Berjuang sampai dapat! Tuntunan Ibadah Remaja 26 November 2023

13 November 2023

Tahun Gerejawi: Kristus Raja
Tema: Mujizat Yesus
Judul: Berjuang sampai dapat!

Bacaan: Lukas 18:1-8
Ayat Hafalan: “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu: apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan aku: apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” (Yeremia 29:12-13)

Lagu Tema: Dia Hanya Sejauh Doa

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan sikap seorang janda yang memperjuangkan haknya kepada hakim yang tak benar.
  2. Anak dapat melatih diri untuk gigih memperjuangkan masa depannya dengan sungguh-sungguh.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang janda ini ketika Ia sedang bercakap-cakap dengan orang-orang Farisi. Tujuannya menyampaikan perumpamaan ini tidaklah lain untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (ay.1). Digambarkan dalam sebuah perumpamaan di mana ada seorang Hakim yang lalim, karena ia tidak takut pada Allah dan tidak menghormati siapapun. Di samping itu juga terdapat seorang Janda yang dengan setia datang kepada sang hakim, meminta agar hakim tersebut mengupayakan keadilan bagi dirinya (ay.3). Beberapa kali hakim menolak permintaan tersebut, ia mengganggapnya remeh dan mengabaikan permohonan Si Janda, bahkan mungkin juga sengaja berpura-pura tidak mengetahui ketidakadilan yang dilakukan oleh musuhnya. Namun karena kesal dan merasa terganggu, akhirnya Ia pun menuruti janda tersebut (ay.5).

Bisa dibayangkan bagaimana Si Janda memohon-mohon hingga membuat Sang Hakim merasa terganggu. Mungkin ia sampai mengetuk pintu rumahnya berkali-kali dalam sehari, berdiri di sana sepanjang waktu, mengikutinya kemanapun Sang Hakim pergi, dan memanggil-manggil namanya di keramaian dengan seruan yang sama yaitu dengan menuntut sebuah keadilan terhadap lawannya. Karena kegigihan dan kesetiaan si Janda yang tiada henti menyerukan permohonannya, demikianlah akhirnya ia mendapat keadilan.Melalui perumpamaan ini Yesus ingin menunjukkan betapa bersarnya kuasa yang bisa ditimbulkan dari kegigihan, ketekunan dan kesetiaan dalam diri manusia. Kekuatan dari ketiganya bisa membawa perubahan yang signifikan. Dalam kaitannya dengan berdoa, Yesus pun akhirnya mengajarkan kepada orang-orang Farisi pada waktu itu untuk dengan gigih dan tekun berseru siang dan malam kepada-Nya. Karena dengan demikian, Allah akan melihat kesetiaan dan kesungguhan umat-Nya. Allah bukanlah hakim yang tidak peduli dan mengacuhkan umat-Nya, Ia justru hakim yang adil, yang siap menolong siapa saja yang gigih, tekun dan setia mengikuti-Nya.

Refleksi Untuk Pamong
Pernahkah kita merasa sudah berdoa tetapi seakan-akan tidak ada jawaban dan perubahan apapun? Mari menarik diri dan mundur sejenak dari segala ekspetasi serta harapan-harapan kita. Coba mengambil waktu sebentar untuk bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya sudah memiliki kegigihan, kesetiaan, ketekunan bahkan keuletan seperti janda dalam perumpamaan yang Yesus sampaikan itu? Sudahkah saya dengan gigih mengetuk pintu hati Bapa berkali-kali, setia datang kepada-Nya, bahkan menerima, mengikuti dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya dalam hidup saya? Atau jangan-jangan selama ini saya hanya sekedar meminta, tanpa gigih dan belum betul-betul setia…”

Perlu kita pahami bersama bahwa doa yang dipanjatkan terus menerus bukan menunjukkan keraguan iman kita kepada Tuhan, melainkan justru bentuk nyata dari kegigihan orang beriman dalam menaikkan doa-doanya. Selain itu, kegigihan juga tidak hanya diwujudkan melalui seberapa sering kita berdoa, tetapi juga seberapa setia kita mengikuti dan melakukan kehendak Tuhan.

Pendahuluan

  1. Ajak teman-teman remaja membaca teks Lukas 18:1-8
  2. Ajak teman-teman remaja berjuang menghafalakan ayat hafalan di atas, siapa yang duluan hafal dengan benar dan lancar, berikan hadiah kecil-kecilan.
  3. Tanyakan pada pemenang, bagaimana cara dia berjuang sampai bisa menghafalkan ayat tersebut!

Cerita
Hai teman-teman remaja yang penuh semangat!

Gimana kabar kalian? Baik? Ada yang kabarnya sedang tidak baik? Kalau ada dan butuh teman cerita, ceritakan saja yaa. Boleh ke Kakak (anda sebagai pamong), ke teman-teman yang kalian percaya, dan juga kepada Tuhan… Apapun keadaan kita saat ini, harus tetap setia bersandar pada Tuhan yaa!

Teman-teman semua pasti pernah berjuang kan? Coba sebutkan, kapan kalian berjuang! Ketika berjuang, apa yang kalian lakukan? Setelah berjuang dengan sedemikian rupa, apakah teman-teman berhasil? Ada yang berhasil, ada yang belum… Tidak apa-apa, masih banyak kesempatan untuk berjuang lebih keras.

Nah, hari ini kita akan belajar dari perjuangan seorang janda dalam perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus dalam percakapanNya dengan orang-orang Farisi. Harapan atau keinginan seorang janda itu adalah sebuah keadilan. Ia berharap agar Sang Hakim mau membela hak dan memperjuangkan keadilan bagi dirinya. Namun dalam perumpamaan tersebut, sang hakim justru sempat menolak dan tidak memperdulikan permohonan si janda. Namun si janda tidak menyerah begitu saja. Dengan gigih, ia terus mendesak sang hakim. Si janda memohon-mohon hingga membuat Sang Hakim merasa terganggu. Mungkin saja ia sampai mengetuk pintu rumahnya berkali-kali dalam sehari, berdiri di sana sepanjang waktu, mengikutinya kemanapun Sang Hakim pergi, dan memanggil-manggil sang hakim di keramaian dengan seruan yang sama, yaitu menuntut sebuah keadilan terhadap lawannya. Karena kegigihan dan kesetiaan si janda yang tiada henti menyerukan permohonannya, demikianlah akhirnya Sang Hakim menuruti permohonannya dan Si Janda pun akhirnya mendapatkan apa yang ia perjuangkan, yaitu keadilan bagi dirinya.

Pernahkan teman-teman mendengar kata-kata “Konsistensi adalah Kunci”? Konsistensi itu adalah sebuah upaya melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang dengan tekun dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Nah, hari ini Tuhan Yesus mau mengajarkan kita tentang sebuah konsistensi melalui perumpamaan seorang Janda yang ingin dibela haknya. Ia konsisten memohon kepada sang hakim, gigih, tekun dan setia. Meksipun ditolak, Ia tidak menyerah dan mundur. Konsistensi, kegigihan, ketekunan dan kesetiaannya membuatnya bisa meraih apa yang ia inginkan.

Demikian halnya dengan kita, ketika kita ingin mencapai sesuatu di masa depan, ingatlah si janda dengan segala perjuangannya dalam perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus. Berdoa dan belajar dengan konsisten, gigih, tekun dan setia, pasti akan membawa kita semakin dekat dalam meraih apa yang kita inginkan. Karena dalam menjawab setiap doa-doa kita, Allah juga melihat bagaimana iman dan kesungguhan kita dalam memperjuangkannya.

Ingatlah bahwa masa depan yang baik tidak dimulai esok hari, tetapi dimulai dari sekarang – tergantung bagaimana kita hidup di masa kini. Bersama dengan Tuhan, perjuangkan masa depanmu, SETIAP HARI.


BASA JAWA

Carita
Halo rencang-rencang remaja ingkang kebak semangat! Pripun kabare? Sae? Menapa ana ingkang mboten sae? Bilih ana lan butuh rencang kagem crita, ngomong wae ya… Bisa ngomong marang mbak/mas, kanca-kanca liyane lan Gusti Yesus. Apa wae kahanan kita sak menika, kedah tansah setya marang Gusti lho ya!

Cah, kabeh mesthi nate berjuang to ya? Coba sebutna kapan sampean berjuang!

Nalika berjuang, apa ingkang sampean sedaya lakoake? Menapa perjuangan iku mau wis ana asile? Napa dereng? Mboten napa-napa cah yen dereng ana asile, tasih kathah kesempatan kagem luwih berjuang maneh.

Nah, dina ini kita bakal sinau saking perjuangane Janda lebeting Pasemon bab Hakim kang tumindak sawenang-wenang. Pangarep-arepe janda kuwi mau yaiku sang hakim gelem mbela hak lan berjuang kagem keadilan dheweke. Nanging, sang hakim malah nolak kepinginane Si Janda. Si Janda mboten nyerah ngono wae. Dheweke gigih lan bola-bali ngaturake pangarep-arepe marang sang hakim nganti piyambake risih lan ngrasa keganggu. Sareng-sareng kita mbayangake mbok menawa Si janda nganti ndodok lawange sang hakim bola-bali sedina, lanjeng ngadeg ing kana sedinaan, ngetutna sang hakim nandi wae piyambake tindak, lan nyeluk-nyeluk jenenge ing satengahing kerumunan. Nanging, Amarga kegigihan, katekunan lan kasetyanane, Si Janda ingkang mboten mandek ngaturaken pangarep-arepe kuwi mau akhire angsal menapa ingkang diperjuangake, yaiki keadilan kagem dheweke.

Kanca-kanca napa nate mireng kalimat “Konsistensi adalah kunci”? Konsistensi yaiku upadi ngelakoni tumindak sacara bola-bali kanti tekun nganti nggayuh perkara ingkang dadi tujuan. Nah dina iki, Gusti Yesus mulang kita sedaya bab konsistensi lumantar pasemon bab Janda ingkang pengen dibela hakipun. Dheweke konsisten njaluk marang sang hakim, gigih, tekun lan setya. Sanadyan ditolak, dheweke gak mundur lan utawa nyerah. Konsistensi, kegigihan, ketekunan lan kasetyanane kuwi mau ingkang nulungi dheweke saged nggayuh apa ingkang dheweke kepingini.

Sami kalian kita, nalika pengen nggayuh apa wae ing mangsa ngarep, ilinga si Janda lan kabeh perjuangane ana ing pasemon iki. Ndedonga lan sinau kanti konsisten, gigih, tekun lan setya, mesti bakal nggawa kita tan saya cedak lan saged nggayuh apa ingkang kita sami kepingini. Amarga Gusti Allah menika ningali iman lan kasetyanane kita bilih badhe maringi jawaban.

Aja nganti lali, bilih mangsa ngarep iku ora diwiwiti sesuk, nanging diwiwiti mulai saiki – tergantung pripun kita urip ing mangsa saiki. Kaliyan Gusti Yesus, ayo berjuang kagem mangsa ing ngarep, saben dinten.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak