Pembebasan Tuhan yang Ajaib Tuntunan Ibadah Anak 16 April 2023

3 April 2023

Tahun Gerejawi: Paskah 2
Tema: Berkah Keselamatan
Judul: Pembebasan Tuhan Yang Ajaib

Bacaan: Keluaran 14:1-31
Ayat Hafalan:Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku, Ia allahku, kupuji Dia” (Keluaran 15:2)

Lagu Tema: Hanya Dekat Allah Saja Aku Tenang

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Paskah yang baru saja kita rayakan sebenarnya telah dirayakan ribuan tahun yang lalu oleh umat yang percaya. Mereka merayakan pembebasan bangsa Israel Keluar dari tanah Mesir, setelah menjadi budak selama lebih dari 400 tahun lamanya. Tuhan menunjuk Musa sebagai pemimpin. Tadinya Musa memperingatkan Firaun agar membebaskan Israel, namun ditolak. Setelah penolakan itu, Tuhan menurunkan tulah sebagai hukuman kepada bangsa Mesir. Firaun melunak dan mengijinkan Israel bebas yang kemudian ditarik lagi setelah tahu tulah berakhir. Hingga datanglah tulah kesepuluh, terbunuhnya anak sulung yang membuat Firaun menyadari penuh bahwa Tuhan tidak bisa dilawan.

Walaupun demikian, Firaun masih Tarik ulur, masih mengejar bangsa isarel sampai ke laut Teberau atau laut merah. Laut ini merupakan teluk yang memisahkan benua Asia dan Afrika.

Sebelum bangsa Israel ini menyeberang, tongkat Musa mengayun atas perintah Tuhan. Terbentuklah dua tembok air oleh angin yang kuat. Tentu saja ini bukan semata fenomena alam yang mudah terjadi, ada kekuatan besar nan ajaib. Ada mujizat Tuhan sehingga bangsa Israel tanpa ragu menyeberang dari sisi satu ke sisi yang lain. Bukan hanya itu, kalau Israel dapat selamat sampai seberang,  tentara Mesir tidak. Air laut meluap kembali hingga semua tentara  tenggelam.

Penyeberangan laut Merah oleh orang Israel terjadi karena tindakan ajaib langsung dari Allah. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan umatNya akan kuasa dan kebesaran Tuhan. Bangsa Israel sendiri setelah tahu bagaimana hukuman Allah akan tentara Mesir, menjadi percaya(Ayat 31)

Refleksi Untuk Pamong
Diluar kewajiban kita sebagai pamong, kita juga sering mengalami ‘bantuan’ dari Tuhan. Kalau sederhana seringnya tidak kita sadari, namun jika dahsyat kita menyebutnya sebagai mujizat. Disembuhkan dari sakit parah atau datangnya kelimpahan berkat disaat kekurangan membuat kita takjub: bagaimana Tuhan sangat memelihara kehidupan kita. Setidaknya, baiklah tiap pamong memiliki persiapan khusus sebelum memberikan pelayanan. Persiapan khusus ini dapat berupa perenungan pribadi, apa saja yang Tuhan sudah berikan tanpa kita sadari. diiringi dengan bacaan pada perikop selanjutnya(bab 15), akan membuat kita sebahagia dan sebersyukur Musa. Pemimpin ini merayakan dan menyanyikan nyanyian kemenangan Allah di laut merah atas kuasa-kuasa Mesir.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:  Anak  dapat menceritakan kembali kisah Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari Firaun di Laut Teberau.

Alat Peraga:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Bagaimana rasanya setelah merayakan Paskah minggu kemarin? Senang kan? Begitu juga dengan bangsa Israel jaman dulu. Mereka senang luar biasa setelah mengalami suatu peristiwa. Bagaimana ceritanya?

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Setelah Musa berhasil memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, ternyata mereka tidak boleh terlalu senang ya. Lihat saja, ada yang melihat debu bergelombang di belakang sana. Hah! Siapa yang sedang berlari kencang? Apakah ada rombongan mau lewat? Jangan-jangan mereka tentara Israel…jangan-jangan mereka sedang mengejar dan mau menangkap bangsa Israel? Aduh, takut sekali!

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Musa cepat-cepat menenangkan bangsa Israel. Musa berkata: jangan kuatir, Tuhan beserta kita! Kita pasti diselamatkan oleh Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Tuhan berfirman agar Musa mengayunkan tongkatnya ke laut didepannya. Ajaib, lautan itu terbelah. Dasar lautan terlihat kering sehingga Musa memerintahkan bangsa Israel menyeberang.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Ribuan bangsa Israel menyeberang dengan selamat, tidak ada satupun yang celaka atau tenggelam.

(Pamong menunjukkan gambar 5)

Anehnya, saat tentara Mesir yang menyeberang, lautan yang tadinya kering kini kembali airnya. Airnya menjadi penuh dan menenggelamkan tentara Mesir beserta kereta kudanya.

(Pamong menunjukkan gambar 6)

Orang Israel melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana bangsa Mesir yang mengejar itu tidak ada yang selamat. Mereka senang dan merayakan hari itu dengan menyanyi nyanyian kemenangan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Siapa yang suka berenang? Siapa yang kalau berenang masih dibantu ayah atau ibu? Atau ada yang lebih suka memakai pelampung?

Anak-anak tahu bagaimana sulitnya berjalan atau berenang di dalam air kan? kalau belum bisa berenang, tanpa dibantu orangtua atau pelampung mana mungkin kita bisa berenang? Air yang sangat banyak dapat membuat orang tenggelam. Didalam air, kita sulit bernafas. Manusia diciptakan Tuhan untuk hidup di daratan. Walaupun pandai berenang, manusia tidak akan kuat berlama-lama tinggal di air, kalau ikan pasti bisa, karena memang diciptakan untuk tinggal di air. Ikan punya sirip dan alat bernafas yang sesuai.

Kalau tentara Mesir tenggelam saat mengejar orang Israel itu sesuatu yang wajar ya. Orang Israel lah yang beruntung. Orang Israel sangat disayangi Tuhan sehingga bisa menyeberang dengan bebas. Bagaimana caranya agar disayangi Tuhan seperti orang-orang Israel waktu itu? Iya, kita harus menjadi anak-anak yang taat. Taat kepada Tuhan, taat kepada orangtua, taat kepada guru di sekolah. Anak-anak tidak mengganggu teman, tidak berkelahi dengan teman, suka berbagi tempat duduk-mainan-makanan.

Apakah ada yang bisa menyebutkan bagaimana cara menjadi anak yang baik dan disayangi Tuhan? Ayo silahkan angkat tangan (bebaskan anak-anak untuk menjawab sesuai kemampuan mereka dan mengkoreksi jika diperlukan, berikan apresiasi dengan memberikan lembar mewarnai lebih dulu untuk anak yang bersedia mengangkat tangannya lebih awal ketimbang teman-temannya)

Aktivitas: Mewarnai Gambar


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: 

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari Firaun diLaut Teberau.
  2. Anak dapat memberikan contoh berkat perlindungan Tuhan dari bahaya.

Alat Peraga: Menggunakan alat peraga pada balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Coba kakak bertanya, apakah ada diantara anak-anak yang pernah terlepas dari bahaya? Puji Tuhan jika kita dapat selamat dari bahaya, semua itu tidak terlepas dari penyertaan Tuhan atas hidup kita. Penyertaan Tuhan itu sudah ada sejak jaman dulu kala, bahkan pernah dialami juga oleh bangsa Israel.

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Setelah Musa berhasil memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, ternyata mereka tidak boleh terlalu senang ya. Lihat saja, ada yang melihat debu bergelombang di belakang sana. Hah! Siapa yang sedang berlari kencang? Apakah ada rombongan mau lewat? Jangan-jangan mereka tentara Israel…jangan-jangan mereka sedang mengejar dan mau menangkap bangsa Israel? Aduh, takut sekali!

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Musa cepat-cepat menenangkan bangsa Israel. Musa berkata: jangan kuatir, Tuhan beserta kita! Kita pasti diselamatkan oleh Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Tuhan berfirman agar Musa mengayunkan tongkatnya ke laut didepannya. Ajaib, lautan itu terbelah. Dasar lautan terlihat kering sehingga Musa memperintahkan bangsa Israel menyeberang.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Ribuan bangsa Israel menyeberang dengan selamat, tidak ada satupun yang celaka atau tenggelam.

(Pamong menunjukkan gambar 5)

Anehnya, saat tantara Mesir yang menyeberang, lautan yang tadinya kering kini kembali airnya. Airnya menjadi penuh dan menenggelamkan tantara mesir beserta kereta kudanya.

(Pamong menunjukkan gambar 6)

Orang Israel melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana bangsa Mesir yang mengejar itu tidak ada yang selamat. Mereka senang dan merayakan hari itu dengan menyanyi nyanyian kemenangan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kuasa Tuhan atas hidup kita itu sudah terbukti. Kita tidak mungkin dapat hidup dengan sehat seperti ini tanpa penyertaan Tuhan. Penyelamatan kepada bangsa Israel pada saat itu adalah bukti Tuhan menyayangi umatnya. Apakah Tuhan membiarkan umatnya ketakutan diserang oleh orang mesir? Tentu tidak, Tuhan tidak tinggal diam, dan mencari cara. Melalui Musa, Tuhan membantu umat Israel. Tuhan membelah lautan agar mereka dapat menyeberang. Tuhan mengembalikan air laut saat orang mesir yang menyeberang.

Apakah anak-anak percaya kepada Tuhan? Melalui cerita ini kita belajar menyerahkan diri kepada Tuhan. Saat anak-anak merasa takut dan cemas, percayakan saja kepada Tuhan. Berdoalah dengan sepenuh hati, seperti Musa. Anak-anak harus yakin kalau punya masalah seberat apapun pasti dapat diselesaikan. Apakah ada yang ingin bercerita pernah mendapat masalah atau sedih hatinya, setelah berdoa lalu mendapat pertolongan dari Tuhan? (berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bercerita, kegiatan yang bersifat dua arah seperti ini akan melatih anak untuk terbiasa  berpendapat dan mengapresiasi orang lain). Ayo kita bergiliran bercerita ya. Kita dengarkan bagaimana cara Tuhan menolong anak-anak selama ini.

Aktivitas
Pamong dapat mencetak gambar berikut ini sesuai jumlah anak.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari Firaun diLaut Teberau.
  2. Anak dapat memberikan contoh berkat perlindungan Tuhan dari bahaya.

Alat Peraga
Pamong dapat menunjuk anak-anak untuk berperan dalam drama berikut ini. 1 pamong menjadi narator. 1 orang sebagai Firaun dan 1 orang sebagai Musa, 3 orang sebagai orang-orang israel, 3 orang sebagai tentara Mesir. Pamong dapat membuat tulisan yang dapat ditempel di baju setiap anak sesuai perannya masing-masing.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kita mau membagi peran ya, tentunya anak-anak sudah sangat mengenal kisah tentang bagaimana Musa membelah lautan supaya dapat diseberangi orang-orang Israel agar selamat dari kejaran tentara Mesir. Anak-anak yang tidak mendapatkan bagian peran dapat berperan sebagai orang Israel atau menjadi tentara Mesir.

Inti Penyampaian

Narator: selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus. Puji Tuhan karena kita semua bisa hadir disini. Penyertaan Tuhan dalam hidup kita ini sangat besar.  Hari ini kita akan berperan dalam drama pembebasan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir(berhenti sejenak).
Umat israel sudah berjalan cukup lama, ketika tiba-tiba seseorang melihat gelombang debu di kejauhan sana.

Orang Israel 1: Bapak Musa lihatlah! Ada debu-debu berhamburan disana. Pasti ada barisan kuda yang lewat. Apakah mereka tentara Mesir? Apakah mereka mengejar kita?

Orang Israel 2: Cepatlah bapak Musa, cepat lakukan sesuatu…bagaimana kalau kita ditangkap lagi!

Musa: Tenanglah dahulu, bagaimana mungkin Tuhan membiarkan kita ditangkap orang-orang Mesir? Tuhan pasti menjaga kita, Tuhan sudah menyelamatkan kita, Ia pasti menyelamatkan kita lagi.

Orang Israel 3: Lalu apa yang harus kita lakukan bapak Musa?

Musa: Sebaiknya kita semua berdoa, kita minta pertolongan Tuhan, semoga Tuhan menyelamatkan kita dari tentara-tentara Mesir.

Narato: Lalu semua orang tak terkecuali Musa, bersama-sama berdoa kepada Tuhan.

Tuhan: Wahai Musa, lakukanlah apa yang aku perintahkan, rentangkan tongkatmu ke atas laut, aku akan menyelamatkan seluruh umat Israel.

Narator: Maka Musa pun merentangkan tongkatnya ke atas laut, dan takjublah semua umat yang hadir disana. Laut menyingkap dan terbelah, dasar laut mengering sehingga semua orang Israel dapat melewatinya dengan aman sampai ke seberang. Lalu semua tentara berkuda yang berada di belakang mereka juga ikut menyeberang. Tapi malang, air laut kembali menggenang dan menenggelamkan mereka.

Orang Isrel 1: Puji Tuhan, besarlah namaNya!

Orang Israel 1: Allah keselamatanku, gunung batuku!

Orang Israel 3: Patutlah kita menyembah Dia!

Narator: Umat Israel selamat dari bahaya, semua bernyanyi memuji Tuhan, Haleluya!

Penerapan dan Aktivitas
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sungguh menakjubkan cerita Alkitab hari ini ya, ada baiknya kita belajar menyikapi dan berdiskusi tentang peristiwa terbelahnya laut Teberau. Anak-anak tetap di perannya masing-masing ya. Mari kita mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

  1. Apakah keputusan bangsa Israel untuk keluar dari tanah Mesir itu benar?(berikan kesempatan untuk pemeran orang Israel yang berpendapat terlebih dahulu, baru pemeran lainnya)
  2. Kenapa orang-orang Israel suka mengeluh kepada Musa? (sisipkan sekilas cerita tentang di Masa dan Meriba, sisipkan kisah turunnya roti manna)
  3. Setelah mendengar kisah Alkitab hari ini, apakah anak-anak dapat menjelaskan alasan kenapa kita tidak perlu takut? Apakah anak-anak dapat menyebutkan, apa saja perlindungan yang diberikan Tuhan kepada kita?

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak