Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : Antar denominasi
Bacaan: Lukas 9 : 51 –56
Ayat Hafalan: “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka, “ Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” ( Markus 8 : 34 )
Lagu: “Rukun cinta satu sama lain”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yesus pergi ke Yerusalem, tempat di mana Ia akan menderita dan mati. Ia benar-benar bertekad untuk pergi dan tidak mau dibujuk untuk tidak melakukannya. Ia langsung pergi ke Yerusalem, sebab sekarang di situlah tugas-Nya menanti. Ia juga tidak pergi ke kota-kota lain atau mengambil jalan pintas, sebab seandainya Ia melakukan hal itu seperti yang biasa dilakukan-Nya, Ia mungkin saja akan menghindari Samaria. Dengan penuh semangat Ia pergi ke sana, meskipun mengetahui hal-hal yang akan menimpa-Nya di situ.
Betapa sopannya Dia terhadap mereka: Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia, yakni beberapa dari antara murid-murid-Nya yang pergi untuk mencari penginapan dan mencari tahu apakah Ia diperbolehkan mendapatkan tempat menginap bagi diri-Nya dan para pengikut-Nya di antara penduduk situ, sebab Ia datang bukan untuk menyakiti hati atau menyinggung perasaan mereka karena jumlah para pengikut-Nya itu. Ia mengutus beberapa orang untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya, bukan untuk gagah-gagahan, melainkan demi kemudahan, dan supaya kedatangan-Nya tidak mengejutkan.
Namun betapa tidak sopannya sikap mereka ( orang-orang Samaria) terhadap-Nya (ay. 53). Mereka tidak menerima Dia, dan tidak mau membiarkan-Nya datang ke desa mereka, dan malah memerintahkan penjaga untuk mengusir-Nya. Seandainya mereka berkenan, Ia akan menjadi berkat terbesar yang pernah datang ke desa mereka, namun mereka melarang Dia masuk. Nah, alasan penolakan mereka adalah karena perjalanan-Nya menuju ke Yerusalem. Melalui gerak-gerik-Nya, mereka mengamati bahwa Ia sedang berjalan ke arah sana. Pertentangan hebat di antara orang Yahudi dan Samaria berkisar soal tempat ibadah — apakah tempat itu adalah Yerusalem atau gunung Gerizim di dekat Sikhar (Yoh. 4:20). Pertentangan di antara mereka itu begitu hebatnya sehingga orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, begitu pula sebaliknya (Yoh. 4:9). Namun, kita dapat menduga bahwa mereka tidak menolak orang-orang Yahudi lain yang hendak menginap di antara mereka, terutama ketika mereka sedang menuju Yerusalem untuk hari perayaan, sebab seandainya sejak dahulu mereka selalu menolak, Yesus tentunya tidak akan mencoba mencari penginapan di situ. Lagi pula, orang Galilea terpaksa harus mengambil jalan putar yang jauh bila hendak menuju ke Yerusalem jika tidak melalui Samaria. Namun, orang Samaria sangat marah kepada Yesus, seorang guru terkenal, karena mengakui dan setia kepada Bait Allah di Yerusalem, padahal para imam di tempat itu begitu bermusuhan dengan-Nya, dan orang Samaria berharap hal ini akan membuat-Nya datang serta beribadah di Bait Allah milik mereka dan mendatangkan nama baik bagi tempat itu. Namun, ketika melihat bahwa Ia hendak menuju Yerusalem, mereka pun tidak mau menunjukkan sopan santun yang mungkin pernah mereka berikan kepada-Nya saat melewati daerah mereka.
Yakobus dan Yohanes menjadi marah terhadap penghinaan ini (ay. 54). Ketika keduanya mendengar berita penolakan ini, hati mereka langsung terbakar dan tidak ada yang dapat memuaskan mereka selain mengirim kebinasaan kota Sodom ke atas desa ini. “Tuhan,” kata mereka, “beri kami izin untuk memerintahkan api turun dari langit, bukan sekadar untuk menakut-nakuti mereka, tetapi juga untuk membakar habis mereka.”
Tetapi Yesus menengur Yakobus dan Yohanes karena semangat mereka yang berapi-api penuh kemarahan (ay. 55): Ia berpaling dengan rasa tidak senang yang tulus, lalu menegur mereka, sebab barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar, terutama karena apa yang mereka perbuat, yang tidak baik dan tidak pantas bagi mereka, dengan dalih bersemangat demi Dia.
Bukan saja tidak mau menghukum mereka atas kekasaran mereka itu, Kristus bahkan tidak mau bersikeras mempertahankan hak-Nya untuk melintasi jalan itu (yang bebas digunakan oleh-Nya seperti oleh orang-orang lain). Ia tidak mau berusaha memaksa, tetapi dengan tenang dan penuh damai pergi ke desa yang lain, di mana penduduknya tidak begitu pelit dan berpendirian keras. Di sanalah Ia beristirahat lalu melanjutkan perjalanan. Perhatikanlah, jika arus pertentangan sangat kuat, lebih bijak untuk menghindar daripada menentangnya.
Kalau ada yang bersikap sangat kasar, maka daripada membalas dendam, lebih baik kita coba dengan orang lain yang mungkin bersikap lebih sopan.
Refleksi untuk Pamong
Sebagai mahluk sosial, pasti kita tidak dapat menghindari bergaul dengan banyak orang , baik yang yang mau menerima kita dengan baik (karena berbagai persamaan) , maupun yang menolak (karena berbagai perbedaan ) kita. Jika kita ditolak atau diperlakukan dengan tidak baik oleh orang lain, pasti kita akan secara refleks menjadi marah. Tetapi kisah Yesus dalam perikop ini sudah mengajarkan kita untuk mampu mengendallikan diri ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan (penolakan-penolakan) . Bahkan kita diharapkan untuk tetap bisa tenang dan sopan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan Yesus yang menolak melakukan tindak kekerasan terhadap orang Samaria.
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
- Peta perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem
- Gambar rambu-rambu dilarang masuk / dilarang lewat
Pendahuluan
Siapa yang pernah diajak pergi oleh ayah atau ibu dengan naik kendaraan sepeda motor atau naik mobil ? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab dan menjelaskan pada saat itu mereka akan pergi kemana )
Apakah kalian pernah melihat tanda seperti ini ? (tunjukkan gambar rambu-rambu dilarang lewat/masuk) Apakah arti atau maksud dari gambar ini ? Ya… jika ada gambar seperti ini berarti kita dan kendaraan-kendaraan yang lain tidak boleh melewati jalan yang ada disana. Jadi kita harus melewati / mencari jalan yang lain.
Catatan untuk pamong: jika memungkinkan, ajak anak-anak untuk jalan berkeliling dan menghindari jalan yang ada tanda dilarang masuk, lalu memutar mencari jalan lain.
Yesus juga pernah lho harus mencari jalan lain atau memutar ketika akan pergi ke Yerusalem. Ceritanya ada di kitab Lukas 9 : 51 –56 ( tunjukkan Akitab kepada anak-anak )
Inti Penyampaian
Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi. Mereka akan pergi ke Yerusalem.
Untuk bisa sampai ke Yerusalem, mereka harus melewati desa tempat tinggal orang-orang Samaria.
(Tunjukkan peta yang menunjukkan rute perjalanan Yesus ke Yerusalem )
Yesus menyuruh beberapa orang ,” pergilah terlebih dahulu kesana. “
Lalu beberapa orang itu pergi ke desa tempat tinggal orang Samaria, untuk mempersiapkan semua keperluan mereka. Menyiapkan tempat untuk istirahat, menyiapkan tempat untuk makan.
Wah…….,tetapi orang-orang Samaria itu tidak menyukai mereka. Jadi Yesus dan murid-murid-Nya tidak boleh melewati desa mereka.
Karena tidak diperbolehkan melewati desa tersebut, Yakobus dan Yohanes menjadi marah. Lalu mereka berkata kepada Yesus,” Tuhan apakah kita harus menghukum mereka ?”
Yesus menjawab,” kita tidak perlu menghukum mereka. Tidak usah marah pada mereka. Kalau kita tidak boleh melewati desa itu, lebih baik kita cari jalan lain saja .”
Penerapan
Nah anak-anak, Tuhan Yesus tidak ingin murid-murid-Nya marah-marah kepada orang lain. Yesus ingin murid-murid-Nya memaafkan dan mengasihi, orang lain. Kita semua disini juga murid-murid Tuhan Yesus. Jadi kita juga harus mau memaafkan saudara dan teman-teman kita. Kita harus menyayangi saudara dan teman kita.
Aktivitas
Dengan menggunakan peta , atau buatlah tulisan :
Galilea Samaria Yerusalem
Ajak anak-anak mengulang perjalanan Yesus dari Galilea menuju Yerusalem harus melewati Samaria. (lakukan beberapa kali sampai anak-anak hafal).
Lalu ajak anak-anak untuk mengulang peristiwa yang terjadi di Samaria. (Yakobus dan Yohanes yang marah dan Yesus menegur mereka)
Catatan untuk pamong: anak-anak bisa diajak untuk bermain peran sederhana. Dengan kalimat yang sederhana.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak dapat menceritakan Kembali kisah Tuhan Yesus yang menolak melakukan tindak kekerasan terhadap orang Samaria.
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
- Peta perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem
- Gambar rambu-rambu dilarang masuk / dilarang lewat
Pendahuluan
Siapa yang pernah diajak pergi oleh ayah atau ibu dengan naik kendaraan sepeda motor atau naik mobil ? ( beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab dan menjelaskan pada saat itu mereka akan pergi kemana )
Apakah kalian pernah melihat tanda seperti ini ? ( tunjukkan gambar rambu-rambu dilarang lewat/masuk.) Apakah arti atau maksud dari gambar ini ? Ya… jika ada gambar seperti ini berarti kita dan kendaraan-kendaraan yang lain tidak boleh melewati jalan yang ada disana. Jadi kita harus melewati / mencari jalan yang lain.
Catatan untuk pamong :
Bisa dibuat contoh tentang penutupan jalan di daerah masing-masing jemaat ( supaya lebih mudah dipahami anak-anak ). Dan jalan alternatif yang bisa dilewati sebagai pengganti jalan / jalur utama.
Ternyata Yesuspun juga pernah harus memutar jalan lho.
Yesus akan pergi kemana ya ?
Inti Penyampaian
Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi. Mereka akan pergi ke Yerusalem.
Nah, untuk bisa sampai ke Yerusalem, mereka harus melewati desa tempat tinggal orang-orang Samaria.
(Tunjukkan peta yang menunjukkan rute perjalanan Yesus ke Yerusalem)
Yesus menyuruh beberapa orang ,” pergilah terlebih dahulu kesana. “
Lalu beberapa orang itu pergi ke desa tempat tinggal orang Samaria, tujuannya adalah untuk mempersiapkan semua keperluan mereka. Menyiapkan tempat untuk istirahat, menyiapkan tempat untuk makan, sebelum mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Wah…….,tetapi ternyata orang-orang Samaria itu tidak menyukai Yesus dan murid-murid-Nya. Jadi Yesus dan murid-murid-Nya tidak boleh melewati desa mereka.
Karena tidak diperbolehkan melewati desa tersebut, Yakobus dan Yohanes menjadi marah. Lalu mereka berkata kepada Yesus,” Tuhan apakah kita harus menghukum mereka ?”
Yesus menjawab,” kita tidak perlu menghukum mereka. Tidak usah marah pada mereka. Kalau kita tidak boleh melewati desa itu, lebih baik kita cari jalan lain saja .”
Penerapan
Ternyata Tuhan Yesus tidak marah meskipun ditolak masuk ke Samaria. Tuhan Yesus juga tidak ingin murid-murid-Nya marah kepada orang lain. Meskipun orang lain atau orang Samaria itu telah menolak mereka. Yesus ingin murid-murid-Nya memaafkan dan mengasihi, orang lain. Kita semua disini juga murid-murid Tuhan Yesus. Jadi kita juga harus mau memaafkan saudara dan teman-teman kita. Kita harus menyayangi saudara dan teman kita. Meskipun ada saudara atau teman yang tidak menyukai kita.
Aktivitas
Dengan menggunakan peta (gambar dapat dilihat pada Aktivitas BALITA) , atau buatlah tulisan :
Galilea Samaria Yerusalem
Ajak anak-anak mengulang perjalanan Yesus dari Galilea menuju Yerusalem harus melewati Samaria.
Lalu ajak anak-anak untuk mengulang peristiwa yang terjadi di Samaria. ( Yakobus dan Yohanes yang marah dan Yesus menegur mereka )
Catatan untuk pamong: Anak-anak bisa diminta mengulang cerita ini dengan memperagakannya (role play).
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan Kembali kisah Tuhan Yesus yang menolak melakukan tindak kekerasan terhadap orang Samaria.
- Anak membiasakan diri untuk mengendalikan dirinya dari tindak kekerasan dalam hidup bersama
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
- Peta perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem
- Beberapa gambar rambu-rambu lalu lintas dan salah satunya adalah rambu tanda dilarang masuk / dilarang lewat
Pendahuluan
Siapa yang tahu atau mengenal tanda atau rambu-rambu lalu lintas ? ( tunjukkan gambar rambu-rambu lalu lintas dan tanyakan apa arti dari gambar tersebut )
Jika kalian melihat ada rambu dilarang melewati suatu jalan, apa yang akan kalian lakukan ? apakah kalian akan menerobosnya karena jika memutar atau melalui jalan lain , jaraknya terlalu jauh ?
Yesus dan murid-murid-Nya juga pernah terhalang melewati suatu daerah Ketika akan pergi ke Yerusalem. Di daerah manakah itu ? apa sebabnya ?
Inti Penyampaian
Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi. Mereka akan pergi dari Galilea ke Yerusalem.
Nah, untuk bisa sampai ke Yerusalem, mereka harus melewati desa tempat tinggal orang-orang Samaria.
(Tunjukkan peta yang menunjukkan rute perjalanan Yesus ke Yerusalem)
Sebelum memasuki Samaria, Yesus menyuruh beberapa orang ,” pergilah terlebih dahulu kesana. “
Lalu beberapa orang itu pergi ke desa tempat tinggal orang Samaria, tujuannya adalah untuk mempersiapkan semua keperluan mereka. Menyiapkan tempat untuk istirahat, menyiapkan tempat untuk makan, sebelum mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Wah…….,tetapi ternyata orang-orang Samaria itu tidak menyukai Yesus dan murid-murid-Nya. Jadi Yesus dan murid-murid-Nya tidak boleh melewati desa mereka. Mereka menolak Yesus.
Karena tidak diperbolehkan melewati desa tersebut, Yakobus dan Yohanes menjadi marah. Lalu mereka berkata kepada Yesus,” Tuhan apakah kita harus menghukum mereka ?”
Yesus menegur mereka,” kita tidak perlu menghukum mereka. Tidak usah marah pada mereka. Kalau kita tidak boleh melewati desa itu, lebih baik kita cari jalan lain saja .”
Penerapan
Perlu diketahui bahwa orang-orang Samaria memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan orang Yahudi (Israel). Hal ini dikarenakan ada perbedaan pandangan terkait dengan pusat ibadah. Orang Yahudi pusat ibadah ada di dalam Bait Allah di Yerusalem, sedangkan orang Samaria berpandangan bahwa Gunung Gerizim adalah pusat ibadah orang Samaria. Yesus oleh orang Samaria dianggap mewakili Bait Allah di Yerusalem, oleh karena itu orang Samaria menolak Yesus untuk masuk di wilayah mereka.
Apakah Yesus benar mewakili Bait Allah di Yerusalem? Jika demikian apakah Yesus juga sama dengan imam dan rabi Yahudi? Tentu saja tidak. Yesus tidak mewakili dari para imam dan rabi Yahudi. Justru Yesus ingin memurnikan maksud dan tujuan beribadah. Yesus justru dalam pengajarannya banyak mengkritik dan memperbaharui pengajaran para imam dan rabi Yahudi. Beribadah kepada Allah, bukan bergantung pada setiap hukum atau aturan melainkan yang pertama bergantung penuh pada hati manusia.
Meskipun orang Samaria telah menolak mereka. Yesus ingin murid-murid-Nya memaafkan dan mengasihi, orang lain. Yesus memusatkan pada hati. Hati harus tetap bisa merangkul yang lain sampai kepada orang yang menolak diri kita. Inilah yang ingin diajarkan Yesus kepada para murid dan kita semuanya. Hati harus tetap terbuka sampai kepada mereka yang menolak kita.
Walaupun Yesus ditolak oleh orang Samaria, dalam injil Lukas juga menggambarkan tentang perumpamaan orang Samaria yang baik hati. Hal ini semakin menandaskan bahwa Yesus tidak membenci orang Samaria yang telah menolak dirinya, Yesus justru tetap membuka hati kepada orang Samaria.
Aktivitas
Dengan menggunakan peta (Gambar bisa dilihat pada Aktivitas BALITA) , ajak anak-anak mengulang cerita perjalan Yesus.
Kemudian ajak anak-anak bermain “ jawab super cepat “
Pamong akan membacakan pertanyaan atau penyataan, dan anak-anak yang mendapat giliran menjawab harus langsung / spontan / menjawab pertanyaan dengan cepat.
(pamong menyiapkan beberapa pertanyaan atau pernyataan, yang tujuannya untuk mengarahkan pada pengendalian diri anak-anak) Minimal sejumlah anak. Jika jumlah anak sedikit, buatlah beberapa pertanyaan, sehingga setiap anak bisa mendapatkan lebih dari satu pertanyaan )
Contoh pertanyaan atau pernyataan :
- Apa yang kamu lakukan jika diejek oleh teman ?
- Mana yang teman-teman pilih marah atau justru memuji teman yang baik (iya kamu ganteng)
- Berikan alasannya
Sebagai catatan dalam aktivitas ini, melawan adalah bentuk responsif dari keadaan tertentu, namun yang patut menjadi catatan adalah kita tidak mendendam, membenci, bahkan sampai melawan dengan kekerasan. Yesus tidak melawan orang Samaria, justru Yesus mendoakannya bahkan dalam injil Lukas 10 Yesus menggunakan gambaran orang Samaria yang murah hati.