Membagikan Damai Sejahtera dari Allah Pancaran Air Hidup Junior 6 April 2024

6 April 2024

Bacaan: Lukas 10:1-12
Nats: ayat 3-6

Teman-teman seperti yang kita ketahui bahwa Allah membutuhkan orang- orang yang mau melayani orang lain. Misalnya saja, ada Pendeta, ada Guru Injil, ada kakak pamong. Mereka dipakai Tuhan untuk memberitakan kabar sukacita tentang keselamatan yang dapat diterima oleh orang yang mau percaya kepada Kristus.

Bacaan kita hari ini mengisahkan tentang 70 orang yang dipilih oleh Yesus untuk pergi ke kota-kota yang nantinya akan Yesus kunjungi. Mereka pergi untuk membagikan damai sejahtera dari Allah yang telah mereka terima. Pada ayat 5, mereka harus memberi salam: “Damai sejahtera untuk rumah ini.” Artinya, mereka sedang menyampaikan salam dari Yesus karena mereka adalah murid pilihan-Nya. Tidak hanya itu, salam itu juga menandakan bahwa mereka akan memberitakan kabar sukacita yang akan membawa kedamaian bagi yang mau mendengar dan menerimanya.

Ayat selanjutnya menunjukkan bahwa damai sejahtera dari Allah itu dapat mereka terima melalui mujizat yang dapat murid-murid Yesus lakukan yaitu menyembuhkan orang sakit, memberitakan pertobatan karena kerajaan Allah sudah dekat. Damai sejahtera yang dibagikan itu sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang mereka layani, yaitu orang yang sakit dan orang yang berdosa.

Nah teman-teman, kita juga dapat dipakai Allah untuk membagikan damai sejahtera itu karena kita adalah anak-anak Allah. Kita dapat melakukannya dengan perbuatan benar kepada orang lain, perkataan kita yang menceritakan Yesus sebagai Juru Selamat dan hal-hal lainnya. Mari terus elajar untuk membagikan damai sejahtera itu supaya banyak orang yang menerima damai sejahtera Allah.

Aktivitas: Menyanyi bersama

Mari kita bersukaria,
kar’na ini hari bahagia

Kita berkumpul jadi satu,
Puji Tuhan semesta itu

Tepuk tangan wajah berseri,
hilangkanlah hati yang sedih

Bukankah Yesus berkata
damai yang dib’rikan kita

Mari kita bersukaria

Doa: Tuhan ajar aku untuk membagikan damai sejahtera yang aku terima. Amin

Renungan Harian

Renungan Harian Anak