Tugasku di Gerejaku Tuntunan Ibadah Remaja 14 Juli 2019

Tahun Gerejawi : Bulan Keluarga
Tema: Tokoh Rekan Kerja Allah
Bacaan Alkitab: Ezra 7:1-28a
Tujuan:

  1. Anak dapat mendaftar tugas yang diberikan raja Artahsasta kepada Ezra.
  2. Anak dapat mencirikan orang yang bertanggung jawab dalam menerima tugas.
  3. Anak dapat membuat komitmen untuk mengambil bagian dalam pelayanan di gereja.

Ayat Hafalan: Ezra 7 : 10, “ Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.
Lagu Tema: Kidung Ria 22 “Satukan Kami”, Harta Yang Berharga

Penjelasan Teks:

Bacaan ini menggambarkan keadaan bangsa Yahudi setelah masa 70 tahun pembuangan di Babel. Setelah sebagian dari orang-orang buangan itu pulang ke Yerusalem, kehidupan dan ibadat bangsa Yahudi dipulihkan. Tentu bukan hal yang mudah melakukan proses perpindahan ini. Dengan jarak tempuh sekitar 900 mil perjalanan dari Babel menuju Yerusalem dibutuhkan sebuah semangat untuk mendapatkan situasi kehidupan yang semakin baik. Dan hal ini akan semakin mudah dilakukan jika memiliki perspektif rohani dalam menempuh perjalanan ini. Perjalanan mengarah kepada pembaruan kehidupan asal bangsa Israel, dengan pusat di kota Yerusalem sebagai kota yang dibangun oleh Daud. Pulang kembali ke Yerusalem, juga dimaknai sebagai bentuk upaya membangun kembali semua hal yang telah dihancurkan oleh Nebukadnezar antara lain mezbah dan Bait Allah. Selanjutnya juga berarti memulai pembaruan, memulihkan penyembahan kepada Allah dan menumbuhkan kebangunan rohani di Yerusalem.

Tokoh utama dari bacaan ini adalah Ezra. Ezra kembali bersama-sama dengan para imam dan para buangan lain ke Yerusalem dan memimpin upaya-upaya pembaruan Israel (7:1-10:44). Satu hal yang menarik adalah dengan dicantumkannya garis keturunan dari Ezra (ay.1-5). Garis keturunan ini sendiri harus dimaknai sebagai bentuk legitimasi imamat yang dimiliki oleh Ezra. Bahwa dia adalah sah sebagai sosok yang menjadi pemimpin dalam situasi bangsa yang berubah. Perubahan ini sendiri terkait dengan perpindahan lokasi dan tempat tinggal. Setelah sekian waktu berada di tempat yang jauh dari tanah perjanjian, sekarang kembali pulang. Ini merupakan masa-masa adaptasi kembali. Sebab itu diperlukan tokoh pemimpin yang kuat dan tegas sekaligus ahli dalam bidang hukum negara dan ahli dalam hal agama. Melalui silsilah ini, Ezra mendapatkan kepanjangan autentik dari kepemimpinan imam israel yang berasal dari sebelum era pembuangan. Dalam proses menjadi pemimpin ini, Ezra juga haruslah menjalani dengan hikmat dari Allah (ay.25)

Legitimasi ini sendiri juga mendapatkan pengakuan dari Artahsasta (ay.12), sebagai representasi dukungan Persia (ay. 7: 27 = 7:6). Pada tulisan dari Artahsasta, yang diakhiri dengan kesimpulan tentang tugas dan kedudukan Ezra sebagai penanggung jawab hukum Allah tertera bagaimana tugas yang harus dikerjakan olehnya. Baik terkait orang yang akan diajak kembali ke Yerusalem (ay.13), dan juga tentang segala perlengkapan yang akan dibawa (ay. 15-20, 22) serta kewenangan yang dimiliki oleh Ezra (ay25).  Dari segala yang terjadi, kisah Ezra ini harus tetap dilihat dalam perspektif iman, bahwa kebaikan Artahsasta adalah juga merupakan bentuk kemurahan Allah kepada bangsa Yahudi.

Dengan segala kemampuan dan tekad, posisi garis keturunan, Ezra bertekad melakukan tanggung jawabnya. Termasuk mengupayakan pembaruan iman bagi bangsa Israel.

Pendahuluan:

Di bagian awal, remaja diajak menuliskan garis keturunan keluarganya. Bisa dengan mengacu menyebutkan nama–nama dari urutan keluarga sebagai berikut :

  1. Bapak/Ibu
  2. Kakek/Nenek
  3. Canggah
  4. Wareng
  5. Udheg-Udheg
  6. Gantung Siwur
  7. Grepak Senthe
  8. Debog bosok
  9. Galih Asem
  10. Gropak waton
  11. Cendheng
  12. Giyeng
  13. Cumpleng
  14. Ampleng
  15. Menyaman
  16. Menya-menya
  17. Trah tumerah

Dari kisah dan garis keturunan masing-masing remaja tersebut, bisa didiskusikan hal apa yang dapat ditemukan terkait dengan dunia pelayanan di persekutuan gereja masing-masing. Khususnya dalam hal keteladanan pelayanan seperti apa yang bisa dilanjutkan oleh masing-masing remaja

Dan bilamana juga diketemukan bahwa dalam keluarganya masih terdapat garis pelayanan yang belum optimal, apa yang harus dilakukan ? Bagaimana membangun peluang membuka dan mengawali garis pelayanan di keluarga masing-masing remaja.

Cerita:

Mengacu kepada kitab Ezra, yang menggambarkan adanya silsilah keluarga sebagai bentuk legitimasi keimaman, remaja diajak untuk menyadari bahwa semua umat percaya juga memiliki tugas keimaman yang sama dan sederajat. Antara lain yaitu membangun pembaharuan komunitas dan persekutuan. Terlebih dengan situasi perkembangan keluarga dan dinamikanya pada masa kini. Situasi mobilitas anggota keluarga, pertumbuhan era tekhnologi dan digital (antara lain internet), dan konteks keragaman penduduk masa kini telah memberikan tuntutan agar keluarga makin dekat dengan anggota keluarganya, terutama juga memiliki kedekatan rohani dengan Allah.

Kemudian, remaja diajak untuk melihat hasil tulisan tentang garis keturunan dan garis pelayanan di masing-masing keluarga. Mengapa dimungkinkan ada yang aktif, namun juga ada kemungkinan tidak aktif dalam gerak dan dinamika pelayanan gereja. Remaja diajak mencari akar masalahnya, penyebab sebuah keluarga mengalami hal yang demikian.

Secara khusus, inti dari renungan ini adalah melihat kehidupan keluarga. Dengan menggunakan momentum Bulan Keluarga, maka remaja diajak untuk membangun kesehatian keluarga. Bahkan sebisa mungkin membangun generasi-generasi penerus dalam pelayanan.

Aktivitas:

  • Mendoakan anggota keluarga yang belum aktif dalam pelayanan dan remaja membangun komitmen ambil bagian dalam pelayanan di gereja, dimulai dari keluarga masing-masing.
  • Merancang dimulainya ibadah harian di masing-masing keluarga, sebagai bagian membangun semangat pembaharuan kehidupan rohani seperti yang telah dicontohkan oleh Ezra.

Buku Pendukung:

Tata Ibadah Harian Keluarga, baik untuk Ibadah Pagi dan Ibadah Malam. (mengacu di buku Pancaran Air Hidup GKJW).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak