Menjadi Saksi Mesias Tuntunan Ibadah Remaja 8 Maret 2026

23 February 2026

Tahun Liturgi: Pra Paskah 3
Tema: Menceritakan Kisah Yesus Sang Juruselamat ke banyak orang
Judul: Menjadi Saksi Mesias

Bacaan: Yohanes 4:27-42
Ayat Hafalan: “Banyak orang Samaria dari kota percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu yang bersaksi, “Ia telah mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” (Yohanes 4:39)

Lagu Tema:

  1. Kidung Siwi  150 “Pakai Aku Jadi AlatMu”
  2. Bagaikan Bejana

Tujuan:

  1. Remaja dapat menceritakan kembali dengan kata-kata mereka sendiri tentang Perempuan Samaria yang berdialog dengan Tuhan Yesus;
  2. Remaja dapat berlatih menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada teman atau anggota keluarga dengan cara yang sederhana;
  3. Remaja dapat mempresentasikan sebuah proyek yang membagikan iman di era digital, dengan memanfaatkan media sosial atau platform lainnya.

Penjelasan Teks  (Hanya Untuk Pamong)
Perempuan Samaria yang telah bertemu dan mengenal Yesus sang, Mesias segera menyaksikan imannya. Baginya, tidak ada lagi perasaan rendah diri atau tidak berharga dan berarti di tengah masyarakatnya. Perempuan itu tak perlu lagi menghindari orang banyak yang selama ini ia hindari karena malu dan takut. Pertemuannya dengan sang Mesias telah mengubah hdiupnya. Sekarang, Ia telah menjadi manusia seutuhnya. Oleh karena perubahan besar itu, ia merasa bahwa ia harus segera menyampaikan pada orang-orang di sekitarnya bahwa ia telah mengenal Mesias. Pengenalan dan imannya pada Yesus memampukannya untuk mewartakan kesaksian tentang Yesus sang Mesias (ayat 29).

Ternyata pewartaan kabar baik tentang Mesia yang dilakukan oleh perempuan Samaria itu sangatlah efektif. Sehingga banyak orang di kotanya yang kemudian tertarik dengan perkataannya. Bahkan setelah mendengar perkataan perempuan itu, banyak di antara warga kota yang ingin melihat dan bertemu dengan Yesus (ayat 30). Gelombang warga kota yang ingin melihat dan mengenal Yesus berdatangan. Sungguh peristiwa yang luar biasa bahwa perkataan seorang perempuan Samaria yang biasanya terpinggirkan, mampu membawa banyak warga kotanya menjadi percaya pada Yesus (ayat 39). Para warga kota yang percaya mendesak Yesus untuk tetap tinggal bersama di kota itu karena ingin lebih mengenal-Nya lebih dalam lagi. Sehingga dua hari berikunta Yesus tinggal bersama mereka untuk mengajar mereka (ayat 40) dan jumlah mereka yang percaya pun menjadi semakin banyak (ayat 41). Demikianlah banyak orang makin mengenal dan percaya pada Yesus sebagai Juru selamat dunia (ayat 42).

Yesus adalah Juruselamat, bukannya guru selamat. Ia datang ke dunia bukan hanya untuk mengajarkan bagaimana supaya selamat, melainkan Diri-Nya adalah keselamatan itu sendiri. Sekarang, warga kota Samaria semakin yakin bahwa keselamatan tidak hanya berlaku bagi orang Yahudi saja, bahkan mereka turut meyakini bahwa semua suku bangsa di dunia juga layak untuk menerima keselamatan. Hal ini selaras dengan apa yang sedang ingin Yesus ajarkan pada para murid-Nya yakni berita keselamatan juga disebarkan di luar Israel (ayat 32-38).

Sejak mula, Tuhan menghendaki keselamatan terjadi bagis semua umat ciptaan-Nya. Berbagai cara Tuhan pakai untuk menyampaikan bentuk kasih-Nya itu. Para murid dan perempuan Samaria telah menjadi sarana pewartaan kabar keselematan yang ditjukan pada dunia.

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan ajak teman-teman remaja untuk mengulang kisah pertemuan Yesus dengan Perempuan Samaria dengan kata-kata mereka sendiri:

  1. Bagi remaja berpasang-pasangan.
  2. Berikan waktu sekitar lima menit untuk bergantian bercerita
  3. Setelah selesai bercerita, tanyakan kesan mereka tentang pengalaman bercerita tentang Tuhan Yesus.

Cerita
Perkataan Perempuan Samaria sungguh efektif dalam pewartaan kabar keselamatan dalam Yesus sang Mesias. Perempuan Samaria itu merasa telah berubah. Kini, ia memiliki semangat hidup baru dalam hidupnya. Ia tak perlu lagi merasa malu dan takut untuk bertemu dengan orang lain karena status sosial dan keadaannya. Bahkan ia melakukan pewartaan kabar keselamatan dengan berani kepada orang-orang di kota Samaria. Perempuan Samaria itu memakai kesempatannya untuk menyebarkan kabar baik yang baru saja ia terima bahwa Mesias telah hadir dan menyapanya, bahkan merubah hidupnya. Melalui perkataan-Nya semakin banyak orang ingin datang mengenal dan menerima Yesu sebagai Mesias.

Banyak orang berdatangan untuk semakin mengenal Yesus. Di antara orang-orang yang berdatangan itu, Yesus memberikan tugas bagi para murid. “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ke ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai (ayat 35), Aku mengutus kamu untuk menuai” (ayat 38). Para murid harus bersiap menuai dalam arti mendampingi mereka yang ingin mengenal Yesus dan menerimanya sebagai Juruselamat. Yesus pun berada di antara mereka selama dua hari (ayat 40) dan semakin banyak orang menjadi percaya karena perkataan-Nya (ayat 41). Sehingga pada akhiriya banyak orang Samaria menjadi percaya pada Yesus dan meneraminya sebagai Juruselamat (ayat 42).

Secara tidak langsung Perempuan itu melakukan apa yang sedang diupayakan dan diajarkan Yesus kepada para Murid, yakni pewartaan kabar keselamatan. Tuhan menghendaki pewartaan kabar keselamatn dapat didengar oleh sebanyak mungkin orang, baik orang Yahudi, orang samaria dan semua suku bangsa di dunia ini. Oleh karena itu setiap remaja yang percaya pada Yesus harus mampu mengungkapkan iman dalam hidup sehari-hari, terlebih dalam media sosial yang sekarang banyak dikuasai oleh generasi muda masa kini. Amin

Aktivitas
“Bersaksi di ruang digital”

  1. Ajak para remaja untuk membagikan sebuah postingan tentang “Yesus Kristus adalah Juruselamatku” dalam sebuah platform media sosial
  2. Sepakati platform media sosial yang digunakan, supaya seragam seperti : instagram, tiktok, status WA, atau lainnya.

Bagikan dengan hashtag: #YesusKristus #maujadisaksi #akusaksimesias

Renungan Harian

Renungan Harian Anak