Penyaliban dan Kematian Yesus Tuntunan Ibadah Jumat Agung 7 April 2023 untuk Anak

27 March 2023

Tahun Gerejawi: Jumat Agung
Tema: Jumat Agung
Judul: Penyaliban Dan Kematian Yesus

Bacaan: Yohanes 19:16b-37
Ayat Hafalan: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 9:10)

Lagu Tema: Ing Golgota, Kidung Ria no 125

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Rangkaian penderitaan Yesus ini dikisahkan dalam 3 perikop: Yesus Disalibkan, Yesus Mati dan Lambung Yesus Ditikam. Kenapa hal ini dikisahkan, adalah agar kita dapat mengerti bagaimana dan apa yang menjadi keputusan-keputusan Yesus atas diriNya dan orang lain.

Fakta pada perikop pertama. (mundur sejenak pada ayat-ayat sebelumnya) Ajaran Yesus mudah diterima sehingga pengikutnya bertambah banyak, orang Farisi dan Ahli agama mulai mendengki karenanya. Mereka tidak punya kuasa untuk menghukum Yesus sehingga membawaNya kepada Pontius Pilatus.  Pilatus adalah gubernur di wilayah kekaisaran Romawi. Walaupun Pilatus sempat ragu dan menghendaki kebebasan Yesus, golongan yang kontra Yesus itu menegaskan bahwa,”Jikalau engkau membebaskan dia, engkau bukanlah sahabat kaisar, setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan kaisar”(ayat 12).  Maka pada perikop ini, Yesus diputuskan untuk dihukum salib,  diatasnya diberikan tulisan: Yesus orang Nasaret, raja orang Yahudi. Tujuannya adalah agar semua orang yang menyaksikan penyaliban Yesus bisa membaca, bahwa inilah yang menjadi alasan kenapa Yesus mendapatkan hukuman. Tidak boleh ada raja lain diwilayah Roma selain kaisar. Jadi jelas, Yesus dianggap sebagai pemberontak pemerintahan saat itu.

Sama artinya dengan, jika kamu memberontak maka kamu akan dibunuh. Kematianmu akan menjadi peringatan bagi orang lain yang menginginkan hal serupa dan dapat meredam pemberontakan lain. Hukuman penyaliban dilakukan dengan cara memakukan seseorang pada sebuah kayu sehingga mati secara perlahan-lahan.

Masih pada fakta di perikop pertama Pada ayat 26, kita dapat memperhatikan bagaimana Yesus yang adalah Allah tetaplah seseorang yang menempatkan dirinya sebagai putra seorang ibu. Dia kuatir dengan nasib ibuNya, bagaimana sepeninggalNya nanti? Yesus yang menderita menjelang kematianNya, masih sempat menugaskan muridnya untuk memperhatikan ibunya.

Fakta pada perikop kedua. Yesus mengatakan bahwa dirinya haus. Berjam-jam Yesus tidak makan atau minum sampai ketika ia mendapat anggur asam sebagai respon atas dahagaNya. Dalam tradisi Romawi, anggur asam biasa diminum para pekerja atau tentara untuk menghilangkan dahaga. Anggur yang diminumnya bukan jenis anggur yang dimaksudkan sebagai minuman yang dapat menghilangkan rasa sakit akibat penyiksaan terhadap diriNya. Ini dapat dimaknai bahwa Yesus menerima perlakuan yang dialaminya.

Fakta pada perikop ketiga, Orang-orang lain yang dieksekusi bersama Yesus masih hidup dan karena itu kaki mereka dipatahkan untuk mempercepat kematian mereka. Kalau Yesus mati, itu adalah akibat dari perlakuan buruk yang diterima pada beberapa jam sebelumnya. Tetapi untuk memastikan, ia ditusuk dengan tombak, tentu saja untuk membuat Yesus segera wafat.

Penyaliban dan kematian Yesus mejadi inti dan dasar dari penebusan yang direncanakan Allah. Yesus yang tidak pernah berdosa mati menggantikan manusia yang penuh dosa. Melalui penyalibanNya, hukuman atas dosa, telah diterima dan dialami oleh Yesus. Manusia yang diselamatkan dapat berbalik arah kepada Allah dalam pertobatan dan iman untuk menerima pengampunan dan hidup kekal.

Refleksi untuk Pamong
Didalam kehidupan sehari-hari seringkali kita meragukan penyertaan Tuhan. Kebutuhan ekonomi dan permasalahah rumahtangga sering membuat kita menyerah dan lupa bagaimana berserah. Mari kita mengingat bagaimana Yesus yang tengah berdoa di taman Getsemani. Walaupun misi penyelamatan berada seutuhnya dalam kendaliNya (karena Dialah Allah sendiri), tetap juga Yesus merasakan takut yang luar biasa. Rasa takut juga terlihat dalam butir-butir darah dalam airmata Yesus.

Yesus yang ilahi pun merasakan takut yang amat sangat, apalagi kita. Yesus memantapkan diri didalam doa yang diulang hingga tiga kali.

Walaupun kita adalah pamong yang setiap saat mewartakan kebaikan Yesus baik dalam perkataan maupun tindakan, bukan berarti masalah tidak menghampiri kita. Tuhan sedih dan takut luar biasa lalu memutuskan berdoa semestinya kita juga. Tuhan menyerahkan, sebaiknya kita juga. Tuhan saja yang mengetahui segala sesuatu dan tidak memerlukan logika untuk menyerahkan  semuanya terjadi sesuai kehendakNya. Bagaimana dengan kita, apakah kita mengimani semua penyertaan Tuhan? Berbahagialah kita yang tidak melihat namun percaya.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah  penyaliban dan kematian Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia:

Alat Peraga
Pamong menyiapkan alat peraga di bawah ini:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita mau mendengar tentang Tuhan Yesus yang sangat sayang kepada kita semua. Bagaimana bisa? Apa buktinya? Yuk, kita mendengar cerita ini.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Para imam kepala yang sudah sejak lama iri kepada Yesus merasa senang akhirnya bisa menangkap Yesus. Tapi sayang mereka tidak bisa menghukumNya, satu-satunya yang bisa menghukum ya pemerintah Romawi. Mereka mendesak gubernur Roma yaitu Pilatus untuk menghukum Yesus. Kalau orang ini tidak dihukum, berarti kamu melawan kaisar, begitu bujuk mereka. Akhirnya Pilatus memutuskan Yesus disalib, sesuai usulan mereka.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Yesus dipakukan ke kayu, yaitu pada kedua tangan dan kakinya. Sungguh menyakitkan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Para prajurit merobek baju Yesus, kemudian membaginya dengan cara di undi.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Yesus memang sangat menderita ketika disalib, tetapi tidak jauh dari sana ada ibunya berdiri Bersama perempuan-perempuan lainnya. Segera Yesus mengutus salah seorang murid agar merawat ibunya.

(Pamong menunjukkan gambar 5)

Setelah minum anggur asam, Yesus pun menyerahkan nyawanya. Namun prajurit itu kuatir Yesus belum meninggal, jadi ditusuknya tubuh Yesus dengan tombak.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Tuhan itu baik hati, Ia suka menolong dan menyelamatkan banyak orang termasuk anak-anak dan kakak pamong. Ia rela dipukuli dan disalib agar kita selamat dan memperoleh kebahagiaan. Apakah anak-anak pernah melihat gambar Tuhan Yesus disalib sebelumnya? Iya, Tuhan Yesus sangat menderita. Ia rela mati demi kita. Kalau kita mau membalas kebaikan Yesus bagaimana caranya? Caranya adalah dengan percaya dan menerima Yesus dalam hati kita. Kita harus menjadi anak-anak yang gembira dan selalu berbuat baik kepada teman.

Bagaimana? Yuk, kita berjanji Bersama-sama, kita ucapkan kata-kata ini:
Tuhan Yesus trimakasih sudah menyelamatkan kami, kami berjanji menjadi anak-anak yang baik, tidak nakal dan selalu gembira. Amin. (kata demi kata diucapkan berjarak agar anak dapat mengikuti pamong)

Aktiivitas
Mewarnai gambar berikut ini:

Lagu Tema: Yesus Disalib


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah  penyaliban dan kematian Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan alat peraga yang terdapat di jenjang BALITA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan, bagaimana kabarnya hari ini? Anak-anak semua sehat dan gembira, bukan? Puji Tuhan, kita semua sehat dan gembira seperti ini karena Tuhan selalu menyertai. Hari ini kita mau mendengar cerita tentang Tuhan Yesus dan pengorbananNya. Cerita yang mana lagi itu? Ayo kita siapkan sikap yang baik saat mendengar kisah Tuhan hari ini. Silahkan anak-anak duduk yang tenang dan menyimak.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Para imam kepala yang sudah sejak lama iri kepada Yesus merasa senang akhirnya bisa menangkap Yesus. Tapi sayang mereka tidak bisa menghukumNya, satu-satunya yang bisa menghukum ya pemerintah Romawi. Mereka mendesak gubernur Roma yaitu Pilatus untuk menghukum Yesus. Kalau orang ini tidak dihukum, berarti kamu melawan kaisar, begitu bujuk mereka. Akhirnya Pilatus memutuskan Yesus disalib, sesuai usulan mereka.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Yesus dipakukan ke kayu, yaitu pada kedua tangan dan kakinya. Sungguh menyakitkan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Para prajurit merobek baju Yesus, kemudian membaginya dengan cara di undi.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Yesus memang sangat menderita ketika disalib, tetapi tidak jauh dari sana ada ibunya berdiri Bersama perempuan-perempuan lainnya. Segera Yesus mengutus salah seorang murid agar merawat ibunya.

(Pamong menunjukkan gambar 5)

Setelah minum anggur asam, Yesus pun menyerahkan nyawanya. Namun prajurit itu kuatir Yesus belum meninggal, jadi ditusuknya tubuh Yesus dengan tombak.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Para pemuka agama dan imam kepala ini memang sudah sejak lama iri kepada Yesus. Kok yang mengikuti Yesus makin banyak ya? Kenapa orang-orang yang percaya kepada Yesus semakin bertambah? Bisa berbahaya kalau dibiarkan berlama-lama. Semua orang pasti mengikuti ajaran Yesus, begitu pikir pemuka agama.  Mereka melakukan banyak cara termasuk membujuk Yudas salah satu muridnya agar mau menyerahkan Yesus, tentu dengan imbalan uang. Akhirnya Yesus ditangkap dan diadili. Tapi Yesus ini harus dihukum, itulah kenapa mereka membawa Yesus kepada Pilatus. Salibkan Dia! Begitu kata orang banyak.

Pilatus pun menjatuhi hukuman mati kepada Yesus. Ia diisalib dan disiksa. Ia dimahkotai duri, dan pakaiannya dirobek. Setelah menyerahkan nyawaNya, Yesus juga masih ditusuk dengan tombak.

Betapa menderitanya Yesus pada cerita di atas. Yesus tahu sejak mula kalau kedatangannya adalah untuk menyelamatkan hidup manusia. Yesus harus mati disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, itulah kisah kita hari ini. Semoga kita semua tetap menjadi anak-anak yang percaya dan taat kepada Tuhan. Agar pengorbanan Yesus di kayu salib tidak sia-sia belaka.

Aktivitas
Lomba menulis puisi dengan tema”Penyaliban Dan Kematian Tuhan Yesus”. Berikan hadiah yang bermanfaat jika diperlukan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menyebutkan tindakan para prajurit pada peristiwa penyaliban dan kematian Tuhan Yesus.
  2. Anak dapat menyadari penderitaan Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia
  3. Anak dapat melatih diri untuk menjaga dirinya hidup benar di hadapan Allah sebagai ucapan syukur atas pengorbanan Yesus di kayu salib.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Para imam kepala yang sudah sejak lama iri kepada Yesus merasa senang akhirnya bisa menangkap Yesus. Tapi sayang mereka tidak bisa menghukumNya, satu-satunya yang bisa menghukum ya pemerintah Romawi. Mereka mendesak gubernur Roma yaitu Pilatus untuk menghukum Yesus. Kalau orang ini tidak dihukum, berarti kamu melawan kaisar, begitu bujuk mereka. Akhirnya Pilatus memutuskan Yesus disalib, sesuai usulan mereka.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Yesus dipakukan ke kayu, yaitu pada kedua tangan dan kakinya. Sungguh menyakitkan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Para prajurit merobek baju Yesus, kemudian membaginya dengan cara di undi.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Yesus memang sangat menderita ketika disalib, tetapi tidak jauh dari sana ada ibunya berdiri Bersama perempuan-perempuan lainnya. Segera Yesus mengutus salah seorang murid agar merawat ibunya.

(Pamong menunjukkan gambar 5)

Setelah minum anggur asam, Yesus pun menyerahkan nyawanya. Namun prajurit itu kuatir Yesus belum meninggal, jadi ditusuknya tubuh Yesus dengan tombak.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Masih ingat cerita hari minggu lalu kan? minggu lalu kita mendengar tentang betapa Yesus dielu-elukan oleh penduduk Yerusalem. Yesus begitu dipuja dan ditunggu kedatangannya. Orang menyambut Yesus dengan daun palem seolah Yesus pahlawan yang memberi kemenangan. Datang menunggang keledai, mereka berseru “Hosana bagi sang raja!”

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, hanya beberapa hari kemudian ketika perasaan bangga dan gembira yang dimiliki penduduk Yerusalem berubah menjadi benci kepada Yesus. Dimulai dengan penangkapan Yesus oleh prajurit di taman Getsemani. Walaupun Yesus terkenal tapi penampilannya tidak jauh berbeda dengan murid-muridnya. Memakai jubah yang Panjang, rambut dan jenggot yang juga Panjang, hampir mirip dengan para pengikutnya.

Siapa lagi yang bisa mengenali kalau bukan Yudas, muridnya yang setiap hari berkumpul. Mereka datang Bersama Yudas, kalau Yudas sudah memberi kode sebuah ciuman kepada salah satu diantaranya, ia lah orangnya yang harus ditangkap.

Iya, minggu lalu Yesus dipuja-puja sekarang disia-siakan. Ia diadili dan semua orang bersepakat untuk memberiNya hukuman. Semuanya berbalik membenci Yesus. Dalam perjalanan salib, tidak sedikit orang yang ikut menyiksa dan menghina Yesus. Sampai di bukit golgota pun, penderitaannya berlanjut. Ia disiksa dan dikenakan mahkota duri.

Pernahkah anak-anak dipukuli atau dipaksa mengakui kesalahan yang bukan kesalahannya?suatu ketika ada barang hilang, dan anak-anak yang dituduh mencurinya? Cobalah membayangkan bagaimana perasaan anak-anak ketika itu? Bagaimana sakit dan sedihnya hati kita?

Saat itu Yesus memang sedih tapi bukannya menolak hukuman, Ia malah menerima dengan rela hati. Bukan hanya hati yang sakit, tapi juga tubuh yang disiksa terasa sakit. Luka-luka di tubuh Yesus juga mengakibatkan perdarahan yang luar biasa sampai akhirnya Yesus meninggal dunia.

Yesus menderita dan meninggal dunia demi menyelamatkan kita dari dosa. Sudahkah anak-anak mengerti tentang pengorbanan Yesus ini? Tanpa pengorbanan Yesus, kita akan tetap menjadi manusia yang berdosa. FirmanNya selalu mengatakan bahwa upah dosa ialah maut. Yesus mau menghadapi maut demi kita. Sebagai gantinya, Tuhan ingin kita bertobat, meninggalkan kebiasaan lama. Kalau dulu kita anak-anak yang suka dengan kenakalan, sekarang saaatnya merubah diri  menjadi anak yang penurut, ramah, suka membantu teman dan tidak iri hati.

Banyak-banyak berbuat baik walaupun itu perbuatan yang sepele atau sederhana ya. Menjadi anak yang baik adalah wujud syukur dan terima kasih kita atas pengorbanan Yesus di kayu salib. Tuhan Yesus selalu memberkati kita, amin.

Aktivitas
Buatlah formasi melingkar atau anak-anak tetap di posisinya bebas asalkan tidak 2 baris, agar mudah diamati. Pamong menjelaskan bahwa akan bermain: sebutkan cara-cara hidup benar. Cara hidup benar itu diucapkan dalam 1-2 kata tidak boleh lebih. Setiap anak menyebutkan hal berbeda, jika sama dengan sebelumnya dinyatakan gugur. Anak yang bertahan paling akhir adalah juaranya. Jika dipandang perlu, pamong menyediakan hadiah sederhana namun berkesan. Contoh cara hidup benar: berkata sopan.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak