Tahun Liturgi: Pra Paskah 2
Tema: Merespon Anugerah Keselamatan Allah dengan Mau Dilahirkan Kembali
Judul: Dilahirkan Kembali
Bacaan: Yohanes 3:1-17
Ayat Hafalan: “Yesus Menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika seseorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3)
Lagu Tema:
- Kidung Siwi 42 “Hidup Yang Baru”
- Kidung Jemaat 40 “Ajaib Benar Anugerah”
Tujuan:
- Remaja dapat mengevaluasi pentingnya “lahir baru” bagi kehidupan orang percaya;
- Remaja dapat membuat ilustrasi atau visualisasi gambar yang menceritakan konsep “lahir dari air dan Roh”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Siapakah Nikodemus? Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi (1). Kelompok Farisi merupakan suatu kelompok keagamaan Yahudi yang terkenal karena ketaatan mereka menjalankan hukum Taurat. Yesus pun menyebut dia sebagai guru orang Israel (10). Sebagai seorang Farisi dan pemimpin Agama Yahudi, tentu pengetahuan dan kesalehan Nikodemus tidak perlu diragukan. Ia memiliki status yang tinggi jika ditinjau dari sudut pandang sosial dan agama pada waktu itu. Ini memperlihatkan bahwa Nikodemus adalah seorang terhormat dan bukan orang yang biasa-biasa saja. Dengan status tersebut, tentu orang banyak akan berpikir bahwa Nikodemus adalah orang saleh yang pasti dapat melihat terlbih masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Nikodemus datang kepada Yesus karena tertarik pada Yesus dan menghormati Dia sebab ia dapat mengenali Yesus melalui tanda-tanda yang dibuat Yesus (ayat 2). Meskipun demikian, ternyata ia masih gagal melihat Kerajaan Allah. Kemudian, Yesus berkata Nikodemus perlu dilahirkan kembali agar mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (ayat 3, 7). Ini menarik karena Yesus menjelaskan hal itu kepada Nikodemus yang memiliki latar belakang agama Yahudi yang demikian kental. Yesus kemudian menjelaskan bahwa orang baru dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kalau dilahirkan dari air dan Roh (ayat 5). Hal ini merujuk kepada Yeh. 36:25-27. Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa air adalah tanda pentahiran, sedangkan Roh diberikan untuk memberikan pembaharuan. Ini menegaskan bahwa dosa telah membuat semua orang tidak layak masuk ke dalam kemuliaan Tuhan, kecuali bila dibaharui Roh.
Yesus menerangkan bahwa “Dilahirkan kembali” bukanlah masalah fisik, melainkan tentang memasuki kehidupan baru sebagai hasil karya ajaib Roh Kudus. Memasuki kehidupan kekal ini dimungkinkan oleh pengorbanan Kristus di kayu salib yang Yesus jelasakan melalui penjelasan kisah ular di padang Gurun (Bil. 21:4-9; bdk. Yoh. 12:32-34). Ia menanggung hukuman untuk menggantikan manusia yang berdosa. Respons seseorang pada karya salib Yesus akan menentukan apa yang akan ia terima: hidup kekal atau hukuman (ayat 14-15). Bagi yang tidak percaya, dengan tegas disebutkan bahwa mereka akan binasa (ayat 16)
Ketidakmampuan Nikodemus memahami ucapan Yesus memperlihatkan bahwa atribut keagamaan yang disandang seseorang bukan jaminan bahwa ia memahami kebenaran Tuhan. Juga tak ada apa pun di dalam diri manusia yang membuat manusia dapat dibenarkan, tak ada satu pun perbuatan baik yang dapat dipakai sebagai tiket masuk ke dalam kehidupan kekal
Pendahuluan
Pernahkan teman-teman sekalian merasakan dilahirkan? Mungkin kita bisa menyebut tanggal lahir kita, atau dengan jelas kita bisa menyebutkan di mana kita dilahirkan. Meskipun semua orang pasti dilahirkan dari seorang Ibu, tidak ada yang pernah ingat bagaimana dia dilahirkan. Kita mengetahui bagaimana kita dilahirkan dari kisah orang-orang di sekitar kita, seperti ibu, bapak, kakek-nenek, kelurga besar atau orang-orang yang dekat dan ada di sekitar kelahiran kita. Lalu bagaimana kita bisa merasakan pristiwa “lahir baru”?
Cerita
Hari ini kita belajar dari kisah percakapan Tuhan Yesus dengan Nikodemus. Siapakah Nikodemus? Mari kita lebih dalam mengenal Nikodemus! Nikodemus adalah sosok yang penting dalam perjalanan umat Yahudi kala itu, sebab dia adalah salah satu pemimpin agama Yahudi. Sebagaimana umumnya pemimpin agama, dia dikenal sebagai sosok yang taat beribadah, rajin membaca kitab suci dan berpengetahuan luas. Tak heran bila dia juga masuk dalam jajaran orang saleh yang disebut dengan orang-orang Farisi. Yang mengherankan adalah keberaniannya untuk menemui Yesus dan bercakap-cakap serius, di saat banyak orang Farisi lainnya yang memusuhi Yesus karena peristiwa Bait Suci sebelumnya (Yoh.2:18-19).
Percakapan serius Nikodemus dimulai dengan pujian pada Yesus: “Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah. …” (ayat 2). Namun Yesus tahu bahwa ada niatan lain dalam perkataan itu, maka Ia langsung pada menjawab pergumulan dan pertanyaan Nikodemus; “jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (ayat 3). Jawaban Yesus ini menyentak orang Farisi itu, sebab ia merasa tidak mungkin seseorang, yang sudah besar akan kembali ke dalam kandungan ibunya untuk dilahirkan kembali. Sang pemimpin Yahudi memakai pola pikir duniawi untuk menangkap penjelasan rohani yang sedang disampaikan Yesus, sehingga ia sangat kesulitan memahami sabda tersebut.
Oleh karena itu, Yesus memberikan penjelasan panjang lebar tentang bagaimana proses lahir kembali bisa terjadi sehingga seseorang bisa melihat Kerajaan Allah. Yang maksudkan dengan dilahirkan kembali bukan soal kelahiran badaniah, melainkan dilahirkan kembali dalam Roh (ayat 5). Manusia secara badani memang dilahirkan dari seorang ibu, namun dalam perjalan hidupnya seseorang juga harus disempurnakan dalam Roh. Dilahirkan kembali dalam Roh memiliki arti bahwa orang tersebut telah menerima Roh dan memilih hidup dalam pembaharuan. Ini menegaskan bahwa dosa telah membuat semua orang tidak layak masuk ke dalam kemuliaan Tuhan, kecuali bila dibaharui Roh.
Lalu bagaimana seseorang bisa dilahirkan kembali dalam Roh? Yesus menyakatan bahwa dapat dilahirkan kembali dalam Roh ketika percaya pada Sang Anak Manusia yang telah diutus Allah untuk menebus keberdosaan manusia dalam pristiwa salib. Percaya pada Sang Anak yang Tunggal memberi kesempatan untuk hidup baru bagi sayng seharusnya binasa (ayat 16-17). Demikianlah bentuk kasih Allah pada dunia, sehingga memberi kesempatan pada umat manusia untuk dilahirkan baru dalam Roh.
Dengan menjadi percaya pada Anak, berarti setiap manusia yang percaya harus bisa menunjukkan perilaku yang layak sebagai orang hidup baru dalam Kristus. Perbuatan kasih dan perilaku baik harus ditunjukkan setiap saat, demikian pula dalam kehidupan teman-teman remaja. Amin.
Aktivitas
Ajak remaja untuk menggambarkan karakter “Lahir Baru”
Alat: Kertas kosong, Peralatan menggambar sederhana (Spidol, Crayon dan atau pensil warna)
Langkah:
- Bagikan Lembaran kertas kosong pada remaja. satu orang satu lembar.
- Minta Remaja untuk menggambarkan secara sederhana atas imajinasi mereka tentang “lahir baru” pada kertas kosong.
- Beri waku sekitar 10 menit untuk menggambar.
- Setelah menggambar, berikan kesempatan Remaja untuk menjelaskan hasil gambarnya.