Kebangkitan Kristus Menginspirasi Perbuatan Baik Tuntunan Ibadah Minggu Paskah 9 April 2023 untuk Anak

27 March 2023

Tahun Gerejawi: Paskah
Tema: Paskah
Judul: Kebangkitan Kristus Menginspirasi Perbuatan Baik

Bacaan: Matius 28 : 1-10
Ayat Hafalan: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13)

Lagu Tema:  Kasih Yesus Manis Dan Indah

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Diluar iman Kristen, banyak sekali pertanyaan tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Apakah Yesus benar-benar mati? Apakah benar Ia sudah bangkit? Kenapa Yesus bangkit?

Mari kita mundur sejenak kepada perikop-perikop sebelumnya (dapat juga membaca tema yang sama dalam keempat kitab Injil).

Adalah Yusuf dari Arimatea, dia seorang pemuka agama namun berbeda dengan pemuka agama lain yang menyudutkan Yesus, ia memilih percaya dengan ajaran Tuhan Yesus. Malam hari setelah kematian Yesus, dia memberanikan diri menghadap Pontius Pilatus untuk mendapatkan ijin menguburkan Jenazah Yesus. Setelah memberikan surat ijin dari Pilatus kepada prajurit yang sedang berjaga di lokasi penyaliban, ia menurunkan tubuh Yesus dari kayu salib. Ia juga membersihkan dan meminyaki tubuh Yesus dengan rempah wangi dan mengapaniNya dengan kain lenan. Ia ingin memberikan penghormatan terakhir kepada gurunya dengan menguburkan Yesus di kuburan miliknya tak jauh dari situ, sebuah goa dengan pintu besar dari batu.

Kepala dan orang-orang Farisi memberitahu Pilatus tentang beberapa pernyataan Yesus saat Ia masih hidup tentang ‘Bangkit Di Hari ketiga’. Mereka mengusulkan kepada Pilatus untuk memasang penjaga di kuburan Yesus, sebab kemungkinan besar, mayat Yesus akan di curi oleh para pengikutnya. Bukan hanya penjaga, kubur itupun bermeterai.

Minggu pagi saat masih gelap, Maria dan perempuan-perempuan lainnya juga berinisiatif meminyaki tubuh Yesus dengan rempah wangi. Di jalan mereka sempat berdebat tentang siapa yang akan membuka pintu goa yang besar dan sulit dipindahkan. Betapa terkejutnya mereka ketika terjadi gempa berkekuatan besar dan dapat menggulingkan batu besar yang menutup pintu gua.

Namun mereka bertemu dengan sosok bersinar yang memberitahukan bahwa Yesus telah bangkit dari kematianNya.

Yusuf dari Arimatea sebenarnya bukan golongan pengikut Yesus yang setiap hari ada disampingnya, namun apa yang dilakukannya kurang lebih sama dengan pengikut-pengikut terdekatnya. Keduanya  memiliki kesetiaan yang sama kepada orang yang mereka hormati dan sayangi. Keduanya yakin, Yesus selama hidupnya adalah orang baik, semua kebaikanNya patut dibalas dengan kebaikan pula.  Yesus berhasil menginspirasi orang lain untuk berbuat baik.

Refleksi untuk Pamong
Kebangkitan Yesus adalah salah satu kebenaran utama dalam Injil. Mengapa kebangkitan Yesus penting bagi mereka yang percaya kepadaNya?

Kebangkitan itulah yang membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah. Kebangkitan Yesus ini yang membutikan bahwa kematian Yesus untuk menebus dosa manusia. Kebangkitan itulah yang membuktikan kebenaran Alkitab. Kebangkitan Kristus mendasari karunia Roh Kudus dan pemberian hidup kekal. Kebangkitan itu memungkinkan tersedianya kehadiran Kristus serta kuasaNya atas dosa dalam pengalaman hidup sehari-hari kita.

Masihkah ada di antara kita pamong anak yang ragu dengan kebangkitanNya? Percaya dengan penuh akan kebangkitanNya akan mendasari semangat kita berkabar injil kepada anak-anak. Dari kitalah bibit percaya didapatkan mereka. Apa yang kita ajarkan akan terbawa hingga mereka dewasa kelak. Cerminan percaya mereka adalah cerminan percaya pamong. Betapa besarnya amanat yang kita emban, tanpa keyakinan yang juga besar, tidak mungkin kita dapat mewujudkannya. Mari bersama menguatkan, antar sesama pamong. Perjuangan berkabar injil kepada anak adalah perjuangan kita bersama.

Semoga kasih dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap bangkit, tidak kehilangan harapan dalam masa-masa yang sulit sekalipun. Semoga kebangkitanNya menginspirasi kita untuk setia dalam berbuat baik.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kebangkitan  TuhanYesus.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar di bawah ini:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa kabar kalian hari ini? Saya yakin kalian dalam keadaan baik-baik saja. Yuk…sebelum kita mendengarkan firman Tuhan, saya mengajak kalian untuk bernyanyi: Kasih Yesus Manis Dan Indah

Dari lagu ini kita akan belajar bahwa kasih Yesus itu manis dan sangat indah, itu juga yang akan diceritakan kepada kita dari Firman Tuhan Hari ini. Yuk…duduk yang tenang dan nyaman agar kita dapat mendengarkan firman Tuhan dengan baik.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Huhuhu, murid-murid sangat kehilangan dengan meninggalnya Yesus ya. Tapi pagi ini mereka tidak mau hanya menangis saja, mereka ingin berkunjung ke makam Yesus. Mereka mau meminyaki tubuh Yesus supaya Yesus berbau harum.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Lah lah, tiba-tiba terjadi gempa bumi dahsyat. Pintu gua yang terbuat dari batu besar sampai terguling karenanya. Oh, siapa orang yang bersinar itu? Para tentara yang menjaga kubur,  ketakutan dan berlari pergi.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Tapi kepada para perempuan Ia berkata: Yesus yang kalian cari sudah bangkit, segera beritakan kepada para murid bahwa Ia sudah bangkit!

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Yesus sungguh bangkit dan menemui para murid dan berkata kepada mereka: “Salam bagimu, Jangan takut, Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,   supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Kemarin Yesus disalibkan lalu meninggal. Murid-murid dan para pengikut sedihnya luar biasa. Guru yang sangat mereka cintai sudah tidak ada lagi, mereka tidak bisa bertemu lagi. Jadi murid-murid pergi ke kubur Yesus. Anak-anak pernah melakukannya kan? pergi ke makam ke orang yang kita cintai. Sedih sekali ditinggal orang yang kita sayang. Biasanya kita kesana membawa bunga dan berdoa, sama seperti yang dilakukan murid-murid ini.

Lho kok kuburnya terbuka? Kata malaikat, Yesus hidup lagi? Wah senangnya!!! Tentu kita gembira kalau bisa bertemu dengan orang yang kita sayangi. Bisa bermain Bersama-sama lagi kan?

Sama seperti murid-murid Yesus yang mengabarkan bahwa Yesus sudah bangkit, ayo anak-anak ceritakan juga, ceritakan kepada teman-temanmu sekarang. Anak-anak silahkan berdiri, lihatlah teman disampingmu, berjabat tangan ya, katakan padanya: Yesus sudah bangkit!

Aktivitas


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:  Anak dapat menceritakan kembali kisah kebangkitan  Tuhan Yesus.

Alat Peraga
Agar menarik, siapkan kardus bekas makanan yang punya sisi sama panjang dan lebar, jikalau ada siapkan yang berbentuk kubus, lalu cetaklah gambar pada alat peraga dan tempelkan tiap gambar pada tiap sisinya. Pada sisi yang kosong buatlah gambar lain dengan menggunakan spidol. Pamong bebas menggambarnya, bisa menggambar emoticon tertawa.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Apa kabarnya hari ini? Saya senang semuanya gembira dan penuh semangat hari ini. Coba tebak, kotak raksasa ini apa?Gambarnya bagus dan berwarna-warni ya?Kita mendengarkan cerita Alkitab sambil bermain yuk!

Inti Penyampaian
Pamong menggunakan kotak kardus bergambar sesuai urutan angka.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Huhuhu, murid-murid sangat kehilangan dengan meninggalnya Yesus ya. Tapi pagi ini mereka tidak mau hanya menangis saja, mereka ingin berkunjung ke makam Yesus. Mereka mau meminyaki tubuh Yesus supaya Yesus berbau harum.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Lah lah, tiba-tiba terjadi gempa bumi dahsyat. Pintu gua yang terbuat dari batu besar sampai terguling karenanya. Oh, siapa orang yang bersinar itu? Para tentara yang menjaga kubur, ketakutan dan berlari pergi.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Tapi kepada para perempuan Ia berkata: Yesus yang kalian cari sudah bangkit, segera beritakan kepada para murid bahwa Ia sudah bangkit!

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Yesus sungguh bangkit dan menemui para murid dan berkata kepada mereka: “Salam bagimu, Jangan takut, Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,   supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Tentu semua pandai mengingat bagaimana kejadian Yesus bangkit bukan? Betapa senangnya mereka mengetahui Yesus yang mereka cintai itu bangkit atau hidup kembali. Ternyata semua ucapan guru terbukti. Gurunya pernah berkata bahwa anak manusia akan bangkit pada hari ketiga, itupun terjadi. Tidak usah ragu lagi, Yesus memang Juru Selamat.

Bagaimana dengan kita anak-anak? Kita juga sama seperti para murid, mengaku percaya berarti juga menjalankan perintahNya ya. Mulai sekarang kita harus menjadi anak baik yang bisa dijadikan contoh. Tidak ada lagi malas bangun pagi, tidak ada lagi bertengkar atau berkelahi dengan teman, tidak ada lagi mencontek saat ulangan. Yesus sudah bangkit, kita pun juga!

Aktivitas
Minta anak yang bergiliran maju kedepan untuk menggulingkan kardus bergambar tersebut. Gambar mana yang posisinya menghadap keatas, minta anak bercerita kejadian pada gambar tersebut. Lanjutkan untuk gambar yang lainnya, kalau gambar yang menghadap keatas sama dengan gambar terpilih sebelumnya, tidak mengapa. Ulangi hingga semua anak mencoba pengalaman ‘bercerita kembali’ tersebut.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan reaksi para perempuan dan para  murid  ketika  Tuhan  Yesus bangkit.
  2. Anak dapat menyebutkan contoh-contoh perbuatan baik sebagai orang yang telah ditebus oleh Yesus.

Alat Peraga: Gambar pada alat peraga balita

Pendahuluan
Selamat pagi, anak-anak yang dikasihi Tuhan, sungguh baik penyertaaan Tuhan kepada kita. Hari ini kita bisa berkumpul Bersama disini, semuanya sehat dan gembira. Setelah Yesus wafat, ada yang menggembirakan rupanya, kabarnya Yesus sudah bangkit! Betul tidak ya beritanya?

Inti Penyampaian
(Tanpa bercerita terlebih dahulu, uji coba 1 atau 2 anak, biarkan mereka menebak apa dan siapa pada gambar tersebut)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, cerita Yesus yang bangkit  ini rasanya kerap kita dengar ya. Bagaimana kalau kita main tebak-tebakan lebih dahulu? Silahkan menebak gambar ini, siapa dan bagaimana kejadiannya.

Wah, luar biasa. Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah buat yang sudah mau mencoba menebak cerita.

Pamong mengulangi bercerita rangkaian peristiwa yang terjadi pada alat peraga balita.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Sungguh senang mendengar Yesus sudah bangkit. Tidak ada kesedihan lagi. Mereka senang karena akhirnya ajaran Yesus terbukti benar. Mereka tidak salah mempercayai Yesus selama ini.

Yang kaget pertama kali memang para perempuan ya. Sudah bersiap dari rumah, membawa rempah wangi untuk meminyaki tubuh Yesus. Merawat gurunya yang sudah meninggal itu adalah cara para murid menghormati gurunya. Lho ternyata guanya sudah kosong. Bagaimana ini, apa yang harus dilakukan?

Malaikat memberitahu kalau gurunya sudah bangkit dari kematian. Lalu apalagi yang harus dilakukan setelah itu. Ya, benar! Diceritakan kepada semua orang. Orang lain perlu mendengar bahwa Yesus telah bangkit. Nah, inilah tugas kita sekarang, memberitakan kabar baik bahwa Yesus sudah bangkit. Mulailah dari rumah sendiri. Mulailah menjadi anak yang penurut kepada orangtua, menjadi kakak yang baik dan bijaksana. Kalau sudah benar, barulah melakukan perbuatan baik diluar rumah. Berikan kebaikan kepada tetangga, teman sekelas atau sekolah, siapapun dapat melihat bahwa kita bisa menjadi murid Yesus yang sama baiknya.

Aktivitas
Mintalah anak-anak mengambil posisi melingkar. Buat ketentuan untuk setiap anak bercerita tentang peristiwa kebangkitan Yesus dari sejak para murid perempuan memutuskan pergi ke makam Yesus hingga apa tugas murid Yesus setelah mengetahui Yesus sudah bangkit.  Setiap anak menyebutkan peristiwa dengan hanya 2 kata, kesempatan tiap anak untuk menyebutkannya hanya 2 detik. Jawaban salah atau tidak nyambung akan membuatnya gugur dan keluar dari lingkaran. Berikan reward untuk anak-anak yang bertahan paling akhir.

Contoh:

  • Anak pertama menyebutkan: para perempuan
  • Anak kedua melanjutkan: pergi ke
  • Anak ketiga melanjutkan: gua batu
  • Anak keempat melanjutkan: sambil membawa
  • dst …

Renungan Harian

Renungan Harian Anak