Berbahagialah Orang yang Takut akan Tuhan Tuntunan Ibadah Anak 21 Mei 2023

Tahun Gerejawi: Paskah 7
Tema: Karakter Kristen
Judul: Berbahagialah Orang yang Takut akan TUHAN

Bacaan Alkitab: Nehemia 5 : 14-19
Ayat Hafalan: “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya” (Mazmur 112:1)

Lagu:

  1. “Senyum dan Bermuka Gembira”
  2. “God is so good”

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Bacaan Alkitab kali ini dari Kitab Nehemia 5:14-19. Melalui bacaan, kita diajak untuk meneladani sikap yang dimiliki oleh sosok tokoh Alkitab yang bernama Nehemia. Nehemia merupakan tokoh Alkitab di Perjanjian Lama yang hidup pada masa Kerajaan Persia pada masa pemerintahan Raja Artahsasta.

Pada pasal sebelumnya dikisahkan mengenai peran penting yang telah dilakukan oleh Nehemia, yaitu:

  1. Nehemia adalah seorang petinggi di pemerintahan Raja Persia dan merupakan orang kepercayaan raja yang bertugas sebagai juru minuman pribadi raja Artahsasta. Juru minuman berperan penting dalam memastikan bahwa minuman raja bebas dari unsur yang membahayakan nyawa raja.
  2. Nehemia diangkat oleh Raja Persia sebagai Bupati di tanah Yehuda.
  3. Nehemia merupakan tokoh utama dalam pembangunan kembali kota Yerusalem dan pembangunan Bait Allah pada masa setelah pembuangan bangsa Yahudi ke Babel.

Dalam Kitab Nehemia 5 ayat ke 14 diceritakan bahwa ia diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda selama 12 tahun dari tahun ke-20 sampai dengan tahun ke-32 pemerintahan raja Artahsasta. Selama kepemimpinannya sebagai bupati di tanah Yehuda, Nehemia bersama saudara-saudaranya tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. Nehemia bekerja secara sukarela.

Melalui ayat ini, kita bisa berpikir bahwa pada saat Nehemia menjadi bupati, tentunya ia mendapatkan sejumlah fasilitas dan hak-hak istimewa yang memang sudah menjadi haknya untuk diterima/dinikmati. Namun, pada kenyataannya tidak demikian, Nehemia tidak mau mengambil hak-haknya karena ia melihat kondisi rakyat yang menderita. Apalagi, dalam pasal 5:15-17 dikisahkan bahwa kepemimpinan bupati sebelum Nehemia sangat memberatkan rakyat, sebab bupati sebelum Nehemia justru menuntut rakyat untuk menyediakan 40 syikal perak sehari hanya untuk makanan dan minuman bupati bersama anak buahnya.

Sikap Nehemia yang takut akan Tuhan membuat dirinya menolak melakukan perbuatan yang memberatkan rakyat, sebagaimana yang secara buruk telah diperbuat oleh bupati sebelumnya. Padahal saat itu Nehemia memiliki tanggungan untuk memberi makan dan minum 150 orang Yahudi dan para penguasa lain yang bekerja di bawah kepemimpinannya. Bila dibandingkan dengan era kepemimpinan bupati sebelumnya kepemimpinan Nehemia jauh lebih baik. Sebab hanya dengan biaya kurang dari 40 syikal perak ia bisa memberi makan 150 orang Yahudi dan para penguasa lainnya. Apalagi, Nehemia juga memutuskan untuk meringankan beban rakyat dengan cara tidak mengambil apa yang menjadi haknya. Nehemia memilih menggunakan haknya untuk menyokong dana pembangunan kembali kota asalnya yaitu Yerusalem. Dalam ayatnya yang terakhir (ayat 19), Nehemia menutupnya dengan doa “ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.”

Refleksi untuk Pamong
Bapak, Ibu dan saudara/i pamong yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus..,
Melalui kisah Nehemia, setiap kita diundang untuk memiliki karakter pengikut Kristrus yang sejati yaitu takut akan Tuhan. Setujukah kita jika ada pernyataan bahwa setiap orang yang “takut akan Tuhan” pasti memilih hal-hal yang berkenan kepada-Nya? Jika kita memilih jalan yang benar, maka Tuhan Sang Sumber Kebenaran tidak akan pernah tinggal diam. Tuhan akan setia membimbing langkah dan menuntun kita dalam menapaki jalan yang benar.

Pengertian takut akan Tuhan erat kaitannya dengan ketaatan untuk menjalani perintah Tuhan dan bukan sekadar digerakkan oleh rasa takut akan hukuman yang akan diterima ketika tidak melakukan kehendak-Nya. Takut akan Tuhan mengarah kepada rasa takzim dan hormat kepada Tuhan.

Sikap takut akan Tuhan menggerakkan Nehemia untuk menjadi bupati yang tidak memberatkan rakyat dan mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Nehemia sungguh-sungguh percaya dan menyerahkan setiap keputusan dalam kehendak Tuhan. Nehemia percaya akan kehendak Tuhan Allah yang memegang kendali atas setiap rencana manusia. Dengan demikian, Nehemia menjadi teladan dalam menampakkan karakter Kristiani yang taat dan takut akan Tuhan.

Sebagai pamong, “takut akan Tuhan” adalah karakter kristiani yang harus kita bangun setiap saat. Sebab  bagaimana mungkin kita dapat menanamkan karakter takut akan Tuhan kepada anak, jika selaku pamong, kita sendiri tidak menghidupi karakter takut akan Tuhan?! Kiranya setiap pamong dimampukan untuk memiliki sikap takut akan Tuhan. Selamat melayani dan Tuhan Yesus memberkati.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat meneladani sikap Nehemia yang takut akan Tuhan.

Alat Peraga:

  1. Gambar Mr.Smile/Emoticon tersenyum untuk aktivitas mewarnai. Contoh gambar bisa dilihat di halaman ini.
  2. Mainan dan makanan

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong mengajak anak jenjang balita untuk melihat drama singkat yang diperankan oleh minimal dua pamong, yang gambaran alurnya sebagaimana berikut:

  1. Salah satu pamong akan berperan menjadi anak orang kaya yang hidupnya nyaman karena mempunyai makanan/mainan berlimpah dan pamong yang kedua akan menjadi anak orang berkekurangan bahkan tidak memiliki apa-apa.
  2. Pamong yang berperan menjadi anak orang kaya akan menggunakan alat peraga berupa makanan/snack dan mainan dan bebas melakukan apapun terhadap kelimpahan yang ia miliki.
  3. Tiba-tiba pamong yang berperan sebagai anak berkekurangan mendekati. Ia terlihat kelaparan serta ingin ikut bermain dengan mainan yang dimiliki oleh anak orang kaya. Lalu libatkan anak-anak untuk memberikan pendapat. Apakah si kaya mau berbagi ataukah menikmati sendiri kelimpahannya?
  4. Akhiri drama singkat dengan memberikan gambaran tentang perbuatan baik dan benar yang idealnya harus dilakukan oleh si kaya yang berkelimpahan.

Inti Penyampaian
Anak-anak Balita yang dikasihi Tuhan Yesus,
Dalam bacaan Alkitab dikisahkan tetang kehidupan Nehemia. Ia berasal dari Yerusalem, tanah Yehuda. Nehemia hidup nyaman dan enak. Ia tinggal di istana Raja Persia yang bernama raja Artahsasta. Sementara orang-orang yang berasal dari daerahnya di Yerusalem mengalami penderitaan, hidup susah dan berkekurangan, rumah-rumah berantakan, tembok hancur, dan tempat ibadah pun gak punya.

Nehemia adalah orang kepercayaan raja Artahsasta. Ia bekerja sebagai seorang juru minuman atau penyedia minuman raja Persia. Sebagai seseorang yang tinggal di dalam istana, bisa anak-anak bayangkan bahwa pasti hidup Nehemia sangat nyaman dan berkelimpahan/tidak kekurangan. Nah, kira-kira dengan kehidupannya yang nyaman, Nehemia masih mengingat atau memikirkan orang-orang Yerusalem yang sedang kesusahan tidak ya? Ya, Nehemia adalah orang yang baik. Dia memikirkan nasib orang-orang yang berasal dari daerahnya di Yerusalem yang sedang kesusahan dan menderita.

Karena pendekatan Nehemia yang baik kepada raja, maka ia tidak hanya menjadi juru minuman Raja Persia, akan tetapi Nehemia juga diangkat oleh Raja sebagai Bupati untuk memimpin tanah Yehuda. Dalam Kitab Nehemia 5 ayat ke 14 diceritakan bahwa Nehemia diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda selama 12 tahun dari tahun ke-20 sampai dengan tahun ke-32 pemerintahan raja Artahsasta. Selama kepemimpinannya sebagai bupati di tanah Yehuda, Nehemia berbuat baik, adil, berbagi, dan tidak memberatkan kehidupan rakyat Yehuda. Sebab ia memilih untuk tidak mengambil haknya sebagai bupati.

Penerapan
Anak-anak Balita yang dikasihi Tuhan…
Saat Nehemia menjadi seorang pemimpin/bupati, ia tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak berkenan bagi Allah.

Nah, kini, coba anak-anak sebutkan perbuatan apa saja yang tidak diperkenan oleh Tuhan! Nehemia bisa saja melakukan hal yang buruk seperti yang pernah dilakukan oleh bupati/pemimpin sebelumnya, yang justru malah menyebabkan bertambahnya kesusahan di kota Yerusalem. Namun, Nehemia tidak melakukannya. Nehemia melakukan sikap yang sebaliknya. Ia sangat memperhatikan kebutuhan rakyatnya yang sedang mengalami kesusahan. Nehemia dan juga saudara-saudaranya tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. Mengapa demikian? Sebab Nehemia memiliki sikap “takut akan Tuhan.”

Apakah anak-anak jenjang Balita tahu apa yang dimaksud dengan “takut akan Tuhan”? Contohnya seperti apa ya, ada yang bisa menyebutkan nggak ya?

Takut akan Tuhan itu tidak sama seperti saat kalian takut dengan kegelapan atau hewan buas lho ya! Takut akan Tuhan adalah rasa hormat kepada Tuhan yang membuat anak-anak selalu melakukan perbuatan yang berkenan/sesuai dengan kehendak Tuhan. Apa saja contoh perbuatannya? (pamong dapat memberikan contoh melakukan perbuatan baik dengan menyanyikan lagu Buah-Buah Roh).

Jadi, mari menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Anak yang takut akan Tuhan akan selalu menghormati Tuhan Allah, bersemangat berbagi kebaikan, kemurahan hati dan cinta kasih kepada kawan dan sesamanya. Kiranya anak-anak jenjang balita yang hadir saat ini dimampukan untuk menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita semua. Amin.

Aktivitas
Mewarnai muka Bahagia yang sudah dipersiapkan pada alat peraga.
(muka berbahagia adalah gambaran dari anak yang “takut akan Tuhan”), seperti yang digambarkan dalam ayat hafalan dari Kitab Mazmur 112:1“Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya”.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:  Anak dapat meneladani sikap Nehemia yang takut akan Tuhan.

Alat Peraga: Mainan dan makanan

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong mengajak anak jenjang pratama untuk bermain peran.

  1. Semua anak jenjang Pratama akan memerankan sebagai si kaya yang mempunyai makanan/mainan berlimpah.
  2. Si miskin yang berkekurangan dan tidak memiliki apa-apa, akan diperankan oleh pamong.
  3. Silahkan pamong memberikan alat peraga (berupa makanan/snack dan mainan) untuk anak jenjang pratama yang berperan menjadi anak orang kaya. Mereka bebas melakukan apapun terhadap kelimpahan yang mereka miliki.
  4. Tiba-tiba pamong yang berperan sebagai anak berkekurangan mendekati dan terlihat kelaparan, meminta makanan serta ingin ikut bermain dengan mainan yang dimiliki oleh si kaya
  5. Pamong mengamati proses, adakah anak pratama yang mau berbagi dan adakah anak yang memperlakukan si miskin dengan tidak baik.

Inti Penyampaian
Anak-anak Pratama yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Saat kalian bermain peran sebagai anak orang kaya yang berkelimpahan tadi, sebenarnya menggambarkan situasi dalam bacaan kita lho. Di dalam bacaan, pada pasal sebelumnya, dikisahkan tentang Nehemia yang menjadi orang kepercayaan raja Artahsasta. Ia bekerja sebagai seorang juru minuman raja Persia yang memastikan bahwa minuman raja aman, bebas dari racun dan menyehatkan. Sebagai pekerja di kerajaan Persia, Nehemia tinggal di dalam istana. Bisa anak-anak bayangkan bagaimana jika hidup di dalam istana ya, pasti hidupnya sangat nyaman dan berkelimpahan/tidak kekurangan, sebagaimana gambaran anak jenjang pratama yang berperan sebagai si kaya tadi ya.

Wah ternyata Nehemia tidak hanya menjadi seorang petinggi di pemerintahan Raja Persia dan menjadi orang kepercayaan raja saja, sebab Nehemia juga diangkat oleh Raja Persia sebagai Bupati di tanah Yehuda. Dalam Kitab Nehemia 5 ayat ke 14 diceritakan bahwa ia diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda selama 12 tahun dari tahun ke-20 sampai dengan tahun ke-32 pemerintahan raja Artahsasta. Selama kepemimpinannya sebagai bupati di tanah Yehuda, Nehemia dan juga saudara-saudaranya tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi haknya sebagai bupati.

Penerapan
Anak-anak Pratama yang dikasihi Tuhan…,
Saat Nehemia menjadi seorang pemimpin/bupati, ia tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak berkenan bagi Allah. Coba anak-anak sebutkan perbuatan apa saja yang tidak diperkenan oleh Tuhan!.

Nah, Nehemia meneladankan karakter kristiani yang baik lho. Nehemia bisa saja melakukan hal yang tidak berkenan, seperti misalnya yang pernah dilakukan oleh bupati/pemimpin sebelumnya yang menyebabkan bertambah parahnya kesusahan di kota Yerusalem saat itu. Jikalau bupati sebelum Nehemia memimpin rakyat dengan cara yang buruk, maka Nehemia melakukan hal yang sebaliknya. Pada saat kepemimpinannya, Nehemia justru sangat perhatian terhadap rakyatnya yang sedang mengalami kesusahan. Nehemia dan juga saudara-saudaranya tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. Mengapa demikian? Karena Nehemia takut akan Tuhan!

Sikap Nehemia yang “takut akan Tuhan” lah yang membuat dirinya tidak melakukan perbuatan buruk, seperti era kepemimpinan bupati sebelumnya.

Apakah anak-anak jenjang Pratama tahu apa yang dimaksud dengan “takut akan Tuhan”?

Contohnya seperti apa ya, bisakah menyebutkan contoh takut akan Tuhan?

Takut akan Tuhan itu tidak sama seperti saat kalian menjadi takut dengan gelap atau hewan lho ya!.

Takut akan Tuhan berarti anak-anak selalu melakukan perbuatan yang berkenan/sesuai dengan kehendak Tuhan (pamong dapat memberikan contoh melakukan perbuatan baik dengan mengajak anak Pratama untuk menyanyikan lagu Buah-Buah Roh).

Jadi, mari menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Anak yang takut akan Tuhan akan selalu menghormati Tuhan Allah, bersemangat berbagi kebaikan, kemurahan hati dan cinta kasih kepada kawan dan sesamanya. Kiranya anak-anak jenjang pratama yang hadir saat ini dimampukan untuk menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita semua. Amin.

Aktivitas
Menggambar dan mewarnai muka Bahagia seperti yang ada di dalam ayat hafalan dari Kitab Mazmur 112:1: “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan tindakan-tindakan Nehemia sebagai Bupati.
  2. Anak dapat meneladani sikap Nehemia yang takut akan Tuhan.

Alat Peraga:

  1. Kertas Origami Warna warni berbentuk lingkaran.
  2. Spidol permanen/alat tulis.

Pendahuluan:

  1. Sebagai pendahuluan di kelas jenjang madya, pamong memberi waktu 5 menit untuk mengajak anak jenjang madya membacakan ulang bacaan Alkitab Nehemia 5:14-19 di dalam hati mereka masing-masing.
  2. Selanjutnya memberikan alat peraga berupa kertas origami berbentuk lingkaran dan alat tulis kepada masing-masing anak.
  3. Instruksikan anak jenjang madya untuk menuliskan contoh perbuatan/tindakan seorang bupati yang baik dan yang buruk (berdasarkan pada Bacaan Alkitab Nehemia 5:14-19).

Inti Penyampaian
Nehemia adalah salah satu tokoh yang ada di dalam Kitab Perjanjian Lama yang memiliki peran penting dalam pembangunan Kembali kota Yerusalem serta Bait Allah setelah pembuangan bangsa Yahudi ke Babel. Nehemia dipercayakan oleh raja Artahsasta sebagai juru minuman di kerajaan Persia. Ia bertugas memastikan bahwa minuman raja bebas dari hal yang membahayakan nyawa raja, seperti misalnya racun.

Sebagai orang buangan, keberadaan Nehemia yang dipercaya sebagai juru minumn kerajaan Persia berada dalam posisi yang tinggi jarena ia memiliki akses langsung ke raja. Namun, dengan kedudukan tinggi yang ia miliki, ia tidak tinggal diam, duduk nyaman dan tidak mempedulikan kesusahan bangsanya. Nehemia justru mendekati raja, dan ia memilih untuk membangun kota asalnya yaitu Yerusalem yang hancur dan ada dalam kondisi yang berantakan. Nehemia memilih keluar dari zona nyaman dan ia memilih untuk membangun kembali kota Yerusalem. Dengan seijin raja, ia pergi ke kota asalnya dan membangun kembali kota Yerusalem. Raja mengangkat Nehemia sebagai seorang pemimpin yaitu sebagai bupati. Selama 12 tahun ia memerintah sebagai Bupati Yudea, Nehemia tidak mau mengambil hak-haknya karena ia melihat kondisi rakyat pada saat pemerintahan bupati sebelumnya.

Dalam ayat ke-14 diceritakan bahwa Nehemia tidak pernah mengambil gaji yang sebenarnya merupakan haknya. Kemudian dalam ayat ke-15-17 dikisahkan bahwa pada saat kepemimpinan bupati sebelum Nehemia sangat memberatkan rakyat. Sikap Nehemia yang “takut akan Tuhan” lah yang membuat dirinya tidak melakukan perbuatan seperti pada masa kepemimpinan bupati sebelumnya. Perbuatan buruk yang dilakukan oleh bupati sebelumnya adalah mereka mengambil 40 syikal perak sehari hanya untuk makanan dan minuman bupati, dan untuk anak buah bupati. Hal tersebut tentu memperberat kondisi rakyat.

Penerapan
Anak-anak Madya yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus…,
Dari kisah Nehemia, kita diajak untuk meneladani sikap dan membangun karakter sebagaimana yang dilakukan oleh Nehemia. Kira-kira, sikap dan karakter karakter yang seperti apakah yang dimiliki Nehemia?  Sikap dan karakter “Takut akan Tuhan”!.

Apakah rasa takut akan Tuhan itu? Takut akan Tuhan berarti siap sedia melakukan kehendak Tuhan; memberlakukan kebaikan, membagikan kemurahan hati, cinta kasih, rela berkorban, dan memilih untuk membantu mereka yang berkesusahan. Jadi jangan pernah menyamakan rasa takut akan Tuhan dengan rasa takut mendapat hukuman ya. Karena sikap takut akan Tuhan yang dimiliki oleh pengikut Kristus lebih mengarah kepada sikap hormat kepada Tuhan, dan bukan takut karena adanya hukuman.

Jika kitab hormat dan takut akan Tuhan, maka kita pasti memilih hal-hal yang berkenan kepada-Nya bukan?. Jika kita memilih jalan yang benar, makaTuhan akan membimbing langkah kita dan menuntun kita untuk menjalani jalan yang benar.

Sikap Nehemia yang tidak mencari keuntungan inilah yang menunjukan bahwa Nehemia memiliki karakter Kristiani yang taat dan takut akan Tuhan. Nehemia dengan sungguh-sungguh percaya dan menyerahkan setiap keputusan dalam kehendak Tuhan. Nehemia yakin dan percaya akan kehendak Allah, sebab Allah lah yang memegang kendali atas setiap rencana manusia.

Takut akan Tuhan adalah sikap hati yang harus dimiliki oleh setiap kita. Mari mengenal Tuhan Allah dalam semangat takut akan Tuhan melalui tindakan kasih dan penghormatan kepada-Nya. Kiranya anak-anak Madya semakin memiliki sikap takut akan Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari ya. Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita semua, haleluya. Amin!

Aktivitas

  1. Ajak anak Madya untuk menggunakan kertas origami berbentuk lingkaran sebagaimana pendahuluan tadi, yang telah bertuliskan perbuatan bupati yang baik dan yang buruk.
  2. Pada lembar dibaliknya, ajak anak untuk menggunakannya sebagai pembatas Alkitab.
  3. Buat pembatas Alkitab dari kertas origami berbentuk lingkaran dan ajak anak menggambar emoticon wajah tersenyum.
  4. Setelah menggambar emoticon wajah tersenyum, tuliskan ayat hafalan di dalam gambar wajah tersenyum.
  5. Ayat hafalan dari Kitab Mazmur 112:1 “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya”.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak