Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga
Tema: Karakter Moral – Tokoh
Judul: Saudaraku, Kau Pemberian Tuhan
Bacaan: Kejadian 4:1-16
Ayat Hafalan: “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39)
Lagu Tema: Yesus Sayang Semua
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Inilah untuk pertama kalinya kisah dicatat tentang rusaknya hubungan antara manusia. Kain membunuh Habel karena ia iri hati. Iri hati yang tidak bisa dikendalikan menyebabkan dosa-dosa yang lain, yaitu :
- Membunuh (ayat 8).
Karena ia iri hati atas keputusan Tuhan, Kain merencanakan sesuatu yang jahat dan akhirnya ia rela membunuh adik kandungnya - Berbohong (ayat 9)
Karena iri hati, ia berkata tidak jujur ketika Tuhan bertanya kepadanya tentang keberadaan adiknya. Dengan gampangnya, Kain berkata bahwa ia tidak tahu ke mana adiknya berada, padahal ia tahu betul keadaan adiknya.
Sebetulnya Tuhan sudah mengingatkan Kain agar menguasai rasa iri hatinya, tetapi ia tidak mengindahkan peringatan Tuhan. Ia lebih menuruti perasaannya dari pada peringatan Tuhan. Dan inilah yang menyebabkan Tuhan menghukum Kain atas perbuatan dosanya membunuh Habel.
Dalam bacaan ini, kita juga melihat bahwa hukuman Tuhan tidak bersifat mutlak. Kita melihat negosiasi yang dilakukan Kain pada Tuhan. Kain merasa bahwa hukuman yang diterimanya sangat berat, maka ia meminta keringanan dan Tuhan mengabulkan. Ternyata Tuhan tidak sejahat yang kita bayangkan. Tuhan selalu memberi kesempatan untuk perubahan sikap menjadi lebih baik.
Refleksi untuk Pamong
Di dalam pelayanan, seringkali di antara kita juga timbul rasa irihati pada rekan sepelayanan. Jika iri hati sudah menguasai hidup kita, maka kita harus segera menguasainya agar tidak menimbulkan dosa-dosa yang lain seperti menghasut dan menusuk rekan sepelayanan dari belakang. Ingatlah bahwa setiap kita diberi kemampuan yang berbeda-beda untuk saling melengkapi. Sekecil a apun kontribusi kita pada pelayanan, itulah cara terbaik kita melayani Tuhan. Jangan menganggap remeh apa yang kita kerjakan dan orang lain lakukan karena itulah persembahan kita yang terbaik pada Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Kain yang menolak menjaga adiknya.
Alat Peraga: Pamong menyiapkan alat peraga di bawah ini.


Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang keluarga pertama yang ada di Bumi yaitu keluarga bapak Adam dan ibu Hawa. Mereka mempunyai 2 anak. Wah…bagaimana ya kisahnya? Yuk…kita perhatikan dengan baik. Ayo….ambil sikap yang tenang untuk mendengarkan ceritanya agar kita dapat belajar dari firman Tuhan hari ini.
Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini adalah keluarga bapak Adam dan ibu Hawa. Bapak Adam mempunyai 2 orang anak, yaitu Kain dan Habel. Lihatlah betapa bahagia hati Kain mempunyai seorang adik laki-laki.
(Pamong menunjukkan gambar 2)
Setelah tumbuh menjadi dewasa, Kain menjadi petani, sedangkan Habel menjadi penggembala kambing domba
(Pamong menunjukkan gambar 3)
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagain dari hasil tanah kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yaitu lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkannya
(Pamong menunjukkan gambar 4)
Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
(Pamong menunjukkan gambar 5)
Kata Kain kepada Habel, adiknya: :Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
(Pamong menunjukkan gambar 6)
Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “ Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.” Atas perbuatan jahat Kain itu, maka Tuhan menghukumnya, tetapi Kain memohon agar Tuhan meringankan hukumannya dan Tuhan mendengarkan perkataan Kain
(Pamong menunjukkan gambar 7)
Tuhan memberi tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barang siapapun yang bertemu dengan dia.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa yang dilakukan Kain pada adiknya, Habel, tidak baik untuk dicontoh. Tuhan sudah memberi Kain adik. Tugas Kain adalah menjaga adiknya dengan baik, bukan malah memukulnya sampai tidak bernafas lagi. Karena Kain telah berbuat jahat pada adiknya, maka Tuhan menghukum Kain.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Siapa yang di rumah punya adik? Jika punya adik, yuk kita sayangi adik kita, meskipun kadang-kadang adik sering mengganggu kita. Tuhan sudah memberi kita adik. Tujuannya agar kita belajar menyayanginya dengan sungguh-sungguh, seperti Tuhan menyayangi kita.
Aktivitas
Bahan-bahan yang perlu disiapkan oleh Pamong :
- Kertas warna warni
- Gunting
- Lem
- Gambar alat peraga diperbanyak, kemudian minta anak-anak untuk memilih salah satu gambar untuk ditempel pada kertas warna-warni
Setelah anak-anak membuat gambar yang ditempel pada kertas tersebut, maka kelompokkan anak-anak dengan gambar yang sama. Setelah itu, Pamong dapat mengulang cerita secara acak dan minta anak-anak untuk maju sesuai cerita Pamong. Lalu minta anak yang maju untuk menyanyi lagu Yesus Sayang Semua
Lagu Tema: Yesus Sayang Semua
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Kain yang menolak menjaga adiknya.
- Anak dapat menyebutkan akibat penolakan Kain untuk menjaga adiknya.
- Anak dapat membiasakan diri menjadi penolong bagi adiknya.
Alat Peraga: Pamong menyiapkan alat peraga yang terdapat di jenjang BALITA
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya mempunyai sebuah cerita. Ayo…semua duduk dengan tenang agar dapat mendengarkan cerita dengan baik.
Di sebuah pinggir hutan, tinggalkan kakak beradik bersama dengan kedua orang tuanya. Namanya sang kakak adalah Ryan, sedangkan adiknya bernama Rama. Pekerjaan orang tua mereka adalah berladang. Setiap hari, ayah dan ibu mereka pergi ke lading, maka tinggal berdua Ryan dan Rama di rumah.
Ryan mempunyai kekurangan tidak bisa melihat, tetapi ia mempunyai tubuh yang kuat, sedangkan Rama juga mempunyai kekurangan tidak bisa berjalan karena kedua kakinya lumpuh. Meskipun mereka berdua punya kekurangan fisik, tetapi mereka tidak mau tinggal diam. Setiap hari mereka membantu orang tuanya dengan mencarai kayu bakar di pinggir hutan. Caranya: Ryan akan menggendong Rama dan Rama akan menuntun Ryan ke arah mana mereka harus berjalan.
Pada suatu kali, terjadilah kebakaran hutan. Ryan yang tidak bisa melihat, mencium bau asap. Sedangkan Rama sedang tiduran di kamar. Dengan segera, Ryan berlari menemui Rama sambil meraba-raba tempat di sekitarnya. Setelah masuk kamar Rama, Ryan membangunkan Rama dan menyampaikan berita bahwa sedang terjadi kebakaran hutan. Mendengar berita itu, Rama menjadi panik dan menangis dengan keras. Ia ingin berlari tetapi kakinya lumpuh. Dengan suara tegas, Ryan berkata, “Rama, diamlah. Menangis tidak akan membuat kita selamat. Sekarang…ini yang akan kita lakukan. Aku akan menggendongmu. Dan engkau yang akan menuntun kita menyelamatkan diri dari kebakaran hutan. Ingat…..kita harus tenang agar dapat bekerja sama dengan baik.” Mendengar perkataan Ryan, kakaknya, Rama menghentikan tangisnya dan bersiap untuk naik ke punggung Ryan. Dengan sigap, Ryan menggendong adiknya dan menunggu perintah Rama, adiknya. Tanpa ragu-ragu, Rama memberi petunjuk pada kakaknya arah mana yang akan ditempuh untuk menghindari kobaran api yang mulai mendekati pinggir hutan. Dengan penuh perjuangan, akhirnya Ryan dan Rama sampai di tempat yang aman dan selamatlah mereka.
Ketika ayah mereka melihat Ryan dan Rama, langsung berlari mendapati mereka berdua. Dengan lega ayah melihat kedua anaknya selamat. Lalu dipeluknya kedua anaknya dengan erat.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Itulah kisah tentang kakak beradik yang saling bekerja sama untuk selamat dari kobaran api. Meskipun mereka masing-masing ada kekurangan, tetapi mereka saling melengkapi. Ryan, sebagai kakak, berjuang melindungi adiknya. Demikian juga Rama, sebagai adik, melindungi kakaknya yang tidak bisa melihat.
Hari ini kisah Alkitab bercerita tentang kakak beradik yang berbeda. Yuk…kita mendengarkan kisahnya :
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini adalah keluarga bapak Adam dan ibu Hawa. Bapak Adam mempunyai 2 orang anak, yaitu Kain dan Habel. Lihatlah betapa bahagia hati Kain mempunyai seorang adik laki-laki.
(Pamong menunjukkan gambar 2)
Setelah tumbuh menjadi dewasa, Kain menjadi petani, sedangkan Habel menjadi penggembala kambing domba
(Pamong menunjukkan gambar 3)
Setelah beberaa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagain dari hasil tanah kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yaitu lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkannya
(Pamong menunjukkan gambar 4)
Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
(Pamong menunjukkan gambar 5)
Kata Kain kepada Habel, adiknya: :Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
(Pamong menunjukkan gambar 6)
Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “ Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.” Atas perbuatan jahat Kain itu, maka Tuhan menghukumnya, tetapi Kain memohon agar Tuhan meringankan hukumannya dan Tuhan mendengarkan perkataan Kain.
(Pamong menunjukkan gambar 7)
Tuhan memberi tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barang siapapun yang bertemu dengan dia.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kita sudah mendengarkan dua kisah kakak beradik. Menurut kalian, kisah kakak beradik yang manakah yang patut dicontoh? (Beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yach…benar. Cerita yang pertama. Meskipun masing-masing mereka ada kekurangan, tetapi mereka tidak menyrah dengan kekurangan, tetapi malah saling melengkapi. Tidak demikian dengan Kain. Ia lebih dikuasai oleh iri hati sehingga tidak bisa melindungi adiknya.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Untuk kalian yang punya adik di rumah, mari kita mencontoh tindakan Ryan. Meskipun ia penuh kekurangan, bukan berarti ia tidak bisa melindungi adiknya. Tuhan sudah memilih kalian untuk menjadi kakak. Itu berarti bahwa Tuhan sudah memberi kemampuan pada kalian untuk melindungi adik kalian yang masih penuh kekurangan, misalnya ia masih belum bisa banyak bicara atau belum bisa berjalan lancar atau belum bisa naik sepeda atau belum bisa menulis.
Memang, kadang-kadang adik itu sangat menjengkelkan karena ia suka mengganggumu, tetapi semua itu dilakukan karena ia ingin bermain denganmu sebagai kakak. MUngkin bisa disebabkan rasa ingin tahu apa yang dilakukan kakaknya. Ingatlah…meskipun adikmu belum banyak hal bisa melakukan sesuatu, tetapi ia bisa mendengar penjelasan kita, oleh sebab itu selalu berilah pengertian jika ia melakukan sesuatu yang tidak baik. Ia pasti mengerti. Tentu kalian tidak ingin seperti Kain yang tidak bisa melindungi adiknya. Saya yakin kalian sayang pada adikmu. Yuk…kita tunjukkan rasa sayang kita pada adik dengan melakukan hal-hal yang baik agar adik kita juga belajar melakukan hal-hal yang baik.
Aktivitas
Pamong menyiapkan kertas. Bagi setiap anak mendapatkan 1 kertas. Lalu minta anak-anak untuk menuliskan doa untuk adiknya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Kain yang menolak menjaga adiknya.
- Anak dapat menyebutkan akibat penolakan Kain untuk menjaga adiknya
- Anak dapat membiasakan diri menjadi penolong bagi adiknya.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya mempunyai sebuah cerita. Ayo…semua duduk dengan tenang agar dapat mendengarkan cerita dengan baik.
Di sebuah pinggir hutan, tinggalkan kakak beradik bersama dengan kedua orang tuanya. Namanya sang kakak adalah Ryan, sedangkan adiknya bernama Rama. Pekerjaan orang tua mereka adalah berladang. Setiap hari, ayah dan ibu mereka pergi ke lading, maka tinggal berdua Ryan dan Rama di rumah.
Ryan mempunyai kekurangan tidak bisa melihat, tetapi ia mempunyai tubuh yang kuat, sedangkan Rama juga mempunyai kekurangan tidak bisa berjalan karena kedua kakinya lumpuh. Meskipun mereka berdua punya kekurangan fisik, tetapi mereka tidak mau tinggal diam. Setiap hari mereka membantu orang tuanya dengan mencarai kayu bakar di pinggir hutan. Caranya: Ryan akan menggendong Rama dan Rama akan menuntun Ryan ke arah mana mereka harus berjalan.
Pada suatu kali, terjadilah kebakaran hutan. Ryan yang tidak bisa melihat, mencium bau asap. Sedangkan Rama sedang tiduran di kamar. Dengan segera, Ryan berlari menemui Rama sambil meraba-raba tempat di sekitarnya. Setelah masuk kamar Rama, Ryan membangunkan Rama dan menyampaikan berita bahwa sedang terjadi kebakaran hutan. Mendengar berita itu, Rama menjadi panik dan menangis dengan keras. Ia ingin berlari tetapi kakinya lumpuh. Dengan suara tegas, Ryan berkata, “Rama, diamlah. Menangis tidak akan membuat kita selamat. Sekarang…ini yang akan kita lakukan. Aku akan menggendongmu. Dan engkau yang akan menuntun kita menyelamatkan diri dari kebakaran hutan. Ingat…..kita harus tenang agar dapat bekerja sama dengan baik.” Mendengar perkataan Ryan, kakaknya, Rama menghentikan tangisnya dan bersiap untuk naik ke punggung Ryan. Dengan sigap, Ryan menggendong adiknya dan menunggu perintah Rama, adiknya. Tanpa ragu-ragu, Rama memberi petunjuk pada kakaknya arah mana yang akan ditempuh untuk menghindari kobaran api yang mulai mendekati pinggir hutan. Dengan penuh perjuangan, akhirnya Ryan dan Rama sampai di tempat yang aman dan selamatlah mereka.
Ketika ayah mereka melihat Ryan dan Rama, langsung berlari mendapati mereka berdua. Dengan lega ayah melihat kedua anaknya selamat. Lalu dipeluknya kedua anaknya dengan erat.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Itulah kisah tentang kakak beradik yang saling bekerja sama untuk selamat dari kobaran api. Meskipun mereka masing-masing ada kekurangan, tetapi mereka saling melengkapi. Ryan, sebagai kakak, berjuang melindungi adiknya. Demikian juga Rama, sebagai adik, melindungi kakaknya yang tidak bisa melihat.
Hari ini kisah Alkitab bercerita tentang kakak beradik yang berbeda. Yuk…kita mendengarkan kisahnya :
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini adalah keluarga bapak Adam dan ibu Hawa. Bapak Adam mempunyai 2 orang anak, yaitu Kain dan Habel. Lihatlah betapa bahagia hati Kain mempunyai seorang adik laki-laki.
(Pamong menunjukkan gambar 2)
Setelah tumbuh menjadi dewasa, Kain menjadi petani, sedangkan Habel menjadi penggembala kambing domba
(Pamong menunjukkan gambar 3)
Setelah beberaa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagain dari hasil tanah kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yaitu lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkannya
(Pamong menunjukkan gambar 4)
Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
(Pamong menunjukkan gambar 5)
Kata Kain kepada Habel, adiknya: :Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
(Pamong menunjukkan gambar 6)
Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “ Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.” Atas perbuatan jahat Kain itu, maka Tuhan menghukumnya, tetapi Kain memohon agar Tuhan meringankan hukumannya dan Tuhan mendengarkan perkataan Kain.
(Pamong menunjukkan gambar 7)
Tuhan memberi tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barang siapapun yang bertemu dengan dia.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kita sudah mendengarkan dua kisah kakak beradik. Menurut kalian, kisah kakak beradik yang manakah yang patut dicontoh? (Beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yach…benar. Cerita yang pertama. Meskipun masing-masing mereka ada kekurangan, tetapi mereka tidak menyrah dengan kekurangan, tetapi malah saling melengkapi. Tidak demikian dengan Kain. Ia lebih dikuasai oleh iri hati sehingga tidak bisa melindungi adiknya.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Untuk kalian yang punya adik di rumah, mari kita mencontoh tindakan Ryan. Meskipun ia penuh kekurangan, bukan berarti ia tidak bisa melindungi adiknya. Tuhan sudah memilih kalian untuk menjadi kakak. Itu berarti bahwa Tuhan sudah memberi kemampuan pada kalian untuk melindungi adik kalian yang masih penuh kekurangan, misalnya ia masih belum bisa banyak bicara atau belum bisa berjalan lancar atau belum bisa naik sepeda atau belum bisa menulis.
Memang, kadang-kadang adik itu sangat menjengkelkan karena ia suka mengganggumu, tetapi semua itu dilakukan karena ia ingin bermain denganmu sebagai kakak. MUngkin bisa disebabkan rasa ingin tahu apa yang dilakukan kakaknya. Ingatlah…meskipun adikmu belum banyak hal bisa melakukan sesuatu, tetapi ia bisa mendengar penjelasan kita, oleh sebab itu selalu berilah pengertian jika ia melakukan sesuatu yang tidak baik. Ia pasti mengerti. Tentu kalian tidak ingin seperti Kain yang tidak bisa melindungi adiknya. Saya yakin kalian sayang pada adikmu. Yuk…kita tunjukkan rasa sayang kita pada adik dengan melakukan hal-hal yang baik agar adik kita juga belajar melakukan hal-hal yang baik.
Aktivitas
Pamong menyiapkan kertas. Bagi setiap anak mendapatkan 1 kertas. Lalu minta anak-anak untuk membuat daftar tentang hal-hal yang tidak disukai dari adiknya dan hal-hal yang disukai dari adiknya. Lalu minta mereka untuk membuat doa bagi adiknya meskipun adiknya sering membuatnya jengkel. Setelah selesai membuat doa, lalu minta mereka mengambil waktu sejenak dan berdoa sesuai dengan tulisan yang telah mereka buat.