Tahun Gerejawi: Pra Paskah V
Tema: Tuhan Yesus Berkuasa Membangkitkan
Judul: Tuhan Pasti Menolong
Bacaan: Yohanes 11:17-45
Ayat Hafalan: Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13)
Lagu Tema:
- Allahku Besar Kuat dan Perkasa
- Yesus Itulah Satu-Satunya
Alat Peraga:
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kisah mengenai Lazarus yang dibangkitkan oleh Tuhan Yesus ini menarik sebab Alkitab menceritakan beberapa kisah mengenai Yesus dan keluarga Lazarus. Di antaranya: kisah Yesus yang datang dan mengajar di rumah Maria dan Marta (bdk. Lukas 10:38-42); kisah Lazarus yang dibangkitkan (Yohanes 11:1-44); Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu (Yohanes 12:1-8). Ini menujukkan bukan perjumpaan yang baru saja terjadi, namun Yesus sangat mengenal keluarga tersebut.
Secara khusus dalam prikop bacaan Yohanes 11:17-45 bisa dibagi menjadi 3 bagian, yakni: ayat 17-32: percakapan Marta dengan Tuhan Yesus; ayat 33-44: proses Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus, dan ayat 45: banyak orang menjadi percaya pada Yesus.
Kisah diawali dengan meninggalnya Lazarus, karena sakit yang dialami. Tradisi yang ada pada waktu itu adalah proses pemakaman terlebih dahulu, kemudian banyak orang yang berdatangan untuk menghibur keluarga yang berduka. Dalam Yohanes 11:38b (TB2): “Kubur itu sebuah gua yang ditutup dengan batu”. Layaknya tempat Yesus dikuburkan, gambaran tempat Lazarus dikuburkan ini menunjukkan bahwa Lazarus bukanlah orang sembarangan, bisa jadi berasal dari kalangan tertentu. Terlebih ayat 19, disebutkan “banyak orang Yahudi telah datang”, keluarga Lazarus bukan hanya cukup dikenal tapi juga memiliki banyak relasi.
Ayat 21-22 tentang Kedatangan Tuhan Yesus di tengah keluarga yang berduka. Dalam perjalanan menuju rumah Lazarus, Tuhan Yesus bertemu Marta. Terjadilah dialog sangat penting betapa Marta sangat percaya pada yesus (ayat 21). Ada sesuatu yg menjadi keyakinan Marta tentang siapa Yesus dan apa yang dilakukan Yesus. Bahkan keyakinan Marta masih dibatasi pada pemahaman kebangkitan pada masa itu (ayat 24). Dibalik keyakinan Marta, ada harapan yang besar bagi adiknya, Lazarus. Marta mengharapkan Yesus bisa mencegah kematian saudaranya ini. Namun, pada akhirnya kematian tak terelakkan, dialami oleh Lazarus.
Jika Marta tidak mengenal secara utuh bahwa Yesus memiliki kuasa dalam segala hal. Yesus kembali hendak menegaskan diayat 25 didepan banyak orang. Marta pun menjawab akan kepercayaannya dan mengikrarkan sebagaimana ayat 27, pernyataan iman yang kuat sekali. Ayat 33: kata “masygullah”, dalam Alkitab versi masa kini adalah hatinya sedih dan tampak terharu sekali. Ini menunjukkan Yesus yang berempati, ikut merasakan kesedihan, mau peduli. Yesus yang menangis memperlihatkan betapa Yesus mengasihi lazarus. Dan kisah ditutup dengan Lazarus dibangkitkan menegaskan bahwa Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu.
Refleksi Untuk Pamong
Ketika kita sedang bergumul dan menanggungnya dalam waktu cukup lama, terkadang kita merasa bahwa keadaan berat tidak berubah dan merasa Tuhan tidak menolong. Itu pikiran manusia yang terbatas. Allah yang berkuasa tahu betul jalan hidup kita. Maka ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhan selalu bekerja dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah terlambat menolong kita. Dibalik semua yang terjadi, Tuhan merangkai cerita dalam hidup kita hendak menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita maka kita diajak supaya tidak ragu namun percaya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan nama Tuhan Yesus dan Lazarus
- Anak dapat menunjukkan sikap percaya dengan menyebutkan “Saya Cinta Yesus” dan sambil menunjukkan ekspresi
Alat Peraga
Pamong menyediakan gambar dan alat serta bahan berikut ini.
Alat dan Bahan
- Gambar: Marta, Maria, Yesus, Lazarus
- Stick Es Krim
- Lem
Pendahuluan
(Pamong dapat bermain role play: masuk dengan menangis)
Anak-anak, saya sedang sedih nih. Sedih karena kehilangan sesuatu yang berharga. Anak-anak, apa kelihatan (menyebut barang, misal: pensil atau barang yang lain)? Dimana ya? (pamong sambil mencari-cari dan menunjukkan kesedihan)
Inti Penyampaian
(Pamong dapat menyiapkan alat peraga dalam proses bercerita, bisa menempelkan gambar tokoh diberi stick es krim)
Anak-anak, ternyata yang sedih bukan hanya saya saja tetapi ada Maria dan Marta. Sedih kenapa? Karena mereka kehilangan adiknya yang bernama Lazarus. Lazarus meninggal dunia. Meninggal itu seperti orang yang sedang tidur tapi tidak lagi bernafas dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Coba anak-anak pegang hidungnya dan tahan nafas. Aduh, tidak enak ya.
Pada waktu itu, Lazarus sudah meninggal 4 hari dan Tuhan Yesus datang. Tahukah kalian bahwa Tuhan Yesus itu berkuasa? Lazarus yang meninggal, dibangkitkan (atau bisa menggunakan kata yang lebih sederhana: bangun) oleh Yesus dan hidup lagi. Dan akhirnya, Marta dan Maria berkumpul lagi dengan Lazarus.
Penerapan
Anak-anak, Tuhan Yesus sangat mengasihi Lazarus, Maria dan Marta. Tuhan Yesus juga sangat mengasihi kita semua termasuk papa dan mama, kakek dan nenek.
(Pamong mengajak anak-anak untuk mengucapkan sambil menggunakan gerakan: Saya Cinta Yesus)
Aktivitas
(Ada 2 usulan aktivitas, silahkan pamong memilih aktivitas yang akan digunakan)
- Lazarus Games
(Pamong mengajarkan 3 kata beserta artinya kepada anak-anak, contoh: cry (menangis), sleep (tidur), wake up (bangun). Setiap kata yang diucapkan diikuti gerakan oleh anak-anak (pamong dapat mencontohkan gerakannya. Pamong bisa melakukan variasi permainan, dengan pengulangan kata, misalnya: cry, cry, sleep, wake up) - Mewarnai Gambar Kubur Lazarus
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan nama Tuhan Yesus Lazarus
- Anak dapat menunjukkan sikap percaya dengan menyebutkan “Saya Cinta Yesus” dan sambil menunjukkan ekspresi
Pendahuluan
(Pamong mengajak anak-anak untuk bernyanyi “Allahku Besar, Kuat dan Perkasa” dengan gerakan secara bergantian)
Allahku besar, kuat dan perkasa.. tiada yang mustahil bagi Dia… oo..oo..
Allahku besar, kuat dan perkasa.. tiada yang mustahil bagi Dia… oo..oo..
Gunung milik-Nya, sungai milik-Nya, Bintang-bintang diciptakannya oo..oo
Allahku besar, kuat dan perkasa.. tiada yang mustahil bagi Dia… oo..oo..
Wah, Tuhan kita besar, sanggup melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Contohnya: membangkitkan orang yang sudah meninggal. Ada yang tahu, siapa ya? Betul, Lazarus.
Inti Penyampaian
(Pamong dapat bercerita dengan menggunakan kartu cerita atau power point atau video di youtube)
Pada waktu Lazarus meninggal, Maria dan Marta merasa sedih sekali karena tidak bisa tinggal bersama-sama lagi. Orang yang meninggal itu tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bernafas dan harus dikuburkan. Kuburan pada waktu itu berbeda ya dengan kuburan di Indonesia (pamong dapat menyampaikan perbedaannya). Lazarus dikuburkan di gua yang ditutup oleh batu yang besar.
Anak-anak, Maria dan Marta mendapat kabar bahwa Yesus datang ke Betania. Pada hari keempat kematian Lazarus, Yesus datang. Marta langsung berlari menemui Yesus. Sama seperti Maria dan Marta yang bersedih, Yesuspun juga ikut sedih. Yesus itu hebat dan berkuasa. Lazarus yang sudah meninggal lalu dibangkitkan oleh Yesus. Akhirnya, sukacita dirasakan oleh Maria dan Marta. Mereka berkumpul lagi. Dan peristiwa ajaib yang dilakukan oleh Yesus ini juga dilihat oleh orang banyak dan mereka percaya pada Yesus.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, apakah kamu pernah menginginkan sesuatu tapi tidak diberikan? (anak-anak diberi kesempatan untuk menjawab) Lalu bagaimana perasaan kalian? Memang, tidak selalu keinginan kita dipenuhi. Begitu juga, Maria dan Marta. Maria dan Marta punya keinginan bahwa Yesus dapat menyembuh Lazarus saat sakit. Namun, Yesus tak kunjung datang hingga akhirnya, Lazarus meninggal. Tapi hal yang tidak terduga adalah Yesus tetap menolong pada saat Lazarus sudah empat hari meninggal dengan membangkitkan Lazarus.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sama seperti Yesus yang mengasihi keluarga Lazarus. Demikian juga, Tuhan Yesus mengasihi kita dan keluarga. Tidak apa-apa, jika keinginan atau yang kita mau, belum kita terima. Tuhan Yesus tahu apa yang menjadi kebutuhan kita dan akan memberikan yang terbaik tepat pada waktuNya.
Aktivitas
Mewarnai gambar : Yesus pergi ke kubur Lazarus (lihat alat peraga)
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menjelaskan mengapa Marta dan Maria merasa kecewa saat Yesus datang terlambat
- Anak dapat membandingkan kesedihan manusia dengan harapan yang diberikan oleh Tuhan Yesus
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan teks narasi untuk bermain peran
Pendahuluan
Apakah kalian pernah menangis? (Beri kesempatan untuk anak-anak menjawab pertanyaan) Kenapa menangis? Apa yang terjadi? Apakah pernah menangis kehilangan yang sangat berharga? (Beri kesempatan supaya anak-anak menjawab, kehilangan apa dan siapa yang berharga)? Bagaimana perasaanmu pada waktu itu? Pasti sedih ya kehilangan sesuatu yang paling kita sukai atau kehilangan orang yang kita cintai.
Inti Penyampaian
Maria dan Marta juga sangat sedih karena adiknya, Lazarus meninggal dunia. Yuk, kita bermain peran
(pamong membagi peran. Narrator = pamong; Maria = Anak 1; Marta = Anak 2; Tuhan Yesus = Anak 3; Lazarus = Anak 4; Orang Banyak = beberapa anak. Beri kesempatan anak-anak untuk membaca naskah. Dan Pamong dapat memberi instruksi: setiap kali narasi dibacakan, setelahnya anak-anak dapat berperan dengan penuh ekspresif dan berdialog mengenai adegan tersebut. Perlu disampaikan bahwa ada 3 bagian: Maria dan Marta merasa sedih karena adiknya meninggal dunia; Yesus pergi dan membangkitkan Lazarus; banyak orang menjadi percaya pada yesus)
(Adegan 1)
Narator: Maria dan Marta sangat bersedih hati. Mereka menangis karena adik yang dikasihinya telah meninggal dunia. Banyak orang yang datang untuk menghibur Maria dan Marta sebab Lazarus sudah dikuburkan.
(anak-anak bermain peran)
Narator: Beberapa orang memberi kabar kepada Maria dan Marta bahwa Yesus ada di Betania. Itu terjadi setelah 4 hari kematian Lazarus. Di tempat yang berbeda, Yesus sedang berjalan. Marta datang menemui Yesus, sedangkan Maria tetap berada di rumah.
(anak-anak bermain peran)
(Adegan 2)
Narator: Berjalanlah Tuhan Yesus menuju ke kubur Lazarus. Lihat, keajaiban yang luar biasa terjadi! Oleh karena kuasa Tuhan Yesus, Lazarus dibangkitkan.
(anak-anak bermain peran)
(Adegan 3)
Narator: Kejadian Lazarus dibangkitkan, membuat banyak orang menjadi takjub Dan bukan hanya itu saja, banyak orang menjadi percaya pada yesus.
(anak-anak bermain peran)
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, terima kasih ya sudah terlibat dalam memberitakan Firman. Nah, sekarang saya mau bertanya, mengapa Yesus harus membangkitkan Lazarus? (Beri kesempatan anak-anak untuk menjawab). Betul, karena Tuhan ingin menunjukkan kuasaNya. Yesus berkuasa atas segala hal, termasuk kematian. Meski dalam pikiran manusia, “Yesus datang terlambat, sebab 4 hari setelah Lazarus meninggal.”. Percayalah, Tuhan tidak pernah terlambat menolong kita. Tuhan Yesus sanggup menolong kita.
Aktivitas
Pop up Lazarus dibangkitkan. Cara membuatnya dapat dilihat pada alat peraga
Bahan:
Gambar kubur Lazarus
Cutter/gunting
Lem/selotip
Kertas lipat
Kertas tebal/buffalo warna hitam/bebas
BAHASA JAWA
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Pendahuluan
Anak-anak, kakak saiki lagi sedih. Sedih amarga kelangan barang kang larang regane. Anak-anak, apa weruh (nyebutake barang, umpamane: pulpen utawa barang liyane)? Ing ngendi ya? (Pamong bingung nggoleki barang karo nudhuhake kasedihan nganti nemokake barang kang ilang).
Inti Penyampaian
(Pamong bias nyiapake alat peraga ing sakjrone crita. Bisa nggunakake gambar tokoh kang katempelake ing stick es krim lan ing ngisori diwenehi jenenge tokoh-tokoh mau, umpamane Lazarus, Marta, Maria, Yesus)
Anak-anak, ana maneh lo kang saiki lagi sedhih, yaiku Maria lan Marta. Apa’a kok sedih? Amarga dheweke kelangan adik’e sing jenenge Lazarus. Kelangan amarga Lazarus mati. Mati iku kayak wong turu, nanging ora ana ambegane lan ora bisa nglakoni apa-apa maneh. Coba anak-anak nahan ambegan. Aduh, rasane lak ora kepenak to? Pas Lazarus wis 4 dina dikubur, Gusti Yesus rawuh. Anak-anak weruh apa ora menawa Gusti Yesus kuwi kuasa. Lazarus kang wis mati lan dikubur mau, tangilan urip maneh. Sak banjure Marta lan Maria kumpul maneh karo Lazarus.
Penerapan
Anak-anak, Gusti Yesus kuwi tresna banget marang Lazarus, Martha lan Maria. Gusti Yesus yo nresnani kita kabeh. Kita bias maem, bisa dolanan, kita ditresnani karo papa lan mama, mbah kung, mbah uti. Ayo kita uga nresnani Gusti Yesus ya (Pamong ngajak bocah-bocah ngucapake “Saya Cinta Yesus” karo nggunakake gerakan)
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Pendahuluan
(Pamong ngejak bocah-bocah menyanyi “Allahku Besar, Kuat dan Perkasa” karo gerakan gilir gumanti)
Allahku besar, kuat dan perkasa.. tiada yang mustahil bagi Dia… oo..oo..
Allahku besar, kuat dan perkasa.. tiada yang mustahil bagi Dia… oo..oo..
Gunung milik-Nya, sungai milik-Nya, Bintang-bintang diciptakannya oo..oo
Allahku besar, kuat dan perkasa.. tiada yang mustahil bagi Dia… oo..oo..
Wah, Gusti kita kuasa ya. Gusti sanggup nindakake samubarang kang ora tinemu ing nalar. Contone: nangekake wong kang wus tumekaning pati/mati. Ana kang weruh sapa ya? Ya, bener, Lazarus.
Inti Penyampaian
(Pamong bisa crita karo nggunakae kartu crita utawa power point utawa video ing Youtube)
Pas Lazarus tumekaning pati/mati. Maria lan Marta sedih banget amarga wis ora bisa urip bebarengan maneh. Wong kang wis tumekaning pati, kuwi ora bias nindakake apa-apa, ora ambegan lan kudu disarekake utawa di kubur. Kuburan kala semana beda banget karo kuburan ing Indonesia. Lazarus di kuburake ana ing guwo lan ditutup karo watu kang gedhe.
Anak-anak, Maria lan Marta oleh kabar menawa Gustis Yesus rawuh ing Betania. Lan Yesus rawuh pas 4 dinane patine Lazarus, adik’e. Marta banjur mlayu nemoni Gusti Yesus. Padha dene Maria lan Marta kang sedih, nanging Gusti Yesus uga sedih.
Anak-anak, Gusti Yesus kuwi hebat lan Mahbiasa Kuasa. Lazarus sing wis tumekaning pati banjur ditangekake dening Gusti Yesus. Wusanane, ayem tentrem dirasakake dening Maria lan Marta. Maria lan Marta bisa kumpul maneh. Kedadean kang ngedap-edapi kang ditindakake dening Gusti Yesus iki uga disekseni dening wong akeh banjur wong-wong akeh mau padha pracaya marang Gusti Yesus.
Penerapan
Anak-anak, kang ditrsnani dening Gusti, apa anak-anak tahu kepengin nduweni barang nanging ora keturutan? (Bocah-bocah diwenehi wektu kangge mangsuli) Banjur piye rasane yen ora keturutan? Pancen ora kabeh pepinginan kita iku bias disembadani karo wong tuwa. Umpamane: semono uga Maria lan Marta. Maria lan Marta nduweni pepinginan menawa Gusti Yesus bias marasake Lazarus kang pinuju lara. Nanging Gusti Yesus teka-teka, wusanane Lazarus tumekaning pati. Nanging bab kang ora kanyana-nyana iyo iku Gusti Yesus tetep paring pitulungan, pas lumebu ing 4 dina saka patine Lazarus katangeake.
Anak-anak kang ditresnani Gusti Yesus, kayadene Gusti Yesus kang nresnani barayate Lazarus. Semono uga, Gusti Yesus uga nresnani kita lan kluarga kita. Ora dadi apa menawa pepinginan utawa opo wae kang dadi kekarepan kita gurung keturutan. Gusti Yesus pirsa apa kang dadi kebutuhan kita lan Gusti mesthi paring samubarang kang becik mesthi pas, cocok ing kala mangsane.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Pendahuluan
Apa bocah-bocah tahu nangis? (Wenehana wektu bocah-bocah mangsuli pitakonan) Ana apa kok nangis? Apa kang kedadean? Apa tahu nagis amarga kelangan barang kang penting banget? (Menehi wektu kanggo mangsuli, kelangan apa lan sapa kang aji banget) Piye rasane atimu ing wektu iku? Anak-anak kang ditresnani Gusti, kelingan bias uga dialami dening sapa wae. Lan pas pinuju kelangan knag migunani rasa sedhih banget kuwi mesti.
Inti Penyampaian
Maria lan Marta uga sedih banget lan rumangsa kelangan amarga Lazarus, adhike tumekaning pati. Ayo, saiki kita main drama. (Pamong mbagi peran. Narator: pamong; Maria: Anak 1; Marta: Anak 2; Gusti Yesus: Anak 3; Lazarus: Anak 4; Wong akeh: bocah liyane. Diwenehi wektu kanggo sinau teks ing sajroning ari. Lan pamong bisa menehi instruksi, saben narasi diwaca. Bocah-bocah bisa main drama klayan ekspresif)
(Adegan 1)
Narator: Ing sawijining dina, Maria lan Marta sedih atine. Marta lan Maria padha nangis amarga adik kang ditresnani wis tumekaning pati. Akeh wong padha teka saperlu nglelipur Maria lan Marta amarga Lazarus wis dikubur.
(Bocah-bocah main drama)
Narator: Ana sak wenehing wong ngabari Maria lan Marta menawa Gusti Yesus ana ing Betania. Kuwi kalakon ing 4 dina sawuse patine Lazarus. Ing beda panggenan Gusti Yesus pinuju lumaku. Marta methuk rawuhe Gusti Yesus , dene Maria kari ana ing omah.
(Bocah-bocah main drama)
(Adegan 2)
Narator: Gusti Yesus tindak menyang ing kuburane Lazarus. Delengen, kedaden kang ngedab-edapi. Marga saka panguwasaning Gusti Yesus, Lazarus katangekake.
(Bocah-bocah main drama)
(Adegan 3)
Narator: Kedadean Lazarus katangekake, njalari wong akeh padha nggumun lan ora mung kuwi wae, akeh kang manjing pracaya marang Gusti Yesus.
(Bocah-bocah main drama)
Penerapan
Anak-anak kang ditresnani Gusti Yesus, matur nuwun dene wis padha melu martakake sabdane Gusti. Nah, saiki kakak pamong arep takon. Apa’a Gusti Yesus kok nangekake Lazarus? (Bocah-bocah diwenehi wektu mangsuli pitakonan). Amarga Gusti Yesus mbuktekake kamulyan Gusti Yesus Maha Kuwasa ing samubarang kabeh, uga ing bab patine manungsa. Senadyan ing sajroning pamikirane manungsa. Yesus rawuh rada telat, marga wis 4 dina anggone Lazarus tumekaning pati. Nanging. Pracoyo’o Gusti Yesus ora nate telat anggone paring pitulungan marang kita. Gusti Yesus sanggup mitulungi kita. Amin.