Gideon Kurang Pertimbangan Tuntunan Ibadah Anak 17 Juli 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga
Tema:
Karakter Kristiani dalam Keluarga
Judul: Gideon Kurang Pertimbangan

Bacaan: Hakim-Hakim 8:22-28
Ayat Hafalan:
Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terpujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya.” (Ulangan 11:16)

Lagu Tema: Laskar Kristus dan Pahlawan Kecil (https://youtu.be/ztMhKjq3pNs)

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bangsa Israel melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan. Hati mereka telah dibelokkan dengan menymbah dewa-dewa bangsa Amori. Hal ini membuat hati Tuhan menjadi bersedih. Lalu Tuhan menghukum bangsa Israel dengan menyerahkan mereka pada bangsa Midian. Tujuh tahun lamanya bangsa Midian menindas bangsa Israel. Mereka berlaku sangat kejam pada bangsa Israel. Begitu ejamnya bangsa Midian, membuat sebagian penduduk Israel bersembunyi di gua-gua agar dapat bertahan hidup. Ketika bangsa Israel sudah tidak tahan lagi akan menderitaan atas perlakuakn kejam bangsa Midian, maka berserulah bangsa Israel pada Tuhan dan Tuhan mendengar jeritan penderitaan bangsa Israel.

Tuhan mengutus Gideon untuk memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian. Gideon berasal dari suku Manasye. Ayahnya bernama Yoas, suku Abiezer. Awalnya Gideon menolak pengutusan itu, karena ia merasa sangat muda untuk memimpin bangsa yang besar, tetapi Tuhan menyakinkan Gideon bahwa yang berperang melawan bangsa Midian bukan dia, tetapi Tuhan dengan tanda-tanda yang luar biasa dahsyat, akhirnya Gideon bersedia menjalankan tugas dari Tuhan.

Ada sekitar 32.000 orang yang bersedia menemani Gideon melawan bangsa Midian, tetapi bagi Tuhan jumlah tersebut terlalu banyak, sehingga Tuhan mengadakan penyarian yang ketat untuk mendapatkan tentara pilihan. Akhirnya dari 32.000 orang menjadi 300 orang saja. Awalnya Gideon ragu-ragu dengan jumlah tentaranya yang sedkiti untuk melawan bangsa Midian yang jumlahnya sangat banyak. Sekalai lagi, Tuhan menyakinkan Gideon untuk tetap berangkat dengan 300 orang tentara pilihan Tuhan. Dan akhirnya Gideon dan 300 orang pilihan Tuhan dapat mengalahkan bangsa Midian. Kedua raja Midian yaitu Zebah dan Salmuna dapat dibunuh. Dengan demikian menanglah bangsa Israel atas bangsa Midian yang tlah menjajah bangsa Israel selama 7 tahun.

Setelah kemenangan besar, kerendahan hati Gideon sungguh nyata dengan menolak permintaan rakyat untuk menjadikan dia raja untuk memerintah atas mereka. Gideon menunjukkan pemahaman iman yang benar bahwa hanya Tuhanlah yang berhak dan layak menjadi RAJA atas umat-Nya, Israel (ayat 23), karena kemenangan yang diperoleh atas campur tangan Tuhan, bukan 100% dari kekuatannya. Gideon hanya meminta dari barang jarahan yang diambil oleh penduduk Israel dari bangsa Midian. Lalu Gideon mengumpulkan hasil persembahan dari penduduk Isreal untuknya dan ia membuat sebuah baju efod (ay. 27). Efod adalah jubah imam yang bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan (lih. Kel. 28:28-30). Rupanya Gideon ingin membuat monumen untuk mengingat peristiwa besar yang terjadi. Tetapi sungguh tanpa pertimbangan yang matang untuk membuat efod, sebuah pakaian suci, sebagai tugu peringatan. Karena ketidaktahuan atau tidak adanya pertimbangan, Gideon membuat baju efod ini, meskipun ia bermaksud baik. Orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu. Efod itu menjadi jerat bagi Gideon sendiri, karena dengan adanya efod ini ia meredakan semangatnya akan rumah Allah pada masa tuanya. Dan efod itu lebih jauh lagi menjadi jerat bagi keluarganya, yang diseret olehnya ke dalam dosa, dan itu terbukti menjadi kehancuran bagi keluarga itu.

Refleksi untuk Pamong
Berdasarkan uraian di atas, maka sekarang perlulah kita sebagai Pamong untuk duduk diam sebentar merenungkan motivasi kita menjadi Pamong. Mengapa ini sangat penting? Agar kita dapat menemukan dengan mantap alasan kita menjadi Pamong sebab tanda alasan yang kuat menjadi Pamong maka akan membuat kita kurang sungguh-sungguh melayani Tuhan. Bisa-bisa menjadi Pamong hanya sebagai sambilan saja karena kurang kesibukan atau dari pada nganggur. Jika kita kurang sungguh-sungguh menjadi Pamong maka akan berdampak buruk bagi anak-anak yang kita layani. Maka….marilah kita berdiam sejenak dengan mengatakan pada diri sendiri : “apakah sudah tepat keputusanku menjadi Pamong?


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:  Anak dapat menceritakan kembali kisah kesalahan Gideon memimpin bangsa Israel.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar di bawah ini :

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa kabar kalian hari ini? Saya yakin kalian dalam keadaan baik-baik saja. Yuk…sebelum kita mendengarkan firman Tuhan, saya mengajak kalian untuk bernyanyi : Laskar Kristus dan Pahlawan Kecil

Melalui lagu ini, kita diajak untuk tampil berani melawan yang jahat, seperti firman Tuhan hari ini. Yuk…duduk yang nyaman agar kita dapat mendengarkan firman Tuhan dengan baik.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini dia tokoh kita hari ini. Ini namanya Gideon. Ayo…coba diulangi. Siapakah namanya? Yach…betul. Namanya Gideon. Gideon ditunjuk oleh Tuhan memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian yang telah menguasai bangsa Israel selama 7 tahun. Bangsa Israel sangat menderita akibat perbuatan bangsa Midian yang jahat pada bangsa Israel.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini adalah 300 orang tentara yang ikut berperang melawan bangsa Midian. Meskipun jumlah tentara bangsa Midian sangat banyak, tetapi Tuhan hanya menunjuk 300 orang saja untuk melawan bangsa Midian. Tuhan ingin agar penduduk Isreal tahu bahwa Tuhan Mahakuasa. Tidak ada seorangpun yang dapat menyamai kehebatan Tuhan. Dan akhirnya tentara Israel dapat mengalahkan tentara Midian.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Atas kemenangan itu, para tua-tua bangsa Israel meminta Gideon untuk menjai pemimpin bangsa Israel. Dengan tegas, Gideon menolak. Lho???? Kok menolak ya? Karena bagi Gideon, yang memimpin bangsa Israel mengalahkan bangsa Midian bukanlah dirinya, melainkan Tuhan. Tuhanlah yang memberi kemenangan. Sedangkan Gideon hanya diminta oleh Tuhan untuk membantu saja.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Gideon tidak ingin menjadi pemimpin bangsa Israel. Ia ingin kembali ke tempat ingggalnya, yaitu Ofra. Gideon hanya meminta sedikit hasil dari barang-barang yang diambil orang Israel dari bangsa Midian. Dan dengan rela hati, penduduk Israel memberi barang tersebut. Coba kalian lihat. Wah….banyak juga ya orang-orang memberi barangnya pada Gideon.
 

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Setelah barang-barang itu terkumpul, lalu Gideon membuat efod. Efod adalah jubah imam yang bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 6)
Kemudian jubah itu dipajang oleh Gideon di tengah kota Ofra, sehingga siapapun yang melihat efod atau jubah imam itu akan ingat peristiwa tentara Israel dengan jumlah 300 orang mengalahkan tentara Midian yang jumlahnya sangat banyak. Namun, sayangnya. Orang-orang yang lewat bukannya mengingat peristiwa itu, malah sebaliknya menyembah patung itu. Tentu saja perbuatan itu tidak baik sebab yang layak disembah itu adalah Tuhan bukan patung.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Ternyata Gideon telah salah mengambil tindakan. Walaupun maksud awalnya agar setiap orang yang lewat mengingatkan penyertaan Tuhan melawan bangsa Midian, eh…..malah mereka menyembah patung itu. Tentu saja Gideon menjadi sedih dan ia menyesal karena telah membuat patung itu.

Aktivitas
Pamong membuat dadu dari kertas yang tebal. Kemudian setiap sisi dadu itu ditempel gambar pada Alat Peraga. Minta salah satu anak untuk melempar dadu dan dibantu oleh Pamong, anak dapat menceritakan gambar tersebut.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kesalahan Gideon memimpin bangsa Israel.                      

Alat Peraga

  1. Pamong dapat menyiapkan 2 buah kado yang dibungkus rapi. Yang satu dibungkus dengan kado yang bagus tanpa ada isinya, sedangkan yang satunya dibungkus biasa-biasa saja dengan diisi beberapa snack ringan sejumlah anak yang ikut dalam permainan ini.
  2. Pamong menyiapkan gambar yang terdapat pada Alat Peraga BALITA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Apa kabarnya hari ini? Saya senang melihat kalian tetap semangat mengikuti ibadah hari ini. Hari ini saya mempunyai 2 buah kado. Jika kalian diminta untuk memilih, kado manakah yang akan kalian pilih? (Pamong dapat menunjuk beberapa anak untuk memilih kado. Diharapkan anak-anak tidak memegang kado tersebut. Cukup mereka melihatnya saja. Setelah anak memilih kado tersebut, mintalah pendapat mereka mengapa ia memilih kado tersebut).

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Kalian tentu sering diminta untuk memilih dan kadang-kadang pilihanmu sesuai dengan apa yang kamu inginkan, tetapi kadang-kadang pilihanmu juga salah karena tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Nah…sekarang mari kita buka apakah pilihanmu sudah sesuai dengan pendapat yang baru saja kamu utarakan (Pamong dapat meminta 2 anak untuk membuka kadonya). Nah…siapakah yang sesuai dengan harapan isi kadonya? Yang sesuai berarti pilihanmu tepat.

Hari ini kita belajar dari tokoh yang luar biasa. Siapakah dia? Yuk…kita dengarkan dengan seksama cerita hari ini.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini dia tokoh kita hari ini. Ini namanya Gideon. Gideon ditunjuk oleh Tuhan memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian yang telah menguasai bangsa Israel selama 7 tahun. Bangsa Israel sangat menderita akibat perbuatan bangsa Midian yang jahat pada bangsa Israel.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini adalah 300 orang tentara yang ikut berperang melawan bangsa Midian. Meskipun jumlah tentara bangsa Midian sangat banyak, tetapi Tuhan hanya menunjuk 300 orang saja untuk melawan bangsa Midian. Tuhan ingin agar penduduk Isreal tahu bahwa Tuhan Mahakuasa. Tidak ada seorangpun yang dapat menyamai kehebatan Tuhan. Dan akhirnya tentara Israel dapat mengalahkan tentara Midian.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Atas kemenangan itu, para tua-tua bangsa Israel meminta Gideon untuk menjai pemimpin bangsa Israel. Dengan tegas, Gideon menolak. Lho???? Kok menolak ya? Karena bagi Gideon, yang memimpin bangsa Israel mengalahkan bangsa Midian bukanlah dirinya, melainkan Tuhan. Tuhanlah yang memberi kemenangan. Sedangkan Gideon hanya diminta oleh Tuhan untuk membantu saja.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Gideon tidak ingin menjadi pemimpin bangsa Israel. Ia ingin kembali ke tempat ingggalnya, yaitu Ofra. Gideon hanya meminta sedikit hasil dari barang-barang yang diambil orang Israel dari bangsa Midian. Dan dengan rela hati, penduduk Israel memberi barang tersebut. Coba kalian lihat. Wah….banyak juga ya orang-orang memberi barangnya pada Gideon.

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Setelah barang-barang itu terkumpul, lalu Gideon membuat efod. Efod adalah jubah imam yang bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 6)
Kemudian jubah itu dipajang oleh Gideon di tengah kota Ofra, sehingga siapapun yang melihat efod atau jubah imam itu akan ingat peristiwa tentara Israel dengan jumlah 300 orang mengalahkan tentara Midian yang jumlahnya sangat banyak. Namun, sayangnya. Orang-orang yang lewat bukannya mengingat peristiwa itu, malah sebaliknya menyembah patung itu. Tentu saja perbuatan itu tidak baik sebab yang layak disembah itu adalah Tuhan bukan patung.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Ternyata Gideon tindakan memajang efod di tengah kota adalah pilihan yang salah. Mengapa? Karena bangsa Israel bukannya mengingatkan penyertaan Tuhan ketika melawan bangsa Midian, tetapi malah menyembah efod itu. Bangsa Israel telah berlaku tidak setia pada Tuhan. Gideon kurang hati-hati dalam mengambil keputusan untuk memajang efod tersebut. Seperti kalian tadi memilih kado. Jika kalian tidak hati-hati, maka kalian bisa tertipu dengan tampilan bungkus kado tersebut.

Aktivitas
Pamong membuat dadu dari kertas yang tebal. Kemudian setiap sisi dadu itu ditempel gambar pada Alat Peraga. Minta salah satu anak untuk melempar dadu lalu minta anak tersebut untuk menceritakan gambar tersebut.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

 Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan kesalahan Gideon memimpin bangsa Israel.
  2. Anak dapat mencirikan sikap seorang pemimpin yang benar.

Alat Peraga

  1. Pamong membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok. Lalu Pamong menyiapkan alat Peraga yang terdapat di jenjang BALITA sejumlah kelompok dan dimasukkan ke dalam amplop
  2. Pamong dapat menyiapkan 2 buah kado yang dibungkus rapi. Yang satu dibungkus dengan kado yang bagus tanpa ada isinya, sedangkan yang satunya dibungkus biasa-biasa saja dengan diisi beberapa snack ringan sejumlah anak yang ikut dalam permainan ini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Sebelum kalian membaca dan merenungkan firman Tuhan, maka saya akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok. Saya berharap kalian berkumpul sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Jika sudah berkumpul dengan kelompoknya masing, sekarang saya minta kalian untuk membaca Hakim-Hakim 8:22-28. Saya akan memberi kalian waktu membacanya selama 5 menit. Silahkan dibaca.

(Setelah anak-anak membaca selama 5 menit, minta mereka untuk menutup Alkitabnya, lalu pamong membagi gambar yang telah disiapkan)

Nah…sekarang tugas kalian adalah mengurutkan gambar tersebut, jika sudah selesai silahkan angkat tangan (pamong dapat meneliti apakah susunan gambar mereka sudah benar)

Inti Penyampaian
(Pada bagian ini, Pamong tidak usah bercerita. Tunjuk 1 atau 2 kelompok yang dengan benar menyusun gambarnya untuk menceritakan firman Tuhan hari ini melalui gambar yang telah mereka susun)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Kalian sungguh luar biasa dapat menyusun gambar dengan tepat. Nah…sekarang kelompok manakah yang bersedia menceritakan maksud gambar tersebut. Hari ini kalian yang bercerita melalui gambar yang sudah kalian susun. Hayo…keompok mana yang berani? (Tugas Pamong mencermati alur cerita, Pamong bisa menambah atau mengurangi cerita yang telah disampaikan oleh kelompok)

Wao…luar biasa. Mari kita berikan tepuk tangan atas kesediaan kelompok untuk menyampaikan firman Tuhan hari ini.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Hari ini kita belajar dari Gideon. Meskipun ia seorang tokoh yang hebat, tetapi ia juga dapat melakukan kesalahan. Tahukah kalian kesalahannya? Yach….kesalahannya adalah ia bertindak gegabah atau tergesa-gesa dengan membuat efod dari emas yang telah dikumpulkan dari persembahan penduduk Israel dan dipajang di tengah kota Ofra. Lalu…apa Ternyata Gideon tindakan memajang efod di tengah kota adalah pilihan yang salah. Mengapa? Karena bangsa Israel bukannya mengingatkan penyertaan Tuhan ketika melawan bangsa Midian, tetapi malah menyembah efod itu. Bangsa Israel telah berlaku tidak setia pada Tuhan. Gideon kurang hati-hati dalam mengambil keputusan untuk memajang efod tersebut.

Aktivitas
Pamong menyiapkan 2 buah kado atau lebih. Jika kalian diminta untuk memilih, kado manakah yang akan kalian pilih? (Pamong dapat menunjuk beberapa anak untuk memilih kado. Diharapkan anak-anak tidak memegang kado tersebut. Cukup mereka melihatnya saja. Setelah anak memilih kado tersebut, mintalah pendapat mereka mengapa ia memilih kado tersebut).

Pesan yang mau disampaikan melalui permainan :

Kalian tentu sering diminta untuk memilih dan kadang-kadang pilihanmu sesuai dengan apa yang kamu inginkan, tetapi kadang-kadang pilihanmu juga salah karena tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Nah…sekarang mari kita buka apakah pilihanmu sudah sesuai dengan pendapat yang baru saja kamu utarakan (Pamong dapat meminta 2 anak untuk membuka kadonya). Nah…siapakah yang sesuai dengan harapan isi kadonya? Yang sesuai berarti pilihanmu tepat.

 

Bagikan Entri Ini: