Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : Membentuk Persekutuan
Bacaan: Yosua 7 : 1 –26
Ayat Hafalan: Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat ( I Kor 10 : 6)
Lagu: Hati-hati gunakan tanganmu
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)1
Setelah kemenangan yang gemilang di Yerikho, Yosua bab 7 berisi kekalahan yang mengejutkan.
Ai adalah tujuan berikut dalam peperangan karena lokasinya yang strategis. Sama seperti peperangan melawan Yerikho, mengalahkan Ai penting untuk bisa menguasai seluruh tanah Kanaan. Ai lebih kecil dari Yerikho, namun adalah penting untuk menguasainya karena Ai akan memberi Israel kendali atas jalan utama yang membentang sepanjang pegunungan dari utara ke selatan sepanjang dataran tinggi yang menjadi bagian utama tanah Kanaan.
Tetapi persoalannya sangat jelas dinyatakan bahwa, “orang Israel berubah setia dengan…” Mari kita cermati beberapa hal tentang persoalan yang dihadapi bangsa Israel ini.
- Kata “berubah setia” mewakili kata Ibrani yang berarti “bertindak dibawah tangan/curang.”
Kata ini dipakai untuk ketidaksetiaan dalam perkawinan, dimana seorang Wanita tidak setia kepada suaminya. Dosa yang dilakukan disini adalah ketidaksetiaan rohani karena menjadi sahabat dunia ini dan bukan menjadi sahabat Tuhan (Yakobus 4:4), juga adalah merupakan tindakan yang tidak beriman karena mencari kebahagiaan dan keamanan lewat hal-hal lain diluar Tuhan (1 Timotius 6:6f). - Tuhan meminta pertanggungjawaban seluruh bangsa Israel atas tindakan satu orang dan Ia menahan berkatNya hingga kesalahan itu diselesaikan.
Dosa berada di perkemahan Israel dan Tuhan tidak akan terus memberkati mereka selama keadaannya tidak ada perubahan. Ini tidak berarti bahwa semua bangsa Israel tidak berdosa, atau bahwa itu adalah satu-satunya dosa yang dilakukan mereka, namun dosa ini adalah dosa yang memiliki satu sifat (yaitu dosa ketidakpatuhan dan pemberontakan langsung) yang dipakai Tuhan untuk mengajarkan kepada bangsa Israel (juga kita) dua pelajaran yang penting.- Tuhan memandang bangsa Israel sebagai satu kesatuan. Apa yang dilakukan satu orang dianggap sebagai dosa keseluruhan bangsa karena kehidupan bersama dari orang Israel sering mengilustrasikan satu kebenaran dan peringatan kepada kita sebagai individu (1 Kor. 10).
- Satu orang percaya berdosa akan mempengaruhi siapa saja. Sikap Akhan juga menunjukkan bagaimana orang percaya yang berada diluar persekutuan yang mengejar kehendak dan kepentingan diri sendiri bisa mempengaruhi dan menciptakan persoalan bagi keseluruhan kelompok. Nama Akhan berasal dari kata Ibrani, àa„kan, yang mirip kata àa„ko„r, yang artinya “persoalan.” Jadi Yosua akan mengumumkan bahwa Tuhan akan menimpakan masalah (àa„ko„r) kepada Akhan yang menjadi seorang “pembuat masalah” bagi bangsa Israel karena dosanya (bandingkan 7:24-25). Jadi, tempat dimana Akhan mati disebut, “lembah Akhor” (dalam 2alua2 Ibrani, àa„ko‚r, artinya “gangguan, atau masalah”). Ini juga mengingatkan kita pada Ibrani 12:15-16 dan 1 Korintus 5:6-7. Meski kejahatan itu hanya dilakukan satu orang, seluruh bangsa Israel dianggap bersalah. Bangsa itu bertanggungjawab atas ketidakpatuhan dari setiap warganya dan dikenai hukuman untuk setiap pelanggar.
- Kita juga diingatkan bahwa tidak ada yang luput dari Tuhan yang Maha-mengetahui (Mazmur 139:1f).
Tidak ada dosa yang luput dari pengamatanNya. Kita bisa saja menipu diri kita atau orang lain, namun tidak pernah bisa menipu Tuhan. Tuhan melihat dosa dalam hidup kita dan menginginkan supaya kita menyelesaikannya, bukan menyembunyikannya. - Dosa bukanlah perkara sepele bagi Tuhan.
Kalimat, “Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel,” secara dramatis menuntut perhatian kita terhadap kesucian Tuhan dan kenyataan bahwa dosa bukanlah perkara yang sepele bagiNya karena itu adalah pemberontakan dan pemberontakan adalah sama dengan dosa bertenung (1 Sam. 15:23).
Selanjutnya, kita harus mengingat bahwa Akhan memang mengakui dosanya, namun hanya melakukannya karena situasi memaksanya. Seandainya ia dengan sukarela memohon belaskasihan Tuhan, mungkin ia tetap hidup,
Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah persoalan yang diakibatkan kepada orang lain. Tuhan melakukan tindakan tegas karena sejumlah akibat yang ia timpakan kepada orang lain—ini adalah contoh mengenaskan, dimana akibatnya beberapa jiwa lenyap, Israel dikejar, dan kehormatan Tuhan berada dalam bahaya (bandingkan ayat 25). Jadi ini menjadi peringatan kepada bangsa Israel, yang menjadi nyata dengan mendirikan tugu peringatan untuk mengingatkan bangsa Israel kepada dosa Akhan dan penghakiman dari Tuhan.
Refleksi untuk pamong
Sebagai seorang pamong kita adalah individu yang sekaligus juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kelompok para pamong ( kpar ) dan juga bagian dari Jemaat ( gereja ). Oleh karena itu apapun yang kita lakukan bisa jadi akan mempengaruhi atau membawa nama “kelompok” kita. Bercermin dari peristiwa Arkhan, kita dituntut untuk bisa selalu berperilaku yang baik. Selain hal tersebut akan menjadi teladan bagi anak-anak, sikap dan perilaku juga akan dinilai sebagai sikap dan perilaku jemaat /gereja. Bahkan lebih jauh lagi kita sebagai orang Kristen mempunyai tanggung jawab untuk menjadi saksi Kristus.
Maka janganlah seperti pepatah “ karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.
Karena kejahatan atau kesalahan kecil ( seseorang), hilang segala kebaikan yang telah diperbuat ( oleh kelompoknya), hanya karena keburukan yang sedikit ( seseorang ), semuanya ( anggota kelompok yang lain ) akan menjadi buruk.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan Kembali kisah kekalahan bangsa Israel karena kecurangan Akhan.
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
Pendahuluan
Siapa yang suka mainan bagus (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab), kalau baju bagus, siapa yang suka? (bisa dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan lagi)
Catatan untuk pamong : pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas bisa dilakukan sambal menunjukkan barang yang sebenarnya atau bisa juga dengan gambar.
Nah cerita hari ini adalah tentang orang yang suka atau senang memiliki barang-barang yang bagus.
Siapa ya dia?
Yuk kita dengarkan ceritanya.
Cerita ini diambil dari Alkitab (tunjukkan Alkitab pada anak-anak ), dari kitab Yosua 7 : 1 – 26
(untuk jenjang balita ini tidak perlu ada pembacaan seluruh ayat. Tetapi Alkitab perlu ditunjukkan pada anak-anak, untuk menunjukkan pada anak-anak bahwa cerita yang akan disampaikan benar-benar dari Alkitab)
Inti Penyampaian
Yosua adalah pemimpin bangsa Israel.
Orang-orang Israel telah menang melawan orang-orang Yerikho. Karena kemenangan itu Bangsa Israel mendapatkan barang-barang berharga seperti emas, perak, tembaga dan besi.
Besoknya Yosua memerintahkan orang-orang Israel untuk berperang melawan orang-orang Ai. Ketika mereka menyerang kota Ai., ternyata mereka kalah. Kok bisa ya ? padahal jumlah mereka lebih banyak dari orang-orang Ai.
Tuhan memberitahu, bahwa bangsa Israel kalah karena ada satu orang yang tidak taat . Siapa ya orang itu? Besoknya Allah menunjukkan orang yang tidak taat itu bernama Akhan. Apa yang telah dilakukan Akhan? Ternyata, Akhan telah mengambil atau mencuri jubah , perak, emas, lalu disembunyikan di dalam kemahnya.
Akhan mengakuinya. Ia berkata,” Ketika aku melihat barang-barang itu, ada juga jubah yang indah, ada emas, ada perak, aku mengingininya. Lalu kuambil dan semuanya itu kusembunyikan di dalam kemahku..”
Lalu Yosua memerintahkan untuk memeriksa kemah Akhan. Wah… benar saja, di dalam kemah itu ditemukan barang-barang itu.
Penerapan
Nah anak-anak, sekarang kita tahu bahwa Akhan menyukai barang-barang yang bagus. Tetapi sayangnya Akhan mengambil barang-barang yang bukan miliknya. Atau bisa dikatakan Akhan ini mencuri. Dan mencuri adalah perbuatan yang dilarang Tuhan. Mencuri adalah dosa.
Jika kalian menginginkan sesuatu, kalian bisa bilang pada orang tua kalian, pada ayah, ibu, eyang kakak. Atau jika kita ingin bermain dengan mainan teman, kita harus meminjamnya ya. Harus minta ijin dulu pada pemiliknya.
Aktivitas
Bagikan kepada anak-anak “ replika” Yosua dan Akhan (bisa dibuat sesuai kreativitas pamong : bisa dengan gambar, wayang/boneka dari bahan apapun).
Kemudian berikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak untuk mengingatkan anak-anak pada cerita hari ini serta anak-anak bisa mengerti tentang perbuatan baik yang harus ditiru dan perbuatan buruk yang harus dihindari,
Beberapa contoh pertanyaan :
- Yang mana Yosua? (anak-anak menunjukkan “replika “ Yosua )
- Yang mana Akhan ? (anak-anak menunjukkan “ replika” Akhan)
- Siapa / yang mana pemimpin bangsa Israel?
- Siapa yang taat pada Tuhan?
- Siapa yang mencuri baju, emas, perak?
(bisa dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan lain)
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan Kembali kisah kekalahan bangsa Israel karena kecurangan Akhan.
- Anak dapat menunjukkan dampak dari kecurangan Akhan
- Anak dapat menunjukkan sikap setia dalam persekutuan
Alat Peraga:
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play (drama), menayangkan film atau video, dsb.
Pendahuluan
Barang- barang apa saja yang kalian sukai? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab ). Mengapa kalian menyukai barang-barang tersebut? (bisa dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan lagi). Apakah karena barang-barang itu bagus?
Nah cerita hari ini adalah tentang orang yang suka atau senang memiliki barang-barang yang bagus.
Siapa ya dia?
Barang apa yang disukainya?
Kita akan temukan jawabannya dari cerita Alkitab (tunjukkan Alkitab pada anak-anak ), dari kitab Yosua 7 : 1 – 26
Inti Penyampaian
Yosua adalah pemimpin bangsa Israel.
Yosua memimpin bangsa Israel untuk melawan orang-orang Yerikho. Dan mereka menang melawan orang-orang Yerikho. Mereka berhasil merobohkan tembok kota Yerikho dan mengalahkan orang-orangnya. Tidak cuma itu saja, mereka juga mendapatkan barang-barang berharga seperti emas, perak, tembaga dan besi.
Tentu saja bangsa Israel sangat senang karena Tuhan sudah menolong mereka mengalahkan kota Yerikho.
