“Juruselamat” Tuntunan Ibadah Anak 10 Desember 2023

27 November 2023

Tahun Gerejawi: Advent 2
Tema: Pemberitaan Kelahiran Tuhan Yesus
Judul: “Juruselamat”

Bacaan Alkitab: Mikha 5:1-5
Ayat Hafalan: “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.” (1 Yohanes 4:14)

Lagu:

  1. Yesus itulah satu-satunya.
  2. Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Nabi Mikha berkarya dan bernubuat di tengah periode yang penuh gejolak dalam sejarah Israel, yakni pada masa pemerintahan raja Yotam, Ahas, dan Hizkia, yang memerintah pada akhir abad kedelapan dan awal abad ketujuh (759-687 SM). Kala itu Israel dan Yehuda mengalami kekacauan besar ketika bangsa Asyur menyerbu dan menjajah mereka. Bangsa Asyur merebut Samaria, ibu kota kerajaan utara, pada tahun 722 SM. Sementara Kerajaan selatan, Yehuda, juga mengalami ancaman, sebab selama pemerintahan Hizkia, raja Asyur yang bernama Sanherib pada tahun 701, telah menyerang beberapa kota di Yehuda (lihat 2 Raja-raja 18-19; Mikha 1:10-16).

Selain mengalami ganguan, ancaman, dan teror dari bangsa Asyur, secara kultural Israel dan Yehuda juga tengah mengalami perubahan besar. Perubahan tersebut terkait dengan pergeseran sistem ekonomi, yakni yang semula menggunakan pola barter (barang ditukar dengan barang) berubah menjadi sistem perdagangan menggunakan sistem mata uang (uang ditukar dengan barang). Sayangnya di tengah konteks perubahan semacam itu, korupsi dan kemunafikan justru merajalela.

Dalam Mikha 3:11, tampak kecaman Nabi Mikha terhadap para penguasa Yerusalem yang melakukan jual beli perkara dan menerima suap ketika memutuskan hukum. Sementara para imam dan para nabi mengajar dan melayani juga demi semata-mata mendapatkan uang. Singkatnya Israel dan Yehuda mengalami situasi yang sangat buruk, kacau balau dan hancur berantakan.

Di tengah konteks krisis yang semacam itu, ternyata Tuhan Allah tetap peduli dan menjanjikan pemulihan, penyertaan dan keselamatan. Perjanjian yang dibuat oleh Tuhan Allah dengan Daud adalah perjanjian yang kekal dan tetap berlaku, bahkan meskipun Yehuda berada di bawah ancaman dan mengalami kekacauan sekalipun. Melalui nabi Mikha, Tuhan Allah menyatakan bahwa perjanjian keselamatan-Nya akan digenapi melalui hadirnya seorang mesias atau pemimpin baru dari garis keturunan Daud. Sang Mesias, Pemimpin baru ini secara tak terduga ternyata tidak akan muncul dari kota besar/kota kerajaan, yakni Yerusalem, melainkan muncul dari sebuah desa kecil yang tak terkenal, yakni Betlehem (ayat 1). Mesias atau pemimpin baru ini juga tidak akan memerintah dengan menggunakan kekuatan militer/tangan besi layaknya bangsa Asyur, melainkan membawa damai dan menggembalakan umat-Nya dengan kekuatan cinta Tuhan Allah (ayat 3-5).

Refleksi Untuk Pamong
Para pamong yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,

Di minggu Advent ini, nabi Mikha mengundang kita untuk menghayati kesetiaan Tuhan Allah yang menjanjikan keselamatan dan penyertaan. Kendati kita juga bisa mengalami kekerasan, ketidakpastian, ancaman, teror dan gangguan, akan tetapi mari mengingat bahwa Tuhan Allah senantiasa setia dan akan selalu hadir dengan cara yang tak pernah dapat kita duga. Di tengah pengharapan dan dambaan kita akan keamanan, kedamaian dan keselamatan, nabi Mikha mengundang kita untuk mencari kehadiran Allah di “Betlehem” yakni tempat yang kecil, tidak berdaya, dan yang rentan, lalu menyambut hadir-Nya Sang Juruselamat dunia!


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak mengetahui bahwa Sang Juruselamat mendatangkan damai sejahtera.

Alat Peraga
Pamong menyediakan 2 buah kotak kado : 1 berukuran besar dan 1 berukuran kecil. Jika memungkinkan kedua kado itu diisi dengan isian snack. Jumlah isian kotak yang kecil lebih banyak dari kotak yang besar.

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong memberikan dua pertanyaan kepada anak-anak. Pertanyaannya sebagai berikut:

  1. Kalau kalian diberi hadiah dan harus memilih, kira-kira kalian akan pilih kotak kado yang berukuran besar atau kecil? (Silahkan pamong memperlihatkan alat peraga berupa 1 kotak kado ukuran besar dan 1 kotak kado ukuran kecil).
  2. Kalau ada dua rumah berukuran besar dan kecil, kalian akan memilih tinggal di rumah yang besar atau rumah yang kecil?

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,

Kalau di awal tadi kalian diberi pilihan antara yang “besar” dan “kecil,” bisa jadi kebanyakan kalian akan memilih sesuatu yang “besar” ketimbang yang “kecil.”  Mengapa begitu ya? (pamong silahkan memilih beberapa anak untuk memberikan alasannya.)

Memang yang besar itu tampaknya lebih enak, kalau kadonya besar, bisa jadi isinya lebih banyak ketimbang kado yang kecil ya… jadi wajar jika seseorang diberi pilihan kado berukuran “besar” atau “kecil,” maka bisa jadi banyak yang memilih kado besar ketimbang kado kecil (Setelah itu Pamong dapat membuka isi dari kedua kotak itu. Lalu dijelaskan belum tentu yang besar isinya banyak dan yang kecil isinya kecil)

Bacaan Alkitab kita hari ini terambil dari Mikha 5: 1-5. Dikisahkan tentang kota kecil di Yehuda. Apakah nama kota kecil tersebut, siapa yang bisa menjawab ? (sambil menunggu jawaban dari anak-anak, pamong membacakan ulang ayat ke-1). Di dalam ayat yang ke-1 & 2 diceritakan bahwa Betlehem Efrata adalah nama sebuah kota kecil di daerah Yehuda. Betlehem Efrata adalah kota kecil yang kondisi kotanya sedang mengalami krisis. Maksudnya, keadaannya tidak menyenangkan, tidak nyaman, dan kacau balau semuanya. Namun melalui nabi Mikha, Tuhan Allah menyatakan bahwa perjanjian keselamatan-Nya akan digenapi melalui hadirnya seorang Mesias atau Juruselamat. Nah Sang Mesias, Sang Juruselamat, pemimpin baru ini ternyata tidak akan muncul dari kota besar melainkan muncul dari kota kecil yaitu Betlehem.

Ternyata dari kota kecil itu muncullah pemimpin besar, Mesias atau pemimpin baru ini juga tidak akan memerintah dengan keras dan kasar seperti bangsa Asyur, melainkan akan menggembalakan, mengasuh dengan cara yang lembut, membawa damai dan penuh cinta (ayat 3-5). Demikianlah nabi Mikha menyampaikan kabar sukacita akan hadirnya juruselamat yang datang dari kota kecil dan akan mengubah kekacauan menjadi damai sejahtera.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,

Ternyata kota kecil Betlehem tidak selamanya yang menjadi kota yang tak berarti dan buruk. Sebab melalui kota kecil Betlehem, Tuhan Allah justru menghadirkan pemimpin besar, Sang Juruselamat. Pemimpin besar yang yang berasal dari kota kecil Betlehem Efrata itu akan menjadi sumber damai sejahtera. Siapakah Dia? Benar! Tuhan Yesus Kristus. Maka, kiranya anak-anak senantiasa mendapatkan damai sejahtera dalam menyambut Sang Juruselamat Dunia. Jadi…tidak selamanya yang kecil itu kelihatan kecil. Dengan caranya yang luar biasa, Tuhan membuat yang kecil menjadi besar, seperti Betleham, kota kecil, melahirkan tokoh besar yaitu Yesus Kristus.

Aktivitas
Pamong mengajak anak jenjang balita untuk mengucapkan ayat hafalan 1 Yohanes 4:14 dengan cara membagi satu kata untuk satu anak atau pamong bisa mengkondisikan sesuai dengan kehadiran anak (jumlah kata dalam ayat hafalan ada 13 kata).

“ Dan (1) kami (2) telah (3) melihat (4) dan bersaksi (5), bahwa (6) Bapa (7) telah (8) mengutus (9) Anak-Nya (10) menjadi (11) Juruselamat (12) dunia (13).”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak mengetahui bahwa Sang Juruselamat mendatangkan damai sejahtera. 

Alat Peraga
Pamong menyediakan 2 buah kotak kado : 1 berukuran besar dan 1 berukuran kecil. Jika memungkinkan kedua kado itu diisi dengan isian snack. Jumlah isian kotak yang kecil lebih banyak dari kotak yang besar.

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong memberikan dua pertanyaan kepada anak-anak. Pertanyaannya sebagai berikut:

  1. Kalau kalian diberi hadiah dan harus memilih, kira-kira kalian akan pilih kotak kado yang berukuran besar atau kecil? (Silahkan pamong memperlihatkan alat peraga berupa 1 kotak kado ukuran besar dan 1 kotak kado ukuran kecil).
  2. Kalau ada dua rumah berukuran besar dan kecil, kalian akan memilih tinggal di rumah yang besar atau rumah yang kecil?

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,

Kalau di awal tadi kalian diberi pilihan antara yang “besar” dan “kecil,” bisa jadi kebanyakan kalian akan memilih sesuatu yang “besar” ketimbang yang “kecil.”  Mengapa begitu ya? (pamong silahkan memilih beberapa anak untuk memberikan alasannya.)

Memang yang besar itu tampaknya lebih enak, kalau kadonya besar, bisa jadi isinya lebih banyak ketimbang kado yang kecil ya… jadi wajar jika seseorang diberi pilihan kado berukuran “besar” atau “kecil,” maka bisa jadi banyak yang memilih kado besar ketimbang kado kecil (Setelah itu Pamong dapat membuka isi dari kedua kotak itu. Lalu dijelaskan belum tentu yang besar isinya banyak dan yang kecil isinya kecil)

Bacaan Alkitab kita hari ini terambil dari Mikha 5: 1-5. Dikisahkan tentang kota kecil di Yehuda. Apakah nama kota kecil tersebut, siapa yang bisa menjawab ? (sambil menunggu jawaban dari anak-anak, pamong membacakan ulang ayat ke-1). Di dalam ayat yang ke-1 & 2 diceritakan bahwa Betlehem Efrata adalah nama sebuah kota kecil di daerah Yehuda. Betlehem Efrata adalah kota kecil yang kondisi kotanya sedang mengalami krisis. Maksudnya, keadaannya tidak menyenangkan, tidak nyaman, dan kacau balau semuanya. Namun melalui nabi Mikha, Tuhan Allah menyatakan bahwa perjanjian keselamatan-Nya akan digenapi melalui hadirnya seorang Mesias atau Juruselamat. Nah Sang Mesias, Sang Juruselamat, pemimpin baru ini ternyata tidak akan muncul dari kota besar melainkan muncul dari kota kecil yaitu Betlehem.

Ternyata dari kota kecil itu muncullah pemimpin besar, Mesias atau pemimpin baru ini juga tidak akan memerintah dengan keras dan kasar seperti bangsa Asyur, melainkan akan menggembalakan, mengasuh dengan cara yang lembut, membawa damai dan penuh cinta (ayat 3-5). Demikianlah nabi Mikha menyampaikan kabar sukacita akan hadirnya juruselamat yang datang dari kota kecil dan akan mengubah kekacauan menjadi damai sejahtera.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,

Ternyata kota kecil Betlehem tidak selamanya yang menjadi kota yang tak berarti dan buruk. Sebab melalui kota kecil Betlehem, Tuhan Allah justru menghadirkan pemimpin besar, Sang Juruselamat. Pemimpin besar yang yang berasal dari kota kecil Betlehem Efrata itu akan menjadi sumber damai sejahtera. Siapakah Dia? Benar! Tuhan Yesus Kristus. Maka, kiranya anak-anak senantiasa mendapatkan damai sejahtera dalam menyambut Sang Juruselamat Dunia. Jadi…tidak selamanya yang kecil itu kelihatan kecil. Dengan caranya yang luar biasa, Tuhan membuat yang kecil menjadi besar, seperti Betleham, kota kecil, melahirkan tokoh besar yaitu Yesus Kristus.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk mengucapkan ayat hafalan 1 Yohanes 4:14 dengan cara membagi satu kata untuk satu anak atau pamong bisa mengkondisikan sesuai dengan kehadiran anak (jumlah kata dalam ayat hafalan ada 13 kata).

“ Dan (1) kami (2) telah (3) melihat (4) dan bersaksi (5), bahwa (6) Bapa (7) telah (8) mengutus (9) Anak-Nya (10) menjadi (11) Juruselamat (12) dunia (13).”


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan: Anak jenjang madya dapat mengetahui dan menghayati kesetiaan Tuhan Allah yang menjanjikan keselamatan dan penyertaan.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar dan tulisan secara terpisah :

  1. Gambar koki/chef
  2. Gambar kameramen
  3. Gambar nahkoda
  4. Gambar Tuhan Yesus.
  5. Tulisan juru masak
  6. Tulisan juru kamera
  7. Tulisan juru mudi kapal laut
  8. Tulisan juruselamat

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong memilih 8 anak untuk bermain “menjodohkan gambar dengan tulisan”. Ke-8 anak yang sudah dipilih, dipersilahkan memilih salah satu gambar/tulisan, kemudian pada hitungan ketiga persilakan mereka untuk secara cepat menjodohkan gambar dan tulisan. 

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus,

Judul perikop dalam Bacaan Alkitab Mikha 5:1-5 adalah “Raja Mesias dan penyelamatan Israel”. Jadi kita sekarang akan membahas tentang juru apa? Bukan juru masak! Bukan pula juru kamera, juru mudi, melainkan jurselamat! Nah yang menarik, Nabi Mikha ternyata jauh hari telah menubuatkan tentang hadirnya Sang  penyelamat/juruselamat dunia lho!

Nabi Mikha sendiri berkarya dan bernubuat di tengah periode yang penuh gejolak dalam sejarah Israel. Kondisi bangsa Israel dan Yehuda pada saat itu sedang mengalami kekacauan besar. Mengapa? Sebab bangsa Asyur menyerbu dan menjajah mereka. Bangsa Asyur merebut Samaria, ibu kota kerajaan utara, pada tahun 722 SM. Sementara Kerajaan selatan, Yehuda juga mengalami ancaman, raja Asyur yang bernama Sanherib pada tahun 701, telah menyerang beberapa kota di Yehuda.

Selain mengalami ganguan, ancaman, dan teror dari bangsa Asyur, bangsa Israel dan Yehuda juga tengah mengalami perubahan besar. Perubahan tersebut terkait dengan pergeseran sistem ekonomi, yakni yang semula menggunakan sistem barter. Anak-anak tahu sistem barter? Sistem barter adalah sistem perdagangan dengan cara barang ditukar dengan barang. Sistem barter berubah menjadi perdagangan yang menggunakan sistem mata uang. Jadi barang tidak lagi ditukar dengan barang, melainkan uang ditukar dengan barang. Sayangnya di tengah konteks perubahan semacam itu, korupsi dan kemunafikan justru merajalela. Sebab banyak orang yang kemudian mengejar uang, hingga melakukan korupsi, suap dan ketidakadilan (Mikha 3:11). Sementara para imam dan para nabi ternyata juga mengajar dan melayani demi semata-mata mendapatkan uang. Singkatnya Israel dan Yehuda mengalami situasi yang sangat buruk, kacau balau dan hancur berantakan.

Di tengah konteks krisis yang semacam itu, ternyata Tuhan Allah tetap peduli dan menjanjikan pemulihan, penyertaan dan keselamatan. Perjanjian yang dibuat oleh Tuhan Allah dengan Daud adalah perjanjian yang kekal dan tetap berlaku, bahkan meskipun Yehuda berada di bawah ancaman dan mengalami kekacauan sekalipun. Melalui nabi Mikha, Tuhan Allah menyatakan bahwa perjanjian keselamatan-Nya akan digenapi melalui hadirnya seorang Mesias atau pemimpin baru dari garis keturunan Daud. Sang Mesias, Pemimpin baru ini secara tak terduga ternyata tidak akan muncul dari kota besar/kota kerajaan, yakni Yerusalem, melainkan muncul dari sebuah desa kecil yang tak terkenal, yakni Betlehem (ayat 1). Mesias atau pemimpin baru ini juga tidak akan memerintah dengan menggunakan kekuatan militer/tangan besi layaknya bangsa Asyur, melainkan membawa damai dan menggembalakan umat-Nya dengan kekuatan cinta Tuhan Allah (ayat 3-5). 

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,

Di minggu Advent ini, nabi Mikha mengundang kita untuk menghayati kesetiaan Tuhan Allah yang menjanjikan keselamatan dan penyertaan. Kendati kita bisa mengalami kekerasan, ketidakpastian, ancaman, teror dan gangguan, mari mengingat bahwa Tuhan Allah senantiasa setia dan akan selalu hadir dengan cara yang tak pernah dapat kita duga. Di tengah pengharapan dan dambaan kita akan keamanan, kedamaian dan keselamatan, nabi Mikha mengundang kita untuk mencari kehadiran Allah di “Betlehem” yakni tempat yang kecil, tidak berdaya, dan yang rentan, lalu menyambut hadir-Nya samg juruselamat dunia! Amin. 

Aktivitas
Pamong mengajak anak jenjang madya untuk mengucapkan Ayat Hafalan 1 Yohanes 4:14 , dengan menggunakan gerakan sesuai dengan kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing anak. Semangatilah supaya ayat hafalan yang anak-anak  ucapkan dengan gerakan dapat semakin memberikan semangat dalam menyambut hadir-Nya sang Juruselamat.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak