Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Tema: Dipanggil untuk merawat keutuhan ciptaan
Judul: Ibadah yang sejati
Bacaan: Yesaya 58:1-12
Ayat Hafalan: Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, (Yesaya 58:6)
Lagu Tema: Kidung Siwi no.16 “Aku Anak Tuhan”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yesaya sedang menghadapi konteks orang Israel yang mengadakan ritual ibadah tanpa spiritualitas. Ia diminta menyampaikan nubuatan kepada bangsa Israel. Tuhan tidak berkenan atas apa yang dilakukan bangsa Israel. Mereka melakukan semua ritual agama dengan baik, tetapi hati mereka jauh dari ketaatan kepada Tuhan dan Tuhan tidak berkenan dengan sikap hati yang demikian. Relasi dengan Tuhan bukan relasi formalitas semata. Ketaatan membutuhkan kesungguhan, ketulusan dan kekudusan yang diwujudkan dalam hidup sehari-hari.
Bukan Berpuasa yang dikehendaki oleh Tuhan, tetapi supaya mereka membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, supaya mereka memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya mereka memecah-mecah roti bagi orang yang lapar dan membawa ke rumah mereka orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila mereka melihat orang telanjang, supaya mereka memberi pakaian. Pada waktu itulah Tuhan berkenan kepada mereka dan luka mereka akan dipulihkan dengan segera, sebab kebenaran menjadi sikap hidup dan kemuliaan TUHAN akn menopang mereka. Pada waktu itulah jika mereka memanggil dan TUHAN akan menjawab, jika berteriak minta tolong maka Tuhan akan bertindak.
Refleksi Untuk Pamong
Pelayanan kepada anak-anak di GKJW banyak tantangannya. Kesungguhan motivasi pelayanan kita akan diuji di lapangan. Apakah kita sungguh-sungguh melayani karena kasih kepada Tuhan dan kepada anak-anak atau karena kita ingin eksistensi dan aktuaisasi diri? Tuhan melihat hati kita. Harusnya pelayanan kita karena kita ingin mendukung kehidupan jasmani dan rohani anak-anak GKJW bertumbuh dengan baik dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat mengerti bahwa berbagi, menolong sesama dan menjaga ciptaan membuat Tuhan bahagia
- Anak dapat melakukan tindakan sederhana sebagai wujud ibadah sejati, seperti berbagi makanan, membantu teman, atau merawat hewan peliharaan
Pendahuluan
Anak-anak mendengar bacaan Yesaya 58 ;1-12 dari video ini.
Inti Penyampaian
Anak-anak mari kita ulangi ayat 6, anak-anak mengikuti saya ya : “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk”. Sekali lagi ya : “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk”
Pintar sekali, anak-anak. Maksud dari ayat yang kita ulangi tadi adalah Tuhan senag kalau anak-anak tidak hanya rajin kebaktian saja tetapi juga mau melakukan yang hal-hal baik, seperti menolong teman, berbagi mainan dengan teman, berbagi makanan, dan rukun selalu ketika bermain dengan teman. Tuhan juga kita berlaku kepada binatang karena mereka juga adalah ciptaan Tuhan. Hewan peliharaan dan hewan liar harus dirawat dengan baik tidak boleh disakiti. Tumbuh-tumbuhan juga harus dirawat dengan disiram dan dipupuk.
Penerapan
Minggu lalu sudah disampaikan agar anak-anak membawa kue. Ayo sekarang kuenya kita keluarkan ya. Mari kita berbagi makanan dengan teman-teman. Tiap-tiap orang bisa memberikan makanannya kepada temannya. Wah anak-anak pintar sekali mau berbagi makanan dengan teman-temannya. Itulah yang membuat Tuhan bahagia jika melihat kita, yaitu kalau kita mau berbagi, mau rukun dan saling menolong satu sama lain. Sekarang mari menggambar wajah Tuhan yang tersenyum bahagia karena anak-anak semua adalah anak-anak yang luar biasa.
Aktivitas
Wajah Tuhan yang bahagia
Alat dan bahan:
- Kertas manila warna bebas dipotong bentuk hati tiap anak mendapat dua diameter 6 cm.
- Tusuk bakso ( seperti tusuk sate tapi tidak runcing terbuat dari bambu)
- Lem
- Crayon/ spidol/pensil warna
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Anak-anak diminta merekatkan dua hati kertas manila membungkus tusuk bakso di bagian atas, pastikan bagian bawah tusuk bakso anak-anak bisa memakainya untuk memegang. Di satu sisi minta anak-anak menggambar salib dan menuliskan nama mereka. Di sisi yang lain dari hati kertas manila minta anak-anak membuat wajah Tuhan yang tersenyum.
Maksud aktivitas ini anak-anak mengingat bahwa jika mereka berbuat baik kepada teman-teman dan makluk yang lain maka Tuhan berbahagia. Ditutup dengan menyanyi kidung Siwi no 16 “Aku Anak Tuhan”
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat mengerti bahwa berbagi, menolong sesama dan menjaga ciptaan membuat Tuhan bahagia;
- Anak dapat melakukan tindakan sederhana sebagai wujud ibadah sejati, seperti berbagi makanan, membantu teman, atau merawat hewan peliharaan
Pendahuluan
Anak-anak mendengar bacaan Yesaya 58 ;1-12 dari video ini.
Inti Penyampaian
Anak-anak mari kita ulangi ayat 6, anak-anak mengikuti saya ya : “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk”. Sekali lagi ya : “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk”
Pintar sekali, anak-anak. Maksud dari apa yang tadi kita ucapkan adalah Tuhan senang kalau anak-anak tidak hanya rajin kebaktian saja tetapi juga anak-anak mau melakukan yang baik, seperti menolong teman berbagi mainan dengan teman, berbagi makanan, dan rukun selalu ketika bermain dengan teman. Tuhan juga ingin kita berlaku baik kepada binatang dan tumbuhan karena mereka juga adalah ciptaan Tuhan. Hewan peliharaan dan hewan liar harus dirawat dengan baik tidak boleh disakiti. Tumbuh-tumbuhan juga harus dirawat dengan di siram dan dipupuk.
Penerapan
Minggu lalu sudah disampaikan agar anak-anak membawa kue. Ayo sekarang kuenya kita keluarkan ya. Mari kita berbagi makanan dengan teman-teman. Tiap-tiap orang bisa memberikan makanannya kepada temannya. Wah anak-anak pintar sekali mau berbagi makanan dengan teman-teman. Itulah yang membuat Tuhan bahagia jika melihat kita, yaitu kalau kita mau berbagi, mau rukun dan saling menolong satu sama lain. Sekarang mari menggambar wajah Tuhan yang tersenyum bahagia karena anak-anak semua adalah anak-anak yang luar biasa.
Aktivitas
Wajah Tuhan yang bahagia
Alat dan bahan :
- Kertas manila warna bebas dipotong bentuk hati tiap anak mendapat dua diameter 6cm.
- Tusuk bakso ( seperti tusuk sate tapi tidak runcing terbuat dari bambu)
- Lem
- Crayon/ spidol/pensil warna
Anak-anak diminta merekatkan dua hati kertas manila membungkus tusuk bakso di bagian atas, pastikan bagian bawah tusuk bakso anak-anak bisa memakainya untuk memegang. Di satu sisi minta anak-anak menggambar salib dan menuliskan nama mereka. Di sisi yang lain dari hati kertas manila minta anak-anak membuat wajah Tuhan yang tersenyum.
Maksud aktivitas ini anak-anak mengingat bahwa jika mereka berbuat baik kepada teman-teman dan makluk yang lain maka Tuhan berbahagia. Ditutup dengan menyanyi kidung Siwi no 16 “Aku Anak Tuhan”
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menjelaskan bentuk ibadah palsu dan perintah untuk hidup benar sesuai dengan isi Yesaya 58:1-12;
- Anak dapat menjelaskan bahwa ibadah sejati mencakup keadilan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan;
- Anak dapat membuat proyek sosial atau kampanye lingkungan berdasarkan semangat Yesaya 58, seperti video edukasi, aksi bersih-bersih, poster dan lain sebagainya
Pendahuluan
Anak-anak mendengar bacaan Yesaya 58 ;1-12 dari video ini.
Inti Penyampaian
Anak-anak mari kita ulangi ayat 6, anak-anak mengikuti saya ya : “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk”. Sekali lagi ya : “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk”
Adakah yang mengerti maksud ayat 6 tadi? Wah luar biasa benar sekali. Tuhan menghendaki kita semua beribadah dengan cara yang benar. Tuhan tidak senang kepada bangsa Israel yang beribadah dengan kepalsuan. Mereka berpuasa memuji Tuhan tetapi sekaligus juga melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan.Tuhan tidak berkenan dengan hal ini.
Penerapan
Sekarang anak-anak dibagi dua ya, yang satu adalah kelompok yang menjelaskan ibadah yang penuh kepalsuan itu bagaimana menurut yesaya 58:1-12. Kelompok yang satu lagi menjelaskan ibadah yang benar menurut Yesaya 58 :1-12 itu yang bagaiamana ?
Luar biasa kalian semua. Benar bahwa ibadah yang yang penuh kepalsuan itu adalah ketika mereka beribadah, berdoa, melakukan hukum Tuhan, berpuasa tetapi mereka bersikap tidak adil kepada budak mereka dan mereka suka berkelahi dan berbantah-bantahan dengan orang lain. Sedangkan ibadah yang benar adalah datang kepada Tuhan, berdoa, berpuasa dengan tetap memperhatikan orang lain yang menderita dan membutuhkan bantuan kita. Tidak hanya itu saja. Kita juga harus peduli kepda tumbuhan, hewan dan lingkungan tempat hidup kita harus dijaga dan dirawat dengan baik. Kalian juga harus menjaga agar kehidupan damai dapat terjadi di sekitar kalian berada. Jika ada teman-teman kalian yang dirudung maka kalian harus membela dan mencegah sikap perudungan terjadi. Sekarang masing-masing kelompok silahkan membuat poster yang bisa mendorong siapapun untuk berbuat baik kepada manusia dan ciptaan yang lain.
Aktivitas
Membuat poster yang bisa mendorong siapapun untuk berbuat baik atau mencegah pelanggaran hak-hak azasi kepada manusia dan ciptaan yang lain.
Alat dan bahan :
- 2 kertas manila untuk 2 kelompok
- Crayon, pensil warna, spidol dll
Setelah seleai anak-anak diminta mempresentasikannya di depan kelas arti dari poster mereka. Ditutup dengan menyanyi kidung Siwi no 16 “Aku Anak Tuhan”