Kreatif yang Menjadi Berkat Tuntunan Ibadah Remaja 6 November 2022

24 October 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Tema: Anak Kreatif

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 9:36-43
Ayat Hafalan:Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (I Petrus 4:10)

Lagu Tema: Jadi Berkat

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan karakter tokoh Dorkas yang kreatif.
  2. Remaja dapat menyebutkan faktor penghambat untuk mengembangkan keterampilan.
  3. Remaja dapat menyebutkan faktor pendukung untuk mengembangkan keterampilan.
  4. Remaja merancang kegiatan untuk menampilkan kreativitas para remaja dan dibazarkan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong):
Rasul-rasul terus berupaya menyebarkan Injil. Dan sebagaimana perkataan yang telah diucapkan Yesus, murid-murid sudah menerima kuasa untuk menjadi saksi-saksi Tuhan (Kis. 1:8). Salah satu dari kuasa itu adalah kuasa untuk melakukan mujizat. Pada waktu itu Petrus menemui orang-orang percaya di Lida. Di situ Petrus menyembuhkan Eneas, seorang yang sudah delapan tahun menderita lumpuh. Petrus menyatakan bahwa penyembuhan itu merupakan karya Yesus. Kita tahu bahwa Yesus telah berkata kepada seorang lumpuh di Kapernaum untuk mengangkat tilam dan berjalan (Mat 9:6; Mrk. 2:11; Luk. 5:24).

Yesus juga kemudian mengatakan hal yang sama kepada orang lumpuh di kolam Betesda di Yerusalem (Yoh. 5:8). Kuasa Yesus bekerja di dalam diri Petrus. Eneas, orang yang lumpuh itu kemudian segera bangkit! Mujizat ini ternyata membuat heboh orang-orang di tempat itu. Mujizat yang menakjubkan itu membuat mereka kemudian jadi percaya kepada Tuhan.

Berita yang menghebohkan itu tersebar luas hingga ke Yope. Rupanya tengah terjadi sesuatu di sana. Tabita atau juga yang dikenal dengan nama Yunaninya adalah Dorkas, ia adalah seorang wanita yang terkenal berbudi baik karena suka menolong orang, mengalami sakit hingga ia mati. Tak heran bila banyak orang yang merasa kehilangan dia. Namun mujizat yang terjadi di Lida membangkitkan harapan orang-orang Yope. Mereka meyakini bahwa bila Petrus dapat menyembuhkan Eneas, maka ia pun dapat membangkitkan Dorkas dari kematian. Terlihat mereka tidak menguburkan Dorkas, melainkan hanya memandikan dan meletakkan tubuhnya. Petrus yang datang kemudian berdoa kepada Yesus hingga Dorkas hidup kembali.

Namanya Tabita, sebuah nama Ibrani, yang dalam bahasa Yunani Dorkas. Dia adalah seorang murid, orang yang sudah memeluk iman kepada Kristus dan dibaptis. Banyak orang penuh dengan kata-kata baik, tetapi kosong dan tandus dalam perbuatan baik. Tetapi Dorkas adalah seorang pekerja yang giat. Di antara perbuatan-perbuatan baik yang lain, ia menonjol dalam berbuat amal, bukan hanya perbuatan saleh, yang merupakan pekerjaan baik dan buah-buah dari iman, melainkan juga amal sedekah, yang mengalir dari cinta kasih kepada sesama dan dari hati kudus yang memandang rendah dunia. Amatilah, ia dipuji bukan hanya untuk amal yang diberikannya, melainkan juga untuk perbuatan yang dilakukannya. Orang-orang yang tidak mempunyai harta untuk disumbangkan tetap bisa berbuat amal, jika mereka bekerja dengan tangan mereka, atau berjalan dengan kaki mereka, demi kepentingan orang miskin. Dan orang yang tidak mau berbuat baik, apa pun kepura-puraan mereka, jika kaya tidak akan mau beramal.

Hidup Dorkas penuh dengan amal, yaitu perbuatan baik, yang dibuatnya. Ada penekanan atas tindakan yang dilakukannya, karena pekerjaan apa saja yang ditemukan tangannya, itu dilakukannya dengan sekuat tenaga, dan terus ditekuninya. Amal dan perbuatan baik itu bukanlah amal dan perbuatan yang diniatkan dan direncanakan akan dilakukannya, melainkan yang betul-betul dilakukannya. Bukan amal dan perbuatan yang mulai dilakukannya, melainkan yang sudah dilakukannya, yang sudah dilewatinya, yang sudah dilaksanakannya. Ini memang merupakan kehidupan dan sifat dari seorang murid tertentu, tetapi juga harus menjadi kehidupan dan sifat dari semua murid Kristus. Karena, jika kita menghasilkan buah yang banyak seperti itu, maka kita sungguh-sungguh menjadi murid-murid-Nya.

Lida terletak sekitar 52 km setelah barat laut Yerusalem dan 16 km sebelah tenggara Yope. Lida adalah kota perdagangan penting yang secara bergantian dikuasai oleh berbagai kekuatan di dalam sejarahnya yang panjang. Sejak sekitar tahun 145 SM, kota ini telah menjadi sebuah kota Yahudi. Adanya para pengikut Tuhan di kota itu menunjukkan bahwa jemaat sedang menyebar ke sebelah barat Yerusalem dan juga ke sebelah barat lautnya (Damsyik).

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Kis%209:36-43

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Kisah Para Rasul 9: 36-43 secara bergantian.
  2. Minta remaja untuk menyebutkan perbuatan baik apa yang pernah mereka perbuat!
  3. Setelah remaja bisa menyebutkan perbuatan baik yang pernah mereka lakukan, maka beri kesempatan mereka untuk menceritakan karakter Dorkas yang kreatif dari tanggapan awal saat membaca bacaan hari ini.

Cerita
Rekan remaja yang terkasih, belajar dari kisah Dorkas yang sudah kita baca dalam bacaan Alkitab dan kita kembangkan dalam sharing di awal renungan saat ini, kita bisa mengerti betapa pentingnya kita melakukan perbuatan baik yang tidak hanya berdampak bagi kita namun terlebih kepada semua orang. Seperti peribahasa yang mengatakan “Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.” Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia. Betapa banyak orang akan bisa terus mengenang kehidupan kita dengan segala apa yang kita perbuat selama hidup di dunia, dan itulah juga yang dirasakan banyak orang dalam bacaan Alkitab ini tentang banyaknya kebaikan yang sudah dilakukan Dorkas selama ia hidup bersama-sama dengan mereka.

Dorkas menunjukkan imannya dengan perbuatan-perbuatannya. Perbuatan-perbuatan baiknya, yang dilakukannya secara berlimpah, maksudnya sangat banyak. Kepalanya senantiasa memikirkan dan merancangkan perbuatan baik
apa yang harus dia lakukan. Ia merancang hal-hal yang luhur. Tangannya penuh dengan pekerjaan baik. Ia menjadikan perbuatan baik sebagai pekerjaannya. Ia tidak pernah bermalas-malasan, karena ia sudah belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik, untuk senantiasa mengikuti jalan dan cara-cara yang baik. Ia banyak sekali berbuat baik, seperti pohon yang berbuah lebat. Ada penekanan atas tindakan yang dilakukannya, karena pekerjaan apa saja yang ditemukan tangannya, itu dilakukannya dengan sekuat tenaga, dan terus ditekuninya.

Rekan remaja yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan sehari-hari kita tentu bisa seperti Dorkas yang terus melakukan perbuatan baik. Namun untuk dapat mewujudnyatakan itu tentu butuh perjuangan dan komitmen yang baik dalam hati dan diri. Mengingat ada banyak tantangan seperti rasa ingin senang sendiri, ingin mendapatkan berkat sendiri dan keengganan untuk menjadi berkat bagi orang lain dan sebagainya, maka kita harus kuat dalam mewujudkan sikap yang baik dalam segala perbuatan yang kita lakukan. Setiap kita harus percaya dan meyakini bahwa Tuhan telah mengaruniakan talenta dan segala teladan baik kepada kita semua, kemampuan dan kekuatan hari demi hari dinyatakan bagi kita sehingga seharusnya itu membuat kita yakin bisa untuk melakukan perbuatan baik kepada siapa saja dan dimana saja. Maukah kalian melakukan hal-hal baik, terlebih jika hal baik yang kita lakukan itu dapat menjadi berkat bagi orang lain? Tuhan Yesus memampukan. Amin

Aktivitas

  1. Bagi remaja menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah remaja di masing-masing Jemaat.
  2. Ajak remaja untuk merancang kegiatan yang dapat menampilkan kreativitas para remaja dan dibazarkan. Bisa berupa makanan atau barang-barang hasil kreativitas lainnya.
  3. Berikan penjelasan kepada remaja bahwa hasil kreativitas yang mereka buat itu bisa menjadi berkat bagi warga jemaat atau orang lain yang membeli atau mendapatkan barang tersebut. Selain itu bisa mengajak remaja untuk mengumpulkan hasil penjualan kreativitas mereka untuk melakukan aksi sosial yang bermanfaat.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak