GKJW is My Life Tuntunan Ibadah Remaja 25 Agustus 2019

Bacaan Alkitab: Filipi 1 : 12 – 26
Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Sayalah GKJW: Aku untuk GKJW
Ayat Hafalan: Karena itu, saudara- saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahawa persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (I Korintus 15:18)
Lagu Tema: Kidung Kontekstual 90: “GKJW”
Tujuan:

  1. Remaja dapat menceritakan kesaksian
  2. Rasul Paulus ketika berada di penjara. Remaja  dapat  memiliki  sikap  rela berkorban untuk GKJW.
  3. Remaja dapat merancang kegiatan untuk menujukkan rasa cinta mereka kepada GKJW.

Penjelasan Teks:

Paulus memulai batang tubuh surat ini dengan menunjukkan kepada orang- orang Filipi bahwa keadaan penahanannya ternyata menguntungkan bagi penyebaran Injil, dan ini jelas atas dua cara. Pertama, penahanan Paulus dikenal sebagai karena Kristus, barangkali melalui kesaksian dari pengadilannya. Kepada semua anggota rumah tangga dari para pejabat politik yang berwenang dan “kepada semua yang lain”. Kedua, penahanan Paulus juga menjadi sumber dorongan bagi kebanyakan dari rekan-rekan Kristennya untuk mewartakan Injil lebih lanjut tanpa takut, tetapi ia tidak mengatakan mengapa. Barangkali kesaksiannya yang tak kenal takut di tengah tekanan telah berpengaruh terhadap orang-orang Kristen yang lain untuk melakukan juga hal yang sama.

Penyebutan kesaksian kristiani mengingatkan Paulus akan beberapa kesukaran di antara orang Kristen berkaitan dengan pewartaan Injil. Seperti di tempat lain dalam surat-suratnya, Paulus di sini bicara mengenai orang-orang Kristen yang adalah para pesaingnya, atau barangkali para musuhnya. Ia mengakui bahwa mereka mewartakan Kristus, Paulus mempertanyakan motivasi mereka dengan mengatakan bahwa mereka melakukan hal itu berdasar iri hati dan kecemburuan. Ia barangkali menunjuk kepada bagaimana mereka bereaksi terhadapnya dan pengaruhnya pada misi Kristen; terdapat suatu pertentangan yang nyata. Di sisi lain, beberapa orang mengklaim Kristus berdasar kehendak baik, motivasi mereka adalah kasih; hal-hal semacam ini sesuai dengan Paulus dan melihat nilai peranan Paulus dalam mempertahankan Injil. Namun, menurut pandangan Paulus para lawan mewartakan Kristus atas dasar ambisi pribadi dan motivasi-motivasi yang tidak murni, bahkan berharap agar penahanan paulus semakin menderita. Mereka mungkin melihat penahanan sebagai tanda kelemahan. Hal ini sangat menganggu dia, tetapi ia tetap bergembira dan bersukacita, karena tidak peduli bagaimana hal itu dijalankan dan apapun motivasinya, yang utama adalah bahwa Kristus diwartakan. Ia telah menunjukkan bahwa penahanannya jauh dari sebagai tanda kelemahan, melainkan sarana untuk memaklumkan lnjil (lih. 1:12-14).

Dengan melihat sisi positif, Paulus mengatakan bahwa ia akan tetap bersukacita atas apa yang sedang ia kerjakan dan sedang mereka alami. Hal ini akan mengantarnya kepada pembebasan, dalam arti dikeluarkan dari tahanan, atau barangkali dalam arti yang lebih luas akan keselamatan. HaI ini akan terjadi melalui doa permohonan orang-orang Filipi dan dukungan Roh Yesus Kristus, yaitu dengan kehadiran yang dinamis dari Kristus sebagai bantuan. Maka, Paulus bersukacita dalam penantian dan pengharapannya yang bernyala-nyala bahwa Roh tidak akan membiarkan dia dipermalukan dan bahwa Kristus dalam segala kegagahan-Nya akan secara terang-terangan dipuji sekarang dan selalu dalam tubuh Paulus, melalui hidupnya maupun kematiannya. Ia tidak akan kalah dalam hal itu, karena Kristus dihubungkan baik dengan kehidupan maupun dengan kematian. Akan tetapi, jika ia terus hidup dalam daging, itu merupakan pekerjaan yang berbuah baginya. Apa yang lebih ia pilih tidak ia katakan karena pilihannya begitu sulit: ia sangat mendambakan meninggalkan dunia ini dan bersama Kristus karena itu merupakan keadaan yang lebih baik. Sekarang ada alasan lainnya. Demi kepentingan orang-orang Filipi, lebih perlu bahwa Paulus saat ini masih hidup. Percaya pada kebutuhan besar ini, ia mengetahui bahwa ia akan tinggal dan tetap meneruskan hidup bersama semua orang-orang Filipi sehingga mereka dapat maju dan mempunyai kegembiraan dalam iman mereka. Ini akan mengakibatkan kebanggaan dari mereka bahwa Paulus hadir kembali di antara mereka, tetapi semua orang Kristen bangga dalamTuhan (7Kor 7:30).

Pendahuluan:

(Anak-anak remaja diajak untuk melihat video dokumenter tentang Mbah Katiman dengan alamat https://m.youtube.com/watch?v=1-omij0ZMg0, atau kalau tidak memungkinkan, Pamong menceritakankisahnya)

Keteguhan Mbah Katiman

Mbah Katiman adalah salah satu warga GKJW yang ada dalam jemaat Ngantang. GKJW Ngantang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.Pepanthan artinya pos pelayanan alias gereja yang belum didewasakan menjadi jemaat. GKJW Ngantang mempunyai 13 tempat ibadah yaitu: Gereja induk Ngantang, Pepanthan Bocok, Pepanthan Pujon, Pepanthan Banjarejo, Pepanthan Selorejo, Pepanthan Jombok, Pepanthan Kasembon, dll.

Awalnya mbah Katiman, 76 tahun adalah anggota GKJW Pepanthan Bocok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Namun karena jumlah anggotanya semakin hari semakin sedikit, karena anggota pindah tempat atau pun pindah agama, itu sebabnya pepanthan Bocok pun ditutup dan dijadikan satu dengan Pepanthan Kasembon, kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Namun karena gereja Kasembon jauh dari kediaman mbah Katiman, beliau tetap beribadah di gereja Bocok meskipun hanya seorang diri saja. Aku yakin mbah Katiman akan bertahan di gerejanya sampai akhir hidupnya. Dia akan tetap melayani pepanthan Bocok sampai titik darah penghabisan. “Demi Gusti aku berbakti”. Aku belum pernah melihat iman seperti ini.

(Setelah itu mengajak anak-anak remaja untuk sharing dan menanggapi kisah diatas)

Apakah para remaja pernah juga menjumpai warga sepuh di jemaatnya yang setia sekali dalam ibadah  dan persekutuan?  Lalu  kira-kira  apa  yang  membuat  para  warga  sepuh  ini  memiliki kesetiaan dalam persekutuan dan imannya?

Cerita

(Mengawalidenganmengajakparaanakremajauntukmembacaperikophariinidari Filipi 1: 12-26) Mempertahankan iman bukanlah sebuah perkara yang mudah, karena ada banyak tantangan yang datang dalam kehidupan kita. Dari kisah mbah Katiman tadi, kita juga telah melihat bagaimana beliau dan warga jemaat yang lain memiliki tantangan dari luar yang berat sekali. Namun kalau yang  lain  lebih  memilih  menyerah  dengan  keadaan,  ternyata  mbah  Katiman  tidak.  Apapun konsekuensinya, mbah Katiman tetap mantap ndherek Gusti.

Begitu jugalah yang dialami oleh Rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini. Ia mengalami banyak hal yang menyakitkan hati, ia dibenci begitu rupa sampai harus dipenjara karena memperjuangkan imannya kepada Tuhan Yesus. Namun apakah kemudian Rasul Paulus berhenti? Tidak, Ia tetap mantap ndherek Gusti. Ia tahu bahwa kesetiaan kepada Tuhan melalui panggilan hidup dimana Tuhan menempatkannya adalah kewajiban yang harus terus diperjuangkan.

Dalam penderitaan, kesulitan, tantangan yang   ada rasul Paulus memilih untuk berjuang dalam kehidupan. Bahkan ayat 21 dan 22a mengatakan “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah”. Mencintai Tuhan dan persekekutuanNya memang selalu tidak mudah. Ada banyak tantangan dan butuh pengorbanan kita semua. Mengorbankan waktu kita bermain, kita main game online berkurang karena kegiatan gereja, tenaga juga terkuras untuk itu semua. Namun justru dalam tantangan dan pengorbananlah cinta kita jadi lebih berharga dan bermakna.

Saat ini, kita semua ditempatkan oleh Tuhan menjadi warga GKJW. Maka dalam rangka mencintai Tuhan dan memperjuangkan iman kita kepada Tuhan juga melalui kecintaan kita kepada GKJW. Sekarang banyak orang muda yang meninggalkan GKJW karena menganggap GKJW kuno, monoton dan sebagainya. Namun bukankah kalau di rumahnya sendiri tidak nyaman, mestinya tugas orang- orang di dalam rumah itu untuk membuat rumahnya terasa nyaman. Betul tidak?

Kalau mbah Katiman mewujudkan kecintaannya dengan kesetiaan di gereja Bocok, apa yang bisa kita lakukan untuk GKJW? Apa yang bisa kita persembahkan untuk Tuhan melalui GKJW, khususnya melalui jemaat kita di sini?

Apakah kesetiaan kita? Apakah kerajinan kita beribadah? Apa keikutsertaan kita dalam pelayanan di GKJW? Atau apa?

Aktivitas

Untuk menciptakan suasana yang nyaman dan serasa dalam rumah sendiri, sebagai aktivitas bisa dilakukan 2 hal berikut ini:

  1. Merancang ibadah pengutusan remaja dan ditandai dengan mencium bendera dengan lambang GKJW
  2. Mendekor kembali ruang ibadah remaja yang bisa membuat menarik dan nyaman bagi remaja beribadah dan berkumpul

Bahasa Jawi:

(Ngajakpararemajamaoswaosandintenpunikaingkangsaking Fipili 1: 12-26)

Mbudidaya iman iku dudu bab sing gampang, karana akeh banget tantangan ingkang kedhah diadhepi. Saka kisah gesangipun mbah Katiman mau, kita wis padha weruh kepriye mbah Katiman lan para warga liyane ngalami tantangan saka njaba sing orang gampang. Nanging yen liyane milih nyerah lan nglokro, mbah Katiman tetep setya. Apa wae sing dadi akibate, mbah Katiman madhep mantep ndherek Gusti.

Iya ngunu uga sing dialami dening Rasul Paulus ing waosan mau. Rasul Paulus uga ngalami akeh banget kahanan sing nglarani ati, piyambake disatroni, malah-malah dipakunjara karana berjuang/mbudidaya imanipun dhumateng Gusti Yesus. Nanging apa kahanan iku ndadekna Rasul Paulus nglokro? Ora babar pisan. Rasul Paulus tansaya mantep anggenipun Ndherek Gusti. Piyambake ngerti manawa setya tuhu ndherek Gusti lumantar peladosan sing dilakoni iku ngunu kewajiban sing kudu dilakoni. Ndherek Gusti ya kudu madhep mantep pracayane sinaosa ana ing ngendi wae.

Ing sadaya perkawis, tantangan, uga kawratan sing dialami dening rasul Paulus, piyambake tetep mbudidaya gesang kanthi temen. Malah-malah ing ayat 21 lan 22 mau katulis, “Sebab urip kuwi kanggone aku, kagem Sang Kristus, dene yen mati kuwi dakanggep kabegjan. Nanging yen srana uripku aku bisa nindakake pegawean sing luwih akeh paedahe, aku banjur ora ngerti endi sing arep dakpilih”. Nresnani Gusti lan patunggilanipun pancen mesthi ora gampang. Akeh tantangan lan uga mbutuhake pengorbanan. Iya kudu korban wektu kanggo dolanan, korban wektu sing mesthine kanggo dolanan game online kudu dikurangi, karana kanggo melu kegiatan greja. Tenaga ya dikuras kanggo kegiatan-kegiatan greja. Ananging karana pangurbanan iku mau, katresnan kita katingal langkung prayoga.

Sakiki, kita kabeh diutus Gusti dadi warganing pasamuwan GKJW. Mila, nresnani pasamuwanipun Gusti ing GKJW iku bisa dados wujuding katresnan kita dhumateng Gusti. Sakiki akeh banget nom- noman sing ninggalno GKJW karana nganggep GKJW kuwi kuno, ora ono kemajuan, ora ono mlakune babar pisan, lan liya-liyane. Ananging apa ya sikap iku sing patut dadi tuladha? Mesthine yen weruh omahe reged, ya aja ditinggal lunga. Kudune disaponi bareng-bareng, diresiki bareng- bareng karo kanca-kancane. Ora malah ditinggal lunga ngunu wae. Bener apa ora?

Yen mbah Katiman mau, mujudtake katresnane dhumateng Gusti srana setya ngibadah ning gereja Bocok  mau.  Terus  apa  sing  bisa  dilakoni  bareng-bareng  kanggo  GKJW?  Apa  sing  bisa dipisungsungna kagem Gusti lumantar GKJW?

Apa sing bisa kita lakoni kanggo mujudtake katresnan kita? Apa bisa diwujudna pelayanan? Apa awujud ndherek Ibadah? Akeh banget lan iku sing kudu dilakoni bareng-bareng.

Lagu:

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •