Tahun Liturgi: Bulan Budaya
Tema: Membudayakan Kebaikan dan Hidup Damai
Judul: Belajar Berbuat Baik Dan Hidup Dengan Damai
Bacaan: Roma 12 :17-21
Ayat Hafalan: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! ” (Roma 12:17)
Lagu Tema:
- Kasih Yesus, Kidung Siwi No 121
- Mata Tuhan Melihat
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Surat Roma ditulis oleh Paulus karena dilatarbelakangi situasi negara pada waktu itu. Rupanya pengikut Kristus dibenci keberadaannya. Surat Paulus ini bermaksud menguatkan hati para pengikut Kristus. Meskipun dihina dan dianiaya, mereka tidak dianjurkan membalas dengan perlakuan serupa. Justru sebaliknya, mereka diminta untuk tetap menjadi orang baik dan mengusahakan perdamaian bagi semua orang.
Roma 12 ayat ke 19, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.” Di bagian ini, Paulus mengingatkan mereka tentang hak Tuhan untuk membalas perlakuan orang lain kepada kita. Karena betapapun kita diciptakan segambar dengan Allah, namun hanya Tuhan yang memiliki hikmat dan kesabaran untuk menghakimi dengan cara yang paling tepat dan seadil mungkin.
Hidup dengan damai memang menjadi tujuan utama dan tradisi bagi semua bangsa. Begitupun bangsa Indonesia, sejak jaman nenek moyang, bangsa Indonesia terbiasa hidup rukun dan saling menolong. Banyak masalah yang diselesaikan dengan musyawarah atau dengan cara kekeluargaan. Jika terlibat konflik, seseorang yang terbiasa hidup damai akan melakukan rekonsiliasi. Ada usaha untuk memulihkan hubungan persahabatan ke keadaan semula. Marilah terus mengingat bahwasanya hidup tenteram dan damai adalah cara hidup yang menjadi budaya bangsa Indonesia betapapun beragamnya suku bangsa, Bahasa dan agamanya.
Refleksi Untuk Pamong
Membalas dendam memang lumrah dan manusiawi. Namun, membalas dendam perbuatan jahat orang lain hanya akan memperpanjang rantai kekerasan dan tidak membuat masalah menjadi selesai. Justru akan terus berulang dan tidak pernah berakhir. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah melawan kejahatannya. Ternyata membalas dan melawan kejahatan punya makna yang berbeda. Membalas kejahatan adalah berbuat yang sama atau bahkan melebihi perlakuan sebelumnya kepada kita. Sedangkan melawan kejahatan adalah menentang perbuatan jahat itu dengan cara yang baik. Misalkan kalau kita dihina dan dicaci maki, maka yang terjadi adalah: kita memaafkan dan memperlakukan orang itu dengan baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak dapat memahami bahwa Tuhan ingin semua anak berbuat baik.
Alat Peraga
Pamong menyediakan gambar dan alat serta bahan berikut ini.
Alat dan Bahan
- Gelas berisi air jernih
- Sendok atau pengaduk lainnya
- Betadin cair
- ½ atau 1 butir Xonce atau tablet hisap vitamin C
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Semuanya sehat bukan? Pagi yang cerah ini kita sambut dengan memuji Tuhan dengan gembira. Kalau kita gembira, itu tandanya kita bersyukur dengan berkat yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita belajar lagu baru ya, judulnya Kasih Yesus. lagu ini ada di buku lagu anak GKJW yang baru, namanya Kidung Siwi no 121.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
(Pamong menunjukkan gambar).
Wah rupanya pesan lagu ini cocok dengan keadaan di Roma saat itu ya. Lihat saja gambar ini, kok sepertinya mereka bertengkar? Ada yang tarik-tarik, ada yang mendorong. Lihat juga wajah mereka, semuanya berwajah tegang. Sebenarnya ada apa sih?
Waktu itu, Orang-orang Yahudi dan orang-orang di Roma tidak suka dengan para pengikut Yesus. Pengikut Yesus dibenci dan dianiaya. Nah, sebelum para pengikut Yesus membalas berbuat buruk, Paulus mengirimkan surat. Ia menasehati mereka untuk tidak membalas dendam atau berbuat yang jahat. Paulus mengingatkan mereka untuk tetap berbuat baik.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Kita mau melakukan percobaan ya!
Saya sudah menyiapkan air jernih didalam gelas ini. Lalu saya akan meneteskan betadin cair kedalamnya. Ayo siapa mau bantu? Saya minta tolong air ini diaduk (minta dan berikan kesempatan kepada salah seorang anak untuk mengaduk air didalam gelas yang kini berwarna merah keruh itu). Coba, apa warna air ini? Iya benar, airnya berubah merah, padahal tadi berwarna putih.
Lalu, kakak akan menambahkan tablet vitamin ini(masukkan tablet vitamin C). Lalu bantu kakak untuk mengaduk lagi. Coba perhatikan ya, apa yang terjadi? Mengapa airnya menjadi jernih kembali?
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Pernah tidak kalian bertengkar? Bertengkar dengan kakak atau adik atau temanmu? Kalian diejek atau dipukul. Setelah diejek atau dipukul begitu, bagaimana rasanya? Ada yang marah-kah? ingin memukul juga? Balas mengejek?
Iya, tentu saja kita ingin membalas perbuatan teman yang tidak baik itu. Kakak juga pernah begitu, tapi kakak ingat kalau punya Tuhan Yesus. Sama dengan percobaan merubah air yang merah menjadi jernih kembali itulah contohnya. Tuhan Yesus ingin kita merubah kemarahan, rasa mendendam menjadi ingin mengampuni. Kita harus tetap berbuat baik karena Tuhan Yesus mengajarkan kita mengasihi kepada siapapun juga, mengasihi kepada yang berbuat baik dan mengasihi kepada yang berbuat buruk kepada kita. Kalau sedang marah dan ingin membalas perbuatannya, cepatlah meminta pertolongan Tuhan di dalam doa. Doakanlah teman yang berbuat tidak baik itu. Jika suatu hari bertemu dengan mereka tetaplah tersenyum dan berteman dengannya.
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak balita untuk role play. Aturlah anak-anak agar berpasangan dan berdiri saling berhadapan. Mintalah untuk bergantian mengucapkan hal ini:
Anak 1: Aku marah ya, kamu nakal!
Anak 2: Maafkan aku, apakah kita bisa berteman lagi?
Anak 1: iya aku memaafkanmu, mari berteman lagi.
(Anjurkan kedua anak untuk berjabat tangan atau saling memeluk)
(Aturlah posisi anak 1 menjadi anak 2, demikian juga sebaliknya, agar masing-masing anak dapat mencoba mengucapkan: ‘Maafkan aku’ dan ‘Aku memaafkanmu’ )
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak dapat memahami bahwa Tuhan ingin semua anak berbuat baik.
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan Alat Peraga beserta alat dan bahan yang terdapat di Jenjang Balita.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa kabarnya hari ini? Semoga semua sehat dan gembira ya. Sebelum mendengar firman Tuhan, ayo kita menyanyikan lagu ‘Kasih Yesus’. ini lagu baru ya, anak-anak bisa belajar banyak lagu baru dari buku Kidung Siwi.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Coba ulangi bagian: saling mengasihi sesama, saling mencintai saudara. Suka menolong dan memaafkan, itulah anak-anak Allah. Oh jadi begitu? Anak-anak Allah suka menolong dan memaafkan. Siapa yang suka begitu, angkat tangannya ya! Puji Tuhan, ternyata anak-anak suka menolong dan memaafkan orang lain.
Sama seperti yang ditunjukkan gambar ini (Pamong menunjukkan Gambar Saint Paul arrested). Waduh, sepertinya ada yang marah-marah. Siapa mereka sebenarnya? Mereka ini adalah orang yahudi dan orang Roma yang membenci para pengikut Yesus.
Mereka menghina dan menganiaya para pengikut Yesus. Paulus yang mendengar bagaimana situasi di Roma segera menulis surat. Paulus kuatir kalau pengikut Yesus di Roma membalas perbuatan jahat orang Yahudi dan orang Roma. Dalam surat itu, Paulus juga menasehati mereka untuk tetap berbuat baik.
Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau percobaan dulu yuk!
Gelas ini sudah Saya isi dengan air. Lalu saya meneteskan cairan betadin ini, coba bantu saya mengaduknya! Ternyata warna airnya berubah menjadi merah kan? nah, setelah itu saya akan memasukkan tablet vitamin C ini. Tolong aduk lagi ya! Lho, kok airnya jernih lagi? Bagaimana bisa?
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa sebenarnya yang ingin diajarkan Tuhan Yesus? Tuhan Yesus ingin kita selalu hidup dengan damai bersama orang-orang lain. Ketika di sekolah atau bermain di sekitar rumah, kadang kita bertemu dengan teman yang nakal atau berbuat tidak baik kepada kita. Jangan tanya bagaimana rasanya. Pasti sakit hati. Ingin menangis atau mungkin ingin membalas perbuatan teman itu. Tapi Tuhan ingin kita bisa memaafkan kesalahan orang lain. Caranya mungkin tidak mudah, namun pertama kali yang bisa dilakukan adalah dengan berdoa, mintalah pertolongan Tuhan untuk meredakan kemarahan.
Air jernih yang ditetes betadin dan warnanya berubah merah keruh ini seperti kita jika sedang marah dan menyimpan dendam. Tapi airnya masih bisa kok dijernihkan lagi! Vitamin C yang dimasukkan itu sama seperti ajaran Yesus untuk tetap mengasihi dan memaafkan. Kalau sudah memaafkan, pasti hati kita tenang kembali. Ada rasa damai di dalam hati.
Belajarlah untuk memaafkan temanmu yang berbuat tidak baik itu. Bila bertemu lagi dengannya, tersenyum dan jabatlah tangannya. Selamat! Kamu sudah menjadi anak Allah, karena kamu sudah mau memaafkan dan mengasihi sesamamu.
Aktivitas
Perintahkan anak-anak pratama untuk menghapal ayat hapalan pada Roma 12 :17-21, lalu mengisi bagian yang kosong dalam kalimat di lembar ini.
klip pada gambar untuk memperbesar
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat memahami bahwa Tuhan ingin semua anak berbuat baik.
- Anak dapat mempraktikkan satu perbuatan baik, seperti berbagi atau berkata sopan.
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan Alat Peraga, alat dan bahan yang ada di materi Jenjang Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apakah anak-anak semua semua sehat dan senang hari ini? Kalau ada yang sedang marah atau sedih, mungkin sekarang waktu yang tepat. Karena kita akan belajar bagaimana cara mengelola sedih dan marah namun tetap berbuat baik. Tapi sebelum itu ayo kita memuji nama Tuhan dari lagu Kasih Yesus dari Kidung Siwi no 121.
Bagus sekali bukan lagunya? Sebuah lagu sebaiknya tidak hanya dinyanyikan ya, kita harus menghayatinya lalu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau lagu itu mengajarkan tentang mengasihi sesama, mencintai saudara, menolong dan memaafkan…ya itulah yang harus dilakukan sehari-hari. Karena menjadi anak Yesus harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan kita.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan.
Apakah mengasihi sesama itu sulit dilakukan? coba lihat gambar ini (Pamong menunjukkan Gambar Saint Paul arrested).
Siapa yang mau bercerita tentang gambar ini?(Berikan kesempatan untuk merespon dan melakukan apa yang diperintahkan).
Benar, gambar ini bercerita tentang pertengkaran. Ada yang menarik, ada yang mendorong, ada yang terlihat sedih, ada juga yang terlihat marah. Mereka yang terlihat sedih ini adalah pengikut Yesus, yang terlihat marah dan penuh kebencian ini adalah orang Yahudi dan orang Roma. Bagi pengikut Yesus yang tinggal di Roma saat itu, dibenci sangat tidak mengenakkan, suasana tidak nyaman dan tidak damai. Walaupun begitu, Paulus sebagai rasul atau orang yang menyebarkan ajaran Yesus, ingin para pengikut tidak membalas perlakuan mereka. Dalam suratnya, rasul Paulus menasehatkan untuk tetap berbuat baik agar kedamaian terpelihara.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Kakak mau sulapan dulu ya. Kakak sudah menyiapkan segelas air jernih, lalu kakak meneteskan cairan antiseptik ini dan mengaduknya. Lihatlah, kakak ingin menunjukkan bahwa air yang jernih ini adalah kita sebelum marah, lalu air yang berubah merah dan keruh ini adalah kita yang menjadi marah jika kita tidak diperlakukan dengan adil atau ada yang jahat kepada kita. Bagaimana cara membuat air jernih lagi? Kakak akan memasukkan tablet vitamin C ini dan mengaduknya agar tercampur. Ajaib! Airnya menjadi jernih kembali. Bagaimana supaya hati kita tenang kembali? Kita butuh penawar seperti tablet vitamin C. Kita wajib berdoa kepada Tuhan. Apa yang kita doakan? Tentangmu dan tentang mereka yang membencimu. Mohonlah bimbingan Tuhan agar tenang kembali, tidak menyimpan kesalahan itu didalam hati dan berusaha memaafkan kesalahan mereka.
Apa alasan memaafkan kesalahan mereka? Ya, sesuai dengan ayat ke 19 yang kita baca tadi, pembalasan adalah hak Tuhan. Bukan tugas kita untuk membalas perlakuan buruk orang lain. Tuhan sajalah yang mampu dan paling tahu apa yang terbaik bagi semua orang. Memang memaafkan seseorang tidak gampang ya, tidak cukup hanya dengan mengatakan: aku memaafkan! Tapi juga harus disertai dengan tindakan. Tuhan ingin kita tetap berbuat baik kepada mereka. Ini salah satu caranya: berbagi.
Aktivitas
Pamong menyediakan permen loli yang tetap terbungkus. Pamong menyediakan pembungkus baru berupa kertas warna dan pembolong kertas juga lem kertas. Tutorial membuatnya bisa di simak pada video ini.
Pada permukaan kertas tersebut dapat ditambahkan tulisan: LAKUKANLAH APA YANG BAIK BAGI SEMUA ORANG.
Setelah itu, sarankan kepada mereka untuk memberikan kepada orang lain, bisa sesama anak atau kepada orang dewasa.