Kehadiran Allah: Menyemangati Tuntunan Ibadah Remaja 13 Januari 2019

Tahun Gerajawi : Epifani
Tema : Allah Maha Hadir
Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 19: 9-18
Ayat Hafalan: “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan” (Filipi 2: 14)

Tujuan:

  1. Remaja dapat menceritakan kembali kehadiran Allah yang mengingatkan Elia untuk kembali pada pekerjaannya.
  2. Remaja dapat mencirikan orang yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.
  3. Remaja dapat menyebutkan hambatan orang untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.
  4. Remaja dapat membiasakan diri bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya sebagai wujud kehadiran Allah dalam dirinya.

Penjelasan Teks:

Epifani (bahasa Yunani Koine: ἐπιφάνεια, epiphaneia, “manifestasi”, “penampakan jelas”) atau Teofani (bahasa Yunani Kuno (ἡ) Θεοφάνεια, Τheophaneia berarti “penampakan Tuhan”), atau Hari Raya Penampakan Tuhan adalah sebuah hari raya keagamaan dalam sejumlah denominasi gereja Kristen pada tanggal 6 Januari yang merayakan wahyu Allah sebagai manusia yaitu Yesus Kristus atau pemunculan/manifestasi Yesus Kristus terhadap dunia dalam bentuk kelahiran-Nya[1]. Dalam Perjanjian Lama (PL) terdapat beberapa contoh mengenai hal ini, khususnya penyataan Allah kepada Musa dalam semak belukar yang menyala (Kel. 3:2)[2].

Kesaksian Perjanjian Lama tentang tokoh Allah sangatlah kaya. Melalui berbagai manifestasi kehadiran-Nya menerangkan bagaimana sifat dan penghayatan bangsa Israel akan Allah-Nya. Mulai dari kisah penciptaan yang menunjukkan kemahakuasaan Allah yang adalah Roh, namun bisa berbincang dengan manusia di taman Eden. Kemudian berlanjut kepada perjumpaan demi perjumpaan dengan leluhur Israel baik dalam rupa seperti manusia, suara, dsb. Dalam eksodus (kisah keluaran) sosok Allah hadir di depan Musa dalam wujud seperti nyala api, di sana kemudian digambarkan sifat-Nya yang kudus[3]. Cara mennunjukkan diri-Nya pun menarik “Aku adalah Aku” ungkapan ini menunjukkan sifat Allah yang dinamis dan aktif[4]. Allah kemudian hadir melalui tiang awan, tiang api, tabut perjanjian, dsb.

Dalam kisah Elia, Tuhan mengutus Elia untuk menjadikan bangsa Israel tetap mengingat Allah ditengah godaan untuk menyembah selain Allah (1 Raj 18). Dengan gagah berani Elia menghadapi lima ratus nabi baal seorang diri, sampai menghabisi mereka semua. Namun, tentu tindakan itu memiliki konsekwensi yang tidak ringan, kemarahan Isebel yang bermuara para ancaman untuk membunuh Elia. Karena itu Elia merasa takut dan berusaha menyelamatkan diri. Di tengah ketakutan dan keputusasaan Allah hadir. Salah satu kesaksian tentang kehadiran Allah, tergambar dalam perikob hari ini. namun bagian yang menarik adalah dalam bacaan kali ini Allah digambarkan tidak terutama dalam kemegahan kekudusan atau dengan sesuatu yang spektakuler, seperti api, awan dsb. Melainkan justru dengan sesuatu yang sederhana, yaitu dalam semilir angin. Tetap dinamis dan aktif, namun lembut dan menenangkan.

Alat Peraga:

Langkah-Langkah Penyampaian:

  1. Ajak remaja membaca bacaan Alkitab hari ini.
  2. Penjelasan tentang tahun gerejawi dan tema: epifani (lihat penjelasan teks).
  3. Pamong mengajak remaja untuk melakukan aktivitas 1 (mengisi tabel)
  4. Pamong menceritakan CERITA
  5. Pamong mengajak remaja melakukan aktivitas 2.
  6. Pamong mengajak remaja membaca ayat hafalan.

Cerita

Setiap orang tentu memiliki tugas dan tanggung jawab, seperti yang sudah dituliskan para remaja (aktivitas 1). Demikian halnya Elia, sebagai nabi Tuhan mengutus Elia untuk menjadikan bangsa Israel tetap mengingat Allah di tengah godaan untuk menyembah selain Allah (1 Raj 18). Sebagai konsekwensinya, dia diburu dan terancam nyawanya oleh Isebel. Dalam keadaan ketakutan dan terdesak Elia berkeluh kesah kepada Allah.

Allah dalam iman Israel sangatlah dinamis, Dia dapat hadir dalam berbagai wujud dan kondisi. Termasuk dalam perjumpaannya dengan Elia seperti perikob saat ini. Pilihan penyataan diri Allah dalam semilir angin bukanlah tanpa maksud. Justru di saat Elia putus asa, ketakutan dan merasa sendiri, Allah menunjukkan diri bukan sebagai Tuan yang Besar, yang bisa jadi semakin membuat Elia merasa kecil dan tidak berdaya. Dia hadir dalam kesederhanaan, bahkan dalam sesuatu yang tidak terbayang sebelumnya. Allah hendak mengingatkan Elia bahwa dia tidak sendiri, namun di sisi lain menegur, bahwa ada kalanya kehidupan berjalan tidak seperti yang kita bayangkan, meski demikian di sanapun Allah ada! Allah hadir dan menguatkan Elia untuk melakukan tugasnya.

Demikian halnya dengan remaja sekarang, ada banyak tugas yang harus dikerjakan baik di rumah, sekolah dan gereja dan tidak selalu dapat kita kerjakan dengan berbagai alasan dan hambatan (seperti yang tertulis di aktivitas 1 tadi). Tapi, sesulit apapun tugas itu, baik jika kita tetap mengingat Allah hadir dan beserta dalam segala sesuatu. Meski kadang dengan cara yang tidak kita duga. Karenanya mari kita selalu bersemangat dan bertanggung jawab terhadap semua tugas.

Penerapan:

Aktivitas:

1. Tabel

Setelah tabel di isi, ajak remaja untuk mengecek kembali tugas-tugas mana yang sudah dikerjakan dan mana yang tidak dikerjakan.

2. Kreasi gerak dan lagu tema

  • Bagi remaja ke dalam 2 kelompok
  • Tiap kelompok dipersilahkan memilih salah seorang pemimpin, setelah itu diberi waktu 5 menit untuk berdiskusi tentang grakan dari lagu tema.
  • Tiap kelompok dipersilahkan gerak dan lagu dipimpin oleh salah seorang teman yang ditunjuk.
  • Kelompok terbaik mendapat hadiah dan kelompok terburuk mendapat hukuman

Catatan : games ini memberikan pelajaran tentang prakter bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Lagu Tema:

1. Kudaki-daki gunung yang tinggi (video dengan contoh gerakan)

2. Jangan lelah (video contoh)

 

Tugas untuk minggu depan:

  • Untuk pamong : menyiapkan pupuk kandang dan kompos (media penyubur tanah)
  • Untuk remaja : 2 kelompok Remaja hari ini diminta membawa masing-masing 1 gelas plastik berisi tanah.
    • Kelompok 1: tanah biasa dan lumpur/ lempung (tiap anak membawa, tetapi dibagi lagi ada yang tanah di ladang/ halaman rumah dan ada yang tanah lumpur/ lempung)
    • Kelompok 2: tanah berpasir dan tanah di pinggir jalan

 

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Epifani diunduh pada 1 Agustus 2018 pkl. 08.30

[2] http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=EPIFANI diunduh pada 1 Agustus 2018 pkl. 08.35

[3] kudus menunjuk pada sesuati yang khusus , terpisah darii yang lain. Lebih jauh Prof Wismoadi menuliskan bahwa kata itu menunjuk kepada keilahian yang sama sekali berbeda dengan kemanusiaan ( Wahono, S. Wismoady, Di sini kutemukan: petunjuk mempelajari dan mengajarkan Alkitab, cet.16, Jakarta: Gunung Mulia, 2011 hlm. 104-105)

[4] Ibid hlm. 105

 

Bagikan Entri Ini: