Tergerak Pancaran Air Hidup 14 Juni 2026

14 June 2026

Bacaan: Matius 9 : 35 – 10 : 8  |  Pujian: KJ. 415
Nats: Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (10:6)

Di dalam bacaan Injil Matius 9:35-10:8, Yesus menjelaskan kondisi umat Israel yang lelah dan terlantar seperti domba yang hilang. Kata lelah bisa diartikan merasa khawatir, tersiksa, bingung, mengalami penderitaan, dan kesusahan. Semua itu diakibatkan oleh penindasan Romawi. Kata lelah dan terlantar ingin menggambarkan posisi umat Tuhan yang seperti orang terluka, yang membutuhkan pertolongan tetapi dibiarkan dan tidak ditolong. Pada ayat 36 disebutkan, “Melihat semuanya itu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.” Artinya Yesus merasakan penderitaan yang dialami umat dan merasakannya sebagai sengsara-Nya sendiri. Belas kasihan-Nya akan kesengsaraan umat manusia inilah yang membawa-Nya ke kayu salib. Kata belas kasihan disini berarti rasa yang digerakkan dari hati, tahu, dan mengerti keadaan orang lain. Ini adalah emosi seseorang yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain, perasaan iba melihat orang lain menderita. Belas kasihan itu lebih kuat daripada empati karena menimbulkan sebuah tindakan aktif untuk meringankan penderitaan orang lain, ya tergerak. Inilah hati Yesus!

Sebagai umat Tuhan dan para pelayan di gereja, apakah kita memiliki hati yang tergerak untuk berbelas kasihan seperti yang Yesus teladankan? Bagaimana respons kita ketika melihat umat yang lelah dan terlantar? Apakah kita sebagai gereja dapat mencerminkan dan mewujudkan ‘belas kasihan’ Yesus kepada yang menderita? Dari Matius 10:1 kita mendapati bahwa Yesus memanggil kedua belas murid. Hal ini berarti Yesus telah melakukan sebuah proses pemuridan yang tidak langsung jadi, tetapi membutuhkan proses dan waktu. Ia menghendaki “murid” dengan kualitas sebagai berikut:

  1. Murid yang setia dalam situasi apapun.
  2. Murid yang selalu mengingat, memahami, dan melakukan apa yang dikatakan oleh Yesus.
  3. Murid yang selalu belajar dan meneladani-Nya.
  4. Murid yang memiliki karakter Kristus.

Sebagai orang yang menjadi pengikut Kristus, proses tergerak seperti apakah yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita? Mari kita menjadi murid yang dikehendaki Tuhan Yesus, kita menjadi murid yang berkualitas dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin. [Zere].

“Sifat unggul yang dihasilkan Roh Allah adalah kasih yang tergerak dan menggerakkan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak