Saya Siap Melayani Tuhan Seperti Samuel Tuntunan Ibadah Anak 14 Agustus 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Pelayanan Gerejawi

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 3 : 1-21
Ayat Hafalan: “Jika Karunia untuk melayani, baiklah kita melayani, jika karunia untuk mengajar baiklah kita mengajar.”  (Roma 12 : 7)

Lagu: Jangan Lelah Bekerja Diladangnya Tuhan

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Samuel adalah putra pertama dari Elkana dan Hana. Hana telah meminta kepada Tuhan untuk diberikan seorang putra dan berjanji kepada Tuhan bahwa Samuel akan diserahkan untuk menjadi pelayan Tuhan. Tuhan mendengar apa yang menjadi permohonan Hana lalu diberi kepadanya seorang putra yakni Samuel. Setelah diasuh beberapa waktu Hana dan Elkana membawa Samuel kepada Tuhan untuk menjadi pelayan Tuhan dan diasuh oleh Imam Eli di Bait Allah. Selama di bait Allah Samuel menjadi pelayan Tuhan diusia yang masih muda dibawah pengawasan Imam Eli.

Suatu kali ketika Samuel ini tertidur di dalam bait suci Tuhan memanggil namanya sebanyak tiga kali. Ketika mendengar panggilan itu Samuel menyangka yang memanggil adalah imam Eli. Namun Imam Eli segera menyadari bahwa yang memanggil Samuel adalah Tuhan untuk itu ia menyampaikan pada Samuel untuk menjawab “Berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengar”(ayat 10b). Disaat inilah Tuhan mengutus Samuel untuk menjadi pelayannya dan untuk pertama kalinnya Tuhan berbicara secara langsung kepada Samuel tentang apa yang akan dilakukan kepada bangsa Israel dan keluarga Imam Eli yang telah melakukan dosa. Sesudah mendengar suara Tuhan, imam Eli yang memahami karya Tuhan ini kemudian bertanya kepada Samuel apa yang disampaikan Tuhan kepadannya dan Imam Eli sadar berserah akan penghukuman Tuhan bagi keluarganya yang telah melakukan dosa. Setelah pertistiwa Tuhan berbibaca pada Samuel untuk yang pertama kali Tuhan memberkati dan menyertai Samuel sehingga ia dijadikan seorang nabi Tuhan.

Refleksi Pamong
Setelah membaca dan memahami perikop di atas ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam membangun pelayanan, pertama setiap kita yang menjadi pamong adalah pilihan dari Tuhan seperti Samuel. Kedua, melayani Tuhan juga membutuhkan proses dan usaha seperti yang dilakukan Samuel melayani Tuhan setiap hari di bait suci sejak usia kanak-kanak. Setiap pelayanan yang kita lakukan dengan tulus dan memang berfokus untuk mewartakan kuasa Tuhan pasti akan memampukan dan diberikan jalan yang mudah oleh Tuhan. Ketiga, jabatan seorang pamong yang diberikan bagi setiap kita mengandung tanggungjawab kesetiaan untuk mengenalkan anak-anak kita tentang Tuhan dengan segala kuasannya hingga selanjutnya anak-anak kita juga siap melayani Tuhan dengan telantannya masing-masing.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali Allah memangil Samuel untuk menjadi pelayan-Nya.

Alat Peraga

  • Gambar 1 : Ibu Samuel berdoa memohon diberi seorang anak
  • Gambar 2 : Samuel dibawa kepada Imam Eli untuk menjadi pelayan Tuhan.
  • Gambar 3 : Samuel mendengar panggilan Tuhan
  • Gambar 4 : Samuel menemui Imam Eli
  • Gambar 5: Samuel menyampaikan pesan Tuhan pada Imam Eli
  • Gambar 6 : Samuel menjadi seorang nabi.

Pendahuluan
Hallo selamat pagi anak- anak yang dikasihi Tuhan, bagaimana ya kabarnya hari ini ?Senang sekali kita berjumpa dengan sehat dan semangat. Mari kita yang sehat dan semangat ini memuji nama Tuhan, siapa yang mau memimpin temannya yang lain untuk bernyanyi memuji nama Tuhan ayo angkat tangannya. Kalau kita berani memimpin temannya kita akan menjadi seperti Samuel.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Siapa yang tahu ini gambar siapa ya anak-anak? Ini adalah gambar ibu Hana yang sedang berdoa kepada Tuhan. Ibu Hana meminta kepada Tuhan untuk diberikan seorang anak, ia juga berjanji bila diberikan seorang anak maka anak itu akan dipersembahkan kepada Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya. lalu Tuhan mengabulkan permohonan ibu Hana kemudian lahirlah Samuel. Sejak kecil seperti anak-anak Samuel sudah diserahkan orang tuannya kepada Imam Eli untuk dirawat dan menjadi melayani Tuhan di bait suci (Pamong menunjukkan gambar 2).
 

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Pada suatu kali saat Samuel tidur di bait suci ia dipanggil-panggil sebanyak tiga kali, “Samuel….Samuel….Samuel”. Samuel menyangka imam Eli yang memanggilnya maka Samuel segera menemui imam Eli (Pamong menunjukkan gambar 4). Ternyata imam Eli tidak memanggil dirinya. Namun Imam Eli segera menyadari bahwa yang memanggil Samuel adalah Tuhan untuk itu ia menyampaikan pada Samuel untuk menjawab “Berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengar”(ayat 10b).

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Keesokan harinya setelah bertemu dengan Tuhan Samuel menceritakan apa yang dialaminnya kepada Imam Eli. Samuel juga menyampaikan pesan Tuhan yang memberinya petunjuk tentang bangsa Israel dan Tuhan akan melanjutkan hukumannya kepada anak-anak dari Imam Eli yang telah berbuat dosa. Sejak bertemu dengan Tuhan secara langsung Samuel melanjutkan pelayanannya dibantu oleh Imam Eli hingga pada akhirnya Samuel menjadi seorang Nabi yang bisa berjumpa dan berbicara kepada Tuhan Pamong menunjukkan gambar 6).
 

Penerapan
Nabi Samuel sungguh luar biasa ya anak-anak sejak kecil ia mau melayani Tuhan, anak-anak juga bisa seperti Samuel. Lalu apa yang harus dilakukan untuk belajar melayani seperti Samuel ? Yang harus kita lakukan adalah tekun mengenal Tuhan dengan membaca Alkitab, karena di situlah Tuhan menunjukkan karya-Nya yang luar biasa.

Aktivitas
Pamong menyiapkan gambar puzzle dibawah ini lalu ajak anak mengurutkan puzzle di bawah ini sesudah membentuk gambar jadi tanyakan pada anak-anak puzzle ini gambar apa ya ?


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali Allah memangil Samuel untuk menjadi pelayan-Nya.
  2. Anak dapat menyatakan diri siap melayani Tuhan melalui talenta yang diberikan Tuhan.

Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Alat Peraga Balita

Pendahuluan
Hallo selamat pagi anak- anak yang dikasihi Tuhan, bagaimana ya kabarnya hari ini ?Senang sekali kita berjumpa dengan sehat dan semangat. Mari kita yang sehat dan semangat ini memuji nama Tuhan, siapa yang mau memimpin temannya yang lain untuk bernyanyi memuji nama Tuhan ayo angkat tangannya. Kalau kita berani memimpin temannya kita akan menjadi seperti Samuel.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Siapa yang tahu ini gambar siapa ya anak-anak? Ini adalah gambar ibu Hana yang sedang berdoa kepada Tuhan. Ibu Hana meminta kepada Tuhan untuk diberikan seorang anak, ia juga berjanji bila diberikan seorang anak maka anak itu akan dipersembahkan kepada Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya. lalu Tuhan mengabulkan permohonan ibu Hana kemudian lahirlah Samuel. Sejak kecil seperti anak-anak Samuel sudah diserahkan orang tuannya kepada Imam Eli untuk dirawat dan menjadi melayani Tuhan di bait suci (Pamong menunjukkan gambar 2).

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Pada suatu kali saat Samuel tidur di bait suci ia dipanggil-panggil sebanyak tiga kali, “Samuel….Samuel….Samuel”. Samuel menyangka imam Eli yang memanggilnya maka Samuel segera menemui imam Eli (Pamong menunjukkan gambar 4). Ternyata imam Eli tidak memanggil dirinya. Namun Imam Eli segera menyadari bahwa yang memanggil Samuel adalah Tuhan untuk itu ia menyampaikan pada Samuel untuk menjawab
“Berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengar”(ayat 10b). 

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Keesokan harinya setelah bertemu dengan Tuhan Samuel menceritakan apa yang dialaminnya kepada Imam Eli. Samuel juga menyampaikan pesan Tuhan yang memberinya petunjuk tentang bangsa Israel dan Tuhan akan melanjutkan hukumannya kepada anak-anak dari Imam Eli yang telah berbuat dosa. Sejak bertemu dengan Tuhan secara langsung Samuel melanjutkan pelayanannya dibantu oleh Imam Eli hingga pada akhirnya Samuel menjadi seorang Nabi yang bisa berjumpa dan berbicara kepada Tuhan Pamong menunjukkan gambar 6).
 

Penerapan
Samuel adalah anak yang dipersiapkan sejak kecil untuk melayani Tuhan. Sekalipun ia masih muda namun Tuhan mau memakai Samuel untuk menjadi nabi. Apakah Samuel menolak? Ternyata…Samuel dengan senang hati mau menjadi utusan Tuhan sebab Samuel yakin Tuhan akan menolongnya. Tuhan akan memperlengkapi dirinya untuk menjadi pelayan-Nya.

Siapa yang bisa bernyanyi? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Kemudian siapa yang bisa baca puisi? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Siapa yang bisa bermain music? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab) Siapa yang bisa menggambar? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab. Pamong dapat menyebutkan kemampuan anak-anak lainnya). Tahukah kalian, mengapa Tuhan memberi kemampuan pada kita? Yach…karena Tuhan sudah mempersiapkan kita untuk menjadi pelayan-Nya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Seperti Samuel yang sejak kecil dipanggil Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya, demikian juga kita semua dipanggil Tuhan untuk memberitakan Injil pada semua orang dengan kemampuan yang kita punyai. Oleh sebab itu, janganlah kita menyimpan kemampuan kita untuk diri sendiri, sebab Tuhan memperlengkapi kita untuk menolong orang lain

Aktivitas

Pamong menyiapkan beberapa kegiatan untuk gelar talenta antara lain:

  • Bernyanyi ( pamong menyiapkan kertas lotre yang mana dalam kertas itu sudah ditulis judul lagu lalu mintalah anak-anak mengambil satu lalu dinyanyikan)
  • Membaca Puisi ( pamong menyiapkan beberapa contoh puisi yang nanti akan dibaca anak-anak)
  • Menari ( pamong menyiapkan music,untuk anak-anak menunjukkan tariannya)
  • Mintalah anak-anak untuk memilih dan gelar talenta ini dilakukan bersama teman yang memilih jenis gelar talenta yang sama. Untuk gelar talenta yang ada bisa dikembangkan lagi dalam bentuk yang lain.

 


 

TUNTUNAN IBADAH ANAK JENJANG MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali Allah memangil Samuel untuk menjadi pelayan-Nya.
  2. Anak dapat menyatakan diri siap melayani Tuhan melalui talenta yang diberikan Tuhan.

Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Alat Peraga Balita

Pendahuluan
Hallo selamat pagi anak- anak yang dikasihi Tuhan, bagaimana ya kabarnya hari ini ?Senang sekali kita berjumpa dengan sehat dan semangat. Mari kita yang sehat dan semangat ini memuji nama Tuhan, siapa yang mau memimpin temannya yang lain untuk bernyanyi memuji nama Tuhan ayo angkat tangannya. Kalau kita berani memimpin temannya kita akan menjadi seperti Samuel.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Siapa yang tahu ini gambar siapa ya anak-anak? Ini adalah gambar ibu Hana yang sedang berdoa kepada Tuhan. Ibu Hana meminta kepada Tuhan untuk diberikan seorang anak, ia juga berjanji bila diberikan seorang anak maka anak itu akan dipersembahkan kepada Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya. lalu Tuhan mengabulkan permohonan ibu Hana kemudian lahirlah Samuel. Sejak kecil seperti anak-anak Samuel sudah diserahkan orang tuannya kepada Imam Eli untuk dirawat dan menjadi melayani Tuhan di bait suci (Pamong menunjukkan gambar 2).
 

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Pada suatu kali saat Samuel tidur di bait suci ia dipanggil-panggil sebanyak tiga kali, “Samuel….Samuel….Samuel”. Samuel menyangka imam Eli yang memanggilnya maka Samuel segera menemui imam Eli (Pamong menunjukkan gambar 4). Ternyata imam Eli tidak memanggil dirinya. Namun Imam Eli segera menyadari bahwa yang memanggil Samuel adalah Tuhan untuk itu ia menyampaikan pada Samuel untuk menjawab
“Berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengar”(ayat 10b). 

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Keesokan harinya setelah bertemu dengan Tuhan Samuel menceritakan apa yang dialaminnya kepada Imam Eli. Samuel juga menyampaikan pesan Tuhan yang memberinya petunjuk tentang bangsa Israel dan Tuhan akan melanjutkan hukumannya kepada anak-anak dari Imam Eli yang telah berbuat dosa. Sejak bertemu dengan Tuhan secara langsung Samuel melanjutkan pelayanannya dibantu oleh Imam Eli hingga pada akhirnya Samuel menjadi seorang Nabi yang bisa berjumpa dan berbicara kepada Tuhan Pamong menunjukkan gambar 6).

Penerapan
Samuel adalah anak yang dipersiapkan sejak kecil untuk melayani Tuhan. Sekalipun ia masih muda namun Tuhan mau memakai Samuel untuk menjadi nabi. Apakah Samuel menolak? Ternyata…Samuel dengan senang hati mau menjadi utusan Tuhan sebab Samuel yakin Tuhan akan menolongnya. Tuhan akan memperlengkapi dirinya untuk menjadi pelayan-Nya.

Siapa yang bisa bernyanyi? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Kemudian siapa yang bisa baca puisi? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Siapa yang bisa bermain music? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab) Siapa yang bisa menggambar? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab. Pamong dapat menyebutkan kemampuan anak-anak lainnya). Tahukah kalian, mengapa Tuhan memberi kemampuan pada kita? Yach…karena Tuhan sudah mempersiapkan kita untuk menjadi pelayan-Nya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Seperti Samuel yang sejak kecil dipanggil Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya, demikian juga kita semua dipanggil Tuhan untuk memberitakan Injil pada semua orang dengan kemampuan yang kita punyai. Oleh sebab itu, janganlah kita menyimpan kemampuan kita untuk diri sendiri, sebab Tuhan memperlengkapi kita untuk menolong orang lain

Aktivitas
Pamong menyiapkan beberapa kegiatan untuk gelar talenta antara lain:

  • Bernyanyi ( pamong menyiapkan kertas lotre yang mana dalam kertas itu sudah ditulis judul lagu lalu mintalah anak-anak mengambil satu lalu dinyanyikan)
  • Membaca Puisi ( pamong menyiapkan beberapa contoh puisi yang nanti akan dibaca anak-anak)
  • Menari ( pamong menyiapkan music,untuk anak-anak menunjukkan tariannya)
  • Mintalah anak-anak untuk memilih dan gelar talenta ini dilakukan bersama teman yang memilih jenis gelar talenta yang sama. Untuk gelar talenta yang ada bisa dikembangkan lagi dalam bentuk yang lain.
 

Bagikan Entri Ini: