Bacaan: Hakim-hakim 7:3
Nats: “…Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead…” (Hakim-hakim 7:3a)
Cello sangat tegang saat diminta guru memimpin doa penutup. Volume suaranya kecil namun hatinya tenang sehingga ia dapat berdoa dengan lancar sampai akhir. Cello tahu bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, melainkan percaya bahwa Tuhan selalu bersamanya dan menolongnya.
Perang melawan Midian akan dipimpin oleh Gideon. Ini perang sungguhan, bukan bermain perang-perangan oleh sebab itu dibutuhkan pasukan yang benar-benar berani melakukan tugas ini. Ketika Tuhan mengarahkan Gideon untuk berkata kepada pasukannya, “Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead”, maka ada dua puluh dua ribu orang dari Israel pulang. Kini tinggal sepuluh ribu orang yang bersedia menjadi pasukan untuk berperang melawan Midian. Tuhan ingin menunjukkan bahwa keberanian untuk melaksanakan perintah Tuhan bukan berarti tidak takut, tetapi tetap percaya pada Tuhan dan bersedia berjalan bersama Tuhan. Keberanian bersandar kepada Tuhan yang berkuasa.
Mungkin kamu pernah merasa takut gagal, takut diejek, atau takut untuk terlibat dalam pelayanan di gereja atau sekolahmu. Tuhan ingin kamu berani melawan ketakutanmu itu karena kamu percaya bahwa Tuhan pasti bersamamu dan menolongmu.
Aktivitas:
Yuk, siapkan kertas buffalo atau origami. Buatlah kartu komitmen sesuai kreativitasmu, “TUHAN LEBIH BESAR DARI KETAKUTANKU”, atau “AKU BERANI KARENA TUHAN BERSAMAKU”.
Doaku: Terimakasih Tuhan Yesus, karena Engkau selalu hadir dalam hidupku. Aku tidak sendirian, aku percaya kepada-Mu. Amin.