suka tetapi juga saat duka. Doa dengan penyerahan diri kita dan orang-orang yang kita kasihi secara penuh adalah jalan menuju damai anugerah Allah. Ketika hal itu yang kita lakukan, maka damai sejahtera akan selalu ada di dalam hati dan hidup kita.

Penerapan
Dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi pasal 4 ayatnya yang ke 4, dikatakan bahwa : “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Dalam ayat ini  Paulus hendak memberikan nasihat kepada jemaat di Filipi agar senantiasa bersukacita di dalam Tuhan sang sumber kehidupan. Kemudian dalam Filipi 4:5, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”. Paulus menasihati jemaat di Filipi untuk berbuat kebaikan. Namun nasihat dari Paulus tersebut tidak hanya mengajak jemaat di Filipi untuk berbuat kebaikan saja, melainkan kebaikan hati yang dimiliki hendaknya diketahui semua orang. Selanjutnya dalam Filipi 4:6-7 dikatakan bahwa: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”.

Kalau di dalam ayat sebelumnya, Paulus menasihatkan jemaat Filipi untuk bersukacita dan giat melakukan kebaikan terhadap sesama manusia. Maka dalam ayat ke-6-7, Paulus menekankan bahwa walau tidak masuk akal, kebenaran firman Tuhan tidak dapat disangkal. Walaupun sulit dipahami, janji Tuhan itu pasti. Jadi bila hari ini kita sedang menghadapi permasalahan hidup dan diri kita menjadi kuatir, maka marilah kita berdoa kepada Tuhan. Biarlah damai sejahtera yang berasal dari Allah sajalah yang melampaui segala akal senantiasa memenuhi hati dan pikiran kita. Di tengah permasalahan hidup yang sedang kita alami, kira setiap kita dimampukan untuk senantiasa bersukacita serta bersemangat melakukan kebaikan kepada sesama manusia.

Aktivitas
Pamong mempersilahkan anak-anak untuk maju ke depan/ berdiri satu persatu secara bergantian untuk mengucapkan Ayat Hafalan Mazmur 16:9a “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak