Tidak Mementingkan Diri Sendiri Tuntunan Ibadah Remaja 1 Oktober 2023

18 September 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : Membentuk Persekutuan
Judul: Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Bacaan: Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37
Ayat Hafalan: “Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (Yakobus 3:16)

Lagu Tema: Hari Ini Ku Rasa Bahagia

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan cara hidup jemaat dalam memelihara persekutuan.
  2. Anak dapat menjelaskan hambatan untuk mengingatkan dan mengajak teman yang jarang bersekutu.
  3. Anak dapat menjelaskan cara mengatasi hambatan untuk mengingatkan dan mengajak teman yang jarang bersekutu.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam perikop Kisah Para Rasul 4:32-37 dikisahkan bagaimana kehidupan jemaat perdana dan juga mengisahkan tentang kehidupan para rasul, serta juga perikop ini memberi perhatian khusus kepada Yusuf yang disebut Barnabas seorang Lewi yang biasanya menerima hak istimewa sebagai orang Lewi yang menerima persembahan perpuluhan dari suku lainnya, tetapi dalam perikop ini ia rela menjual ladang miliknya dan memberikannya kepada para rasul.

Secara garis besar Kisah Para Rasul 4:32-37 menceritakan tentang bagaimana kehidupan jemaat perdana yang mendapatkah kasih karunia yang berlimpah dari Yesus. Laku kehidupan mereka sebagai Jemaat perdana adalah dengan bersikap secara demikian, yang pertama memiliki sikap sehati dan sejiwa. Yang kedua adalah saling mengasihi satu dengan yang lain, bukan  dalam perkataan saja melainkan dalam perbuatan nyata sehingga jemaat memiliki kerelaan memberikan kepunyaan mereka dan diserahkan kepada para rasul. Hal ini menunjukkan ketulusan hati mereka untuk mempersembahkan kepada Tuhan, demi persekutuan mereka. Yang ketiga adalah bahwa segala kepunyaan mereka adalah milik bersama, sehingga tidak ada lagi yang berkekurangan di antara mereka. Mereka saling mengasihi, saling menolong dan saling memperhatikan sehingga mereka mau berbagi kepada saudara yang berkekurangan dan membutuhkan.

Inilah cara bagaimana jemaat perdana atau mula-mula harus hidup, di mana mereka harus menjaga persekutuan mereka dengan tidak bersikap memikirkan diri sendiri melainkan mau memberi diri bagi persekutuannya dan memberi apa yang dimiliki untuk kebutuhan bersama.

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membuka Alkitab dari Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37 dan minta membaca secara bergantian.
  2. Minta remaja untuk menjawab pertanyaan berikut :
    1. Pernahkan bersikap egois/mementingkan diri sendiri?
    2. Remaja dapat menceritakan pengalamannya bersikap egois kepada orang lain.

Cerita
Syalom teman-teman yang dikasihi Tuhan!

Tentu sebagai manusia seringkali kita bersifat egois atau mementingkan diri sendiri. Misalnya saja ketika kita membawa bekal ke sekolah, lalu kemudian ternyata teman kita ada yang lupa tidak membawa bekal dan bahkan lupa tidak membawa uang saku. Namun saat itu juga kita sedang dalam keadaan sangat lapar. Lalu apa yang akan kita lakukan? Jika berbagi maka itu tidak akan membuat kita cukup kenyang, namun ketika kita tidak mau berbagi maka teman kita tersebut akan kelaparan. Secara logika, mungkin kita juga akan menyalahkan teman kita, kenapa dia lupa tidak membawa bekal dan uang sakunya. Mungkin juga kita bersikap menyalahkannya atau mengatakan padanya bahwa itu adalah konsekuensi yang harus ditanggungnya.

Teman-teman yang terkasih,

Kadangkala kita sering kali bersikap egois atau mementingkan diri sendiri karena kita merasa bahwa apa yang kita miliki hanya cukup bagi diri kita sendiri dan akan merasa kurang jika harus berbagi dengan orang lain. Namun pada bacaan kita saat ini kita diajak untuk melihat bagaimana seharusnya kehidupan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Yang pertama, hidup mereka sehati dan sejiwa. Yang kedua adalah saling mengasihi satu dengan yang lain, bukan  dalam perkataan saja melainkan dalam perbuatan nyata sehingga jemaat memiliki kerelaan memberikan kepunyaan mereka dan diserahkan kepada para rasul. Memberikan kepunyaan mereka adalah sebagai wujud ketulusan hati mereka untuk mempersembahkan kepada Tuhan, demi persekutuan mereka. Yang ketiga adalah bahwa segala kepunyaan mereka adalah milik bersama, sehingga tidak ada lagi yang berkekurangan di antara mereka. Mereka saling mengasihi, saling menolong dan saling memperhatikan sehingga mereka mau berbagi kepada saudara yang berkekurangan dan membutuhkan.

Teman-teman yang terkasih,

Orang-orang di jemaat mula-mula mau memberikan apa yang dia miliki bagi orang lain, begitupun juga seharusnya kehidupan kita sebagai remaja. Kita pun juga harus mau berbagi demi kepentingan bersama dan bukan malah bersikap egois atau mementingkan diri sendiri. Memang banyak tantangan yang akan kita hadapi, mungkin kita akan merasa rugi jika berbagi atau memberikan perhatian atau sesuatu bagi yang lain. Namun saat ini mari bersama kita belajar untuk membangun persekutuan kita supaya menjadi persekutuan yang membawa berkat yaitu dengan cara memberi perhatian dan pertolongan bagi yang lain, serta tidak mementingkan diri sendiri melainkan mementingkan kepentingan bersama.

Aktivitas

  1. Ajak remaja untuk membagi diri dalam kelompok dan ajak mereka berlomba/atau melakukan sebuah permainan yang kemudian pemenangnya diberi sebuah hadiah. Hadiah tersebut bisa berwujud alat tulis (Misalnya : 1 bolpoin).
  2. Dari hadiah yang diterima oleh kelompok pemenang, ajak kelompok pemenang untuk menanyakan ke semua remaja, siapa yang tidak memiliki bolpoin untuk sekolah, jika ada, maka tanyalah kepada kelompok pemenang “Bersediakan kelompok pemenang untuk memberikan bolpoinnya kepada remaja yang membutuhkan?”
  3. Diakhir aktivitas remaja dapat diajak untuk berdoa, supaya mereka dikuatkan untuk dapat saling memperhatikan dan memberi bantuan bagi yang membutuhkan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak