Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Judul: Merawat dan Dekat
Tema: Binatang
Bacaan Alkitab: Maleakhi 1:6-14
Ayat Hafalan: “Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa” (Maleakhi 1: 11a)
Lagu Tema:
- Ikan di dalam air
- KJ 385 “Burung pipit yang kecil”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam membangun relasi hidup rohani dengan Tuhan, umat memberikan korban atau persembahan. Melalui korban itu, umat mengekspresikan ibadahnya baik secara personal maupun komunal kepada Allah. Makna dari korban yang diberikan itu ada beberapa hal, yaitu : sebagai ucapan syukur atas kebaikan yang diberikan Tuhan, sebagai penghormatan kepada Allah yang memiliki segala sesuatu, sebagai bentuk pertobatan atas kesalahan yang telah disesali dan sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.
Dalam mengungkapkan korban atau persembahan itu, binatang yang sehat dan dalam kondisi lengkap menjadi keharusan. Hal yang demikian diatur secara rinci oleh para imam sebagaimana diungkapkan dalam Imamat 22:22, “ Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.” Karena itu, Maleakhi mengecam jika ada para imam yang membawa persembahan yang tidak layak. Mempersembahkan roti yang cemar dan hewan-hewan yang cacat atau sakit, dianggap sebagai sikap yang menghina Allah, tidak hormat dan bertentangan dengan hukum Allah.
Persembahan yang terbaik selalu menjadi keharusan bagi umat untuk diberikan kepada Tuhan, termasuk mempersembahkan binatang. Umat harus mempersiapkan binatang tanpa cacat dan kekurangan serta terawat dengan baik. Itulah yang diyakini berkenan kepada Tuhan untuk dikorbankan. Dalam rangka bulan penciptaan, kita diajak menghayati bahwa melalui binatang yang diciptakan oleh Tuhan, manusia dan Tuhan bisa memiliki relasi yang dekat. Merawat binatang dengan baik juga sebagai cara mengucap syukur kepada Tuhan, karena melalui binatang itu juga Tuhan memelihara dan menjaga kehidupan kita.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali bahwa binatang dipakai oleh bangsa Israel untuk bersyukur kepada Tuhan.
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan Kartu bergambar binatang atau video tentang binatang (jika terlalu panjang, bisa diputar sebagian): Learn to recognize names and sounds of animals | Livestock. Jika ada boneka binatang lebih baik.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Coba kalian perhatikan gambar ini. Binatang apa sajakah ini? Ayo kita sebutkan? Bagaimana suaranya? Bagaimana caranya bergerak?
Siapa di rumah yang memelihara binatang? Binatang apa sajakah itu? (beri kesempatan anak-anak untuk bercerita mengenai hewan yang mereka punya dan apa saja yang biasanya mereka lakukan dengan binatang peliharaannya itu)
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Pada jaman dahulu, orang-orang yang datang kepada Tuhan untuk beribadah itu membawa binatang. Hah, ibadah kok bawa binatang? Apakah akan diajak bermain? Tidak! Binatang itu dijadikan persembahan, sebagai ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan.
Seperti halnya dengan kita, kita juga bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Apa saja sih yang bisa kita syukuri? (Ajak anak-anak menyebutkan kebaikan Allah yang dirasakan, dengan pamong memeragakan sesuatu dan anak-anak diajak untuk menebak jawabannya. Gerakan bernafas, makan, minum, sehat / kuat, punya keluarga, dsb)
Orang-orang beriman jaman dulu, ketika merasakan kebaikan Tuhan itu bersyukur dengan memberikan binatang sebagai persembahan syukurnya. Apakah sembarang binatang? Tentu tidak! Apakah boleh yang kakinya patah? (Ambil boneka binatang lalu tekuk kakinya, atau matanya, atau telinganya) atau matanya buta? Atau telinganya tuli? TIDAK BOLEH! Yang diberikan itu adalah binatang yang sehat dan dalam kondisi baik, tidak sakit, dan tidak cacat. Karena itu, mereka diharuskan untuk merawat binatang itu dengan baik juga. Kalau kalian di rumah punya binatang peliharaan, bagaimana cara merawat dengan baik? Iya, dengan diberi makan secara teratur, ada yang diajak jalan-jalan, dibersihkan kandangnya, dimandikan, diperiksakan ke dokter hewan, dan masih banyak yang lain.
Aktivitas
Anak-anak diajak untuk mewarnai gambar binatang. (pamong bisa mencetak beberapa gambar)

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak dapat menyebutkan binatang-binatang yang layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan oleh bangsa Israel.
Anak dapat menyadari bahwa binatang bisa dipakai sebagai media untuk dekat kepadaTuhan melalui merawatnya dengan baik.
Alat Peraga:
Pamong dapat menyiapkan Kartu/kertas kecil bergambar berbagai binatang, misalnya : sapi, kuda, ayam, kambing, gajah, burung, kelinci, jerapah, unta, katak, ikan, anjing dsb. (dibagikan ke masing-masing anak)
Pendahuluan:
(Setelah anak-anak menerima kartu)
Hayo… kartu bergambar binatang apa yang kalian terima? Ceritakan apa saja yang kalian tahu tentang binatang itu. (beri kesempatan anak-anak untuk mengungkapkan, mungkin hanya sekedar suara binatang itu, atau bisa juga pengalaman-pengalaman yang mereka punyai dengan binatang itu)
Inti Penyampaian:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Pada jaman dahulu, Bangsa Israel yang datang kepada Tuhan untuk beribadah itu membawa persembahan, seperti halnya kita sekarang. Nah, salah satu bentuk persembahan syukurnya adalah dengan membawa binatang. Apakah sembarang binatang bisa dibawa sebagai persembahan? Tentu tidak! Persembahan yang dibawa kepada Tuhan haruslah yang terbaik dan layak. Jika binatang menjadi wujud persembahan kepada Tuhan, seperti apakah binatang yang layak dipersembahkan?
Maleakhi mengungkapkan bahwa binatang yang layak dipersembahkan adalah binatang yang baik, bukan yang cacat seperti buta, timpang dan sakit. Kondisi binatang yang baik itu sekaligus menjadi gambaran orang yang mempersembahkannya. Bangsa Israel dipanggil untuk menjalani hidup dengan baik, sebaik binatang yang dipersembahkannya. Oleh karena itu, mereka juga diharuskan untuk merawat binatang itu dengan baik, karena melalui binatang yang baik itu bisa sebagai cara hidup dekat dengan Tuhan. Mengasihi dan mengucapsyukur pada Tuhan, harus ditunjukkan dengan merawat binatang dengan baik.
Lalu, apa yang harus dilakukan supaya binatang yang dipersembahkan itu selalu terawat dengan baik? Kalau teman-teman di rumah yang punya binatang peliharaan, mungkin ada yang tahu bagaimana cara merawat dengan baik? Iya, dengan diberi makan secara teratur, ada yang diajak jalan-jalan, dibersihkan kandangnya, dimandikan, diperiksakan ke dokter hewan, dan masih banyak yang lain.
Aktivitas
Pamong dapat membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok dan bermain puzzle binatang.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan binatang-binatang yang layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan oleh bangsa Israel.
- Anak dapat menyadari bahwa binatang bisa dipakai sebagai media untuk dekat kepadaTuhan melalui merawatnya dengan baik.
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan video youtube tentang kedekatan manusia dengan hewan.
Pendahuluan
Ajak anak-anak melihat video pada link di atas. Sesudah itu, ajak anak-anak berdiskusi:
- Menurut kalian, mengapa binatang itu memiliki kedekatan dengan manusia? Karena kebaikan manusia / majikannya, yang menolong, memberikan makan dan merawatnya dengan baik.
- Apakah teman-teman memiliki pengalaman merawat binatang juga? Ayo berbagi!
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Perintah merawat binatang dengan baik sudah sejak jaman dahulu disampaikan, apalagi ketika binatang menjadi salah satu jenis korbah persembahan kepada Tuhan. Bangsa Israel yang datang kepada Tuhan untuk beribadah dengan membawa persembahan, di antaranya binatang yang layak dan terbaik. Tidak bisa sembarang binatang dipersembahkan. Oleh karena itu, harus ada persiapan sejak awal, supaya persembahan itu sungguh-sungguh yang terbaik.
Pernahkah umat Israel mempersembahkan dengan sembarangan dan bukan binatang yang layak? Pernah. Bacaan kita kali ini menceritakan bagaimana Maleakhi mengecam jika ada para imam yang membawa persembahan yang tidak layak, seperti mempersembahkan roti yang cemar dan hewan yang cacat atau sakit. Mengapa tidak boleh? Karena sikap itu dianggap sama dengan menghina Allah. Sikap yang tidak hormat kepada Allah dan bertentangan dengan hukum Allah.
Persembahan yang terbaik selalu menjadi keharusan bagi umat untuk diberikan kepada Tuhan, termasuk mempersembah binatang. Umat harus mempersiapkan binatang tanpa cacat dan kekurangan serta terawat dengan baik. Itulah yang diyakini berkenan kepada Tuhan untuk dikorbankan. Dalam rangka bulan penciptaan, kita diajak menghayati bahwa melalui binatang yang diciptakan oleh Tuhan, manusia dan Tuhan bisa memiliki relasi yang dekat. Mengasihi dan mengucapsyukur pada Tuhan, harus ditunjukkan dengan merawat binatang dengan baik, karena melalui binatang itu juga Tuhan memelihara dan menjaga kehidupan kita.
Lalu, apa yang harus dilakukan supaya binatang itu selalu terawat dengan baik? Kalau di rumah yang punya binatang peliharaan, mungkin ada yang tahu bagaimana cara merawat dengan baik? Iya, dengan diberi makan secara teratur, ada yang diajak jalan-jalan, dibersihkan kandangnya, dimandikan, diperiksakan ke dokter hewan, dan masih banyak yang lain.
Aktivitas: Games
- Anak-anak dibagi menjadi 2-4 kelompok. Pembagian tidak melalui berhitung, namun dengan suara hewan. Masing-masing anak diberi secarik kertas bertuliskan nama hewan, misal : kambing, ayam, kucing, sapi. Lalu mereka diminta menyuarakan suara hewan yang mereka pegang dan berkumpul dengan teman dengan suara yang sama. (suara sapi berkumpul bersama sapi, kuda bersama kuda, dst.)
- Bermain puzzle binatang. Gambar seperti Aktivitas Pratama.