Tetapi besoknya mereka harus mengalahkan kota Ai. Bangsa Israel harus siap-siap. Apa saja yang harus dipersiapkan ? Mereka mempersiapkan tentaranya. Mereka juga menyelidiki keadaan kota Ai. Dan setelah menyelidikinya, mereka tahu bahwa kota Ai itu orangnya tidak banyak. Orang-orang Israel merasa meraka pasti bisa menang. Setelah semuanya siap, mereka pergi ke kota Ai. Lalu apa yang terjadi ? Apakah mereka benar-benar menang ? Ketika mereka menyerang kota Ai., ternyata mereka kalah. Kok bisa ya ? Padahal jumlah mereka lebih banyak dari orang-orang Ai . Yosua menjadi sangat sedih. Ia mengoyakkan pakaiannya. Kemudian ia sujud ke tanah, berdoa dan bertanya kepada Tuhan,” mengapa bangsa Israel bisa kalah dari orang-orang Ai ?”
Lalu Tuhan memberi tahu bahwa bangsa Israel kalah karena ada satu orang yang tidak taat . Siapa ya orang yang tidak taat itu ? Gara-gara satu orang ini bangsa Israel bisa kalah dari orang-orang Ai. Dan besoknya Allah menunjukkan, orang yang tidak taat itu bernama Akhan. Apa yang sudah dilakukan Akhan ? Ternyata Akhan telah mengambil jubah , perak, emas, dan menyembunyikannya di dalam kemahnya. Ketika Akhan ditanya oleh Yosua, Akhan mengakuinya. Ia berkata,” Ketika aku melihat barang-barang itu, ada juga jubah yang indah, ada emas, ada perak, . aku mengingininya. Lalu kuambil dan semuanya itu kusembunyikan di dalam kemahku. Kemudian Yosua memerintahkan untuk memeriksa kemah Akhan. Dan benar saja, di dalam kemah itu ditemukan barang-barang itu. Lalu kemudian mereka membawanya keluar dari kemah Akhan.
Seperti apa yang diperintahkan Tuhan, Akhan dihukum dan barang-barang yang dicurinya harus dimusnahkan. Dan atas perintah Yosua, Akhan dihukum dengan dlempari batu. Lalu diatasnya disusun batu-batu besar sebagai peringatan bagi bangsa Israel supaya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Atau tidak mencuri lagi. Karena mencuri itu perbuatan dosa. Dan juga supaya bangsa Israel taat pada Tuhan.
Penerapan
Dari cerita tentang Akhan ini, apa yang bisa kita pelajari?
Kalau kita lihat/dengarkan cerita Akhan tadi, ketidaktaatannya pada perintah Tuhan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri karena dia menerima hukuman dan juga merugikan bagi orang lain karena bangsa Israel jadi kalah ketika melawan Israel.
Jadi, hari ini kita belajar menjadi anak yang baik, yang taat pada perintah Tuhan supaya tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain.
Ada yang bisa memberi contoh perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain? (pamong bisa membantu/membimbing anak-anak untuk memberikan jawaban).
Ya, misalnya kita mengambil barang milik teman kita tanpa memberitahu terlebih dahulu atau mencuri, tentunya teman kita akan dirugikan karena kehilangan barang. Kita juga rugi karena kita akan dimarahi, kita tidak dipercaya lagi oleh teman-teman kita, dan yang lebih menyedihkan lagi jika ada yang mengatakan,” wah, ternyata anak Kristen suka mencuri.”
Padahal Tuhan Yesus selalu mengajarkan hal-hal yang baik. Tuhan Yesus melarang kita mencuri.
Nah, oleh karena itu mulai sekarang kita harus belajar dan berlatih untuk melakukan hal-hal yang baik ya……
Aktivitas
Dengan menggunakan “replika” Yosua dan Akhan (bisa menggunakan apapun sesuai kreativitas pamong), ajak anak-anak untuk mengulang cerita tentang Akhan.
Dan ajak anak-anak untuk menyebutkan bagaimana sifat Yosua dan Akhan (taat & tidak taat),
Siapa tokoh yang karakternya lebih baik ? berikan alasan-alasannya serta akibat jika melakukan perbuatan-perbuatan seperti mereka.
Catatan untuk pamong :
Diskusi ini bisa dilakukan dengan cara yang menarik (sesuai kreativitas pamong dan kondisi masing-masing jemaat) dan tidak membosankan bagi anak-anak.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukkan dampak dari kecurangan Akhan bagi bangsa Israel
- Anak dapat menunjukkan hambatan bersikap setia dalam menjaga persekutuan
- Anak dapat menunjukkan sikap setia untuk menjaga persekutuan
Alata Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
Dalam penyampaian ini, kita akan menggunakan role play, bagilah anak-anak madya menjadi dua kelompok. Kelompok Yosua dan Kelompok Akan. Berikan pertanyaan tentang ciri-ciri kepemimpinan Yosua dan Ciri-ciri pribadi Akan. Buatkan daftar jawaban dari kedua kelompok tersebut. Ciri kepemimpinan Yosua dan Akan bisa dicari dalam teks Yosua 7:1-26. Usahakan juga dalam menyebutkan ciri Yosua atau Akan, anak Madya diminta untuk juga menyebutkan ayatnya juga.
Pendahuluan
Sekarang mari kita bentuk dua kelompok besar. Kelompok Yosua dan Kelompok Akan. Kelompok Yosua akan menggambarkan ciri pribadi Yosua dan begitu juga Kelompok Akan juga menggambarkan ciri pribadi Akan. Masing-masing kelompok harap menyebutkan ciri pribadi (Kelompok Yosua menyebutkan ciri pribadi Yosua, dan Kelompok Akan menyebutkan ciri pribadi Akan) dan sebutkan ayat yang menggambarkan ciri pribadi tersebut. Setelah berdiskusi selama 15 menit, mohon masing-masing kelompok mempresentasikan ciri pribadi sesuai dengan tugas Kelompok Yosua dan Akan.
(Setelah masing-masing kelompok mempresentasikan ciri pribadi Yosua dan ciri pribadi Akan, penyampaian firman akan dilanjutkan)
Inti Penyampaian
Yosua adalah pemimpin bangsa Israel.
Yosua memimpin bangsa Israel untuk melawan orang-orang Yerikho. Dan mereka menang melawan orang-orang Yerikho. Mereka berhasil merobohkan tembok kota Yerikho dan mengalahkan orang-orangnya. Tidak cuma itu saja, mereka juga mendapatkan barang-barang berharga seperti emas, perak, tembaga dan besi.
Tentu saja bangsa Israel sangat senang karena Tuhan sudah menolong mereka mengalahkan kota Yerikho.
Tetapi besoknya mereka harus mengalahkan kota Ai. Bangsa Israel harus siap-siap. Apa saja yang harus dipersiapkan ? Mereka mempersiapkan tentaranya. Mereka juga menyelidiki keadaan kota Ai. Dan setelah menyelidikinya, mereka tahu bahwa kota Ai itu orangnya tidak banyak. Orang-orang Israel merasa meraka pasti bisa menang. Setelah semuanya siap, mereka pergi ke kota Ai. Lalu apa yang terjadi ? Apakah mereka benar-benar menang ? Ketika mereka menyerang kota Ai., ternyata mereka kalah. Kok bisa ya ? Padahal jumlah mereka lebih banyak dari orang-orang Ai . Yosua menjadi sangat sedih. Ia mengoyakkan pakaiannya. Kemudian ia sujud ke tanah, berdoa dan bertanya kepada Tuhan,” mengapa bangsa Israel bisa kalah dari orang-orang Ai ?”
Lalu Tuhan memberi tahu bahwa bangsa Israel kalah karena ada satu orang yang tidak taat . Siapa ya orang yang tidak taat itu ? Gara-gara satu orang ini bangsa Israel bisa kalah dari orang-orang Ai. Dan besoknya Allah menunjukkan, orang yang tidak taat itu bernama Akhan. Apa yang sudah dilakukan Akhan ? Ternyata Akhan telah mengambil jubah , perak, emas, dan menyembunyikannya di dalam kemahnya. Ketika Akhan ditanya oleh Yosua, Akhan mengakuinya. Ia berkata,” Ketika aku melihat barang-barang itu, ada juga jubah yang indah, ada emas, ada perak, . aku mengingininya. Lalu kuambil dan semuanya itu kusembunyikan di dalam kemahku. Kemudian Yosua memerintahkan untuk memeriksa kemah Akhan. Dan benar saja, di dalam kemah itu ditemukan barang-barang itu. Lalu kemudian mereka membawanya keluar dari kemah Akhan.
Seperti apa yang diperintahkan Tuhan, Akhan dihukum dan barang-barang yang dicurinya harus dimusnahkan. Dan atas perintah Yosua, Akhan dihukum dengan dlempari batu. Lalu diatasnya disusun batu-batu besar sebagai peringatan bagi bangsa Israel supaya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Atau tidak mencuri lagi. Karena mencuri itu perbuatan dosa. Dan juga supaya bangsa Israel taat pada Tuhan.
Penerapan
Dari cerita tentang Akhan ini, apa yang bisa kita pelajari ? ( beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab ).
Kalau kita lihat / dengarkan cerita Akhan tadi , ketidaktaatannya pada perintah Tuhan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri. Apa kerugian yang diterima Akhan? Karena dia menerima hukuman . Lalu apa kerugian yang diterima orang lain? ia merugikan bagi orang lain karena bangsa Israel jadi kalah ketika melawan Israel.
Jadi, hari ini kita belajar menjadi anak yang baik, yang taat pada perintah Tuhan supaya tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain.
Ada yang bisa memberi contoh perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain ? ( pamong bisa membantu/membimbing anak-anak untuk memberikan jawaban ).
Ya, misalnya kita mengambil barang milik teman kita tanpa memberitahu terlebih dahulu atau mencuri, tentunya teman kita akan dirugikan karena kehilangan barang. Kita juga rugi karena kita akan dimarahi, kita tidak dipercaya lagi oleh teman-teman kita, dan yang lebih menyedihkan lagi jika ada yang mengatakan,” wah, ternyata anak Kristen suka mencuri.”
Padahal Tuhan Yesus selalu mengajarkan hal-hal yang baik. Tuhan Yesus melarang kita mencuri.
Nah, oleh karena itu mulai sekarang kita harus belajar dan berlatih untuk melakukan hal-hal yang baik ya……
Aktivitas
Ajaklah para madya untuk mendiskusikan makna apa yang bisa kita dapatkan dari kisah seorang Akan? Tetap dalam 2 kelompok besar yakni kelompok Yosua dan Kelompok Akan. Makna tersebut bisa didapatkan dengan aktivitas berikut ini:
- Buatlah / tulislah huruf- huruf yang “mewakili “ tokoh atau sifat, dsb, diatas media apapun ( kertas karton, batu, sendok, gelas, dsb )
Misalnya :- Minta anak-anak untuk mengambil salah satu huruf.
- Jika anak mengambil huruf “ Y “ berarti anak tersebut harus menjelaskan sesuatu dari huruf “Y” tersebut . ( misalnya : Y adalah Yosua, Yosua adalah pemimpin Isael… dsb )
- Jika anak mengambil huruf “ M” berarti anak tersebut harus menjelaskan sesuatu dari huruf “M” tersebut ( misalnya : M adalah mencontek. Mencontek sama dengann mencuri. Akibatnya jika kita suka mencontek adalah… dsb )
Bisa dilanjutkan dengan huruf-huruf yang lain.
1 https://bible.org/article/getirnya-kekalahan-yosua-71-26