Ruang Tunggu Tuntunan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 29 Mei 2025 untuk Remaja

Tahun Gerejawi : Kenaikan Tuhan Yesus
Tema: Menanti dengan setia

Bacaan: Lukas 24:44-53
Ayat Hafalan: “Lihatlah, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Namun, kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:49 TB2)

Lagu Tema: Mengalirlah Kuasa Roh Kudus

Tujuan: Remaja menyebutkan hal-hal positif yang dapat dilakukan selama menunggu.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Ayat-ayat ini menggambarkan momen penting dalam kisah Injil Lukas, yaitu pertemuan terakhir Yesus yang bangkit dengan murid-murid-Nya sebelum Ia naik ke surga. Berikut penjelasan singkatnya:

  • Yesus Menggenapi Kitab Suci: Ayat 44-46 menekankan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada Yesus, termasuk kematian dan kebangkitan-Nya, telah dinubuatkan dalam Kitab Suci (Taurat, Nabi-nabi, dan Mazmur). Ini menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan.
  • Yesus Memberkati Murid-Murid: Ayat 47-49 mencatat bahwa Yesus memberikan mandat kepada murid-murid untuk menjadi saksi-saksi-Nya, memberitakan Injil tentang pertobatan dan pengampunan dosa kepada seluruh bangsa. Yesus juga menjanjikan akan mengirimkan Roh Kudus untuk memberdayakan mereka dalam melaksanakan tugas ini.
  • Kenaikan Yesus: Ayat 51-53 menceritakan momen ketika Yesus secara fisik meninggalkan murid-murid-Nya dan naik ke surga. Murid-murid pun menyembah-Nya dan kembali ke Yerusalem dengan sukacita, terus-menerus memuji Allah di Bait Suci.

Ada beberapa makna yang terkandung dari perikop di atas, yaitu :

  1. Pentingnya Kitab Suci: Ayat-ayat ini menegaskan bahwa Kitab Suci adalah pedoman hidup bagi orang percaya. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, termasuk penderitaan dan kebangkitan, memiliki makna yang lebih dalam ketika kita melihatnya dalam konteks Kitab Suci.
  2. Misi Murid: Kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, membawa kabar baik tentang keselamatan kepada orang lain. Tugas ini diberikan kepada setiap orang percaya, bukan hanya para rasul.
  3. Harapan akan Kembali: Kenaikan Yesus memberikan harapan akan kedatangan-Nya kembali. Kita dipanggil untuk hidup dalam pengharapan itu, sambil terus melakukan pekerjaan-Nya di dunia.
  4. Sukacita dalam Persekutuan: Murid-murid yang telah mengalami kebangkitan Yesus mengalami sukacita yang besar. Sukacita ini juga seharusnya menjadi pengalaman kita sebagai orang percaya, terutama ketika kita berkumpul bersama dalam persekutuan.

Refleksi Untuk Pamong
Menunggu bukanlah sesuatu yang menarik atau menyenangkan bagi sebagian besar orang. Menunggu kepastian hubungan, menunggu pengumuman ujian atau tes masuk kerja. Hari ini kita membaca kisah semua murid diutus menunggu Roh Penolong sebelum melanjutkan tugas pelayanannya. Cerita hari ini mengingatkan kita bahwa kehidupan ini ibarat ruang tunggu besar bagi setiap orang. Ada maksud dan tujuan Tuhan ketika mengutus kita untuk menunggu, bahwa Sang Penolong itu akan hadir tepat pada waktunya. Pertanyaannya, apakah kita mau sabar menunggu Dia?

Pendahuluan
(pamong berdiri di depan remaja dan diam beberapa saat sambil memperhatikan respon para remaja atau mencari ilustrasi/ cerita lain terkait menunggu)

Teman-teman, sadar tidak kalau kakak barusan melakukan percobaan? Ya, benar… percobaan menunggu. Ternyata sebagian besar dari kita tidak suka menunggu. Dan ketika harus menunggu ada beragam hal yang dilakukan juga – mungkin ada yang bengong, melihat “objek” yang ditunggu, HP an, dsb.

Cerita
Setelah kebangkitan dan penampakan diri Tuhan Yesus, para murid harus menghadapi kenyataan bahwa tiba saatnya Tuhan Yesus kembali ke asal-Nya yaitu di Surga. Artinya para murid akan ditinggalkan oleh Tuhan Yesus. Dan seperti cerita minggu lalu, peristiwa ditinggalkan adalah kejadian yang menyedihkan. Bisa kita bayangkan naik turunnya perasan para murid, mulai dari semangat belajar mengikut Tuhan dan hidup bersama kurang lebih selama 3 tahun, lalu mereka dipatahkan dengan kenyataan penyaliban, di tengah perasaan kalut terbit harapan karena Tuhan Yesus bangkit dan kembali bersama mereka dalam beberapa penampakan-Nya. Namun hari ini, mereka harus berpisah kembali, sedihnya.

Dalam perasaan sedih dan kehilangan itu, sebelum benar-benar meninggalkan para murid Tuhan Yesus berpesan agar mereka mewartakan Injil atau keselamatan dalam kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Injil itu harus diwartakan kepada semua bangsa. Dan itulah yang menjadi tugas perutusan para murid Tuhan, termasuk teman-teman juga. Namun, sebelum mereka mengawali karyanya, Tuhan Yesus berpesan agar mereka menunggu Roh Penolong di Yerusalem. Kapan Roh itu datang? Tidak dijelaskan! Artinya mereka perlu belajar bersabar dan setia menantikan apa yang Tuhan Yesus janjikan.

Menjadi penting untuk diperhatikan adalah apa yang para murid lakukan ketika menunggu. Memang dalam bacaan hari ini tidak terlalu detail di ceritakan tentang proses mereka menunggu. Kisah Para Rasul memberi kesaksian yang lebih rinci terkait dengan hal tersebut, bisa teman-teman baca nanti di rumah. Yang pasti dalam menunggu janji Tuhan para murid menjalani dengan tekun dan setia.

Remaja yang terkasih, sebenarnya ketika kita hidup di dunia ini, kita pun menunggu. Ketika menghadapi masalah, ujian, dsb kita juga menunggu Penolong itu berkarya. Menunggu Sang Penolong, seperti halnya pengalaman menunggu yang pernah kita alami, bagaimana rasanya menunggu? Dan yang terpenting, apa yang bisa kita lakukan selama kita masih harus menunggu? (pamong menjelaskan aktivitas)

Mari percaya bahwa sekalipun hidup di dunia ini seperti kita sedang berada di ruang tunggu, tetapi kita menunggu dalam penyertaan Tuhan. Amin.

Aktivitas
Pamong menyiapkan: Lembar HVS warna dengan tempat isian untuk menulis, sejumlah remaja.

Pelaksanaan Aktivitas:

Remaja diminta mengisi kertas dengan: hal apa saja yang bisa kita lakukan selama menunggu, Tentunya hal yang positif ya!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak