Seperti Sang Induk Tuntunan Ibadah Anak 26 Maret 2023

13 March 2023

Tahun Gerejawi: Pra Paskah 5
Tema: Rela Berkorban
Judul: Seperti Sang Induk

Bacaan: Matius 27:27-31
Ayat Hafalan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Lagu:

  • Kidung Ria 66 Betapa Baiknya Engkau Tuhan
  • Kidung Ria 30 Darah Domba Allah

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Matius 27:27-31 masih dalam rangkaian kisah sengsara Tuhan Yesus. Setelah ditangkap, diadili di hadapan Mahkamah Agama, lalu Yesus dibawa ke hadapan Pilatus karena Mahkamah Agama tidak bisa mengadili secara politis dan tidak bisa menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Imam-imam kepala belum puas sehingga akhirnya membawa Yesus kepada Pilatus (wali negeri) untuk diadili secara politis untuk dihukum mati. Setelah mendapatkan hukuman mati dari Pilatus, akhirnya Yesus diserahkan kepada para serdadu Romawi dan mendapatkan penyiksaan.

Di tangan serdadu-serdadu Romawi yang kejam, Yesus bukan hanya disiksa tetapi juga diolok-olok dan dihina. Beberapa bentuk penghinaan yang dilakukan oleh serdadu-serdadu Romawi adalah :

  1. Pakaian Yesus dilepas kondisi telanjang menggambarkan bahwa mereka mempermalukan Yesus dihadapan banyak orang.
  2. Yesus diberi jubah ungu serta mengolok dengan memanggil-Nya Raja jubah ungu biasanya dipakai oleh para bangsawan. Jubah ungu diberikan kepada Yesus sebagai bentuk sandiwara penghinaan kepada-Nya.
  3. Menganyam mahkota duri yang ditaruh di kepala Yesus dan memberikan buluh di tangan kanan-Nya hal ini dilakukan untuk mengejek Yesus sebagai raja jadi-jadian.
  4. Meludahi Yesus ini adalah bentuk penghinaan yang sangat rendah sekali.

Menghadapi siksaan, olokan dan penghinaan seperti itu, Yesus hanya diam saja. Karena semua itu adalah bentuk pengorbanan-Nya, cinta-Nya untuk manusia yang dikasihi-Nya. Yesus harus menanggung dosa manusia di kayu salib agar manusia mendapatkan keselamatan. Kesengsaraan dan pengorbanan-Nya di kayu salib adalah rencana Allah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Saat mendapat siksaan, olokan dan penghinaan secara fisik yang sangat menyakitkan, Yesus tetap menjalaninya dengan penuh kasih demi pengorbanannya untuk manusia.

Refleksi Pamong
Kisah pengorbanan Yesus ini mengingatkan para pamong bahwa ada pengorbanan yang dilakukan oleh para pamong untuk anak-anak, sebagai wujud cinta pamong untuk anak-anak. Pamong harus menyediakan waktu, tenaga dan pikiran ditengah segala kesibukan yang ada. Menyiapkan kreatifitas dan aktivitas yang juga membutuhkan pemikiran dan dana. Akan tetapi seperti halnya Yesus, semua itu dilakukan para pamong dengan sukacita karena pengorbanan-Nya tidak akan pernah sia-sia untuk pengembangan iman anak-anak jemaat.


BAHASA INDONESIA

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali sikap Yesus yang rela berkorban untuk menebus dosa manusia.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar peraga untuk bercerita.

Gambar dari cerita “Ayam Betina Merah”, alat peraga terbitan Gandum Mas hal. 2, 5 dan 7 (tanpa tahun, tanpa tanggal dan tanpa pengarang). Gambar ini digunakan untuk cerita pendahuluan.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Apakah ada dari anak-anak yang memiliki ayam? (tunggu jawaban dari anak-anak). Bagaimana suara ayam? (biarkan anak-anak meniru suara ayam, atau beri contoh suara ayam). Hari ini kita akan bersama-sama mendengar cerita tentang seekor induk ayam dan anak-anaknya. Sudah siap mendengarkan semua ya.

Ada seekor induk ayam yang sedang mengajak anak-anaknya berjalan-jalan mencari makan. Anak-anak ayam ini sangat senang sekali bersama induknya. Tampak mereka sedang asyik bersenda gurau.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Tiba-tiba, ada kobaran api dari dekat rerumputan kering tempat induk ayam dan anak-anaknya mencari makan. Tentunya induk ayam dan anak-anaknya ini ketakutan dan kebingungan. Induk ayam segera mengajak anak-anaknya menjauhi api.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

“cit..cit…cit…”. Anak-anak coba dengar ada suara apa ya? “cit..cit…cit…”. Ternyata ada satu anak ayam yang tertinggal. Dia ketakutan sendirian, dia memanggil-manggil induknya dan saudara-saudaranya. Anak ayam ini semakin takut karena api semakin besar mendekatinya. Mendengar suara dari salah satu anaknya yang tertinggal di dekat api, tentu induk ayam sangat bingung sekali.

Setelah yakin bahwa anak-anaknya yang lain berada di tempat yang aman. Induk ayam lalu berlari kembali ke tempat salah satu anak ayam yang terjebak api. Induk ayam sangat kuatir dengan seekor anaknya. Bagaimana kalau anaknya ketakutan sendirian di tengah kobaran api? Bagaimana kalau anaknya sampai terbakar oleh api? Induk ayam segera berlari dengan cepat untuk menyelamatkan anaknya tersebut. Akhirnya induk ayam bisa bertemu dengan anaknya yang terjebak di dekat kobaran api.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Api semakin besar, sehingga induk ayam menyembunyikan sang anak di dalam sayapnya. Api berkobar semakin besar. Lalu apa yang terjadi dengan induk ayam dan anaknya? Induk ayam mati terbakar, tetapi anaknya selamat karena disembunyikan di dalam sayapnya.

Inti Penyampaian
Anak-anak, induk ayam berkorban untuk menyelamatkan anaknya. Apa yang dilakukan oleh induk ayam ini sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk kita semua. Apa ya kira-kira yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Anak-anak ingat, minggu kemarin kita belajar bahwa Tuhan Yesus diadili dan dihukum mati. Setelah diberi hukuman mati, Tuhan Yesus dibawa oleh tentara-tentara Romawi untuk disiksa dan disalibkan. Tentu sangat sakit sekali disiksa, dipukuli. Tuhan Yesus sangat menderita karena disiksa dan dipukuli oleh tentara-tentara Romawi. Tetapi semua itu diterima oleh Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus sangat mengasihi manusia termasuk anak-anak. Karena Tuhan Yesus mau menebus dosa manusia. Manusia yang berdosa, manusia yang tidak menurut, manusia yang seharusnya mendapat hukuman. Tetapi karena kasih-Nya, karena sayang-Nya kepada manusia sehingga Tuhan Yesus rela berkorban untuk menebus dosa manusia.

Penerapan
Anak-anak, kita perlu bersyukur karena memiliki Tuhan Yesus yang sangat baik dan mengasihi kita. Tuhan Yesus yang telah rela menderita dan mati, berkorban untuk menebus dosa kita. Sehingga kita diselamatkan dari dosa dan diampuni dosa-dosanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membalas pengorbanan Tuhan Yesus? Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, contohnya :

  1. Rajin beribadah ke gereja.
  2. Rajin berdoa.
  3. Rajin membaca Alkitab.
  4. Rajin bersekolah.
  5. Menurut orangtua.
  6. (pamong bisa memberi contoh yang lainnya).

Aktivitas
Membuat roti salib. Anak-anak dijelaskan selai berwarna merah adalah lambang darah Yesus yang telah dikorbankan untuk menyelamatkan manusia.

Anak-anak dipersilakan menikmati roti bentuk salib yang telah mereka buat. Atau boleh juga memberikan hasil kreasi kepada teman yang lain sebagai bentuk pengorbanannya bagi sesama.

 

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan
Anak dapat menceritakan kembali sikap Yesus yang rela berkorban untuk menebus dosa manusia.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar peraga untuk bercerita yang terdapat pada Jenjang Balita
Gambar dari cerita “Ayam Betina Merah”, alat peraga terbitan Gandum Mas hal. 2, 5 dan 7 (tanpa tahun, tanpa tanggal dan tanpa pengarang). Gambar ini digunakan untuk cerita pendahuluan.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Apakah ada dari anak-anak yang memiliki ayam? (tunggu jawaban dari anak-anak). Bagaimana suara ayam? (biarkan anak-anak meniru suara ayam, atau beri contoh suara ayam). Hari ini kita akan bersama-sama mendengar cerita tentang seekor induk ayam dan anak-anaknya. Sudah siap mendengarkan semua ya.

Ada seekor induk ayam yang sedang mengajak anak-anaknya berjalan-jalan mencari makan. Anak-anak ayam ini sangat senang sekali bersama induknya. Tampak mereka sedang asyik bersenda gurau.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Tiba-tiba, ada kobaran api dari dekat rerumputan kering tempat induk ayam dan anak-anaknya mencari makan. Tentunya induk ayam dan anak-anaknya ini ketakutan dan kebingungan. Induk ayam segera mengajak anak-anaknya menjauhi api.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

“cit..cit…cit…”. Anak-anak coba dengar ada suara apa ya? “cit..cit…cit…”. Ternyata ada satu anak ayam yang tertinggal. Dia ketakutan sendirian, dia memanggil-manggil induknya dan saudara-saudaranya. Anak ayam ini semakin takut karena api semakin besar mendekatinya. Mendengar suara dari salah satu anaknya yang tertinggal di dekat api, tentu induk ayam sangat bingung sekali.

Setelah yakin bahwa anak-anaknya yang lain berada di tempat yang aman. Induk ayam lalu berlari kembali ke tempat salah satu anak ayam yang terjebak api. Induk ayam sangat kuatir dengan seekor anaknya. Bagaimana kalau anaknya ketakutan sendirian di tengah kobaran api? Bagaimana kalau anaknya sampai terbakar oleh api? Induk ayam segera berlari dengan cepat untuk menyelamatkan anaknya tersebut. Akhirnya induk ayam bisa bertemu dengan anaknya yang terjebak di dekat kobaran api.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Api semakin besar, sehingga induk ayam menyembunyikan sang anak di dalam sayapnya. Api berkobar semakin besar. Lalu apa yang terjadi dengan induk ayam dan anaknya? Induk ayam mati terbakar, tetapi anaknya selamat karena disembunyikan di dalam sayapnya.

Inti Penyampaian
Anak-anak, induk ayam berkorban untuk menyelamatkan anaknya. Apa yang dilakukan oleh induk ayam ini sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk kita semua. Apa ya kira-kira yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Anak-anak ingat, minggu kemarin kita belajar bahwa Tuhan Yesus diadili dan dihukum mati. Setelah diberi hukuman mati, Tuhan Yesus dibawa oleh tentara-tentara Romawi untuk disiksa dan disalibkan. Tentu sangat sakit sekali disiksa, dipukuli. Tuhan Yesus sangat menderita karena disiksa dan dipukuli oleh tentara-tentara Romawi. Tetapi semua itu diterima oleh Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus sangat mengasihi manusia termasuk anak-anak. Karena Tuhan Yesus mau menebus dosa manusia. Manusia yang berdosa, manusia yang tidak menurut, manusia yang seharusnya mendapat hukuman. Tetapi karena kasih-Nya, karena sayang-Nya kepada manusia sehingga Tuhan Yesus rela berkorban untuk menebus dosa manusia.

Penerapan
Anak-anak, kita perlu bersyukur karena memiliki Tuhan Yesus yang sangat baik dan mengasihi kita. Tuhan Yesus yang telah rela menderita dan mati, berkorban untuk menebus dosa kita. Sehingga kita diselamatkan dari dosa dan diampuni dosa-dosanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membalas pengorbanan Tuhan Yesus? Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, contohnya :

  1. Rajin beribadah ke gereja.
  2. Rajin berdoa.
  3. Rajin membaca Alkitab.
  4. Rajin bersekolah.
  5. Menurut orangtua.
  6. (pamong bisa memberi contoh yang lainnya).

Aktivitas
Membuat roti salib. Anak-anak dijelaskan selai berwarna merah adalah lambang darah Yesus yang telah dikorbankan untuk menyelamatkan manusia. Dapat dilihat pada Aktivitas Balita.

 

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan sikap Yesus yang rela berkorban demi menebus dosa manusia.
  2. Anak dapat menyebutkan contoh-contoh rela berkorban bagi orang lain.
  3. Anak dapat membiasakan diri bersikap rela berkorban bagi orang yang menderita.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar peraga untuk bercerita yang terdapat pada Jenjang BALITA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Apakah ada dari anak-anak yang memiliki ayam? (tunggu jawaban dari anak-anak). Bagaimana suara ayam? (biarkan anak-anak meniru suara ayam, atau beri contoh suara ayam). Hari ini kita akan bersama-sama mendengar cerita tentang seekor induk ayam dan anak-anaknya. Sudah siap mendengarkan semua ya.

Ada seekor induk ayam yang sedang mengajak anak-anaknya berjalan-jalan mencari makan. Anak-anak ayam ini sangat senang sekali bersama induknya. Tampak mereka sedang asyik bersenda gurau.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Tiba-tiba, ada kobaran api dari dekat rerumputan kering tempat induk ayam dan anak-anaknya mencari makan. Tentunya induk ayam dan anak-anaknya ini ketakutan dan kebingungan. Induk ayam segera mengajak anak-anaknya menjauhi api.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

“cit..cit…cit…”. Anak-anak coba dengar ada suara apa ya? “cit..cit…cit…”. Ternyata ada satu anak ayam yang tertinggal. Dia ketakutan sendirian, dia memanggil-manggil induknya dan saudara-saudaranya. Anak ayam ini semakin takut karena api semakin besar mendekatinya. Mendengar suara dari salah satu anaknya yang tertinggal di dekat api, tentu induk ayam sangat bingung sekali.

Setelah yakin bahwa anak-anaknya yang lain berada di tempat yang aman. Induk ayam lalu berlari kembali ke tempat salah satu anak ayam yang terjebak api. Induk ayam sangat kuatir dengan seekor anaknya. Bagaimana kalau anaknya ketakutan sendirian di tengah kobaran api? Bagaimana kalau anaknya sampai terbakar oleh api? Induk ayam segera berlari dengan cepat untuk menyelamatkan anaknya tersebut. Akhirnya induk ayam bisa bertemu dengan anaknya yang terjebak di dekat kobaran api.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Api semakin besar, sehingga induk ayam menyembunyikan sang anak di dalam sayapnya. Api berkobar semakin besar. Lalu apa yang terjadi dengan induk ayam dan anaknya? Induk ayam mati terbakar, tetapi anaknya selamat karena disembunyikan di dalam sayapnya.

Inti Penyampaian
Anak-anak, induk ayam berkorban untuk menyelamatkan anaknya. Apa yang dilakukan oleh induk ayam ini sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk kita semua. Apa ya kira-kira yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Anak-anak ingat, minggu kemarin kita belajar bahwa Tuhan Yesus diadili dan dihukum mati. Setelah diberi hukuman mati, Tuhan Yesus dibawa oleh tentara-tentara Romawi untuk disiksa dan disalibkan. Tentu sangat sakit sekali disiksa, dipukuli. Tuhan Yesus sangat menderita karena disiksa dan dipukuli oleh tentara-tentara Romawi. Tetapi semua itu diterima oleh Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus sangat mengasihi manusia termasuk anak-anak. Karena Tuhan Yesus mau menebus dosa manusia. Manusia yang berdosa, manusia yang tidak menurut, manusia yang seharusnya mendapat hukuman. Tetapi karena kasih-Nya, karena sayang-Nya kepada manusia sehingga Tuhan Yesus rela berkorban untuk menebus dosa manusia.

Setelah yakin bahwa anak-anaknya yang lain berada di tempat yang aman. Induk ayam lalu berlari kembali ke tempat salah satu anak ayam yang terjebak api. Induk ayam sangat kuatir dengan anaknya tersebut. Bagaimana kalau anaknya ketakutan sendirian di tengah kobaran api? Bagaimana kalau anaknya sampai terbakar oleh api? Perasaan cemas dirasakan induk ayam. Induk ayam segera berlari dengan cepat untuk menyelamatkan anaknya tersebut. Akhirnya induk ayam bisa bertemu dengan anaknya yang terjebak di dekat kobaran api. Api semakin besar, sehingga induk ayam menyembunyikan sang anak di dalam sayapnya. Api berkobar semakin besar. Lalu apa yang terjadi dengan induk ayam dan anaknya? Induk ayam mati terbakar, tetapi anaknya selamat karena disembunyikan di dalam sayapnya.

Anak-anak, induk ayam rela berkorban untuk menyelamatkan anaknya. Apa yang dilakukan oleh induk ayam ini sama seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk kita semua. Setelah Yesus dihukum mati, maka Yesus diserahkan kepada para serdadu Romawi. Di tangan serdadu-serdadu Romawi yang kejam, Yesus bukan hanya disiksa tetapi juga diolok-olok dan dihina. Beberapa bentuk penghinaan yang dilakukan oleh serdadu-serdadu Romawi adalah :

  1. Pakaian Yesus dilepas kondisi telanjang menggambarkan bahwa mereka mempermalukan Yesus dihadapan banyak orang.
  2. Yesus diberi jubah ungu serta mengolok dengan memanggil-Nya Raja jubah ungu biasanya dipakai oleh para bangsawan. Jubah ungu diberikan kepada Yesus sebagai bentuk sandiwara penghinaan kepada-Nya.
  3. Menganyam mahkota duri yang ditaruh di kepala Yesus dan memberikan buluh di tangan kanan-Nya hal ini dilakukan untuk mengejek Yesus sebagai raja jadi-jadian.
  4. Meludahi Yesus ini adalah bentuk penghinaan yang sangat rendah sekali bagi Yesus.

Menghadapi siksaan, olokan dan penghinaan seperti itu, Yesus hanya diam saja. Karena semua itu adalah bentuk pengorbanan-Nya, cinta-Nya untuk manusia yang dikasihi-Nya. Bahwa Yesus harus menanggung dosa manusia di kayu salib agar manusia mendapatkan keselamatan. Bahwa kesengsaraan dan pengorbanan-Nya di kayu salib adalah rencana Allah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Saat mendapat siksaan, olokan dan penghinaan secara fisik yang sangat menyakitkan, Yesus tetap menjalaninya dengan penuh kasih demi pengorbanannya untuk manusia. Karena Yesus sangat mengasihi manusia dan menyelamatkan manusia dari dosa.

Penerapan
Anak-anak, kita perlu bersyukur karena memiliki Tuhan Yesus yang sangat baik dan mengasihi kita. Tuhan Yesus yang telah rela menderita dan mati, berkorban untuk menebus dosa kita. Sehingga kita diselamatkan dari dosa dan diampuni dosa-dosanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membalas pengorbanan Tuhan Yesus? Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sebagai bentuk pengorbanan kita, contohnya :

  1. Rajin beribadah ke gereja walaupun hari minggu adalah hari libur sekolah.
  2. Rajin berdoa setiap saat.
  3. Rajin membaca Alkitab walau banyak tugas sekolah.
  4. Rajin bersekolah.
  5. Menurut kepada orangtua.
  6. Berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
  7. (pamong bisa memberi contoh yang lainnya).

Sekecil apapun pengorbanan yang anak-anak lakukan bagi Yesus dan bagi sesama itu sangat berharga sekali karena anak-anak sudah bisa menjadi berkat bagi sesama.

Aktivitas
Membuat roti salib. Anak-anak dijelaskan selai berwarna merah adalah lambang darah Yesus yang telah dikorbankan untuk menyelamatkan manusia.


BAHASA JAWA

JENJANG BALITA

Tujuan:
Bocah saged nyaritakaken malih sikapipun Gusti Yesus ingkang purun berkorban kagem ngrembat dosanipun manungsa

Alat Peraga: Pamong nyawisaken gambar kagem peraga cerita.

Pendahuluan
Sugeng enjang bocah-bocah,
Sapa sing ning omah duwe pitik? (pamong ngrantos jawaban saking bocah-bocah). Sapa sing ngerti piye swarane pitik? (bocah-bocah diparingi wekdal niru swaranipun pitik, utawi pamong saged maringi conto swaranipun pitik). Dina iki bocah-bocah badhe mirengke carita bab pitik lak anak-anake. Siap mirengke cerita kabeh ya?

Ono pitik sing lagi ngajak anak-anake mlaku-mlaku golek panganan. Anak-anake bungah banget melu karo mboke, guyon bareng-bareng. Dumadakan ono geni kang murup gede banget cidek suket-suketan panggenane pitik lan anak-anake golek panganan. Uwis mesti pitik lan anak-anake wedi lan bingung, tumuli mlayu ngedohi geni.

cit..cit…cit…”. Bocah-bocah, coba dipirengke ono suara apa ya? “cit..cit…cit…”.  Iya bener, suarane anak pitik. Tibakne ono salah sijine anak pitik sing kari ono ing tengah-tengah suket-suketan kang kobong. Anak pitik iki wedi karana dewean, dheweke nyeluki mbokne lan dulur-dulure. Anak pitik iki tambah wedi karana geni ing satengahe suket-suketan murup tambah gede.  Krungu suara anake sing kari ono ing satengahe geni, mboke bingung banget.

Sakwuse yakin anak-anak liane ono panggenan kang aman. Mboke pitik mlayu nang panggonane anake kang kari ing satengahe geni murup ono ing suket-suketan. Dheweke kuatir, piye yen anake keweden ing satengahe geni? Piye yen anake kobong lan gosong? Dheweke age-age mlayu supaya iso nylametake anake. Pungkasane mboke pitik iso ketemu anake kang kari ing satengahe geni. Geni tambah gede, matemah dheweke ndelikne anake ono ing njero swiwine. Ananging geni tambah gede lan gede nemen. Kira-kira apa sing bakal kedadean tumrape mboke pitik lan anake? Mboke pitik mati kobong, ananging anake slamet karana didelikke ono ing njero swiwine.

Inti Penyampaian
Bocah-bocah, mboke pitik uwis ngorbanake awake dewe supaya iso nylametake anake. Apa kang dilakoni dening mboke pitik iki padha karo apa kang dilakoni dening Gusti Yesus kangge awake dewe kabeh. Apa ya kira-kira kang wis dilakoni  dening Gusti Yesus? Bocah-bocah tamtu isih iling crita minggu wingi? Minggu wingi, awake dhewe sinau bab Gusti Yesus diadili lan diukum mati. Sabanjure kuwi Gusti Yesus dipasrahake nang panggonane  tentara-tentara Romawi supaya disiksa lan disalibke. Pastine loro nemen nalika disiksa, digepuki tentara Romawi. Ananging kabeh kui dilakoni Gusti Yesus karana Gusti Yesus nresnani manungsa termasuk bocah-bocah. Karana Gusti Yesus kerso nebus dosaning manungsa. Manungsa sing dosa, manungsa sing ora manut, manungsa sing kudune oleh hukuman. Ananging karana katresnane Gusti Yesus tumraping manungsa matemah Gusti Yesus gelem ngorbanake awake dhewe kanggo manungsa sing dosa.

Penerapan
Bocah-bocah, awake dhewe kudune saos syukur karana duwe Gusti Yesus sing apik lan nresnani awake dhewe. Gusti Yesus uwis rela menderita, mati lan ngorbanake dhirine kanggo nresnani manungsa. Matemah awake dhewe kabeh dislametake lan diapurani dosa-dosane. Terus apa sing iso dilakoni bocah-bocah kanggo mbales pengorbanane Gusti Yesus? Ono akeh sing iso dilakoni bocah-bocah, kaya ta :

  1. Sregep ibadah nang greja.
  2. Sregep ndedonga.
  3. Sregep maca Kitab Suci.
  4. Sregep sekolah
  5. Manut marang wongtuwa
  6. (pamong saged maringi conto sanesipun).

Aktivitas
Bocah-bocah diajak nggawe roti salib. Bocah-bocah diterangke selai warnane abang kuwi lambange getihe Gusti Yesus kang wus dikorbanake kangge nylametake manungsa kang dosa.

  1. Pamong nyiapake piring, roti 2, tusuk sate 2 lan selai rasa strawberry utawa selai warna abang liane kangge masing-masing bocah.
  2. Potong-potong roti dadi bentuk kotak-kotak cilik.
  3. Roti dilebokke tusuk sate nganthi dadi bentuk salib.
  4. Roti diparingi selai warna abang ono ing nduwure kang nglambangake getihe Gusti Yesus kang wus dikorbanake kangge nylametake bocah-bocah lan nebus dosane bocah-bocah.
  5. Bocah-bocah diutus maem roti bentuk salib sing uwis digawe. Utawa oleh maringake kreasi rotine kangge kancane dadi wujud pengorbanane bocah-bocah kangge wong liya.

 

JENJANG PRATAMA

Tujuan:
Bocah saged nyaritakaken malih sikapipun Gusti Yesus ingkang purun berkorban kagem ngrembat dosanipun manungsa

Alat Peraga
Pamong nyawisaken gambar kagem peraga cerita. Alat Peraganipun sami kaliyan Balita

Pendahuluan
Sugeng enjang bocah-bocah,

Sapa sing ning omah duwe pitik? (pamong ngrantos jawaban saking bocah-bocah). Sapa sing ngerti piye swarane pitik? (bocah-bocah diparingi wekdal niru swaranipun pitik, utawi pamong saged maringi conto swaranipun pitik). Dina iki bocah-bocah badhe mirengke carita bab pitik lak anak-anake. Siap mirengke cerita kabeh ya?

(Pamong nuduhake gambar 1)

Ono pitik sing lagi ngajak anak-anake mlaku-mlaku golek panganan. Anak-anake bungah banget melu karo mboke, guyon bareng-bareng. Dumadakan ono geni kang murup gede banget cidek suket-suketan panggenane pitik lan anak-anake golek panganan. Uwis mesti pitik lan anak-anake wedi lan bingung, tumuli mlayu ngedohi geni.

(Pamong nuduhake gambar 2)

“cit..cit…cit…”. Bocah-bocah, coba dipirengke ono suara apa ya? “cit..cit…cit…”.  Iya bener, suarane anak pitik. Tibakne ono salah sijine anak pitik sing ketinggalan ing tengah-tengah suket-suketan. Anak pitik iki wedi karana dewean, dheweke nyeluki mbokne lan dulur-dulure. Anak pitik iki tambah wedi karana geni ing satengahe suket-suketan tambah gede.  Krungu suara anake sing kari ono ing satengahe geni, mboke bingung banget.

(Pamong nuduhake gambar 3)

Sawuse yakin anak-anak liane ono panggenan kang aman. Mboke pitik mlayu nang panggonane anake kang kari ing satengahe geni kang urupe tambah gedhe. Dheweke kuatir, piye yen anake keweden ing satengahe geni? Piye yen anake kobong lan gosong? Dheweke age-age mlayu supaya iso nylametake anake. Pungkasane mboke pitik iso ketemu anake kang kari ing satengahe geni. Geni tambah gede, matemah dheweke ndelikne anake ono ing njero swiwine. Ananging geni tambah gede lan gede nemen. Kira-kira apa sing bakal kedadean tumrape mboke pitik lan anake? Mboke pitik mati kobong, ananging anake slamet karana didelikke ono ing njero swiwine.

Inti Penyampaian
Bocah-bocah, mboke pitik uwis ngorbanake awake dewe supaya iso nylametake anake. Apa kang dilakoni dening mboke pitik iki padha karo apa kang dilakoni dening Gusti Yesus kangge awake dewe kabeh. Apa ya kira-kira kang wis dilakoni  dening Gusti Yesus? Bocah-bocah tamtu isih iling crita minggu wingi? Minggu wingi, awake dhewe sinau bab Gusti Yesus diadili lan diukum mati. Sabanjure kuwi Gusti Yesus dipasrahake nang panggonane tentara-tentara Romawi supaya disiksa lan disalibke. Pastine loro nemen nalika disiksa, digepuki tentara Romawi. Ananging kabeh kui dilakoni Gusti Yesus karana Gusti Yesus nresnani manungsa termasuk bocah-bocah. Karana Gusti Yesus kerso nebus dosaning manungsa. Manungsa sing dosa, manungsa sing ora manut, manungsa sing kudune oleh hukuman. Ananging karana katresnane Gusti Yesus tumraping manungsa matemah Gusti Yesus gelem ngorbanake awake dhewe kanggo manungsa sing dosa.

Penerapan
Bocah-bocah, awake dhewe kudune saos syukur karana duwe Gusti Yesus sing apik lan nresnani awake dhewe. Gusti Yesus uwis rela menderita, mati lan ngorbanake dhirine kanggo nresnani manungsa. Matemah awake dhewe kabeh dislametake lan diapurani dosa-dosane. Terus apa sing iso dilakoni bocah-bocah kanggo mbales pengorbanane Gusti Yesus? Ono akeh sing iso dilakoni bocah-bocah, kaya ta :

  1. Sregep ibadah nang greja.
  2. Sregep ndedonga.
  3. Sregep maca Kitab Suci.
  4. Sregep sekolah
  5. Manut marang wongtuwa
  6. (pamong saged maringi conto sanesipun).

Aktivitas
Bocah-bocah diajak nggawe roti salib. Bocah-bocah diterangke selai warnane abang kuwi lambange getihe Gusti Yesus kang wus dikorbanake kangge nylametake manungsa kang dosa. Pamong saged mirsani wonten ing Alat Peraga Balita

  1. Roti diparingi selai warna abang ono ing nduwure kang nglambangake getihe Gusti Yesus kang wus dikorbanake kangge nylametake bocah-bocah lan nebus dosane bocah-bocah.
  2. Bocah-bocah diutus maem roti bentuk salib sing uwis digawe. Utawa oleh maringake kreasi rotine kangge kancane dadi wujud pengorbanane bocah-bocah kangge wong liya.

 

JENJANG MADYA

Alat Peraga
Pamong nyawisake gambar peraga kanggo crita.
Gambar saking cerita “Ayam Betina Merah”, alat peraga terbitanipun Gandum Mas kaca 2, 5 lan 7 (mboten wonten tahun, tanggal lan naminipun pengaran). Gambar punika kangge cerita.

Pendahuluan
Sugeng enjang bocah-bocah,
Sapa sing duwe utawa ngrumati pitik neng omah? (pamong ngrantos jawaban saking bocah-bocah). Apa kira-kira sing menarik saka pitik sing dirumati? (pamong ngrantos jawaban saking bocah-bocah). Ono saperangan hal sing menarik saka pitik : anake pitik melu nandi wae saparane mboke, mboke pitik nglindungi anak-anake menawa ono bahaya dideleh njero swiwine, mboke pitik nggolekno panganan gawe anak-anake, lsp (pamong saged nambahi bab lintunipun). Dina iki awake dhewe bareng-bareng mirengake crita bab pitik lan anak-anake. Payo kabeh podo siap ngrungokake.

(Pamong nuduhake gambar 1)

Ono salah sawijining pitik sing ngajak anak-anake mlaku-mlaku karo golek panganan. Anak-anake pitik iki bungah banget karana iso dolan karo mboke. Nandi wae mboke mlaku, anak-anake ngetutke. Pitik-pitik kui bungah nemen lan guyon bareng-bareng. Dumadakan ono geni saka ing tengah-tengahe suket panggenane mboke pitik lan anak-anake golek panganan. Samesthine pitik lan anak-anake padha wedi lan bingung. Simbokne pitik tumuli ngajak anak-anake ngedoh saka geni.

(Pamong nuduhake gambar 2)

“cit..cit…cit…”. Bocah-bocah coba dipirengke, ono swara apa ya? “cit..cit…cit…”. Tibakne ono salah sijine anak pitik sing keri. Dheweke dewean, wedi, nyeluk-nyeluk mbokne lan dulur-dulure. Anake pitik iki keri dewe. Dheweke wedi karana genine sanngsaya gede lan nyedeki dheweke. Ngrungokke swara anake ono sing keri ing satengah-tengahe geni, mbokne pitik bingung banget.

(Pamong nuduhake gambar 3)

Sawuse yakin menawa anak-anak liane ono ing panggonan kang aman. Mbokne pitik tumuli mlayu nang panggonane anake sing keri ing satengah-tengahe geni. Mbokne pitik kuatir nemen, piye yen anake keweden? piye yen anake kobong lan gosong? Sangsaya cidek, sangsaya kuatir lan cemas. Mbokne pitik age-age mlayu supaya iso nylametake anake. Sawise ketemu karo anake sing keri ing satengah-tengahe geni kang sangsaya tambah gede, tumuli anake dilebokke njero swiwine supaya aman. Geni murup sangsaya gede lan gede. Bocah-bocah, kira-kira apa ya sing kelakon sabanjure? Tibakne mbokne pitik mati kobong lan gosong ananging anake slamet karana didelikke ono ing njero swiwine mboke.

Inti Penyampaian
Bocah-bocah, mbokne pitik gelem ngorbanake awake dhewe kangge nylamatake anake. Apa sing ditindakake dening mbokne pitik kui kaya apa kang wus dilakoni dening Gusti Yesus kangge manungsa kalebu bocah-bocah. Sarampunge Gusti Yesus diukum mati, banjur Gusti Yesus dipasrahke marang serdadu-serdadu Romawi. Serdadu-serdadu Romawi kui kejam nemen. Gusti Yesus disiksa, dihina lan diilok-ilokne. Apa wae kekejamane serdadu Romawi mau, ono ing bacaan dina iki awake dhewe iso mirsani :

  1. Klambine Gusti Yesus diudani nalika Gusti Yesus diudani nggambarake menawa serdadu Romawi ngisin-isin Gusti Yesus ono ing ngarepe wong akeh.
  2. Gusti Yesus diparingi jubah warna ungu sarta ngilok-ilokno lan nyebut Gusti Yesus raja jubah warna ungu biasane digawe para bangsawan. Jubah warna ungu diparingke Gusti Yesus kanggo ngilokke Gusti Yesus kang dianggep madakne awake dhewe karo raja.
  3. Mustakane Gusti Yesus diparingi mahkota saka eri lan diparingi bambu ono astha tengene iku ngono digawe ngilokno Yesus dadi raja ethok-ethokan.
  4. Ngidoni Gusti Yesus iki wujuding penghinaan sing paling kasar kanggone Gusti Yesus.

Nalika disiksa, dihina lan diilok-ilokne kaya ngono kui, Gusti Yesus meneng wae. Karana kabeh kui dilakoni Gusti Yesus kanthi tulus dadi wujuding pengorbananing Gusti Yesus, wujuding katresnane Gusti Yesus kangge manungsa. Gusti Yesus nanggung dosane manungsa ono ing kayu salib supaya manungsa oleh kaslametan. Kasangsaran lan pengorbanane Gusti Yesus ono ing kayu salib dadi wujuding rencanane Gusti Allah kangge nylametake manungsa sing kebak dosa. Nalika ngalami siksaan, hinaan lan diilokke tamtune sacara fisik loro nemen, ananging dilakoni dening Gusti Yesus kanthi kebak katresnan kangge manungsa. Kabeh kui karana katresnane Gusti Yesus sing gede banget kangge manungsa lan ora pingin manungsa nrima paukuman karana dosa.

Penerapan
Bocah-bocah, awake dhewe kudu ngucap syukur karana duweni Gusti Yesus sing apik banget lan nresnani awake dhewe kabeh. Gusti Yesus uwis gelem, rela ngorbanake awake dhewe, menderita lan mati kangge nebus dosane manungsa. Matemah awake dhewe kabeh dislamatake saka paukuman dosa lan diampuni dosa-dosane. Terus apa sing iso bocah-bocah lakoni kangge mbales pengorbanane Gusti Yesus? Akeh sing iso bocah-bocah lakoni ono ing uripe bocah-bocah sing iso dadi bentuk pengorbanan karana katresnane Gusti Yesus, contone :

  1. Sregep ibadah nang greja masio dina minggu iku dina libur sekolah.
  2. Sregep ndedonga sawayah-wayah.
  3. Sregep maca Kitab Suci masio akeh tugas sekolah.
  4. Sregep sekolah.
  5. Manut marang wongtuwa.
  6. Gelem berbagi karo kanca lan wong liya sing mbutuhake.
  7. (pamong iso maringi conto liane).

Masio pengorbanane bocah-bocah cilik banget, ananging menawa kuwi kabeh dilakoni kanthi kebak katresnan tamtune mbungahake Gusti Yesus lan ugi wong liya. Bocah-bocah uwis iso dadi berkat kangge wong liya sing mbutuhake.

Aktivitas

  • Bocah-bocah diajak nggawe roti salib. Bocah-bocah diterangke selai warnane abang kuwi lambange getihe Gusti Yesus kang wus dikorbanake kangge nylametake manungsa kang dosa.
  • Bocah-bocah diutus maem roti bentuk salib sing uwis digawe. Utawa oleh maringake kreasi rotine kangge kancane dadi wujud pengorbanane bocah-bocah kangge wong liya.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak