Aku Mau Menjalankan Perintah Tuhan Tuntunan Ibadah Remaja 2 Maret 2025

17 February 2025

Tahun Gerejawi: Minggu Transfigurasi
Tema: Allah Bapa menyatakan kemuliaan dan kemahakuasaan Yesus,
Ayat Hafalan: “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14: 15 )
Lagu Tema: Suka Firman Tuhan

Tujuan: Setelah membaca perikop hari ini, Remaja dapat menyebutkan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan perintah Yesus

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Peristiwa transfigurasi Yesus merupakan peristiwa perubahan rupa dalam diri Yesus yang awalnya biasa menjadi mulia, berubah total menjadi lebih indah atau spiritual. Para Murid Tuhan Yesus menyaksikan Tuhan Yesus sedang bercakap-cakap dengan dua tokoh besar yaitu Musa dan Elia.

Pada saat itu, para pendengar Taurat tahu betul tentang kebesaran Nabi Musa dan Nabi Elia. Di Gunung Sinai, Musa menerima dua loh batu yang ketika turun, Musa tidak tahu kalau wajahnya bercahaya (Keluaran 31, 34). Elia di gunung Horeb bertemu dengan Allah dalam suara yang lembut (1 Raja-raja 19: 9-12). Petrus, Yohanes dan Yakobus adalah saksi mata yang ada di sana pada waktu itu. Mereka telah berkali-kali menyaksikan buah kaya pelayanan Tuhan Yesus yang luar biasa. Mujizat dan pengajaranNya sungguh membuat hidup para pengikutNya berbuah baik.

Peristiwa transfigurasi merupakan peristiwa yang penting karena terjadi 8 hari sesudah Yesus untuk pertama kalinya memberitahukan penderitaan diriNya. Berita yang rasanya sulit dipahami oleh para murid. Para murid berharap bahwa Yesus aalah penyelamat hidup yang gagah berani berperang melawan penguasa. Mereka menyangka Yesus adalah Mesias yang akan membebaskan dan mengalahkan musuh dengan kekuatan super. Namun ternyata tidak demikian. Cara yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam menyelamatkan, jauh dari apa yang dipikirkan oleh para murid.

Perjalanan menuju salib yang akan dihadapi oleh Yesus, rasanya sulit dipahami oleh para murid. Namun bagi mereka yang mendengar kisah Taurat, tentu mengerti kebesaran nabi Musa dan Elia sehingga kemunculan kedua tokoh besar di hadapan Petrus, Yakobus dan Yohanes, menjadi kekuatan baru bagi mereka. Bagianya, mereka ingin mendirikan kemah bagi mereka.

Injil Lukas menceritakan bahwa tidak lama kemudian ada awan putih yang melingkupi mereka dan membuat mereka takut. Perasaan yang sangat mungkin merusak kebahagiaan mereka. Namun di situasi itu mereka mendengarkan suara, “Inilah anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”. Awan merupakan bagian dari perjalanan bangsa Israel. Kemuliaan Allah yang maha kuasa hadir dalam awan yang melindungi.

Kenyataan yang akan dihadapi ini adalah bagian dari sejarah yang sudah lama dijanjikan, ditandai dengan hadirnya 2 nabi besar dalam sejarah Israel, yang seolah merestui langkah-Nya untuk terus berjalan. Ditambah lagi pengukuhan yang datang dari Allah sendiri sehingga selain bagi Yesus, peristiwa ini juga sangat penting bagi para murid2-Nya. Bagi para murid, ini menguatkan mereka untuk tidak ragu mengikut Yesus apapun kenyataan yang akan diterima Yesus. Bagi Yesus sendiri, peristiwa transfigurasi ini menjadi kekuatan besar menghadapi realita jalan salib yang ada di hadapan-Nya.

Refleksi Untuk Pamong
Selagi masih hidup dan bernapas, tentu kita akan menemui bermacam-macam kenyataan dan permasalahan, yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Seringkali kita sudah merencanakan sesuatu dengan matang, namun kenyataan yang terjadi jauh berbeda dengan apa yang kita rencanakan. Lalu bagaimana seharusnya sikap kita? Kita diminta untuk berubah bersama Tuhan yang mulia itu dan berbuah. Kita diajak untuk mendengarkan Dia. Tuhan Yesus yang mengajak para murid pergi ke gunung, adalah kesempatan untuk mempersilakan Tuhan berkarya dan menyatakan kehendak-Nya.

Peristiwa transfigurasi membuat orang akan merasakan bahwa sungguh Allah ada. Ia berkuasa atas segalanya. Sehingga itu juga menjadi kesempatan untuk mencari jawab “apa yang Tuhan kehendaki aku lakukan di tengah situasi ini. Apa yang Tuhan kehendaki atas pergumulan yang masih harus aku perjuangkan?’

Mengetahui bahwa Yesus adalah anakNya yang Dia pilih merupakan suatu kebahagiaan. Namun selanjutnya Tuhan Yesus dan para murid tetap harus turun gunung menyambut orang-orang yang membencinNya, para pemimpin agama yang menginginkannya tiada. Yesus juga mengajak kita turun gunung dan menyambut kenyataan dengan hati yang baru. Masalah mungkin tetap akan berat dihadapi, namun dengan yakin bahwa hidup ini ditemani Tuhan, maka kenyataan berat di mata manusia yang dikasihi Tuhan bukanlah aib dan kekalahan, namun kemuliaan. Mari tetap berkarya dan memberi buah.

Seberapa besar kesesakan yang kita rasakan atas persoalan hidup yang tidak mudah? Peristiwa trasfigurasi atau Yesus berganti rupa ini mengajak kita untuk tidak kehilangan harapan. Marilah terus melangkah bersama Dia. Hanya bersama DIA yang mengasihi. Dengarkanlah DIA.

Pendahuluan

  1. Ajak teman-teman remaja untuk berdiskusi tentang perintah-perintah Tuhan Yesus semasa hidupNya.
  2. Ajak teman-teman remaja untuk membaca Lukas 9: 28-36

Cerita
Perjalanan Tuhan Yesus menuju kayu salib tentu bukanlah hal yang mudah. Tuhan Yesus sendiri bahkan merasa takut dan sedih ketika masa penderitaan saat penyaliban hampir tiba. Karena itu Ia memilih untuk menyepi sementara waktu untuk berdoa di atas gunung. Ia hanya ditemani oleh tiga orang muridNya yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus. Pada saat inilah ketiga murid Tuhan Yesus menyaksikan Tuhan Yesus sedang bercakap-cakap dengan dua tokoh besar, yaitu Musa dan Elia. Para murid sebagai orang yang mendengar kisah Taurat, tentu mengerti akan kebesaran Nabi Musa dan Nabi Elia. Pertemuan ini memberikan kekuatan baru bagi ketiga murid Tuhan Yesus untuk terus mengikutNya.

Tidak lama setelah pertemuan Tuhan Yesus dengan Musa dan Elia, maka awan putih melingkupi mereka dan terdengar suara, “Inilah anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”. Peristiwa nilah yang disebut dengan transfigurasi. Suatu peristiwa yang menyatakan kemuliaan Yesus dan penyertaan Allah. Allah menyatakan bahwa Ia setia menyertai Tuhan Yesus dalam menjalani penderitaan jalan salib yang tidak mudah. Dengan jalan ini Tuhan Yesus melawan maut akibat dosa yang harus ditanggung oleh manusia.

Teman-teman, melalui peristiwa ini kita diajak untuk memahami kemuliaan Tuhan Yesus dalam mengalahkan maut dan penyertaan Allah yang setia. Petrus, Yohanes dan Yakobus menjadi saksi bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang maha mulia. Penyertaan Allah selalu ada dalam diri Tuhan Yesus. Karena itu kita diajak untuk selalu setia mengikut Tuhan Yesus dan mengerti apa yang menjadi perintah Tuhan Yesus dan selalu menjalankan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Aktivitas
Ajak teman-teman remaja untuk mengingat perintah-perintah Tuhan Yesus semasa hidupNya dan menuliskannya di dalam tabel. Ajak juga untuk memikirkan bagaimana cara melaksanakannya di dalam kehidupannya sehari-hari. Tuliskan juga ayat yang menunjukkan perintah-peritah tersebut.

No Perintah Tuhan Yesus Pelaksanaan di dalam kehidupan sehari-hari Ayat
1 Mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka Tidak membalas orang yang memusuhi kita dengan kejahatan tetapi tetap mengasihinya serta tetap mendoakannya Matius 5:44
2
3
4
5

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak