Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Tema: Menghargai Budaya Lokal
Bacaan Alkitab: Lukas 2:41
Ayat Hafalan: “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.” (Roma 10:12)
Lagu Tema: Yesus Cinta Segala Bangsa (Kidung Ria no.25)
Tujuan:
- Remaja dapat menceritakan kembali tentang tradisi bepergian ke Yerusalem pada hari raya Paskah yang dilakukan keluarga Tuhan Yesus.
- Remaja dapat menjelaskan budaya nenek moyang dan budaya di masa kini yang mulai mentradisi.
- Remaja dapat mengkritisi budaya nenek moyang dan masa kini yang dikenalnya.
- Remaja dapat membiasakan diri terlibat dalam tradisi keluarga/masyarakat/gereja yang menumbuhkan kecintaannya kepada Tuhan dan sesama.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Yesus sama tetapi juga berbeda dari manusia lainnya. Sama-sama lahir dari rahim wanita, namun Dia berbeda karena kandungan ibu-Nya berasal dari Roh Kudus. Dia bertumbuh dalam kemanusiaan-Nya, dan menyadari hubungan khusus-Nya dengan Allah Bapa. Perikop ini menegaskan kesamaan dan perbedaan tersebut. Sebagai manusia biasa, keturunan Yahudi, Yesus melalui semua ritual yang harus dijalani setiap anak Yahudi. Yesus mengalami proses pertumbuhan secara fisik, mental, dan kerohanian, sebagaimana ditekankan Lukas pada bagian permulaan dan penutup nas hari ini. Namun, di sisi lain, kita melihat sosok Yesus yang bertumbuh menjadi remaja yang memiliki kepekaan akan tujuan hidup yang berasal dari Allah dan menyadari bahwa Ia memiliki hubungan unik Anak-Bapa dengan Allah. Dengan menyebut Allah sebagai Bapa menegaskan bahwa sejak usia muda Yesus telah sadar akan ke-Allah-an-Nya. Ia sadar bahwa Ia harus terus bersekutu dengan Bapa-Nya dan berarti juga menaati rencana-Nya. Allah yang adalah Bapa-Nya, patut mendapat loyalitas tertinggi. Pernyataan ini juga merupakan
nubuat bahwa kelak kepatuhan kepada Bapa membuahkan kayu salib. Saat itu pernyataan Yesus belum dapat dipahami oleh orang tua lahiriah-Nya. Meski Anak Allah, Yesus tunduk di bawah otoritas orang tua-Nya, karena sebagai manusia Ia masih berada dalam pemeliharaan mereka.
Yesus, sejak remaja mempersiapkan diri-Nya dalam kepatuhan sejati kepada Allah Bapa, untuk kelak naik ke salib demi keselamatan manusia. Pengenalan akan Juruselamat yang tahu jati diri dan tujuan hidup-Nya, bahkan sejak dini, kiranya mendorong kita untuk meneladani Dia yang menomorsatukan ketaatan kepada Allah dalam hidup-Nya sehingga rencana Allah digenapi. Paskah dalam bacaan saat ini memang biasa dirayakan untuk mengenangkan Allah yang melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Perayaan Paskah diselenggarakan pada hari ke-14 bulan 1, yaitu bulan Nisan (Maret-April), dan dimulai ketika matahari terbenam. Perayaan ini biasanya sebagian di Yerusalem dan sebagian di rumah masing-masing. Orang-orang Yahudi di perantauan berziarah ke Yerusalem untuk menghadiri perayaan tahunan ini. Selain mengenang kebesaran karya Allah di masa lalu dengan penuh syukur, mereka juga bersama-sama mensyukuri hidup mereka saat ini. Disebutkan disana bahwa Yesus berumur 12 tahun yang memang dalam kebiasaan orang Yahudi anak laki-laki mulai dipersiapkan untuk berperan penuh dalam Jemaat pada umur 13 tahun.
https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=lukas+2%3A+41
Pendahuluan
1. Minta satu orang remaja untuk membacaakan bacaan hari ini dari Lukas 2: 41.
2. Bagi remaja ke dalam beberapa kelompok:
- Bagikan kepada tiap kelompok 1 lembar Kertas Manila dan alat tulis.
- Remaja diminta menuliskan budaya nenek moyang dan budaya di masa kini yang mulai mentradisi.
- Kemudian masing-masing kelompok harus menuliskan sikap kritis terhadap budaya nenek moyang dan masa kini yang dikenalnya.
- Setelah selesai minta Remaja mempresentasikan secara bergantian.
Cerita
Rekan remaja yang terkasih, sebagai masyarakat Indonesia bahkan orang Jawa kita tidak pernah jauh dari yang namanya kebudayaan. Banyak sekali contoh budaya nenek moyang yang telah kalian kemukakan dalam diskusi dan presentasi saat ini. Budaya yang sudah lama diikuti oleh nenek moyang atau kakek nenek atau bahkan orang tua kita memang mengandung nilai-nilai kehidupan yang dari zaman dahulu mereka pegang. Namun dari perkembangan zaman yang terjadi hingga sampai pada zaman modern saat ini ada yang sudah meninggalkan budaya lama, namun ada yang masih memakainya dan atau mengkolaborasikannya dengan budaya masa kini yang ada. Persoalan budaya tidak hanya terjadi dalam kehidupan manusia dari nenek moyang kita dan kehidupan kita semua saat ini saja, namun juga dialami semasa Tuhan Yesus melakukan karya dengan datang ke dunia. Tuhan Yesus diperhadapkan dengan banyaknya budaya dalam kehidupan manusia yang telah lama dijalankan dan menjadi sebuah keharusan.
Tuhan Yesus, sejak remaja mempersiapkan diri-Nya dalam kepatuhan sejati kepada Allah Bapa, untuk kelak naik ke salib demi keselamatan manusia. Paskah dalam bacaan saat ini memang biasa dirayakan untuk mengenangkan Allah yang melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Perayaan Paskah diselenggarakan pada hari ke-14 bulan 1, yaitu bulan Nisan (Maret-April), dan dimulai ketika matahari terbenam. Perayaan ini biasanya sebagian di Yerusalem dan sebagian di rumah masing-masing. Orang-orang Yahudi di perantauan berziarah ke Yerusalem untuk menghadiri perayaan tahunan ini. Selain mengenang kebesaran karya Allah di masa lalu dengan penuh syukur, mereka juga bersama-sama mensyukuri hidup mereka saat ini. Disebutkan disana bahwa Yesus berumur 12 tahun yang memang dalam kebiasaan orang Yahudi anak laki-laki mulai dipersiapkan untuk berperan penuh dalam Jemaat pada umur 13 tahun.
Bukan hanya kita manusia yang hidup pada zaman modern saat ini saja, namun ternyata Yesus juga mengikuti budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya dan kebanyakan orang saat itu yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Kepatuhan Yesus dalam keikutsertaanNya itu menunjukkan ketundukan kepada Allah Bapa yang memang secara iman harus selalu diingat dan dinomorsatukan. Sekarang pertanyaannya, apakah kalian masih hidup dalam budaya lama nenek moyang kita atau justru hidup dalam budaya masa kini yang ada di sekitar kita? Selama budaya itu baik menuntun pada sikap hidup dan pengembangan iman kita yang baik kepada Tuhan maka lakukanlah, namun yang terpenting budayakanlah hidup kita untuk melakukan hal yang baik sesuai dengan rencana Tuhan. Amin.
Aktivitas
- Masing-masing remaja melakukan perbuatan nyata dalam merespon Firman Tuhan hari ini dengan membiasakan diri terlibat dalam tradisi keluarga/masyarakat/gereja yang menumbuhkan kecintaannya kepada Tuhan dan sesama.
- Kemudian kegiatan yang dilakukan selama satu Minggu disampaikan saat Ibadah Minggu selanjutnya.