Tuhan Membuat Aku Berani Tuntunan Ibadah Anak 7 Agustus 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Gereja

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 5 : 17 -25
Ayat Hafalan:Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.” (Efesus 3 : 2)

Lagu: Aku Pahlawan Kecil Yesus Panglimaku

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Para Rasul adalah orang yang diutus Tuhan untuk melanjutkan mewartakan kebangkitan Yesus dan diijinkan Tuhan untuk melanjutkan melakukan mujizat bagi banyak orang. Namun perjalanan mewartakan Injil tidak mudah. Suatu kali Para Rasul harus dipenjarakan karena melakukan pengajaran dan mujizat. Pemenjaraan para Rasul dilatarbelakangi oleh rasa iri hati yang dialami oleh para Imam besar dan pengikutnya dari golongan mazhab Saduki karena dengan pengajaran para Rasul tentang kebangkitan Yesus Kristus dan mujizat yang mereka lakukan banyak orang mulai percaya kepada Yesus. Hal ini mengurangi kuasa dan wibawa dari para Imam Besar.

Selain itu para Rasul juga telah memakai Bait Allah sebagai tempat mengajar di mana sebelumnya Bait Allah ini dikuasai oleh Mahkamah Agama. Mahkamah Agama (Sanhendrin dalam bahasa Yunani duduk bersama) dibentuk oleh para Imam besar, imam kepala dan para pemuka Yahudi. Para penguasa Romawi memberikan hak kepada mahkamah ini untuk mengambil berbagai keputusan menyangkut masalah-masalah setempat yang berkaitan dengan masyarakat Yahudi. Dengan adanya pekabaran Injil dan mujizat yang dilakukan oleh para Rasul, kita bisa membayangkan bagaimana posisi para Imam besar dan pengikutnya menjadi terancam baik secara sosial maupun pengajaran.

Demi menyelamatkan kedudukan dan kewibawaannya, para Imam besar dan pengikutnya memenjarakan para Rasul dengan harapan mereka tidak dapat melakukan pengajaran lagi namun ternyata mereka salah karena mewartakan Injil tidak bisa dihentikan. Buktinya ketika para Rasul berada dalam penjara Tuhan Allah menolong mereka. Allah mengutus malaikatNya untuk membebaskan para Rasul dari penjara. Kata malaikat berasal dari kata Yunani anggelos yang berarti pesuruh atau pembawa pesan. Dalam Alkitab Malaikat sering kali berperan penting agar kehendak Allah sungguh dijalankan. Lalu malaikat itu membawa pesan kepada para Rasul,”pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada banyak orang”(ayat 20).

Dengan taat dan tanpa takut, para Rasul itu melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Kemudian mereka melajutkan pengajaran tentang Yesus di Bait Allah. Diwaktu bersamaan, para imam-imam dan pengawal Bait Allah merencanakan untuk mengambil para Rasul yang sedang berada dalam penjara, namun mereka justru terkejut karena para Rasul sudah tidak ada ditempat, tidak lama kemudian ada yang memberi laporan kepada Imam Besar bahwa para Rasul telah berada di Bait Allah sedang melakukan pengajaran dan banyak orang yang mengikuti mereka kembali. Semakin heranlah para Imam Besar ini dan pengikutnya padahal kondisi penjara tertutup rapat bagaimana para Rasul bisa keluar. Walapun sudah menyaksikan kuasa Allah terjadi namun rasa iri hati dari para imam-imam dan pengikutnya kepada para rasul masih saja terus ada.

Refleksi Pamong
Apa yang terjadi atas para Rasul ini menandakan bahwa Injil harus terus diwartakan di dunia ini dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Untuk itu kita sebagai pamong yang dipercayakan Tuhan untuk menyampaikan Injil ini kepada anak-anak mari terus semangat dengan tulus dan sukacita mengajarkan anak-anak akan berkat, pertolongan dan penyertaan Tuhan. Sekalipun kita menghadapi tantangan dan masalah seperti para Rasul namun Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian kekuatan dan pertolongan akan disediakannya. Diawali dari sikap hidup yang berani memimpin di depan anak-anak inilah peran awal kita sebagai seorang pamong untuk menunjukkan sikap berani dilanjutkan dengan keberanian menghadapi tantangan misalnya rasa takut dengan suasana yang gelap, rasa takut dengan binatang, dsb.


TUNTUNAN IBADAH ANAK JENJANG BALITA

Tujuan. Anak dapat menceritakan kembali kisah keberanian Para Rasul Tuhan memberitakan Injil.

Alat Peraga

  • Gambar 1: Rasul sedang dipenjara dan Malaikat Tuhan datang ke penjara bertemu para rasul
  • Gambar 2: Imam Besar dan pengikutnya mendapati penjara telah kosong
  • Gambar 3 : Para Imam Besar mendapatkan informasi bahwa para Rasul telah di Bait Allah
  • Gambar 4: Rasul sedang mengajar di Bait Allah

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,

Senang rasannya hari ini kita berjumpa dengan kalian dalam keadaan sehat. Kesehatan yang kita rasakan ini adalah pemberian Tuhan lho anak-anak jadi mari kita memuji nama Tuhan dan belajar firman Tuhan tentang hidup yang berani. Berani itu artinya kita tidak takut dengan apapun karena ada Tuhan yang menemani kita. Seperti kalian datang ke tempat ibadah ini tidak ditemani oleh orang tua karena ada Pamong dan teman-teman yang siap menemani kalian untuk beribadah

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukan gambar 1)
Anak-anak yang terkasih, coba kalian perhatikan gambar ini. Ini adalah gambar Para Rasul yang sedang penjara. Penjara adalah tempat orang-orang yang bersalah atau tidak mau melakukan aturan, tetapi para rasul tidak melakukan kesalahan lho. Mereka dipenjarakan oleh para Imam besar dan golongan mazhab Saduki karena mereka tidak senang dan iri dengan para rasul yang mengajar tentang kebangkitan Yesus dan menyembuhkan orang sakit di Bait Allah.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini adalah gambar orang-orang yang memenjarakan para Rasul. Mereka adalah para Imam Besar dan golongan orang Saduki.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Lalu datanglah seseorang yang memberitahu bahwa para Rasul yang mereka penjarakan sekarang ada di Bait Allah dan mengajar banyak orang

(Pamong menujukkan gambar 4)
Inilah para Rasul yang telah dibebaskan oleh malaikat. Setelah bebas, mereka tidak bersembunyi, tetapi mereka tetap memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Para Rasul tidak takut dengan ancaman para Imam dan orang-orang Saduki sebab mereka yakin bahwa Tuhan akan menyertai mereka.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi TUhan,

Hari ini kita belajar dari keberanian para Rasul. Meskipun ada orang yang tidak suka pada mereka dan berusaha memenjarakan para Rasul, tetapi mereka tidak takut. Para Rasul menjadi berani karena Tuhan menyertai mereka. Tuhan ingin kita belajar dari para Rasul yang dengan berani memberitakan Injil. Lalu bagaimana caranya kita menjadi berani? Kalau kalian ingin menjadi berani, maka kita harus melatih diri. Jika ditunjuk untuk memimpin pujian dan berdoa, maka kita dengan berani maju ke depan. Jangan takut sebab Tuhan akan menolong kita.

Aktivitas
Pamong mencetak gambar di bawah ini lalu kemudian ajak anak melipat dari kiri ke kanan. Kemudian ajak anak-anak untuk melempar dadu itu, lalu minta mereka untuk menceritakan gambar yang muncul. (Bagian warna kuning digunakan untuk menempel dengan bagian yang lain)


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah keberanian Para Rasul Tuhan memberitakan Injil .
  2. Anak dapat menyebutkan tantangan untuk memberitakan Injil pada orang lain.
  3. Anak dapat menunjukkan keberanian mengajak teman yang jarang ke gereja.

Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Alat Peraga Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak, puji Tuhan kita semua berjumpa dalam keadaan sehat. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat melakukan banyak hal. Salah satunya dengan tubuh yang sehat kalian bisa dating ke tempat ibadah ini.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukan gambar 1)
Anak-anak yang terkasih, coba kalian perhatikan gambar ini. Ini adalah gambar Para Rasul yang sedang penjara. Penjara adalah tempat orang-orang yang bersalah atau tidak mau melakukan aturan, tetapi para rasul tidak melakukan kesalahan lho. Mereka dipenjarakan oleh para Imam besar dan golongan mazhab Saduki karena mereka tidak senang dan iri dengan para rasul yang mengajar tentang kebangkitan Yesus dan menyembuhkan orang sakit di Bait Allah.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini adalah gambar orang-orang yang memenjarakan para Rasul. Mereka adalah para Imam Besar dan golongan orang Saduki.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Lalu datanglah seseorang yang memberitahu bahwa para Rasul yang mereka penjarakan sekarang ada di Bait Allah dan mengajar banyak orang

(Pamong menujukkan gambar 4)
Inilah para Rasul yang telah dibebaskan oleh malaikat. Setelah bebas, mereka tidak bersembunyi, tetapi mereka tetap memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Para Rasul tidak takut dengan ancaman para Imam dan orang-orang Saduki sebab mereka yakin bahwa Tuhan akan menyertai mereka.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi TUhan,

Hari ini kita belajar dari keberanian para Rasul. Meskipun ada orang yang tidak suka pada mereka dan berusaha memenjarakan para Rasul, tetapi mereka tidak takut. Para Rasul menjadi berani karena Tuhan menyertai mereka. Tuhan ingin kita belajar dari para Rasul yang dengan berani memberitakan Injil. Lalu bagaimana caranya kita menjadi berani? Kalau kalian ingin menjadi berani, maka kita harus melatih diri. Jika ditunjuk untuk memimpin pujian dan berdoa, maka kita dengan berani maju ke depan. Jangan takut sebab Tuhan akan menolong kita.

Aktivitas:
Buatlah Kartu yang berisi daftar keberanian yang telah dilakukan selama seminggu kedepan dan daftar teman yang akan diajak beribadah bersama di minggu depan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menunjukkan keberanian para Rasul memberitakan Injil Tuhan.
  2. Anak dapat menyebutkan tantangan untuk memberitakan Injil pada orang lain.
  3. Anak dapat menunjukkan keberanian mengajak teman yang jarang ke gereja.

Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Alat Peraga Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak, puji Tuhan kita semua berjumpa dalam keadaan sehat. Kalau badan kita sehat pasti jiwa kita akan kuat. Anak –anak tau tidak apa contohnya kalau jiwa kita kuat ? jiwa kita kuat bila menjadi anak-anak yang pemberani seperti para rasul. Ada yang tau para rasul berani dalam hal apa ya?

Inti Penyampaian
Anak-anak yang terkasih, coba kalian perhatikan gambar ini. Ini adalah gambar Para Rasul yang sedang penjara. Penjara adalah tempat orang-orang yang bersalah atau tidak mau melakukan aturan, tetapi para rasul tidak melakukan kesalahan lho. Mereka dipenjarakan oleh para Imam besar dan golongan mazhab Saduki karena mereka tidak senang dan iri dengan para rasul yang mengajar tentang kebangkitan Yesus dan menyembuhkan orang sakit di Bait Allah.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Ini adalah gambar orang-orang yang memenjarakan para Rasul. Mereka adalah para Imam Besar dan golongan orang Saduki.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Lalu datanglah seseorang yang memberitahu bahwa para Rasul yang mereka penjarakan sekarang ada di Bait Allah dan mengajar banyak orang

(Pamong menujukkan gambar 4)
Inilah para Rasul yang telah dibebaskan oleh malaikat. Setelah bebas, mereka tidak bersembunyi, tetapi mereka tetap memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Para Rasul tidak takut dengan ancaman para Imam dan orang-orang Saduki sebab mereka yakin bahwa Tuhan akan menyertai mereka.

Penerapan
Peristiwa yang dihadapi para Rasul menunjukkan kepada kita bahwa memberitakan Injil Yesus Kristus penuh tantangan. Namun Para Rasul berhasil menunjukkan keberaniannya, meskipun tantangan yang dihadapi sangat berat. Apa yang membuat Rasul Paulus mempunyai keberanian untuk memberitakan Injil Yesus Kristus? Tidak lain karena Yesus telah menyelamatkan dirinya dari berbuat dosa.

Yesus juga telah menyelamatkan kita dari dosa, oleh sebab itu kita juga diberi keberanian untuk memberitakan Injil. Oleh sebab itu kita juga harus menceritakan kebaikan Tuhan itu pada semua orang, terutama teman-teman kita yang mulai jarang ikut ibadah. Yuk…kita perhatikan dengan dengan seksama, siapakah teman-teman kita yang mulai jarang ikut ibadah? Mari…kita ingatkan mereka untuk rajin beribadah. Kira-kira berani nggak kita mengajaknya?

Aktivitas
Buatlah Kartu yang berisi daftar keberanian yang telah dilakukan selama seminggu ke depan dan daftar teman yang akan diajak beribadah bersama di minggu depan.

 

 

Bagikan Entri Ini: