Anak Tujan Berani Jujur Tuntunan Ibadah Anak 19 Maret 2023

6 March 2023

Tahun Gerejawi: Pra Paskah 4
Tema: Kejujuran

Bacaan: Matius 26:57-68
Ayat Hafalan: “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan.” (Mazmur 32:5a)

Lagu:

  • Saya Senang Jadi Anak Tuhan
  • Kidung Ria 35 Kalau Iblis Berseru

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Mahkamah Agama atau Sanhedrin adalah dewan tertinggi dalam agama Yahudi. Anggotanya ada 71 orang terdiri dari beberapa Imam Kepala, beberapa tua-tua Yahudi dan golongan orang Farisi yang memiliki keahlian dalam menafsir Taurat. Mahkamah Agama ini dipimpin oleh seorang Imam Besar. Pada saat itu yang menjadi Imam Besar adalah Kayafas. Sebagai lembaga tertinggi dalam agama Yahudi maka seluruh orang-orang Yahudi harus menuruti dan mentaati Mahkamah Agama dan segala keputusannya. Mereka bisa membuat keputusan soal keagamaan secara bebas, hanya tidak memiliki kewenangan di bidang politik walaupun pada kenyataannya mereka juga mengurusi hal-hal politis.

Setelah ditangkap maka Yesus dibawa ke Mahkamah Agama untuk diadili. Pengadilan Yesus bertempat di istana Imam Besar Kayafas dan dihadiri oleh seluruh anggota Mahkamah Agama atau Sanhedrin. Dalam pengadilan itu, para imam-imam kepala menghadirkan saksi-saksi dusta tentang Yesus yang menghasut secara politis-religius. Harapan dari imam-imam kepala, dengan adanya saksi-saksi dusta ini maka Yesus akan dihumum mati. Memang tidak dituliskan secara jelas apa saja yang diucapkan oleh saksi-saksi dusta itu, akan tetapi kesaksian mereka tidak terbukti kebenarannya. Imam-imam kepala tidak putus asa, mereka memberikan dua dakwaan lain untuk Yesus yaitu Yesus mengancam akan menghancurkan Bait Allah dan membangun kembali dalam tiga hari (ay.61) serta tuduhan Yesus menghujat Allah dengan mengaku diri-Nya adalah Mesias (ay.63). Disaat menyampaikan jawab, Yesus malah berbicara mengenai kedatangan Mesias, Anak Allah yang hidup. Sehingga jawaban itu membuat geram Imam Besar Kayafas karena dianggap bahwa Yesus telah menghujat Allah. Walaupun Yesus telah menyatakan kebenaran tentang siapa sejatinya diri-Nya, akan tetapi apa yang dikatakan Yesus itu dianggap sebagai menghujat Allah. Hukuman bagi penghujat Allah adalah hukuman mati. Itulah yang diharapkan oleh Imam-imam Kepala yang membawa Yesus kepada Mahkamah Agama.

Refleksi Pamong:
Kisah Yesus di hadapan Mahkamah Agama ini menceritakan betapa bencinya Imam-imam Kepala kepada Yesus sehingga mereka berusaha mencari beragam cara untuk membunuh Yesus. Sebagai Imam Kepala tentunya mereka adalah orang-orang terhormat di dalam komunitasnya, akan tetapi mereka berani bersaksi dusta, mengucapkan kebohongan agar Yesus dihukum mati. Mereka melakukan itu semua demi diri mereka sendiri, mereka yang terganggu kenyamanannya dan tidak mau berubah menjadi lebih baik. Sehingga berani berbohong untuk menyingkirkan Yesus yang berbahaya bagi mereka. Para pamong adalah orang-orang yang sangat dihormati dan disayangi oleh anak-anak. Tentu tidak seperti Imam-imam kepala, para pamong harus menjaga diri mereka dan tutur kata mereka agar dapat benar-benar menjadi teladan bagi anak-anak.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kebohongan imam-imam kepala dan Mahkamah Agama untuk menyalibkan Yesus.

Alat Peraga

  1. Pamong menyiapkan gambar Pinokio. Gambar dapat diambil misalnya disini.
  2. Pamong menyiapkan beberapa gambar untuk peraga cerita.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Tahu tidak ini gambar apa ya? (pamong menunjukkan gambar pinokio).

Anak-anak, ini adalah gambar Pinokio. Anak-anak sudah pernah mendengar cerita  tentang Pinokio? Pinokio adalah boneka kayu dari bapak Gupeto. Pinokio memiliki keistimewaan, apa ya kira-kira? Kalau Pinokio berbohong, hidungnya menjadi panjang. Setiap berbohong, hidungnya menjadi panjang lagi dan panjang lagi. Tetapi saat Pinokio berkata jujur, maka hidungnya kembali mengecil. Coba bayangkan kalau anak-anak berbohong lalu hidungnya menjadi panjang, bagaimana ya rasanya? (tunggu jawaban anak-anak).

Inti Penyampaian
Anak-anak, cerita hari ini juga tentang orang-orang yang suka berbohong.  Mereka adalah Imam Kepala dan Mahkamah Agama. Wow, siapa lagi mereka??

Anak-anak, untuk itu mari kita ingat dulu cerita minggu lalu. Adakah yang ingat? (tunggu jawaban dari anak-anak).

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Cerita minggu kemarin tentang Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yudas Iskariot menyerahkan Yesus kepada tentara-tentara Romawi. Oleh tentara Romawi, Yesus dibawa kepada Mahkamah Agama untuk diadili.

(Pamong menunjukkan  gambar 2)

Mahkamah Agama itu berisi banyak orang, ada Imam Kepala yang tidak suka kepada Yesus dan memberi uang kepada Yudas Iskariot, ada Ahli Taurat dan ada orang-orang Farisi. Tugasnya Mahkamah Agama adalah mengadili orang yang bersalah dan memberikan hukuman. Yesus dibawa ke Mahkamah Agama untuk diadili. Hah, diadili? Yesus kan tidak salah apa-apa, kenapa harus diadili?

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Lihat anak-anak, Mahkamah Agama itu mencari-cari kesalahan Yesus supaya bisa diadili dan dihukum mati. Tetapi Yesus kan tidak bersalah. Iya, karena Yesus tidak bersalah, maka Mahkamah Agama itu membayar orang-orang untuk memberikan kesaksian palsu. Apa itu kesaksian palsu? Mereka dibayar untuk bercerita bohong tentang Yesus. Cerita bohong bahwa Yesus bersalah dan harus dihukum mati.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Setelah ada orang-orang yang memberi kesaksian (cerita) bohong tentang Yesus. Akhirnya Mahkamah Agama sepakat untuk mengadili Yesus karena Yesus telah bersalah dan akhirnya Yesus dijatuhi hukuman mati.

Penerapan:
Anak-anak, mari kita perhatikan dampak dari sikap bohong? Berbohong bisa menimbulkan kerugian baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Contohnya : Pinokio saat berbohong, dia rugi karena hidungnya menjadi panjang. Cerita bohong Mahkamah Agama merugikan Yesus karena Yesus yang tidak bersalah harus dihukum mati.

Jika seperti itu, anak-anak tentu tahu berbohong itu tidak baik. Oleh karena itu anak-anak harus ingat untuk terus berkata yang jujur kepada siapapun. Walaupun ada yang menyuruh anak-anak untuk berbohong dan memberikan hadiah, ingat anak-anak harus berani menolak. Anak-anak harus selalu berkata yang jujur agar tidak merugikan anak-anak dan juga merugikan orang lain.

Aktivitas: Anak-anak mewarnai gambar Yesus dihadapan Imam Kepala seperti dibawah ini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak dapat menceritakan kembali kisah kebohongan imam-imam kepala dan Mahkamah Agama untuk menyalibkan Yesus.

Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Jenjang Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Tahu tidak ini gambar apa ya? (pamong menunjukkan gambar pinokio)

Anak-anak, ini adalah gambar Pinokio. Anak-anak sudah pernah mendengar cerita  tentang Pinokio? Pinokio adalah boneka kayu dari bapak Gupeto. Pinokio memiliki keistimewaan, apa ya kira-kira? Kalau Pinokio berbohong, hidungnya menjadi panjang. Setiap berbohong, hidungnya menjadi panjang lagi dan panjang lagi. Tetapi saat Pinokio berkata jujur, maka hidungnya kembali mengecil. Coba bayangkan kalau anak-anak berbohong lalu hidungnya menjadi panjang, bagaimana ya rasanya? (tunggu jawaban anak-anak).

Inti Penyampaian
Anak-anak, cerita hari ini juga tentang orang-orang yang suka berbohong.  Mereka adalah Imam Kepala dan Mahkamah Agama. Wow, siapa lagi mereka??

Anak-anak, untuk itu mari kita ingat dulu cerita minggu lalu. Adakah yang ingat? (tunggu jawaban dari anak-anak).

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Cerita minggu kemarin tentang Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yudas Iskariot menyerahkan Yesus kepada tentara-tentara Romawi. Oleh tentara Romawi, Yesus dibawa kepada Mahkamah Agama untuk diadili.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Mahkamah Agama itu berisi banyak orang, ada Imam Kepala yang tidak suka kepada Yesus dan memberi uang kepada Yudas Iskariot, ada Ahli Taurat dan ada orang-orang Farisi. Tugasnya Mahkamah Agama adalah mengadili orang yang bersalah dan memberikan hukuman. Yesus dibawa ke Mahkamah Agama untuk diadili. Hah, diadili? Yesus kan tidak salah apa-apa, kenapa harus diadili?

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Lihat anak-anak, Mahkamah Agama itu mencari-cari kesalahan Yesus supaya bisa diadili dan dihukum mati. Tetapi Yesus kan tidak bersalah. Iya, karena Yesus tidak bersalah, maka Mahkamah Agama itu

membayar orang-orang untuk memberikan kesaksian palsu. Apa itu kesaksian palsu? Mereka dibayar untuk bercerita bohong tentang Yesus. Cerita bohong bahwa Yesus bersalah dan harus dihukum mati.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Setelah ada orang-orang yang memberi kesaksian (cerita) bohong tentang Yesus. Akhirnya Mahkamah Agama sepakat untuk mengadili Yesus karena Yesus telah bersalah dan akhirnya Yesus dijatuhi hukuman mati.

Penerapan:
Anak-anak, mari kita perhatikan dampak dari sikap bohong? Berbohong bisa menimbulkan kerugian baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Contohnya : Pinokio saat berbohong, dia rugi karena hidungnya menjadi panjang. Cerita bohong Mahkamah Agama merugikan Yesus karena Yesus yang tidak bersalah harus dihukum mati.

Jika seperti itu, anak-anak tentu tahu berbohong itu tidak baik. Oleh karena itu anak-anak harus ingat untuk terus berkata yang jujur kepada siapapun. Walaupun ada yang menyuruh anak-anak untuk berbohong dan memberikan hadiah, ingat anak-anak harus berani menolak. Anak-anak harus selalu berkata yang jujur agar tidak merugikan anak-anak dan juga merugikan orang lain.

Aktivitas:
Anak-anak diajak untuk mewarnai gambar Yesus saat dibawa ke hadapan Imam Kepala. (Gambar sama dengan jenjang Balita).


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menyebutkan sikap para imam dan Mahkamah Agama terhadap Yesus.
  2. Anak dapat memberikan contoh sikap berani membela kebenaran.
  3. Anak dapat membiasakan diri berlaku jujur dalam segala keadaan.

Alat Peraga

  1. Pamong menyiapkan kertas karton besar dengan format seperti di bawah ini:

  2. Pamong menyiapkan gambar untuk cerita yang terdapat di Jenjang Batlita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Adakah dari anak-anak yang pernah berbohong? (tunggu respon anak-anak). Kalau ada yang pernah berbohong, kira-kira kenapa harus berbohong?

Anak-anak, mari sekarang kita akan mengisi lembar kerja apakah anak-anak pernah berbohong, mengapa dan apakah kerugiannya? Nanti kita akan diskusikan bersama-sama. (beri waktu anak-anak mengisi bagan yang disiapkan setelahnya ajak anak-anak untuk berdiskusi).

Berbohong itu berkata yang salah atau yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Biasanya berbohong itu dilakukan dengan sengaja untuk suatu maksud tertentu. Taukah anak-anak, berbohong itu merugikan diri sendiri, serta merugikan orang lain juga.

Inti Penyampaian
Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang orang-orang yang berbohong. Kalau dilihat dari bacaan kita tadi, siapa ya kira-kira?  Mereka adalah Imam Kepala dan Mahkamah Agama. Wow, siapa lagi mereka?? Untuk itu, mari kita mengingat cerita minggu kemarin. Adakah anak-anak yang masih ingat, apa ya cerita minggu kemarin? (tunggu jawaban dari anak-anak).

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Cerita minggu kemarin tentang Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yudas Iskariot  dibayar oleh imam kepala Yahudi untuk menyerahkan Yesus kepada tentara-tentara Romawi. Imam kepala merasa sakit hati karena diingatkan oleh pengajaran-pengajaran Yesus, sehingga mereka ingin menyingkirkan Yesus. Setelah ditangkap, Yesus dibawa kepada Mahkamah Agama untuk diadili.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Mahkamah Agama Yahudi adalah lembaga pengadilan yang akan mengadili kesalahan orang-orang Yahudi. Mahkamah Agama Yahudi terdiri dari 71 orang yang berisi Imam Kepala, para tua-tua Yahudi dan orang-orang Farisi yang mengerti tafsir Taurat. Yesus dibawa di hadapan Mahkamah Agama untuk diadili. Lalu kesalahan apakah yang dilakukan oleh Yesus sehingga harus diadili di hadapan Mahkamah Agama?

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Anak-anak tentu tahu, Yesus tidak memiliki kesalahan. Tetapi lihatlah, orang-orang yang berada di dalam Mahkamah Agama itu berusaha mencari-cari kesalahan Yesus supaya Yesus bisa diadili dan dihukum mati. Tampak sekali mereka sangat tidak menyukai Yesus, sehingga ingin menyingkirkan Yesus.  Bahkan untuk mencari-cari kesalahan Yesus, mereka harus membayar dan menghadirkan orang-orang untuk bersaksi dusta. Memberikan kesaksian palsu, kesaksian bohong tentang Yesus.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Setelah banyak orang-orang yang bersaksi dusta, bersaksi palsu (bohong) tentang Yesus. Ada 2 orang lagi yang datang untuk memberi kesaksian dan menuduh Yesus telah menghujat (mencela atau mencaci) Allah karena pengajaran yang diberikan oleh Yesus. Karena dituduh telah menghujat Allah, maka akhirnya Yesus harus diadili, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Mahkamah Agama tidak membela kebenaran tetapi malah berbohong untuk dapat menyingkirkan Yesus, untuk dapat memberikan hukuman mati kepada Yesus.

Penerapan
Anak-anak, mari kita perhatikan dampak dari sikap berbohong? Berbohong bisa menimbulkan kerugian baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Di dalam lembar kerja yang kita diskusikan tadi anak-anak sudah tahu dampak kebohongan anak-anak bagi diri anak-anak sendiri dan juga bagi orang lain. Begitu juga kebohongan Mahkamah Agama merugikan Yesus karena Yesus yang tidak bersalah harus dihukum mati, selain itu merugikan Mahkamah Agama sendiri karena mereka tidak lagi dipercaya.

Jika seperti itu, anak-anak tentu tahu berbohong itu tidak baik. Oleh karena itu anak-anak harus ingat untuk terus berkata dan bersikap yang jujur kepada siapapun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Walaupun mungkin ada yang menyuruh anak-anak untuk berbohong dengan memberikan hadiah sekalipun. Ingat anak-anak harus berani menolak. Anak-anak harus selalu berkata yang jujur agar tidak merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak membuat pembatas Alkitab dari kertas karton dan diberi tulisan ANAK TUHAN, BERANI JUJUR. Lalu pembatas Alkitab itu dihias sesuai dengan kreatifitas masing-masing anak.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak