Bertumbuh dan Berbuah Baik Tuntunan Ibadah Anak 5 Februari 2023

23 January 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Judul: Bertumbuh dan Berbuah Baik
Tema: Tumbuhan

Bacaan Alkitab: Matius 7:15-23
Ayat Hafalan/ Nats: “Demikianlah setiap pohon yang baik itu menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” (Matius 7:17)

Lagu Tema:

  • Kidung Ria No. 45 “Semesta bernyanyi”
  • Ikan di Dalam Air” – Lagu Anak Sekolah Minggu

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Gambaran mengenai pohon yang dikenal dari buahnya umum dipakai di kalangan orang Yahudi, Yunani dan Romawi. Salah satunya diungkapkan Yesus ketika bertanya “Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?” (ayat 32). Di Palestina pada zaman Yesus memang terdapat semak duri yang buah-buahnya mirip anggur kecil. Di situ juga terdapat rumput duri yang dari jauh bunganya nampak seperti buah ara. Dalam konteks pada waktu itu, gambaran ini dipakai untuk mengingatkan umat terhadap nabi-nabi palsu. Ada orang yang secara penampakan lahiriah, menggunakan pakaian, perkataan dan pengajaran yang persis seorang nabi, namun semua itu dilakukan bukan semata-mata karena Tuhan melainkan demi keuntungan diri sendiri. Perilaku yang nampak demikian ini diibaratkan sebagai buah yang bisa dilihat. Perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran yang diberitakan, sebagaimana diperbuat oleh nabi palsu sama halnya dengan buah yang palsu. Sekilas seperti buah ara, namun ternyata bunga rumput duri. Sekilas ajaran dan penampilan mereka seperti buah anggur dari pohon anggur terbaik, namun kenyataannya itu justru buah semak duri.

Setiap orang yang beriman dipanggil untuk waspada terhadap kepalsuan. Baik itu kepalsuan yang dilakukan oleh orang lain, maupun kepalsuan yang diri sendiri lakukan. Orang bisa menampilkan diri sedemikian rupa sebagai orang yang percaya penuh kepada Tuhan. Namun, apa yang nampak dalam perilaku nyata keseharian itu akan menunjukkan yang sejatinya. Apakah orang hanya mengatakan atau juga melakukan apa yang dikatakannya itu? Kesungguhan seseorang dalam melakukan kehendak Tuhan akan nampak dalam buah perilakunya. Anak-anak Tuhan dipanggil untuk belajar dan berlatih melakukan kehendak Tuhan semakin baik dari hari ke hari. Ibarat tanaman yang terus tumbuh dan menghasilkan buah yang baik.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali bahwa orang yang melakukan kehendak Tuhan seperti pohon yang menghasilkan buah yang baik.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan Bonsai atau tanaman

Pendahuluan
Apakah teman-teman mengetahui ini apa? (tunjukkan peraga dan biarkan anak-anak menjawabnya. Sangat baik jika anak-anak diberi kesempatan untuk melihat dari dekat atau memegang)

Di rumah kalian, kira-kira ada pohon atau tanaman apa saja ya?

Ada yang tahu, bagaimana caranya supaya pohon atau tanaman ini bertumbuh dengan subur? (disiram, dipupuk, disiangi dari hama yang mengganggu). Jadi, kalau mau pohon yang ditanam itu tumbuh subur dan berbuah baik, kita harus rajin menyirami dan merawatnya ya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Kalian ini juga mirip dengan pohon dan tanaman ini lho. Kita semua awalnya kecil dan bayi, lalu bertumbuh jadi besar. Ada yang tahu, kenapa bisa begitu? Apa sih yang membuat anak-anak kecil itu akhirnya tumbuh besar? (beri kesempatan anak-anak untuk menjawab, misalnya makan makanan bergisi : nasi, sayur, minum susu dsb.) Tapi, kita ini sebaiknya tidak hanya badannya yang besar, hati dan pikirannya juga harus besar. Bagaimana caranya? Jika tumbuhan dicipta dan dirawat Tuhan melalui air atau pupuk yang disiramkan, maka cara kita menjadi besar dalam hati dan pikirannya adalah menjadi anak yang mendengarkan. Mendengarkan ketika orang tua memberitahu atau mendengarkan ketika pamong mengajar.

Apa sih untungnya mendengarkan? Jika kita mau mendengarkan, maka ketika kita melakukan sesuatu kita akan mengingat apa yang didengarkan itu. Jika yang kita dengar Firman dan kehendak Tuhan, maka yang kita lakukan pasti juga perbuatan baik yang berbuahkan kebaikan juga. Kita ini jadi seperti pohon yang baik, yang tumbuh dan berbuah yang baik. Jadi, yuk anak-anak balita.. mari menjadi anak-anak yang mau mendengarkan kehendak Tuhan lewat orang tua atau pamong, lalu melakukan dengan sungguh-sungguh dan gembira.

Aktivitas
Anak-anak diajak untuk memasangkan pohon dan buahnya.

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan ciri-ciri pohon yang baik.
  2. Anak dapat menjelaskan pohon yang baik. menghasilkan buah yang baik.
  3. Anak dapat melatih diri merawat tanaman dengan baik.
  4. Anak dapat melatih diri untuk berbuah yang baik dengan melakukan kehendak Tuhan

Alat Peraga
Pamong menyiapkan tanaman/pohon kecil (dalam pot) yang subur dan yang tidak subur (layu)

Pendahuluan
Teman-teman, coba kalian memperhatikan dua tanaman di depan ini. Apa bedanya? Perbedaan yang paling menyolok adalah satunya subur dan baik, satunya layu. (tunjuk tanaman yang baik dan subur) Tolong disebutkan ciri-ciri tanaman yang baik itu seperti apa!

Menurut kalian, bagaimana caranya supaya pohon atau tanaman-tanaman ini bertumbuh dengan subur? (disiram, dipupuk atau diberi vitamin, disiangi (diobati) dari hama yang mengganggu). Jadi, kalau mau pohon yang ditanam itu tumbuh subur dan berbuah baik, kita harus rajin menyirami dan merawatnya. Ya, jika pohon dirawat dengan baik, maka nantinya ia akan berbuah dengan baik juga.

Inti Penyampaian
Anak-anak yng dikasihi Tuhan,
Kalian ini juga mirip dengan pohon atau tanaman yang baik dan subur ini lho. Kita semua awalnya kecil dan bayi, lalu bertumbuh jadi besar. Ada yang tahu, kenapa bisa begitu? Apa sih yang membuat anak-anak kecil itu akhirnya tumbuh besar? (beri kesempatan anak-anak untuk menjawab, misalnya makan makanan bergisi : nasi, sayur, minum susu dsb.) Tapi, kita ini sebaiknya tidak hanya badannya yang besar, hati dan pikirannya juga harus besar. Bagaimana caranya? Jika tumbuhan dicipta dan dirawat Tuhan melalui air atau pupuk yang disiramkan, maka cara kita menjadi besar dalam hati dan pikiran adalah menjadi anak yang mendengarkan. Mendengarkan ketika orang tua memberitahu atau mendengarkan ketika pamong mengajar.

Apa sih untungnya mendengarkan? Jika kita mau mendengarkan, maka ketika kita melakukan sesuatu kita akan mengingat apa yang didengarkan itu. Jika yang kita mendengar Firman dan kehendak Tuhan, maka yang kita lakukan pasti juga perbuatan baik yang berbuahkan kebaikan juga. Kita akan menjadi seperti pohon yang baik, yang tumbuh dan berbuah yang baik. Jadi, yuk anak-anak, kita menjadi seperti pohon yang bertumbuh baik dan berbuah baik dengan melakukan kehendak Tuhan. Apa hal baik yang dikehendaki Tuhan? Mengasihi, menolong, memaafkan, meminta maaf, semangat, berdoa, memuji, dan masih banyak lagi. (Ajak anak-anak untuk turut menyebutkan hal baik yang dikehendaki Tuhan)

Aktivitas

  1. Ajak anak-anak untuk merawat tanaman dengan cara menanam bersama dan dibawa pulang. Misal : lombok, sawi, bunga atau yang lain.
  2. Ajak anak-anak beraktivitas menempel pada gambar.
    • Siapkan 2 gambar : (1) pohon rindang yang tumbuh subur dan rindang (2) Pohon yang layu dan mengering.
    • Siapkan tulisan kecil-kecil minimal sejumlah anak pratama (bisa lebih) : Mengasihi, menolong, memaafkan, meminta maaf, semangat, berdoa, memuji, mengganggu, marah, membenci, mengeluh.
    • Minta anak-anak menempelkan buah itu pada pohon yang sesuai, misal perbuatan baik ada pada pohon rindang yang tumbuh subur.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan ciri-ciri pohon yang baik.
  2. Anak dapat menjelaskan pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.
  3. Anak dapat mengaitkan pohon yang menghasilkan buah yang baik dengan anak melakukan kehendak Tuhan.
  4. Anak dapat melatih diri merawat tanaman dengan baik seperti merawat diri sendiri.

Alat Peraga
Jika memungkinkan, Pamong dapat mengajak keluar ruangan dan cerita disampaikan di tempat yang banyak tanaman/pohonnya. Jika tidak mungkin, pamong dapat membawa tanaman kecil (dalam pot) yang subur dan yang tidak subur (layu) ke dalam ruangan,

Pendahuluan
(Untuk yang di luar ruangan)
Mari memperhatikan sekitar kita! Pohon/tanaman apa saja yang kamu ketahui? Menurut kalian, tanaman mana yang disebut subur dan mana yang disebut kurang subur?

(Untuk yang di dalam ruangan)
Coba kalian perhatikan dua tanaman di depan ini. Ada yang tahu namanya? Apa perbedaan keduanya? Perbedaan yang paling menyolok adalah satunya subur dan baik, satunya layu. (tunjuk tanaman yang baik dan subur)

Kalian sudah tahu mana yang baik atau subur dan mana yang layu atau kurang subur. Sekarang, tolong disebutkan ciri-ciri tanaman yang baik itu seperti apa!

Menurut kalian, bagaimana caranya supaya pohon atau tanaman-tanaman ini bertumbuh dengan subur? (disiram, dipupuk atau diberi vitamin, disiangi (diobati) dari hama yang mengganggu). Jadi, kalau mau pohon yang ditanam itu tumbuh subur dan berbuah baik, kita harus rajin menyirami dan merawatnya. Ya, jika pohon dirawat dengan baik, maka nantinya ia akan berbuah dengan baik juga.

Inti Penyampaian
Mari bersama-sama mengulangi membaca ayat 32. Ayat ini menjelakan kepada kita bahwa pohon atau tanaman yang baik itu akan menghasilkan buah yang baik. Jika tanaman itu tidak baik (tunjuk pohon/ tanaman yang tidak baik) maka buahnya juga tidak baik.

Anak-anak, kalian juga mirip dengan pohon atau tanaman yang baik dan subur ini lho. Kita semua awalnya kecil dan bayi, lalu bertumbuh jadi besar. Ada yang tahu, kenapa bisa begitu? Apa sih yang membuat anak-anak kecil itu akhirnya tumbuh besar? (beri kesempatan anak-anak untuk menjawab, misalnya makan makanan bergisi : nasi, sayur, minum susu dsb.) Tapi, kita ini sebaiknya tidak hanya badannya yang besar, hati dan pikirannya juga harus besar. Bagaimana caranya? Jika tumbuhan dicipta dan dirawat Tuhan melalui air atau pupuk yang disiramkan, maka cara kita menjadi besar dalam hati dan pikiran adalah menjadi anak yang mendengarkan. Mendengarkan ketika orang tua memberitahu atau mendengarkan ketika pamong mengajar.

Apa sih untungnya mendengarkan? Jika kita mau mendengarkan, maka ketika kita melakukan sesuatu kita akan mengingat apa yang didengarkan itu. Jika yang kita mendengar Firman dan kehendak Tuhan, maka yang kita lakukan pasti juga perbuatan baik yang berbuahkan kebaikan juga. Kita akan menjadi seperti pohon yang baik, yang tumbuh dan berbuah yang baik.

Satu yang perlu kita syukuri sebagai anak-anak Tuhan Yesus adalah kita ini adalah pohon yang baik yang ditanam Tuhan. Jadi, bersama Tuhan kita pasti bisa menghasilkan buah-buah yang baik. Jadi, yuk anak-anak Madya, kita yang adalah anak-anak Tuhan bertumbuh menjadi seperti pohon yang bertumbuh dan berbuah baik dengan melakukan kehendak Tuhan. Apa hal baik yang dikehendaki Tuhan? Mengasihi, menolong, memaafkan, meminta maaf, semangat, berdoa, memuji, dan masih banyak lagi. (Ajak anak-anak untuk turut menyebutkan hal baik yang dikehendaki Tuhan)

Aktivitas:

  1. Ajak anak-anak untuk merawat tanaman dengan cara menanam bersama dan dibawa pulang. Misal : lombok, sawi, bunga atau yang lain.
  2. Ajak anak-anak beraktivitas menulis pada gambar.
    • Siapkan 2 jenis gambar dalam 1 kertas : (1) pohon rindang yang tumbuh subur dan rindang (2) Pohon yang layu dan mengering. Bagikan pada masing-masing anak.
    • Minta anak-anak untuk menulis tentang perbuatan baik yang dikehendaki Tuhan pada pohon yang subur, misalnya : Mengasihi, menolong, memaafkan, meminta maaf, semangat, berdoa, memuji, dan perbuatan yang tidak baik pada pohon yang kurang subur, seperti : mengganggu, marah, membenci, mengeluh.
    • Beri kebebasan anak-anak untuk mengungkapkan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak